cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KARUK (Piper sarmentosum Roxb) DAN RIMPANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galangal L) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR PENYEBAB KETOMBE SECARA IN VITRO Khusnul, Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.694 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.409

Abstract

Masalah pada rambut dan kulit kepala banyak dialami oleh setiap orang, salah satunya adalah ketombe. Apalagi negara Indonesia  berada di daerah tropis, sehingga membuat penduduknya mudah berkeringat serta mudah terinfeksi jamur.  Beberapa tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan herbal diantaranya adalah daun karuk (Piper sarmentosum Roxb) dan rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L). Kemampuan sebagai obat herbal, berdasarkan atas kandungan kimia yang dimiliki dari tumbuhan tersebut. Menurut Winarto (2007), daun karuk memiliki kandungan kimia seperti saponin, polifenol, flavonoid dan minyak atsiri dan banyak dilakukan pengujian terhadap beberapa  bakteri, namun pengujian terhadap jamur masih jarang diteliti, sedangkan menurut Khusnul dkk (2017) rimpang lengkuas putih memiliki kandungan Saponin, Tanin, Flavonoid, Alkaloid yang mempunyai efek anti-jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui efektifitas ekstrak etanol daun karuk  dan rimpang lengkuas putih dalam menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale.  Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen terhadap jamur dengan menggunakan metode difusi (Kirby Bauer). Konsentrasi ekstrak etanol daun karuk dan ekstrak rimpang lengkuas putih yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Hasil daya hambat dianalisis menggunakan one way anova dengan taraf kepercayaan 95%, serta diuji lanjut menggunakan uji dauncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun karuk (Piper sarmentosum) dan rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga) memiliki efektifitas daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale. Daya hambat yang paling baik dari ekstrak daun karuk yaitu pada konsentrasi 100% dengan diameter daya hambat 19,4 mm yang dikategorikan kuat,  sedangkan daya hambat dari ekstrak rimpang lengkuas yang paling baik yaitu pada  konsentrasi 100% dengan diameter daya hambat 28,3 mm dengan respon daya hambat sangat kuat, sama dengan respon daya hambat dari ketokonazol 2% sebagai kontrol positif. Kata kunci: Piper sarmentosum, Alpinia galanga L, Efektivitas (daya hambat), Pytirosporum ovale
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PERAN SERTA PERAWAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM DESA SIAGA DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2009 Bachtiar, Yanyan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.766 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.99

Abstract

Perawat memiliki peran strategis dalam upaya mendukung pelaksanaan desa siaga. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional desigen yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan peran serta perawat dalam pelaksanaan desa siaga di wilayah Dinkes Kota Tasikmalaya. Populasi penelitian yaitu seluruh perawat yang berada di Wilayah Dinkes Kota Tasikmalaya, dengan ukuran sampel 101 responden. Teknik samplingnya adalah purposif sampling. Hasil penelitian dianalisis dengan metode chi-square (X2). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan peran serta perawat dalam pelaksanaan desa siaga (ρ=0,006) dengan OR=3,87. Sedangkan variabel sikap tidak ada hubungan yang signifikan dengan peran serta perawat dalam pelaksanaan desa siaga (ρ=0,902). Perawat yang berpengetahuan tinggi mempunyai peluang 3,87 kali untuk berperan serta dalam pelaksanaan program desa siaga dibandingkan dengan perawat berpengetahuan kurang. Peran serta perawat dalam pelaksanaan desa siaga yang didasari dengan pengetahuan cenderung akan lebih menetap. Perawat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga dapat lebih berperan dalam pelaksanaan desa siaga.    Kata Kunci                           :  Pengetahuan, sikap, peran serta, desa siaga.
PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH PADA WANITA PENGGUNA KONTRASEPSI ORAL DAN PADA WANITA HAMIL TRIMESTER III Nurpalah, Rianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.549 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.264

Abstract

Konsumsi makanan yang berlemak dan tinggi karbohidrat serta makanan cepat saji (fast food) dan juga kebiasaan hidup kurang berolahraga merupakan faktor yang dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, salah satunya adalah diabetes. Namun selain factor tersebut terdapat juga factor lain yang bisa mempengaruhi kadar glukosa di dalam darah, yaitu hormone. Pada wanita pengguna kontrasepsi dan juga wanita hamil terdapat ketidakseimbangan atau perubahan hormone dari kondisi normalnya, yang salah satu pengaruhnya bisa menyebakan kerja insulin terhambat, maka pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan glukosa darah pada kedua kelompok wanita tersebut dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa pada wanita yang kondisi hormonnya tidak normal. Penelitian ini dilakukan terhadap dua kelompok yang masing-masing kelompok sebanyak 20 orang, diperiksa kadar glukosa darahnya dengan metoda GOD PAP menggunakan alat fotometer, hasil penelitian tersebut menunjukan pada kelompok wanita hamil sebanyak 95% mempunyai kadar gula darah yang nomal dan 5% mempunyai kadar yang abnormal, sedangkan pada wanita pengguna kotrasepsi oral sebanyak 80% mempunyai kadar glukosa yang normal dan sebanyak 20% mempunyai kadar glukosa yang meningkat.
PENGARUH LATIHAN RENTANG GERAK SENDI EKSTREMITAS BAWAH TERHADAP KEKUATAN OTOT DAN LUAS GERAK SENDI ANAK DENGAN TUNA GRAHITA SEDANG DI SEKOLAH LUAR BIASA C KOTA BOGOR Yuliastati, Yuliastati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.8 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.66

Abstract

Keterbatasan fungsi motorik kasar merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak dengan tuna grahita sedang. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan gangguan ini diantaranya adalah dengan melakukan latihan rentang gerak sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara latihan rentang gerak sendi pada ekstremitas bawah terhadap kekuatan otot dan luas gerak sendi anak dengan tuna grahita sedang. Desain yang digunakan adalah quasi-experimental dengan control group pretest-postest design. Sampel berjumlah 30 anak di dua sekolah luar biasa di Bogor. Hasilnya menunjukkan ada peningkatan kekuatan otot dan luas gerak sendi lutut dan panggul pada kelompok intervensi. Latihan ini dapat membantu anak tuna grahita meningkatkan fungsi motoriknya dan dapat dikembangkan di sekolah.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L) TERHADAP PERTUMBUHAN Trichophyton rubrum SECARA in vitro Khusnul, Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.033 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.210

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga L) merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu masak dan dapat juga digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur patogen. Salah satu jamur patogen tersebut, adalah Trichophyton rubrum penyebab penyakit kulit dan kuku. Tanaman lengkuas tersebut berpotensi memiliki aktifitas senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga L) dapat menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen yaitu metode Kirby-Bauer. Konsentrasi pengenceran ekstrak etanol rimpang lengkuas yang diteliti mulai dari konsentrasi 10% - 100%. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga L) dapat menghambat jamur Trichophyton rubrum dari konsentrasi 30% dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 3,00 mm, 40% sebesar 6,00 mm, 50% sebesar 12,00 mm, 60% sebesar 12,00 mm, 70% sebesar 14,00 mm, 80% sebesar 14,00 mm, 90% sebesar 16,00 mm dan 100% sebesar 18,00 mm. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga L) mempunyai efektivitas daya hambat terhadap jamur Trichophyton rubrum.
PERAN KEPEMIMPINAN DAN KEBIJAKAN DISIPLIN DALAM MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT DI RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD JAKARTA Rusman, Asep
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.854 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.35

Abstract

Salah satu penentu kinerja Rumah Sakit dalam pelayanan keperawatan yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah kinerja sumber daya manusia, dalam hal ini kinerja perawat dengan jumlah terbanyak berkisar 50-60% dibanding tenaga kesehatan lainnya dan merupakan modal sumber daya manusia yang menyusun inti dari hampir seluruh pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berhubungan langsung dengan pasien. Kinerja perawat yang buruk akan berdampak terhadap menurunnya citra pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari sumber daya manusia, kepemimpinan, kebijakan disiplin, beban kerja dan motivasi terhadap kinerja perawat pelaksana.  Telah dilakukan penelitian analitik dengan desain cross sectional terhadap 70 orang perawat pelaksana di ruang rawat inap RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad. Pada periode Oktober-Nopember 2014. Dengan menggunakan alat bantu  kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis multi variat menggunakan regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, persamaan regresi yang dirumuskan memperlihatkan model yang cocok dengan data empiris (nilai F 7,724, p-value 0,000).  Dari kelima faktor yang diteliti hanya kepemimpinan (p-value 0,043, R = 0,976) dan kebijakan disiplin (p-value 0,049, R = 0,775 ), yang secara signifikan memengaruhi kinerja perawatHasil penelitian tersebut sesuai dengan keadaan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad yang merupakan Rumah Sakit TNI AD di dalam pengelolaan manejemen RS diwarnai dengan sistem militerisme atau sistem komando dan dengan penekanan kepemimpinan dan penetapan disiplin yang berbeda antara rumah sakit lain. Kata kunci:           Kepemimpinan, Kebijakan Disiplin, Kinerja.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MA ATHORIYAH KECAMATAN CIKATOMAS KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2016 Megawati, Meti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.471 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.175

Abstract

Hasil studi pendahuluan diperoleh data sekunder dari laporan tahunan Program Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dalam kurun waktu 4 tahun terakhir terjadi peningkatan angka kejadian anemia pada remaja putri. Data terakhir Tahun 2013,yaitu jumlah anemia tertinggi sebanyak 24 orang (40%) dari 60 orang siswi, terdapat di Sekolah MA Athoriyah Cikatomas dan SMA Serba Bakti Suryalaya Pagerageung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MA Athoriyah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2016. Manfaat penelitian ini berkontribusi dalam keilmuan Gizi masyarakat dan Ilmu Perilaku dan menjadi dasar dalam penyusunan program perencanaan kegiatan pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode analitik, dan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh siswi putri pada Athoriyah Cikatomas kelas X dan XI. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling, yaitu sebanyak 41 orang. Instumen menggunakan kuesioner sebanyak 10 soal. Data diuji menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian diperoleh hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia (p = 0,054). Serta ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MA At-Thariyah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya (p = 0,021).Diharapkan MA At-Thariyah dan Puskesmas Wilayah Binaan Kecamatan Cikatomas lebih intensif memberikan pendidikan kesehatan/penyuluhan tentang anemia kepada remaja putri, dan melakukan pemeriksaan rutin kadar hemoglobin dan intervensi pemberian tablet tambah darah (TTD) dan asam folat.
PERAWATAN PALIATIF PADA ANAK DENGAN HIV/AIDS SEBAGAI KORBAN TRANSMISI INFEKSI VERTIKAL: LITERATURE REVIEW Ramdhanie, Gusgus Ghraha
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.62 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.505

Abstract

Kematian anak akibat penyakit terkait HIV/AIDS sebagai korban transmisi vertikal atau disebutMother To Child Transmission (MTCT) mencapai 110.000 setiap tahun. Dalam hitungan rinci terjadisekitar 400 anak terinfeksi HIV dan sekitar 290 kematian karena AIDS terjadi setiap harinya. Sebagaikorban transmisi infeksi vertikal, banyak anak yang kurang mendapat dukungan dari keluarga. Orangtua dengan HIV/AIDS selain mempunyai masalah kesehatannya sendiri, juga dapat menjadikan anakseorang “yatim piatu” sehingga anak tidak mendapatkan asuhan orang tua. Perlu kajian manajemenpengelolaan asuhan, salah satunya adalah dengan penerapan perawatan paliatif pada anak. Tujuan daripenulisan literature review ini yaitu untuk mengetahui perawatan paliatif pada anak denganHIV/AIDS sebagai korban infeksi vertikal berdasarkan pada sumber literatur jurnal penelitian ilmiahterkait.Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah penelusuran internet daridatabase Google Scholar, PubMed, Proquest, Medscape, dan EBSCO dengan menggunakan kata kuncipediatric palliative care, palliative care, dan pediatric HIV/AIDS. Perawatan paliatif pada anak adalahmodel terintegrasi dimana komponen layanan paliatif dilakukan setelah pasien mulai terdianosis.Sebagian besar pasien anak dengan HIV/AIDS ditemukan dalam stadium klinis berat pada usia yangsangat dini. Manajemen terapi farmakologis, non-farmakologis dan dukungan psikososial sertaspiritual diberikan dalam perawatan. Selain itu, manajemen tanda gejala dalam perawatan paliatif harusdilakukan dengan tepat. Perawatan paliatif merupakan pelayanan tenaga profesional denganmengimplementasikan interprofesional collaborative practice yang dapat diintegrasikan denganpelayanan berbasis rumah. Perawatan paliatif pada anak dengan HIV/AIDS dapat meningkatkankualitas hidup anak.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA TANIN DARI EKSTRAK AIR KULIT BATANG KELAPA GADING (Cocos nucifera var. eburnea) Lestari, Tresna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.172 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.90

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa tanin dari ekstrak air kulit batang kelapa gading (Cocos nucifera var. eburnea). Ekstraksi kulit batang kelapa gading dilakukan dengan cara infundasi. Ekstrak cair selanjutnya dikeringkan dengan metode freeze drying. Terhadap ekstrak selanjutnya dilakukan KLT analitik dengan eluen n-butanol : asam asetat : air (4 : 1 : 5). Eluen ini memisahkan tiga bercak noda dengan nilai Rf yaitu 0,51;0,67;0,78. Berdasarkan studi literatur dan pengamatan dibawah lampu UV 254 nm dan 366 nm bercak dengan nilai Rf 0,67 adalah senyawa yang diduga tanin. Senyawa dengan Rf 0,67 selanjutnya diisolasi dengan KLT preparatif. Isolat selanjutnya diidentifikasi dengan spektrofometer UV-Vis dan FTIR. Hasil analisis spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa isolat memiliki serapan pada panjang gelombang maksimum 333 nm. Hasil identifikasi dengan spektrofotometer FTIR menunjukan serapan – serapan spesifik dari senyawa tanin seperti rentangan OH asimetri pada bilangan gelombang 3424,96 cm-1, rentang CH pada 2923,56 cm-1, rentangan C=C cincin aromatik pada 1635,34 cm-1 C-O alkohol sekunder pada 1130,8 cm-1 dan benzene pada 759,816 cm-1. Kata kunci :          Kulit batang kelapa gading (Cocos nucifera Var. eburnea), tanin,      kromatografi lapis tipis (KLT), spektrofotometer UV-Vis, FTIR.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN ANAK USIA 9-12 BULAN DENGAN KEMAMPUAN PEMBERIAN STIMULASI PADA ANAK USIA 9-12 BULAN DI PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA 2016 Setiawati, Mia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.496 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.255

Abstract

Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan. Upaya untuk mengoprimalkan pertumbuhan anak adalah dengan cara memberikan stimulasi. Pemahaman mengenai stimulasi masih rendah sehingga menimbulkan sikap yang negatif terhadap pemberian stimulasi tersebut. Oleh karena itu orang tua perlu memahami perkembangan dan pertumbuhan dan mempengaruhi motivasi untuk memajukan tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan bayi usia 9-12 bulan dengan sikap pemberian stimulasi pada bayi usia 9-12 bulan. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode analitik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 9-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya yang berjumlah 80 orang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan format kuesioner kemudian dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh pengetahuan ibu tentang pertumbuhan balita di Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmlaya sebagian besar termasuk kurang (48.8%), sikap responden terhadap stimulasi perkembangan bayi usia 9-12 bulan sebagian besar termasuk positif (53.8%). Hasil uji statistik diperoleh terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dan sikap stimulasi pertumbuhan bayi 9-12 bulan dengan p value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dan sikap stimulasi pertumbuhan bayi 9-12 bulan. Oleh karena itu masyarakat khususnya ibu yang mempunyai bayi usia 9-12 bulan dapat meningkatkan pengetahuan dengan secara proaktif sehingga dapat memberikan stimulasi pada anak guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.