cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) SEBAGAI INDIKATOR ALTERNATIF PADA MEDIA GULA-GULA Novitriani, Korry
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.83 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.193

Abstract

Bunga kecombrang  (Etlingera elatior) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, saponin. Selain itu juga bunga kecombrang mengandung antosianin, warna antosianin dapat digunakan sebagai indicator asam-basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah indicator dari ekstrak bunga bunga kecombrang dapat digunakan sebagai alternative pengganti indicator brom cresol purple pada media gula-gula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi yang dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut yang digunakan adalah etanol 96%.         Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan warna dari awal berwarna hijau menjadi merah muda. Dengan adanya perubahan warna pada media tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga kecombrang (Etlingeraelatior) dapat digunakan sebagai indicator alternative pada media gula-gula
GAMBARAN KADAR KALSIUM DARAH PADA PEROKOK Nurpalah, Rianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.688 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.18

Abstract

Merokok merupakan suatu kebiasaan yang merugikan kesehatan, kebiasaan tersebut berkaitan dengan resiko terjadinya beberapa penyakit diantaranya dapat mempercepat terjadinya kerapuhan tulang. Kadar kalsium darah dapat menurun diakibatkan merokok, karena zat nikotin yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan kerusakan pada tulang. Merokok dapat menekan kadar hormon testoteron yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar kalsium darah pada perokok, sampel yang diperiksa sebanyak 15 orang dengan usia diatas 35 tahun dan lamanya mengkonsumsi rokok diatas 20 tahun. Pemeriksaan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2014 di Instalasi Laboratorium Jasa Kartini Tasikmalaya. Teknik pemeriksaan kadar kalsium menggunakan metode Cresolphthalcin-complexone (CPC). Dari hasil penelitian didapat kadar kalsium normal sebanyak 9 orang (60%), kadar kalsium dibawah normal adalah sebanyak 6 orang (40%). Rata-rata kadar kalsium normal adalah 8,8 mg/dl. Sedangkan rata-rata kadar kalsium dibawah normal (hipokalsemia) adalah 7,05 mg/dl. Kata Kunci : Kalsium, Perokok
UJI MPN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA AIR SUMUR BERDASARKAN PERBEDAAN KONSTRUKSI SUMUR DI WILAYAH NAGRAK KABUPATEN CIAMIS Yuliana, Anna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.296 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konstruksi sumur terhadap kandungan bakteri E.coli pada air sumur gali di Wilayah Nagrak Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain deskriptif yaitu peneliti melakukan observasi terhadap konstruksi sumur beton dan non beton. Setelah dilakukan observasi maka akan dilakukan analisis laboratorium dari 5 sampel air sumur yang diambil. Kandungan E.coli dalam air sumur dihitung dengan menggunakan metode Most Probable Number. Perhitungan total bakteri ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri E.coli yang terkandung pada sampel dengan media yang spesifik yaitu media Eosin Methylen Blue (EMB). Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan bakteri E.coli pada sumur beton memenuhi syarat sedangkan kandungan bakteri E.coli pada air sumur non beton tidak memenuhi syarat karena jumlahnya melebihi batas yang ditentukan oleh Permenkes keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan air menyatakan bahwa kualitas bakteriologis air bersih adalah 50sel/100ml. Nilai rerata MPN air sumur dengan konstruksi beton sampel 1,2,3 adalah 23/100mL, 39/100mL, 23/100mL dan nilai rerata MPN air sumur dengan konstruksi non beton sampel 1 dan 2 adalah 210/100mL dan 1100/100mL. Hal ini terjadi karena pada konstruksi sumur non beton mempunyai konstruksi sumur seadanya tidak menggunakan batu bata dan tidak diplester sehingga air dengan mudah dapat membawa kotoran masuk ke dalam sumur.
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG FAKTOR PEYEBAB KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RS dr. SLAMET GARUT Senjaya, Sukma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.137 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.455

Abstract

Skizofrenia  merupakan  jenis  gangguan  psikotik  yang  sering  terjadi  di  masyarakat terutama  dari  golongan  sosial  ekonomi  rendah.  Pasien  dengan  skizofrenia  diperkirakan  akan kambuh  50  %  pada  tahun  pertama,  70  %  pada  tahun  kedua.  Salah  satu  faktor  yang mempengaruhi penyebab kambuh ini adalah keluarga yang tidak tahu cara menangani perilaku klien di rumah. Penelitian  ini  bertujuan  mendapatkan  gambaran  pengetahuan  keluarga  pasien skizofrenia tentang faktor-faktor yang menyebabkan kekambuhan. Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  keluarga  pasien  skizofrenia  yang  datang  ke Poliklinik JIwa RS dr. Slamet Garut dimana pasien minimal sudah dirawat 2 kali di Rumah Sakit adapun  jumlah  populasi  adalah  67  %  x  444  orang  dari  kunjungan  pasien  yang  datang  ke Poliklinik  sebesar  297  orang  (dimana  67  %  adalah  jumlah  pasien  lama,  444  adalah  jumlah kunjungan pasien dalam 1 bulan ke Poliklinik RS dr. Slamet Garut) Jenis  penelitian  ini  adalah  deskritif  dengan  tehnik  analisis  menggunakan  rumus prosentase.  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  menggunakan  cara  pengisian  kusioner  oleh responden yang berjumlah 30 keluarga. Setiap kusioner diisi oleh salah satu anggota keluarga yang dipilih sesuai dengan kriteria sampel. Bentuk kusioner berupa multi coice pilihan A, B, C, D, E.Pengambilan  sampel  dari  penelitian  ini  menggunakan  teknik  accidental  sampling. Kriteria  sampel  adalah  sebagai  berikut  :  Berumur  minimal  ada  pada  tahap  usia  dewasa  awal, Tidak sedang mengalami gangguan jiwa, Bersedia menjadi responden. Adapun besarnya sampel dalam penelitian ini adalah :  Biasanya sampel diambil 10 % -  15 % (Arikunto, 2008). Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil 10 % dari 297 orang, jadi jumlah sampel 10 % x 297 orang = 30 orang Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  gambaran  pengetahuan  keluarga  pasien skizofrenia  tentang  faktor-faktor  yang  menyebabkan  kambuh  secara  keseluruhan  pada  klien skizofrenia hampir setengahnya (33 %) adalah kurang. Berdasarkan sub variabel diperoleh hasilsebagai berikut : Pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor pasien sebagain besar  responden  memiliki  pengetahuan  yang  kurang  baik  (67  %),  pengetahuan  keluarga tentang  penyebab  kambuh  dari  faktor  obat  sebagain  besar  responden  memiliki  pengetahuan yang kurang baik (37 %),  pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor keluarga hamper setengahnya responden memiliki pengetahuan yang kurang baik (30 %), pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor lingkungan sebagain besar responden memiliki pengetahuan yang kurang baik (63 %).Berdasarkan  hasil  penelitian  tersebut  kepada  perawat  kesehatan  jiwa  diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan pengetahuan keluarga melalui program penyuluhan keluarga dilakuakn sejak awal masuk ruang perawatan baik secara individual maupun secara kelompok atau dengan kunjungan rumah berupa diskusi atau komunikasi antara anggota keluarga Kata  Kata Kunci  :  Pengetahuan  Keluarga,  Pasien  Skizofrenia,  Faktor-faktor  Yang Menyebabkan Kekambuhan
HUBUNGAN ANTARA KETERPAJANAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Sambas, Etty Komariah; Nurliawati, Enok
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.489 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.116

Abstract

Tuberculosis in Indonesia is still a health problem which requires specific strategy to overcome. Morbidity rate is increasing in 2009 as 228 cases per 100.000 population to 235 cases per 100.000 population. TB prevalence in Indonesia is 0.4 percent in which West Java is the provence with highest TB prevalence as 0.7 percent (Riskesdas, 2013). TB could be suffered by adult and children. TB in children can inhibit growth and development and can lead to complications that can lead to death. This study aimed to determine correlation between cigarette smoke exposure and TB in children. Research was conducted at Dr. Soekardjo Hospital Tasikmalaya in March-April 2015. The study design was descriptive correlational using case control approach. Sampling technique was consecutive sampling with accidental sampling method. The sample size for the cases group was 47 respondents and control group was 47 respondents. Data collection used questionnaires. Data analysis was univariate and bivariate Chi Square (X ²) with significance level of 5% (α= 0.05) or 95% Confidence Interval. Results showed a significant correlation between cigarette smoke exposure and TB in children (p value = 0.023 ). OR = 2.613 (CI: 0.867 - 7.608), meaning that children who were exposed to cigarette smoke have an opportunity to 2,613 times suffered from TB compared to children who were not exposed to cigarette smoke suffering from TB.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes Suhartati, Rochmanah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.359 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.279

Abstract

Buah naga merupakan buah yang mempunyai potensi sebagai antimikroba, pada saat ini buah naga hanya dimanfaatkan dagingnya saja sedangkan kulitnya belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol kulit buah naga merah dalam menghambat dan membunuh bakteri Streptococcus pyogenes.Penelitian dilakukan eksperimen dengan metode Disc Diffusion (Kirby-Bauer), variasi konsentrasi yang diguanakan adalah 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Kontrol positif yang digunakan penisillin dan kontrol negatif yang digunakan adalah akuades steril.Hasil penelitian menunjukkan kulit buah naga merah, dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Zona hambat pada konsentrasi 10% yaitu 6 mm, konsentrasi 20% 6,5 mm, konsentrasi 40% 8 mm, konsentrasi 60% 9 mm, dan zona terbesar dihasilkan pada konsentrasi 80% dan 100% yaitu sebesar 12 mm. Kontrol positif penisillin menghasilkan zona sebesar 22 mm sedangkan kontrol negatif tidak menghasilkan zona hambat. Hasil dari uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terdapat pada konsentrasi 100% dapat membunuh pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.Kesimpulan semua konsentrasi yang digunakan dapat menghambat bakteri Streptococcus pyogenes dan konsentrasi 100% ekstrak etanol kulit buah naga merah dapat membunuh pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.
GAMBARAN KADAR KALIUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Nurpalah, Rianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.843 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.81

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit dimana kadar gula dalam darah meninggi sehingga kelebihan gula ini kalau kadarnya cukup tinggi dapat melalui ginjal dan keluar didalam air kencing. Kalium adalah Kation interaseluler utama, dan memainkan peranan penting pada metabolisme sel. Beberapa faktor hormonal dapat berperan penting dalam homeostasis kalium diantaranya hormon insulin. Bila glikogen disimpan di dalam sel, maka K+ disimpan secara bersamaandidalam sel tersebut. Kebalikan juga benar, K+ dilepaskan kedalam cairan ekstraseluler  bila glikogen dipecah.Telah dilakukan penelitian mengenai pemeriksaan kadar kalium pada penderita Diabetes mellitus tipe 2 yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 20 sampel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kalium pada penderita Diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan pengumpulan data diperoleh dari studi literature dan pemeriksaan laboratorium. Data sekunder riwayat penyakit Diabetes diperoleh dari Pihak Rumah sakit dan Pemeriksaan kadar kalium dilakukan dengan metode Ion Selektif Elektrode. Kesimpulanya, berdasarkan hasil pemeriksaan pada sampel serum dari 20 sampel penderita Diabetes Mellitus di dapat 16 pasien  (80 %) Hipokalemia, 2 pasien (10 %) Hiperkalemia, dan 2 pasien (10 %) kaliumnya normal. hal ini menunjukan bahwa pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang diperiksa sebagian besar mengalami hipokalemia.
FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI HERBAL KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH ( Piper betle ) DAN KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon burm f.) SEBAGAI PEMUTIH DAN ANTISEPTIK PADA GIGI Nurdianti, Lusi; Annissya, W F; Pamela, Y M; Novianti, Elia; Audina, Mina; Kurniasari, Elva
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.466 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.181

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada mulut kita adalah gusi berdarah, tampilan gigi yang menjadi kuning akibat beberapa faktor baik intrinsik maupun ekstrinsik. Pasta gigi yang digunakan haruslah berkhasiat, aman dan tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dikarenakan penggunaan pasta gigi dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat sediaan pasta gigi herbal yang berkhasiat dan aman dengan menggunakan kombinasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon. Untuk memperoleh pasta gigi yang berkhasiat dan aman, maka dilakukan serangkaian metode mulai dari pengumpulan bahan baku, ekstraksi, pemeriksaan parameter dan skrining ekstrak, isolasi dan katakterisasi pektin, formulasi dan evaluasi sediaan pasta gigi serta uji aktivitas antibakteri Streptoccocus mutans yang dibandingkan dengan pasta gigi yang beredar di pasaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya hambat anti bakteri Streptococcus mutans formula pasta gigi paling baik yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon 10% dengan zona hambat 15,4 mm yang lebih baik daripada pasta gigi herbal yang ada di pasaran dengan daya hambat sebesar 14,4 mm. Kandungan vitamin c pada ekstrak kulit jeruk lemon juga dapat berpotensi sebagai pemutih gigi dan antisariawan. Berdasarkan uji One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikan 0,00006 (P < 0,05) menjelaskan bahwa adanya perbedaan yang bermakna diantara formula artinya peningkatan konsentrasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon pada setiap formula memberikan aktivitas antibakteri dan antiseptik yang lebih baik.
PERILAKU MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) MELALUI METODE PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DI DESA KARYALAKSANA KECAMATAN IBUN KABUPATEN BANDUNG Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Senjaya, Sukma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.472 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.516

Abstract

Penyakit Demam Berdarah merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderitanya dan semakin luas penyebarannya. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian serta sering kali menimbulkan wabah. Obat untuk membasmi virus dan vaksin untuk mencegah penyakit Demam berdarah sampai saat ini belum ditemukan. Upaya pencegahan demam berdarah melalui metode pemberantasan sarang nyamuk adalah salah satu upaya pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue yang dilaksanakan dengan tepat guna oleh pemerintah dengan melibatkan perilaku masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah melalui metode pemberantasan sarang nyamuk di RW 02 Desa Karyalaksana Kecamatan Ibun kabupaten Bandung. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling yang melibatkan 32 kepala keluarga yang dijadikan responden dan alat pengumpul data dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dan dikategorikan dalam tingkat baik, cukup, kurang baik, dan tidak baik. Hasil yang di dapat dalam penelitian ini menggambarkan bahwa perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah di RW 02 Desa Karyalaksana Kecamatan Ibun kabupaten Bandung sebagian besar baik. Pemberantasan sarang nyamuk dengan cara fisik 3M yaitu menguras, menutup, juga mengubur sebagian besar termasuk kategori baik.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN MENGENAI HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DENGAN PERILAKU MENCEGAH KOMPLIKASI HIPERTENSI Sambar, Etty Komariah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.093 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.9

Abstract

Maternal mortality rate is still high in Indonesia about  359 per 100.000 live births. One of the main causes is hypertension/eclampsia due to complications affected. The purpose of the study was to identify correlation between characteristics and knowledge about hypertension in pregnancy with prevention behaviour of hypertension complication. The study was conducted  at  RSU Dr. Soekardjo Tasikmalaya in November-Desember 2014. The research method was analitycal descriptive with cross sectional approach. Sampling method was  total sampling with 52 respondents. Data collection instrument was questionnaire. Data analysis were  univariate, bivariate ( independent t test, Pearson analysis correlation test,  Anova one way ) and  multivariate multiple regression test. The study showed that respondent’s characteristics that had no relation with  prevention behavior of pregnancy complications were mother’s age (p= 0,831),  salary (p= 0,069), employment (p= 0,225), parities (p= 0,426), bodyweight increament (p= 0,469),  type of pregnancy  (p= 0,928) and gestational age (p= 0,310).  Variables that had correlation were educational level (p= 0,031) and knowledge (p= 0,032). The most dominant factor in preventing behavior of pregnancy hypertension  is educational level (Beta= 0,278). Key words: characteristics,  hypertension in pregnancy,  knowledge,

Page 4 of 37 | Total Record : 361