Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields
JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles
361 Documents
PENGARUH METODE DAN VARIASI PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP KADAR POLIFENOLAT BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm)
Lestari, Tresna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.61 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.68
Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap kadar polifenol total atau total phenolic content (TPC). Pada penelitian ini, bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) diekstraksi dengan dua metode yaitu maserasi dan refluks. Nilai TPC ditetapkan secara spektrofotometri menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu (FC) dan dihitung sebagai GAE (Galiic acid equivalent) yaitu jumlah kesetaraan gram asam galat dalam 100 gram ekstrak. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai TPC dengan metode maserasi (0,905g GAE/100g ekstrak) dan metode refluks (1,058g GAE/100g ekstrak) memberikan perbedaan yang bermakna (p˂0,05) terhadap kadar fenol total.
PENINGKATAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT
Idacahyati, Keni
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (30.22 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.228
Penyakit Hipertensi merupakan faktor risiko utama dalam penyakit kardiovaskular dan merupakanmasalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesiamencapai 25,8 % pada tahun 2013. Rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi dankurangnya pemahaman mengenai instruksi pengobatan merupakan permasalahan utama dalampengobatan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian informasi obat dengankepatuhan pengobatan dan Pengendalian tekanan darah. Penelitian ini menggunakan eksperimental predan post test pada 25 pasien prolanis hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara signifikan p= 0,00.Perubahan signifikan secara statistika p=0,002 pada pasien prolanis setelah pemberian informasi obat.Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian informasi obat efektif untuk memperbaikikepatuhan dan perubahan tekanan darah sitolik dan diastolik.
PENGARUH KOMPRES HANGAT PADA PASIEN HIPERTENSI ESENSIAL DI WILAYAH KERJA PUSKES KAHURPIAN KOTA TASIKMALAYA
Rohimah, Siti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.104 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.37
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah dalam arteri, tand dan gejala yang muncul dari penyakit hipertensi ini adalah pusing, sakit kepala, tengkuk terasa pegal (nyeri leher), mudah marah, sulit bernapas, tengkuk terasa pegal atau nyeri leher dapat menganggu aktivitas sehari-hari penderi hipertensi esensial. Salah satu tindakan non farmakologis untuk mengurangi atau mengatasi rasa nyeri leher yaitu kompres hangat. Kompres hangat adalah pemberian rasa hangat/panas didaerah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap nyeri leher pada penderita hipertensi esensial. Metode penelitian: jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain pre test dan post test with control group. Besaran sampel sebanyak 40 respondedn, 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan yaitu uji wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian sebagian besar respondedn sebelum perlakuan (pre test) mengalami neri sedang sebanyak 12 respondedn (60%) dan setelah perlakukan (post test) mengalami nyeri irngan yaitu sebanyak 17 responden (75%). Terdapat pengaruh yang significan skala nyeri sebelum perlakukan dan sesudah diberikan kompres hantar dengan p value 0.003. terdapat perbedaan skala nyeri yang significan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p valuer 0.000. kesimpulan bahwa kompres hangat dapat menurunkan skala nyeri leher pada penderita hipertensi esensial.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PENDERITA HIPERTENSI DALAM PERAWATAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
Kurnia, Anih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.256 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.177
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan kronik di masyarakat.Berdasarkan prediksi WHO pada tahun 2025 prevalensi hipertensi diseluruh dunia pada orang dewasa mencapai 29,2%. Tujuan penelitian ini adalah Mendapatkan gambaran tentang faktor yang mempengaruhi kepatuhan penderita hipertensi dalam perawatan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 67 responden. Analisis yang digunakan menggunakan Chi-Square.Hasil menunjukkan bahwa Berdasarkan analisis univariat bahwa kepatuhan dan ketidakpatuhan penderita dalam perawatan hipertensi memiliki proporsi kurang patuh lebih besar yaitu 83,8%. Berdasarkan lama menderitap =0,034 dan pendidikan kesehatan p = 0,011 ada hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan penderita dalam perawatan hipertensip< 0,05.Pengelola Pelayanan Kesehatan memfasilitasi kebutuhan penderita untuk melakukan kontrol dan perawatan secara rutin dengan menggunakan pendekatan secara holistik, mengoptimalkan peran tenaga kesehatan yang ada di puskesmas untuk lebih banyak melakukan home Upaya memandirikan penderita yang menderita hipertensi dan keluarga
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS TAROGONG GARUT
Amira DA, Iceu
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.152 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.402
Penyakit tuberkulosis (TBC) adalah penyakit kronis menular yang masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Pengobatan pada penderita TBC dapat dilakukan dengan beberapa kombinasi obat yang memang ditujukan untuk membasmi kuman. WHO merekomendasikan strategi pengobatan DOTS, yaitu penderita minum obat dengan diawasi pengawas menelan obat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara peran pengawas menelan obat (PMO) dengan keberhasilan pengobatan penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Tarogong Garut. Penelitian ini merupakan penelitian correlational research dengan pendekatan retrospektif dengan menggunakan uji chi square. Sampel yang digunakan terdiri dari 50 responden dengan menggunakan total sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah peran pengawas menelan obat, sedangkan variabel dependentnya adalah keberhasilan pengobatan penderita tuberkulosis paru. PMO adalah mendukung yaitu sebanyak 27 responden (54,0%) dan yang tidak mendukung sebanyak 23 responden (46,0%). Responden yang berhasil dalam pengobatan TB yaitu sebanyak 38 responden (76,0%) dan hanya 12 responden (24,0%) yang tidak berhasil dalam pengobatan TB. Dengan uji statistik chi square menunjukkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara peran PMO terhadap keberhasilan pengobatan TB di Puskesmas Tarogong Garut (p: 0,008). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara peran PMO terhadap keberhasilan pengobatan TB di Puskesmas Tarogong Garut. p value:0,008(p<0,05). Kata kunci : Pengawas menelan obat, keberhasilan pengobatan, TB paru.
UJI REAKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA s-allyl cysteine dan s-allyl-mercapto-l-cysteine DENGAN METODE KIMIA KOMPUTASI PM3
Tuslinah, Lilis
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.117 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.92
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat memperlambat proses oksidasi produk bahan pangan. Antioksidan biasanya digunakan pada produk bahan pangan yang memiliki kandungan zat yang mudah teroksidasi. Berdasarkan sumbernya antioksidan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu antioksidan alam dan antioksidan sintetik. Bawang putih mengandung S-allyl cysteine dan S-allyl-mercapto-L-cysteine yang mempunyai efek sebagai antioksidan. Objek dari penelitian ini adalah menilai tingkat reaktivitas senyawa antioksidan yang berasal dari bawang putih dan antioksidan sintetik yaitu BHT dan BHA dengan menggunakan metode komputasi PM3. Parameter fisikokimia yaitu Parameter elektronik (gap HOMO-LUMO energy, Core-Core Repulsion, Electronic energy), parameter sterik (Molar Refractivity dan Connolly Accessible Area ) telah memberikan informasi mengenai aktivitas antioksidan. Kata kunci : antioksidan, reaktivitas, S-allyl cysteine, S-allyl-mercapto-L-cysteine
PERBEDAAN PIJAT OKSITOSIN DAN SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA 2017
Aziz, Rymma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.257
Angka kematian ibu melahirkan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena perdarahan. Penyebab perdarahan pada masa nifas adalah terjadi karena kegagalan involusi uterus yang dapat menyebabkan subinvolusi. Upaya pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan semenjak persalinan kala 3 dan 4 dengan pemberian suntik oksitosin. Hormon oksitosin ini sangat berperan dalam proses involusi uterus. Upaya untuk mempercepat proses involusi uterus adalah dengan dilakukan pijat oksitosin dan senam nifas. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan di Wilayah Puskesmas Cibeureum pada bulan September 2016 ibu nifas adalah sebanyak 142 orang yang mendapatkan layanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pijat oksitosin dan senam nifas terhadap involusi uterus pada ibu nifas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian eksperimen rancangan control time series desaign. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu nifas normal yang ada di wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya pada periode Januari-Maret 2017 sebanyak 36 ibu nifas, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu kepada ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata involusi uterus pada ibu nifas yang dilakukan pijat oksitosin selama 7 hari adalah 4 jari di bawah pusat. Rata-rata involusi uterus pada ibu nifas yang dilakukan senam nifas selama 7 hari adalah 5 jari dibawah pusat. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05, H0 ditolak artinya terdapat perbedaan perubahan involusi uterus pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya antara yang menggunakan pijat oksitosin dengan senam nifas. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa senam nifas lebih efektif dalam mempercepat involusi uterus dibandingkan dengan pijat oksitosin.
PEMERIKSAAN KONTAMINASI Candida albicans PADA AIR KOLAM RENANG DI KOTA TASIKMALAYA
Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.898 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.59
Air yang telah tercemar akan menjadi media berkembangnya berbagai bakteri maupun jamur yang biasanya menyebabkan infeksi dan berbagai macam penyakit. Salah satu jenis jamur yang dapat mencemari air adalah jamur Candida albicans.Pada penelitian ini telah dilakukan pemeriksaan Candida albicans pada air kolam renang di lima tempat di Kota Tasikmalaya sebanyak 10 sampel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kontaminasi jamur Candida albicans pada air kolam renang di Kota Tasikmalaya yang dapat menginfeksi para pengguna air kolam renang tersebut.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan cara melakukan pembiakan dari sampel air kolam renang yang ditanam pada medium Sabauroud Dextrosa Agar (SDA). Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis, sedangkan untuk mengetahui spesies dan kemampuan memfermentasi karbohidrat koloni tersangka Candida sp ditanam pada medium gula-gula.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yaitu terdapat persentasi kehadiran Candida albicans sebanyak 20%, Candida krusei 10%, Candida tropicalis 20%, Candida parapsilosis 10%, Penicillium sp 10%,  dan jamur yang tidak teridentifikasi 60%. Dapat disimpulkan bahwa air kolam renang bisa menjadi sumber infeksi dan penularan penyakit bagi penggunanya, khususnya yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kata kunci : Candida albicans, air kolam renang
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN WANITA USIA SUBUR 20-45 TAHUN YANG MENGALAMI KEPUTIHAN DI RW 01 KELURAHAN SETIAJAYA KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
Rismawan, Wawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.857 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.203
Flour Albus adalah cairan yang keluar berlebihan dari vagina bukan merupakan darah. Sekitar 75% wanita didunia pasti akan mengalami keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan sebanyak 45% wanita mengalami keputihan dua kali atau lebih, kejadian keputihan banyak disebabkan karena oleh bakteri kandidosisvulvogenetis dikarenakan banyak perempuan yang tidak mengetahui membersihkan daerah vaginanya. Penyebab lainya adalah vaginitis bacterial dan tricomonas vaginalis. Kondisi ini dapat menimbulkan kecemasan yang berlebihan karena takut terkena penyakit kankerTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan wanita usia subur 20-45 tahun yang mengalami keputihan di Rw 01 Kec Cibeureum Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di kelurahan Setiajaya RW 01 sebanyak 132 dengan teknik purposive sampling jumlah sampel sebanyak 40 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gambaran Jumlah wanita usia subur yang mengalami keputihan di RW 01 Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya yang mengalami keputihan sebanyak 40 orang dan tidak keputihan sebanyak 92 orang dan Tingkat kecemasan wanita usia subur yang mengalami keputihan sebagian besar adalah ringan yaitu sebanyak 25 orang (62.5%) dan sedang sebanyak 15 orang (37.5%).Kesimpulan dari penelitian ini bahwa sebanyak 40 orang ibu mengalami keputihan tingkat kecemasan wanita usia subur mengalami keputihan sebagian besar adalah ringanDiharapkan WUS dapat terus mengikuti pendidikan kesehatan terutama mengenai keputihan serta diharapkan WUS dapat lebih meningkatkan personal hygiene yang dapat mencegah terjadinya keputihan
PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUALITAS LANSIA DI PSTW PANTI WREDHA WELAS ASIH KABUPATEN TASIKMALAYA
Rismawan, Wawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.629 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.28
Latar Belakang : program WHO selaras dengan peran, fungsi, dan tujuan keperawatan yaitu dapat terpenuhinya kebutuhan klien secara mandiri. Kebutuhan klien menurut Abraham Maslow terbagi 5 yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan nyaman, kebutuhan cinta dicintai, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi. Salah satu kebutuhan manusia nomor satu yaitu kebutuhan fisiologis diantaranya adalah terpenuhinya kebutuhan seksual, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan seksual lansia di Panti Sosial Tresna Wredha(PSTW) Welas Asih Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2014, Jenis penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Hasil PenelitianHasil penelitian ini menyatakan bahwa dari ke empat responden semuanya menyatakan sedih dan kesepian akan tetapi pada akhirnya responden rmenerima kenyataan dengan tabah. Sedangkan satu responden tidak menerima kenyataan tersebut dan merasa putus asa sampai responden itu sakit, tapi akhirnya responden menyadari dan menerima hal tersebut sebagai cobaan dari Alloh SWT.