cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI GEL IBUPROFEN DENGAN MENGGUNAKAN VISCOLAM SEBAGAI GELLING AGENT Nurdianti, Lusi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.327 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.111

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi dan uji evaluasi dengan menggunakan viscolam sebagai gelling agent. Dalam penelitian ini dibuat 3 formula dengan variasi konsentrasi propilen glikol 10 %, 15% dan 20%. Evaluasi sediaan gel yang dilakukan meliputi organoleptik, pH, viskositas dan sifat alir selama 30 hari penyimpanan pada suhu kamar (28°C ± 0,5) dan uji hedonik. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa formula sediaan gel ibuprofen baik secara fisik selama 30 hari penyimpanan, namun sediaan gel dari masing-masing formula menunjukkan bahwa terjadi peningkatan viskositas setiap harinya. Data diolah secara statistik menggunakan Uji friedman test untuk uji hedonik menunjukkan adanya perbedaan kesukaan dari tiap formula dari parameter warna, kelembutan dan kemudahan dibersihkan (p<0,05). Kata Kunci : ibuprofen, propilen glikol, viscolam. Uji hedonic
ANALISIS ZAT WARNA EKSTRAK ETIL ASETAT DARI CABE MERAH (Capsicum annum L.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBLE Amin, Saeful
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.275

Abstract

Cabe merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki pigmen warna yang bisa digunakan sebagai zat pewarna alami. Pada penelitian ini melalukan penentuan kondisi optimum dan stabilitas zat warna dari cabe merah (Capsicum annum L.) dengan dilakukan beberapa tahap pengujian. Tahap pertama yaitu optimasi pelarut dengan menggunakan pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya yaitu aquadest, etil asetat, dan n-heksana. Tahap kedua yaitu optimasi waktu ekstraksi berdasarkan perbedaan waktu ekstraksi, yaitu ekstraksi selama 10 menit dan 3x24 jam. Tahap ketiga yaitu uji stabilitas zat warna terhadap pH dengan dilakukan variasi pH dalam suasana asam (pH 4), netral (pH 7) dan basa (pH 10). Tahap keempat yaitu uji stabilitas zat warna terhadap suhu pemanasan yang dilakukan pada suhu 25oC, 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, 70oC. Semua tahap diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis dilihat berdasarkan absorbansi tertinggi dari masing-masing pengujian. Berdasarkan dari hasil penelitian, kondisi optimum untuk mengekstraksi zat warna dari cabe merah adalah dengan menggunakan pelarut etil asetat, ekstraksi selama 10 menit pada pH 4 dan suhu 50oC.
SINTESIS DAN ANALISIS SPEKTRUM SENYAWA 3-BENZOIL-1-FENILTIOUREA SERTA UJI INTERAKSINYA PADA RESEPTOR KANKER Ruswanto, Ruswanto
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.077 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.77

Abstract

3-benzoil-1-feniltiourea telah disintesis melalui reaksi asilasi antara senyawa benzoil klorida dengan senyawa 1-feniltiourea menggunakan pelarut tetrahidrofuran dan katalis trietilamin dengan cara refluks dan pengadukan selama 6 jam. Persentase hasil sintesis yang diperoleh adalah 89 %. Kemurnian hasil sintesis ditunjukkan dengan adanya noda tunggal pada KLT dan jarak lebur yang sempit. Hasil identifikasi struktur dengan spektrofotometri UV, spektroskopi infra merah, spektroskopi 1HNMR dan spektroskopi massa menunjukkan struktur senyawa hasil sintesis sesuai dengan yang diperkirakan. Studi interaksi secara in silico menggunakan program Autodock Vina dan MMV menunjukkan senyawa 3-benzoil-1-feniltiourea memiliki interaksi yang baik terhadap reseptor kanker paru-paru (2ITO) melalui ikatan hidrogen dengan residu-residu asam amino yaitu Ala 839, Asn 842 dan Lys 852 dan dengan nilai energi afinitas -6,5 kkal/mol.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PHBS RUMAH TANGGA DI RW 04 DESA JAYARAGA KECAMATAN TAROGONG KIDUL KABUPATEN GARUT TAHUN 2017 Rosidin, Udin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.132 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.309

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pergeseran pola penyakit, dari penyakit infeksi dan malnutrisi ke penyakit non infeksi. Konsep transisi epidemiologi tersebut menggambarkan adanya kecenderungan dominasi penyakit degenaritf yang sangat di tentukan oleh perilaku masyarakat. Perilaku masyarakat yang sangat tepat untuk mengatasi penyakit degeratif ini adalah dengan melaksanakan PHBS. PHBS dapat dilaksanakan dengan baik apabila masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup untuk melaksanakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari gambaran pengetahuan masyarakat tentang PHBS di RW 4 Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Rancangan penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan coss sectional. Responden diberi beberapa pertanyaan tentang indikator PHBS kemudian data dianalisa univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil Penelitian menunjukan responden rata rata berumur 50 tahun, Jenis kelamin responden 85,5 % perempuan, Pendidikan responden 47,8 % SLTA, Pekerjaan Responden 73,9 % bekerja, Responden merata bertempat tinggal di empat RT. Pengetahuan Responden tentang PHBS terbagi dalam katagori pengetahuan baik sebanyak 36,2 %, pengetahuan cukup 39,2 % dan pengetahuan kurang 24,6 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelompok umur responden yang memiliki pengetahuan baik berada pada kelompok umur dewasa akhir yaitu sebesar 37,5 %. Jenis kelamin perempuan memiliki pengetahuan baik 34,4 % Pendidikan SMA dan PT sebagian besar memiliki pengetahuan baik, yaitu SMA 48,4 % dan PT 40 %. Responden pada kelompok bekerja sebagian besar memiliki pengetahuan baik yaitu sebesar 41,2 % . Responden yang bertempat tinggal di RT 2 (47,1 %) dan RT 4 (42,1 %) memiliki pengetahuan baik.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYEBAB KEMATIAN NEONATUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IMBANAGARA KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018 Pratamy, Desy
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.926 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.507

Abstract

Kematian merupakan masalah yang serius di dalam Negara berkembang salah satunya adalah kematianneonatus. Kematian neonatus merupakan angka kematian tertinggi, terdapat dua per tiga dari seluruhkematian bayi di usia kurang dari 1 bulan. Dari kematian bayi yang berusia kurang dari satu bulantersebut dua pertiganya merupakan kematian bayi dengan usia kurang dari 1 minggu, sedangkan duapertiga dari jumlah bayi yang meninggal pada usia 1 minggu tersebut, meninggal pada 24 jam pertamakehidupan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penyebabkematian neonatus Di Wilayah Kerja Puskemas Imbanagara Kabupaten Ciamis Tahun 2018. Jenispenelitian ini adalah penelitian deskriptifi, peneliti hanya akan menggambarkan atau mendeskripsikanvariabel tertentu dalam suatu penelitian tanpa mencari hubungan antar variabel. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Desa Imbanagara Kabupaten Ciamis bulan Januari, Februarisampai Maret sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Jadi total sampel pada penelitian iniadalah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa pengetahuan Ibu tentangpenyebab kematian neonatus Di Wilayah Kerja Puskemas Imbanagara Kabupaten Ciamis Tahun 2018,diketahui bahwa sebagian besar responden (52.5%) atau sebanyak 21 orang dengan kategoripengetahuan baik. Tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranyayaitu oleh pengalaman dan informasi. Diharapkan lebih mengetahui dan bisa menanggulangi agar tidakterjadi kematian bayi dengan mengikuti penyuluhan mengenai kehamilan, persalinan, KB danreproduksi yang sehat untuk mengurangi risiko terjadinya kematian neonatal
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA TASIKMALAYA TENTANG PENYEBAB DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS Widia, Chita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.275 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.6

Abstract

TB paru merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di dunia bahkan pada tahun 2003 WHO mencanangkan TB sebagai global emergency. Indonesia berada di urutan ke-3setelah Cina dan India sebagai penyumbang penderita TB di dunia dengan angka kematian akibat TB yang amat tinggi, Asia termasuk episenter epidemi TB di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Kota Tasikmalaya mengenai tuberculosis,penularan, factor resiko dam pencegahan tuberculosis paru. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian kualitatif,  subyek penelitian adalah masyarakat kota Tasikmalaya, data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara ethnografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  dari 20 responden 25% menyatakan bahwa tuberculosis paru merupakan batuk berdahak bercampur darah, 25% responden menyatakan bahwa Tuberkulosis paru disebabkan oleh kuman dan bakteri, 45% responden menyebutkan bahwa tuberculosis dapat menular ketika percikan ludah atau dahak penderita tuberculosis terhirup, 70% responden menyebutkan bahwa upaya terbaik untuk menghindari penularan tuberculosis paru adalah dengan menutup mulut/hidung saat batuk/bersin dan tidak meludah disembarang tempat . Perlu dilakukan penelitian lainnya yang berkaitan dengan sikap dan perilaku masyarakat yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru serta meningkatkan upaya promosi kesehatan. Kata  Kunci: Pengertian,Penyebab, Pencegahan Tuberkulosis Paru
KARAKTERISASI KAPANG Monascus purpureus HASIL ISOLASI DARI PRODUK FERMENTASI ANGKAK YANG BERADA DIPASARAN Rismayanti, Fatmala
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.142 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.183

Abstract

Angkak adalah produk hasil fermentasi dengan substrat beras yang menghasilkan warna merah karena aktifitas kapang merah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan kapang Monascus Purpureus yang terdapat pada beras angkak yang diperoleh dari pasaran di wilayah Tasikmalaya. Penelitian ini meliputi isolasi, karakterisasi dan identifikasi Monascus berdasarkan pertumbuhan kultur dan karakter mikroskopis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengamatan terhadap pertumbuhan kultur dan mikroskopis pada 5 isolat menunjukan variasi dari masing-masing isolat yang didapat. Karakter mikroskopis yang diamati hasilnya menunjukan bahwa terdapat spesies Monascus purpureus yang digunakan dalam 5 produksi angkak selain itu karakter kultur dan morfologis tidak terdapat warna merah sintetik pada ke 5 sampel produk angkak di wilayah Tasikmalaya
ANALISIS KADAR OKSALAT DARI TEH SEGAR DAN TEH OLAHAN TERHADAP LAMA PENYEDUHAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV Emawati, Emma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.775 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.411

Abstract

Sebagian besar penyebab terjadinya batu ginjal adalah akibat penumpukan kalsium oksalat, senyawa yang terdapat secara alami di banyak makanan. Asupan oksalat yang tinggi dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia, salah satunya adalah pembentukan batu ginjal. Oleh sebab itu,  asupan oksalat harus dibatasi dengan rentang batas aman 40-50 mg per hari. Teh merupakan tanaman yang sering dikonsumsi sebagai minuman dalam bentuk air seduhan daunnya. Teh mengandung senyawa oksalat yang tinggi, yaitu lebih dari 10 mg kalsium oksalat per 99,2 gram penyajian. Waktu penyeduhan dapat mempengaruhi kadar oksalat yang terkandung dalam teh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar oksalat dalam teh, dan apakah lama penyeduhan dapat mempengaruhi kadar oksalat dalam air seduhan teh. Metode yang digunakan untuk penetapan kadar oksalat adalah metode spektrofotometri UV-Visibel dengan panjang gelombang 315 nm.  Penelitian ini diawali dengan pengumpulan sampel teh segar yang diambil pucuk daunnya yang diambil dari tempat budidaya tanaman teh. Sampel kemudian dideterminasi untuk memastikan sampel yang digunakan adalah teh (Camellia sinensis), kemudian dilakukan standarisasi simplisia meliputi kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan kadar abu total. Berikutnya dilakukan validasi metode analisis meliputi uji linieritas, batas deteksi, batas kuantisasi, presisi dan akurasi mengunakan metode standar adisi. Pengolahan data dengan panengujian statistik. Hasil validasi metode analisis kurva kalibrasi larutan baku oksalat memiliki persamaan garis regresi y = 0,1489 x + 0.1405 dengan nilai koefisien korelasi 0,9961. Batas deteksi dan batas kuantisasi dapat dihitung secara statistik masing masing sebesar 0.130 dan 0,0392. Keseksamaan dalam hari dinyatakan sebagai  koevisien variance sebesar 1: 22, dan persen perolehan kembali masing masing120, , 119 dan 122%. Dari hasil analisis oksalat dalam air seduhan teh tanpa pemeraman  berturut turut diperoleh kadar oksalat Teh hijau 1,117±0,004, teh fermentasi 0,447±0,207, teh segar 0,201±0,001. Untuk air seduhan teh dengan pemeraman massing masing teh hijau 0,093±0,0015, teh fermentasi 0,252±0,0006 dan teh segar 0,11±0,0015. Dari hasil data statistik menunjukan kadar oksalat dalam air seduhan teh dengan pemeraman dan tanpa pemeraman tidak ada perbedaan.Kata kunci: Oksalat, Spektrofotometri, Teh
PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Novitriani, Korry
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.798 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.101

Abstract

Alternatif pengolahan minyak goreng bekas adalah melalui proses pemurnian dengan menggunakan sejumlah adsorben. Proses pengolahan minyak goreng bekas tersebut telah dilakukan oleh Sumarni (2004), dengan menggunakan bentonit dan arang aktif untuk penjernihan minyak goreng bekas yang hasilnya menunjukkan bahwa bilangan asam dan peroksida juga mengalami penurunan, namun minyak yang dihasilkan kurang memenuhi standar umum. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan merupakan minyak goreng bekas yang diberi perlakuan melalui proses pemurnian (despicing, netralisasi, dan bleacing). Kemudian pengumpulan data berdasarkan analisa laboratorium secara kuantitatif dan analisa data dengan perhitungan angka peroksida dengan metode iodometri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap angka peroksida pada minyak goreng bekas sebelum proses pemurnian adalah sebesar 17,0863 meq/kg, sedangkan pada minyak goreng bekas sesudah proses pemurnian sebesar 9,0080 meq/kg. Hasil yang didapat belum memenuhi standar umum minyak goreng yaitu 2 meq/kg. Adanya proses pemurnian mampu menurunkan angka peroksida sebesar 47,28 % dari minyak goreng bekas.
PENETAPAN KADAR DEKSAMETASON DAN DEKSKLORFENIRAMIN MALEAT SECARA SIMULTAN PADA SEDIAAN SIRUP MENGGUNAKAN METODE KCKT Yuliantini, Anne
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.536 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.266

Abstract

Salah satu sirup yang mengandung lebih dari satu macam zat aktif adalah sirup campuran deksametason dan deksklorfeniramin maleat. Untuk menjamin kualitas sediaan obat, dilakukan pemeriksaan kadar zat aktif dalam sirup campuran deksametason dan deksklorfeniramin maleat. Tujuan penelitian ini adalahh mendapatkan metode alternatif dalam menentukan kadar deksametason dan deksklorfeniramin maleat secara simultan pada sediaan sirup yang beredar dipasaran dengan metode KCKT yang telah dikembangkan. Analisis dilakukan dengan metode KCKT fase balik dengan kolom C18, fase gerak air-asetonitril (65:35,V/V), laju alir 1,0 mL/menit dan panjang gelombang pengamatan adalah 241 nm. Hasil validasi metode diperoleh nilai batas deteksi, batas kuantisasi, koefisien korelasi, persen perolehan kembali dan nilai RSD yang baik. Dari hasil pengukuran sampel, didapatkan bahwa sampel 1 dan 2 mengandung sebesar 103,383% dan 102,626% (deksametason) dan 102,454% dan 99,349% (deksklorfeniramin maleat) sesuai dengan persyaratan kadar yang terdapat dalam FI V (90,0%-110,0%). Metode KCKT dapat digunakan untuk menentukan kadar dalam sediaan sirup deksametason dan deksklorfeniramin maleat secara simultan.

Page 8 of 37 | Total Record : 361