Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL 70% DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus YANG DIISOLASI DARI LUKA DIABETES Suhartati, Rochmanah; Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.769 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.134

Abstract

Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan salah satu jenis tanaman obat,tanaman ini merupakan tanaman introduksi yang belum banyak dikenal di Indonesia sedangkan di Jepang tanaman ashitaba dikonsumsi sebagai sayuran, tanaman ini merupakan sayuran yang populer, berpotensi sebagai antibakteri, antijamur, antitumor, antiinflamasi. Tanaman ini mirip dengan seledri hanya memiliki perawakan lebih besar sehingga di Indonesia khususnya di Jawa Barat dikenal dengan nama seledri Jepang atau seledri Raja.Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan daya hambat ekstrak etanol 70% daun ashitaba terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan mengetahui nilai Minimun Inhitirory Concentration (MIC) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Metode yang digunakan difusi agar Kirby Bauer dengan kontrol positif antibiotik tetrasiklin 0,01g/mL dan kontrol negatif pelarut akuades steril. Parameter yang diukur ialah besarnya diameter daya hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram. Ekstraksi daun Ashitaba dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% diperoleh ekstrak kental sebanyak 33,67%. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan (1,0; 0,8; 0,6; 0,4; 0,2; 0,1; 0,08; 0,06; 0,04; 0,02; 0,01)g/mL dengan ulangan sebanyak 4 kali.Hasil penelitian menunjukan rata-rata diameter daya hambat yang terbentuk dengan perlakuan ekstrak konsentrasi1,0; 0,8; 0,6; 0,4; 0,2; 0,1; 0,08; 0,06; 0,04; 0,02; 0,01 g/mL secara berturut-turut ialah18,06; 16,01, 13,55; 12,24; 11,26; 10,50; 9,90, 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00 mm. Sedangkan rata-rata diameter hambat untuk kontrol positif tetrasiklin 0,01 mg/mL adalah 29,05 mm dan kontrol negatif Aquadest adalah 0,00 mm. Nilai MIC ekstrak etanol 70% daun ashitaba terhadap bakteri S. aureus adalah 0,1g/mL.Penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% daun ashitaba memiliki perbedaan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus pada konsentrasi 0,1 -1,0g/mL dan nilai MIC adalah 0,1g/mLKata kunci : Ashitaba, Angelica keiskei, S. aureus.
PENGARUH PENGGUNAAN GOSOKAN DAUN SIRIH (Piper betle, Linn.) TERHADAP JUMLAH ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI KETIAK Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.632 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.78

Abstract

Daun sirih merupakan bahan alami yang bisa digunakan sebagai antibakteri. Pada umumnya daun sirih digunakan sebagai pencegah bau badan yang disebabkan oleh metabolisme bakteri seseorang dengan cara merebus dan meminumnya. Tetapi kenyataannya hal itu sangat tidak disukai karena prosesnya yang lama dan rasanya yang tidak enak. Maka dari itu cara penggosokan daun sirih dipilih karena lebih efisien dan praktis dalam pengerjaannya.Penelitian ini bersifat eksperimen dan menggunakan metode ALT (Angka Lempeng Total). Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan nilai ALT bakteri ketiak tanpa gosokan daun sirih dan dengan gosokan daun sirih dengan sampel sebanyak 6 sampel.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan jumlah bakteri pada saat pemberian gosokan daun sirih dengan persentase penurunan 82 %.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggosokan daun sirih berpengaruh terhadap jumlah angka lempeng total bakteri ketiak.
DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus pyogenes SECARA IN VITRO Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.404 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.7

Abstract

Daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Kandungan kimia pada daun binahong dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun binahong terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan ekstrak etanol daun  binahong dengan konsentrasi pengenceran 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% yang diujikan terhadap bakteri Streptococcus pyogenes dengan kepadatan 0,5 mcFarland, menggunakan metode Kirby-Bauer.Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pada semua konsentrasi ekstrak daun binahong dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang ditunjukkan dengan terbentuknya zona jernih. Diameter zona hambat terbesar ditunjukan pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 15,15 mm.Berdasarkan hasil penelitian uji in-vitro daya hambat ekstrak daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes pada media Muller-Hinton, dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak daun binahong dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Kata kunci : Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, Streptococcus pyogenes,   antibakteri.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Karuk (Piper sarmentosum Roxb) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pyogenes Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.997 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.206

Abstract

Daun karuk merupakan tanaman semak famili Piperaceaeyang biasa digunakan sebagai obat tradisional untuk obat batuk dan asma. Di Indonesia, penelitian mengenai daun karuk masih belum banyak dilakukan, terutama terhadap sifat antibakteri yang dimilikinya. Tujuan dari penelitian ini yaituuntuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun karuk (Piper sarmentosum Roxb) terhadap pertumbuhan bakteri penyebab radang tenggorokan dan batuk, Streptococcus pyogenes.Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen terhadap bakteri Streptococcus pyogenes menggunakan metode Kirby-Bauer. Konsentrasi pengenceran ekstrak etanol daun karuk yang diteliti mulai dari konsentrasi 10% sampai konsentrasi 100% dengan kepadatan bakteri 0,5 McFarland.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak etanol daun karuk (Piper sarmentosum Roxb) dapat menghambat bakteri Streptococcus pyogenesdari konsentrasi 10% dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 5,65 mm, 20% sebesar 6,00 mm, 30% sebesar 6,30 mm, 40% sebesar 7,45 mm, 50% sebesar 10,10 mm, 60% sebesar 10,25 mm, 70% sebesar 11,85 mm, 80% sebesar 12,25 mm, 90% sebesar 16,85 mmdan 100% sebesar 18,95 mm.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak etanol daun karuk (Piper sarmentosum Roxb) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pyogenes.
PENYULUHAN PENTINGNYA MENGENAL JENIS GOLONGAN DARAH BAGI KADER DAN WARGA DI KELURAHAN KARIKIL MANGKUBUMI TASIKMALAYA Meri, Meri; Hidana, Rudy; Peti Virgianti, Dewi; Novitriani, Korry
Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Dosen PKM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/saintek.v1i1.136

Abstract

Each individual's blood group is of different types, some of which are ABO and rhesus blood groups[ 1]. Choosing a blood type for blood transfusion needs, should be known by everyone. This is very important in saving a person's life, so in determining the type of blood must be precise. In this activity, especially the cadres, it is necessary to know the type of blood type. Cadres have an indirect role in contributing to improving public health. The purpose of this community service activity is to provide additional knowledge for cadres, with counseling methods on the importance of knowing the type of blood group, both ABO and rhesus blood group types. The result of this activity is the increasing knowledge of cadres about knowledge in knowing the type of blood group and rhesus. Through this counseling is intended so that cadres understand the type of blood group sought when helping people who are in need, one example is to help find blood with the appropriate blood type or suitable to be given at the time of transfusion. In conclusion, all cadres or counselingparticipants understand about the importance of knowing the type of group
EFEKTIFITAS BEBERAPA MERK MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP MORTALITAS Pediculus humanus capitis SECARA IN VITRO Virgianti, Dewi Peti; Rahmah, Lia Aulia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.959 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.148

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektoparasit penyebab pedikulosis pada manusia. Pada saat menghisap darah hospesnya, kutu kepala mengeluarkan sekret yang menimbulkan iritasi jaringan pada kulit kepala sehingga menimbulkan gatal yang hebat. Selama ini kutu kepala dapat dimatikan dengan obat pedikulosida kimiawi seperti lindane dan permethrin 1%, tetapi menimbulkan efek samping khususnya terhadap gangguan kesehatan manusia dan timbulnya resistensi serangga terhadap insektisida. Minyak kayu putih mempunyai kandungan kimia yang bersifat insektisida diantaranya cineol yang dapat digunakan sebagai pedikulosida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas beberapa merk minyak kayu putih terhadap mortalitas kutu kepala.Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes BTH Tasikmalaya dan Pondok Pesantren “Z”di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan meletakkan 10 ekor kutu kepala dewasa pada kertas saring yang telah dijenuhkan dengan minyak kayu putih di dalam cawan petri. Mortalitas kutu kepala diamati berdasarkan waktu. Pengujian dilakukan secara duplo menggunakan 4 merk kayu putih. Dilakukankan pula pengujian kontrol menggunakan akuades serta kontrol menggunakan obat sintetis kimia dengan senyawa aktif permethrin sebagai pembanding.Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kayu putih dengan merk “A”, “B”, “C” dan “D” memberikan tingkat mortalitas yang tinggi yaitu menyebabkan 100% kematian kutu kepala yang diuji dengan waktu kurang dari 5 menit. Minyak kayu putih merk “A” memberikan tingkat mortalitas tercepat dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan 3 menit 23 detik. Pada kontrol tidak terjadi mortalitas selama proses pengujian dan bahkan tetap hidup ± 29 jam 50 menit setelah pengujian, sedangkan pada kontrol obat sintetis kimia mortalitas 100% terjadi setelah 2 jam waktu pengujian.Dari hasil penelitian diketahui bahwa minyak kayu putih dengan merk “A”, “B”, “C” dan “D” memberikan tingkat mortalitas tinggi terhadap kutu kepala dewasa dan lebih efektif dari segi waktu dibandingkan dengan kontrol akuades dan pedikulosida sintetis kimia dengan senyawa aktif permethrin sehingga bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pedikulosida nabati.Kata kunci : Pediculus humanus capitis, minyak kayu putih, pedikulosida.
PEMERIKSAAN KONTAMINASI Candida albicans PADA AIR KOLAM RENANG DI KOTA TASIKMALAYA Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.898 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.59

Abstract

Air yang telah tercemar akan menjadi media berkembangnya berbagai bakteri maupun jamur yang biasanya menyebabkan infeksi dan berbagai macam penyakit. Salah satu jenis jamur yang dapat mencemari air adalah jamur Candida albicans.Pada penelitian ini telah dilakukan pemeriksaan Candida albicans pada air kolam renang di lima tempat di Kota Tasikmalaya sebanyak 10 sampel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kontaminasi jamur Candida albicans pada air kolam renang di Kota Tasikmalaya yang dapat menginfeksi para pengguna air kolam renang tersebut.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan cara melakukan pembiakan dari sampel air kolam renang yang ditanam pada medium Sabauroud Dextrosa Agar (SDA). Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis, sedangkan untuk mengetahui spesies dan kemampuan memfermentasi karbohidrat koloni tersangka Candida sp ditanam pada medium gula-gula.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yaitu terdapat persentasi kehadiran Candida albicans sebanyak 20%, Candida krusei 10%, Candida tropicalis 20%, Candida parapsilosis 10%, Penicillium sp 10%,  dan jamur yang tidak teridentifikasi 60%. Dapat disimpulkan bahwa air kolam renang bisa menjadi sumber infeksi dan penularan penyakit bagi penggunanya, khususnya yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kata kunci : Candida albicans, air kolam renang
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA TENTANG NYAMUK VEKTOR DBD MELALUI PENGENALAN APLIKASI JUMANTIK PMR DI KOTA TASIKMALAYA Virgianti, Dewi Peti; Liswanti, Yane; Sudianto, Sudianto; Suhartati, Rochmanah; Ferdina, Dina; Latisa, Alsya; Marhami, Azwan Cahya; Nata, Septiawan Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35120

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemik tahunan di Indonesia. Upaya pencegahan penularan vektor Aedes sp. di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) melalui peran sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan aplikasi berbasis teknologi yang mudah diakses oleh anggota PMR untuk meningkatkan pengetahuan tentang nyamuk penular DBD, serta membentuk akun media sosial Jumantik PMR sebagai sarana komunikasi. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pembuatan aplikasi, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan program. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 15 pertanyaan yang sama, yang mengukur pemahaman peserta mengenai penggunaan aplikasi serta pengetahuan terkait nyamuk vektor DBD. Sebanyak 100 anggota PMR dari 25 SMA di Kota Tasikmalaya terlibat sebagai peserta. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, terutama mengenai tempat perindukan dan siklus hidup nyamuk. Hasil kuesioner memperlihatkan bahwa 100% peserta menilai aplikasi Jumantik sangat membantu pelaporan kegiatan di sekolah sekaligus sebagai sumber rujukan. Selain itu, 100% responden menyatakan akun media sosial Jumantik PMR bermanfaat untuk berbagi informasi penting terkait kegiatan jumantik. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan anggota PMR tentang vektor DBD dan memberikan sarana inovatif berupa aplikasi serta media sosial untuk mendukung kegiatan jumantik di sekolah.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an annual endemic disease in Indonesia. Efforts to prevent the transmission of Aedes sp. vectors in the school environment can be done by involving students in extracurricular activities of the Red Cross Youth (PMR) through the role of Mosquito Larva Monitoring Officer (Jumantik). This community service activity aims to introduce a technology-based application that is easily accessible to PMR members to increase their knowledge about dengue-carrying mosquitoes and to create a PMR Jumantik social media account as a means of communication. The activity methods include socialization, training, application development, technology implementation, mentoring, evaluation, and program sustainability planning. Knowledge evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments consisting of 15 identical questions, which measured participants' understanding of application usage and knowledge related to dengue vector mosquitoes. A total of 100 Red Cross members from 25 high schools in Tasikmalaya City participated as participants. This activity demonstrates a significant increase in participants' knowledge, particularly regarding mosquito breeding sites and life cycles. The questionnaire results show that 100% of participants rated the Jumantik application as very helpful for reporting activities at school and as a source of reference. Additionally, 100% of respondents stated that the Jumantik PMR social media account is useful for sharing important information related to Jumantik activities. This program successfully increased PMR members' knowledge about dengue vectors and provided innovative tools such as applications and social media to support jumantik activities in schools.
GAMBARAN KEBERADAAN DAN IDENTIFIKASI JENTIK NYAMUK Aedes sp DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Tirana, Putri Restu; Masofa, Listia Elsa; Virgianti, Dewi Peti; Suhartati, Rochmanah; Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1770

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi di Indonesia, termasuk di lingkungan sekolah. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan jentik nyamuk Aedes sp yang berkembang di tempat penampungan air (TPA) di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jentik nyamuk, menghitung tingkat kepadatannya melalui HI, CI, BI, dan DF, serta mengetahui nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) di sekolah dasar negeri wilayah Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif metode visual di 17 sekolah dasar. Hasil menunjukkan bahwa 15 sekolah (88,24%) ditemukan positif jentik dan 2 sekolah (11,76%) negatif. Dari total 341 TPA yang diperiksa, sebanyak 37 TPA dinyatakan positif. Nilai HI sebesar 88,23%, CI 10,85%, BI 217,64%, ABJ 11,76%, dan DF sebesar 7,3 maka keberadaan jentik nyamuk menunjukkan tingkat kepadatan tinggi. Jenis jentik yang ditemukan meliputi Aedes aegypti sebanyak 287 ekor (81,30%), Aedes albopictus sebanyak 46 ekor (13,03%), dan Culex sp sebanyak 20 ekor (5,66%). TPA yang paling banyak ditemukan dalam kondisi positif yaitu ember WC dan dispenser.
Potensi Ekstrak Tanaman Sebagai Antibakteri Streptococcus Pneumoniae Penyebab Pneumonia Secara In Vitro: Systematic Literature Review: Potential Of Plant Extracts As Anti-Streptococcus Pneumoniae, The Cause Of Pneumonia, In Vitro: Systematic Literature Review Zahwa, Sheilla Fitriani; Hidayat, Taufik; Rahmanika, Dede Siti; Putri, Seulistia; Nurazizah, Sri Agung; Dzakira, Ilmania; Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1922

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi paru yang banyak disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan semakin sulit ditangani akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan menelaah potensi ekstrak tanaman sebagai antibakteri terhadap Streptococcus pneumoniae secara in vitro melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur pada basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda dalam lima tahun terakhir menghasilkan 11 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat berkisar antara ±4–44 mm, dari kategori lemah hingga sangat kuat. Ekstrak rimpang Zingiber zerumbet menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat dengan diameter zona hambat tertinggi, diikuti oleh ekstrak rimpang Alpinia conchigera. Aktivitas antibakteri meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak dan berkaitan dengan kandungan senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid, dan minyak atsiri. Kesimpulannya, ekstrak tanaman, khususnya rimpang Zingiber zerumbet dan Alpinia conchigera, berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dan terapi komplementer pada pneumonia akibat Streptococcus pneumoniae, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan secara in vivo dan uji klinis. Kata Kunci : Antibakteri, ekstrak, in vitro, Streptococcus pneumoni, tanaman