cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2015)" : 11 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN DALAM PENDIDIKAN (Studi Tentang Makna dan Kedudukannya dalam Pendidikan) Saat, Sulaiman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.407

Abstract

Pendidikan merupakan suatu sistem yang terbangun dari beberapakomponen pendidikan yang satu dengan yang lain saling berhubungan.Sebagian masyarakat beranggapan bahwa kegagalan dan keberhasilan yangdialami oleh seseorang tergantung pada apa yang mereka dapatkan melaluipersekolahan. Mereka lupa bahwa pendidikan tidak hanya persekolahan,melainkan banyak faktor yang turut menentukan, seperti tujuan pendidikan,pendidik, anak didik, lingkungan pendidikan, dan alat pendidikan.Keberhasilan dan kegagalan yang dialami oleh seseorang tidask hanyamelalui pendidikan di sekolah, tetapi sasngat ditentukan oleh kerjasamaantara faktor-faktor pendidikan itu.Kata Kunci: Faktor determinan, pendidikan, makna, kedudukan.
PENTINGYA MEMBANGUN KEPERCAYAAN (TRUST) DALAM MENINGKATKAN KINERJA (JOB PERFORMANCE) PEGAWAI TATA USAHA SEKOLAH Syamsuddin, Syamsuddin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.408

Abstract

Artikel ini disusun untuk mengkaji pentingya membangun kepercayaandalam meningkatkan kinerja pegawai TU sekolah. Sebagai salah satukomponen pendidikan yang memiliki peran penting khususnya terkaitmasalah pelayanan adminsitrasi sekolah maka seharusnya para pengambilkebijakan pendidikan memberikan perhatian yang baik terhadap pegawaitata usaha sekolah. Hal ini bisa disebabkan karena peranan pegawai tatausaha sering luput dari pantauan banyak orang sehingga pegawai tata usahadianggap masih belum memberikan kontribusi yang optimal terhadappeningkatan mutu pendidikan. Sangat jarang kita temui seorang pegawaitata usaha mendapatkan pendidikan dan pelatihan serta seminar. Faktatersebut dengan jelas memberikan kita gambaran bahwa tidak dapatdinaifkan pegawai tata usaha sebagai tenaga kependidikan di tingkat sekolahbelum opimal atau belum sesuai dengan harapan. Hal ini tentu harusmendapat perhatian serius dari segenap pihak mengingat peran dan fungsipegawai tata usaha sebagai salah satu penyelenggara pendidikan diperlukankinerja yang optimal guna menunjang penyelenggaraan pendidikan yangberkualitas. Salah satu yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerjapegawai TU sekolah salah satunya adalah dengan membangun kepercayaanbaik antar sesama pegawai maupun dengan pimpinan terutama kepalasekolah. Di dalam artikel ini ditemukan secara konseptual bahwamembangun kepercayaan penting dilakukan untuk meningkatkan kinerjapegawai tata usaha di sekolah.Kata Kunci: Kepercayaan, Kinerja
QUESTION AND ANSWER TECHNIQUE IN TEACHING ENGLISH IS THIS STILL FAVORED OR NOT? Halim, Abdul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.409

Abstract

Penelitian ini membahas persepsi mahasiswa terhadap tehnik “question andanswer”. Penelitian ini dilakukan di semester 3 pada Jurusan Tarbiyah,Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di IAIN Kendari. Penelitianini dilakukan karena sebagian besar mahasiswa pada dasarnya cenderungmenghindari belajar bahasa Inggris dan mudah bosan selama prosespembelajaran. Penelitian ini akan memberikan nuansa yang berbeda dalammengajar Bahasa Inggris serta mempresentasikan persepsi mahasiswaterhdap tehnik “question and answer” yang mereka sudah lakukan.Instrumen yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah senagaiberikut: observasi, kuesioner dan wawancara. Dari hasil trianggulasi,penelitian ini menemukan bahwa tehnik “question and answer” dapatmembantu mahasiswa untuk belajar, dan bahkan sebagian besar siswa setujujika mereka telah mendapatkan kepercayaan diri yang kuat setelah belajardengan menggunakan tehnik “question and answer”. Ini berarti bahwa siswamemiliki persepsi yang sangat tinggi. Faktor menarik yang membuat tehnikyang sederhana bisa effective dalam kelas adalah penelitian ini mencobamengintegrasikan lagu, bermain peran, dan presentasi. Pembahasanpenelitian ini diharapkan dapat memberikan ide-ide baru untuk bisamelakukan penelitian terkait lainnya di masa yang akan datang.Kata Kunci : Persepsi mahasiswa, question and answer technique,pelajaran Bahasa Inggris, Pendidikan Agama IslamSemester III,
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI Hadisi, La
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.410

Abstract

Karakter bangsa Indonesia telah banyak menyimpang dari norma-norma,baik norma hukum, norma sosial, bahkan norma agama. Orang-orang padamasa kini sedang mengalami sebuah krisis yang begitu hebat pengaruhnyabagi peradaban, yaitu krisis karakter. Melihat kenyataan itulah, pendidikankarakter perlu diberlakukan untuk di negeri ini. Pendidikan karakter dipilihsebagai suatu upaya perwujudan pembentukan karakter peserta didikataupun generasi bangsa yang berakhlak mulia. Pendidikan karakter harusdilaksanakan sejak usia dini. Periode usia dini merupakan masa yangmendasari kehidupan manusia selanjutnya. Masa ini biasa disebut thegolden age yaitu masa-masa keemasan anak. Atas dasar inilah, pentingkiranya dilakukan pendidikan karakter pada anak usia dini, dalammemaksimalkan kemampuan dan potensi anak. Kita harus memanfaatkanmasa golden age ini sebagai masa pembinaan, pengarahan, pembimbingan,dan pembentukkan karakter anak usia dini. Pendidikan karakter bagi anakusia dini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan supaya dapatmenjadi kebiasaan ketika kelak dewasa atau pada jenjang pendidikanselanjutnya.Kata Kunci : Pendidikan karakter, anak usia dini, pendidikan karakter padaanak usia dini
MENYUSUN DAN MENGANALISIS TES HASIL BELAJAR Kadir, Abdul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.411

Abstract

Tes merupakan suatu bentuk alat evaluasi untuk mengukur seberapa jauhtujuan pengajaran telah tercapai,jadi berarti evaluasi terhadap hasilbelajar.Tes yang baik harus memenuhui beberapa persyaratan, yaitu; harusefisien, harus baku, mempunyai norma, objektif, valid (sahih), dan reliabel(andal). Untuk memperoleh tes yang memenuhi persyaratan tersebut makates yang telah dibuat perlu dianalisis. Analisis tes dimulai dari saatmenyusun tes dimana tes yang disusun harus berdasarkan Silabus/SAPsetiap mata pelajaran, membuat kisi-kisi terlebih dahulu, baru kemudianmenyusun soal sesuai kaidah-kaidah penyusunan soal berdasarkan jenis soalyang diinginkan. Bentuk tes pilihan ganda sukar atau mudahnya suatu soalbukan semata-mata ditentukan oleh materi soal, akan tetapi ditentukan jugaoleh teknik penyusunannya. Pedoman umum penulisan butir soal tes pilihanganda adalah; 1) Butir soal harus sesuai dengan indikator, 2) Pokok soal danpilihan jawaban harus dirumuskan secara jelas, singkat, padat, dan tegas,sehingga perumusan tersebut hanya mencakup pernyataan yang diperlukansaja, 3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar,4)Pokok soal dan pilihan jawaban tidak mengandung pernyataan yang bersifatnegatif ganda, 5) Pilihan jawaban yang merupakan kunci jawaban harusmenunjukan kebenaran mutlak dan terbaik, 6) Pilihan jawaban harushomogen dan logis secara materi dan bahasa, 7) Panjang rumusan pilihanjawaban harus relatif sama, 8) Pilihan jawaban sebaiknya jangan memakaibunyi “semua pilihan jawaban di atas salah “atau “semua pilihan jawaban diatas benar”, dan 9) Pilihan jawaban berbentuk angka harus disusunberdasarkan urutan kecil ke besar atau sebaliknya. Tes yang telah disusunperlu diuji coba terlebih dahulu kepada peserta lain sebelum diujikan kepadapeserta yang sebenarnya.Selanjutnya setiap peserta uji coba diambil skornyamasing-masing dan ditabelkan, kemudian hitung validitasnya,tingkatkesukaran, dan daya beda.Sebagai kesimpulan dari analisis tes adalah bahwadari sejumlah tes yang disusun maka soal yang diambil adalah soal-soalyang valid, indek kesukaran sedang, daya beda baik dan baik sekali.Soalyang tidak memenuhi kriteria ini dibuang (tidak dipakai).Oleh sebab itujumlah soal yang disusun harus melebihi jumlah soal yang diinginkan.Kata Kunci: validitas, reliabilitas, tes, hasil belajar
APLIKASI MAHARAH KITABAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Kuraedah, Sitti
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.412

Abstract

Menulis merupakan suatu aktifitas untuk mengaktualisasikan kemampuandiri dan spesialisasi keilmuan kepada publik, karena dari tulisan dapatdiketahui kualitas keilmuan dan spesialisasi keilmuan seseorang. Menulisjuga merupakan sarana berkomunikasi yang tidak terbatas oleh waktu dantempat. Jika dalam berbicara, kemungkinan audien hanya terbatas padaruang dan waktu tertentu, akan tetapi dengan menulis dapat menjangkaubanyak orang dalam waktu dan tempat yang berbeda. Dalam pembelajaranbahasa Arab kemahiran menulis disebut maharah kitabah, kompetensi inimerupakan salah satu keterampilan yang tidak dapat diabaikan karenamenulis merupakan kegiatan yang mempunyai hubungan dengan prosesketerampilan ekspresi dalam bentuk tulisan. Menulis tidak mungkindipisahkan dengan keterampilan berbahasa lain seperti maharah istima’,maharah al kalam dan maharah alqira’ah. Keempat keterampilan berbahasatersebut harus saling melengkapi, memengaruhi satu dengan yang lain.Tulisan ini menampilkan uraian tentang aplikasi tahapan pembelajaranmaharah kitabah dalam bahasa Arab dengan berfokus pada maharah kitabahdasar yang melalui beberapa proses yakni dimulai dari pembelajaran tentangtata cara menulis, menyambung huruf, menulis kata, menulis kalimat danmenulis tanpa lihat teks, karena dengan keterampilan dasar ini sangatmembantu peserta didik untuk mengekspressikkan ide serta gagasannyadalam tulisan Arab.Kata Kunci: Aplikasi, Maharah Kitabah
KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PEMBINAAN PENDIDIKAN ISLAM Ali, St. Hasniyati Gani
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.413

Abstract

Karya ini membahas tentang berbagai kebijakan pemerintah seputarpembinaan pendidikan Islam, dengan maksud untuk mendeskripsikanberbagai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah sejak awalkemerdekaan sampai era reformasi. Permasalahan pokoknya adalahbagaimana kebijakan pemerintah terhadap pembinaan pendidikan Islamserata faktor yang mempengaruhi munculnya kebijakan tersebut. Datadiperoleh dengan melakukan pengkajian mendalam dari berbagai literaturyang ada kaitannya dengan permasalahan pokok tersebut, lalu dianalisissecara induktif dan deduktif. Mencermati berbagai kebijakan pemerintahterhadap pembinaan pendidikan Islam tampak jelas bahwa pada awalkemerdekaan, pendidikan agama sudah menjadi perhatian pemerintah, halini ditandai dengan keluarnya SKB 2 Menteri, yaitu menteri agama danMenteri Pendidikan dan Pengajaran. Pembinaan pendidikan Agama disekolah Agama ditangani oleh Departemen Agama, sedangkan PendidikanAgama Islam untuk sekolah umum diatur secara resmi oleh pemerintah.Sedangkan Materi pendidikan agama mulai diberikan sejak kelas IV SR.Pada masa orde lama, kedaulatan Indonesia mulai pulih sehinggapendidikan agama telah disempurnakan, dari segi pembiayaan, pengadaanguru, sarana prasarana, semua ditanggung oleh Departemen Agama.Kemudian pada era Orde baru semakin jelas posisi pendidikan Islam dengankeluarnya TAP MPRS nomor XXVII/ MPRS/1966 mengatur pendidikanagama wajib diberikan mulai SD sampai Perguruan tinggi, kemudian di erareformasi berbagai kebijakan yang membawa angin segar bagi pembinaanpendidikan Islam, mulai dari kelembagaan, materi, out put, pengelolaannyaSecara tegas telah ditetapkan dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 1999tentang otonomi daerah, UU Sisdiknas UUGD, PP.NO.19 tahun 2005tentang SNP.PP. No.55 tahun 2007 dllnya. Kebijakan tersebut munculakibat dari pengaruh agama, Ideologi negara, Perkembangan masyarakatserta Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.Kata Kunci: Kebijakan, Pemerintah, Pembinaan, Pendidikan Islam
GENERASI MUDA DAN TANTANGAN ABAD MODERN SERTA TANGGUNG JAWAB PEMBINAANNYA Muzakkir, Muzakkir
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.414

Abstract

Generasi muda sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa akanmengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, mulai dari kepemimpinankeluarga sampai dengan kepemimpinan bangsa dan negara. Generasi mudadengan kepribadian yang belum stabil, gemar meniru, dan mencari-caripengalaman baru sangat mudah terpengaruh dan mengadopsi nilai-nilaiyang mereka anggap modern dan trend untuk dijadikan anutan dalammenjalani kehidupan mereka. Secara mikro, tugas dan tanggung jawabpendidikan atau pembinaan generasi muda adalah amanah Allah SWTkepada kedua orang tua dalam rumah tangga, namun secara makro haltersebut merupakan tanggung jawab bersama orang tua di rumah tangga,guru-guru di sekolah, pemerintah serta tokoh agama dan tokoh masyarakatdi lingkungan masyarakat.Kata Kunci: Generasi muda, modern, dan tanggung jawab.
STRATEGI PEMBELAJARAN AFEKTIF UNTUK INVESTASI PENDIDIKAN MASA DEPAN Kadir, St. Fatimah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.415

Abstract

Aspek afektif merupakan salah satu diantara tiga aspek yang sangat pentingdalam pembelajaran. Aspek afektif merupakan aspek sikap yang tertanamdalam diri peserta didik. Sikap tidak dapat dipisahkan dengan nilai (value).Setiap sikap, pasti akan bernilai. Salah satu contoh peserta didik yang rajin,sopan, disiplin, tutur katanya yang santun, selalu mendengarkan ketikapelajaran berlangsung, ketika ditanya peserta didik menjawab dengan benardan lancar, pasti mendapatkan nilai yang tinggi. Demikian sebaliknya.Penanaman sikap pada peserta didik bukan hal mudah, harus dilakukansecara terstruktur melalui strategi yang cocok untuk tujuan afektif. Stategipembelajaran afektif adalah strategi yang berorientasi pada pencapaiantujuan sikap dan keterampilan efaktif. Strategi ini pada umumnyamenghadapkan peserta didik pada situasi yang problematik, sehinggadiperlukan keterampilan khusus untuk menyelesaikan masalah tersebutsesuai dengan tingkat kemampuan masin-masing. Model konsederasi yangdikembangkan oleh Paul merupakan alternative strategi pembelajaran yangdapat membentuk kepribadian peserta didik. Salah satu implementasinyayakni mengajak peserta didik untuk memandang permasalahan dari berbagaisudut pandang untuk menambah wawasan mereka serta sikap tertentu sesuainilai yang dimilikinya.Kata Kunci : strategi, pembelajaran, pendidikan, masa depan
PERAN KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI GURU DAN SISWA Inah, Ety Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.416

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial dan hidup berkelompok dalam kehidupansehari-hari, tentu tidak luput dari interaksi atau komunikasi. Komunikasiadalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atauaudiens baik itu dalam bentuk simbol, lambang dengan harapan bisamembawa atau memahamkan pesan itu kepada peserta didik (siswa) jika dikelas atau pada masyarakat serta berusaha mengubah sikap dan tingkahlaku. Dalam dunia pendidikan proses pembelajaran akan efektif, jikakomunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif.Dalam pembelajaran di dalam kelas, proses komunikasi akan berlangsungbaik antara guru ke siswa dalam hal ini, peserta didik atau sebaliknya antarapeserta didik dengan guru atau pendidik di mana materi pembelajaranmerupakan pesan dalam proses komunikas pembelajaran yang seringdipandang sebagai jantung atau inti kegiatan pembelajaran. Dalamkomunikasi pembelajaran inilah terjadi Intraksi edukatif yang berlangsungdalam bentuk pertukaran pesan yang tidak lain adalah materi pembelajaran.Dalam konteks komunikasi pembelajaran Guru ditempatkan dalam posisisebagai komunikator oleh karena tugas dan peran guru sebagai pemimpinpembelajaran memposisikan menjadi komunikator sedangkan siswaditempat sebagai komunikan atau peserta didik. Guru harus mampumenguasai pola interaksi dan teknik komunikasi yang baik dalam prosespembelajaran. Interaksi dalam pembelajaran lebih dikenal dengan istilahinteraksi edukatif. Interaksi edukatif secara spesifik merupakan proses atauinteraksi belajar mengajar memiliki ciri-ciri khusus yang membedakandengan bentuk interaksi lain. Ciri-ciri Interaksi Belajar Mengajar tersebutyaitu interaksi belajar-mengajar memiliki tujuan, ada suatu Prosedur(jalannya inetraksi) yang terencana, interaksi belajar mengajar di tandaidengan suatu penggarapan materi yang khusus, ditandai dengan adanyaaktivitas siswa, dalam interaksi belajar mengajar guru berperan sebagaipembimbing, di dalam interaksi belajar mengajar membutuhkan disiplin,dan ada batas waktu.Kata Kunci : Komunikasi, Interaksi , Guru dan Siswa

Page 1 of 2 | Total Record : 11