cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
ISSN : 14125889     EISSN : 26140578     DOI : https://doi.org/10.30651/didaktis.v24i1
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Pengelolaan Pembelajaran IPS Wa Rosida
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.89 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1849

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran IPS. Secara rinci tujuan penelitian ini ada tiga, yaitu: mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran IPS di SMK Negeri 1 Lawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, satu orang pengawas, satu orang guru IPS dan empat orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisi data dilakukan melalui empat tahapan yang meliputi : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian (1) Perencanaan pembelajaran IPS diwujudkan dalam bentuk RPP. Penyusunan RPP meliputi: penentuan identitas, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian hasil belajar, (2) Pelaksanaan pembelajaran IPS dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap awal pembelajaran, tahap inti pembelajaran dan tahap ahkir pembelajaran. Pada tahap awal pembelajaran guru mengapersebsi dan memotivasi siswa agar siap dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada tahap inti pembelajaran guru menjelaskan, tanya jawab, dan diskusi kelompok sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Pada tahap akhir pembelajaran guru membimbing siswa menyimpulkan meteri yang telah diajarkan serta memberikan tugas, (3) Evaluasi pembelajaran IPS dilakukan dalam tiga tahap yaitu ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan umum. Tindak lanjutnya diadakan perbaikan. Pengelolaan pembelajaran IPS terdiri dari tahapan-tahapan berikut: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Tahapan yang telah dibahas tersebut merupakan satu rangkayan kegiatan yang tepadu, tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Analisis Penerapan Fungsi-Fungsi Administrasi Pendidikan Sekolah Yaman La Ndibo
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.81 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1874

Abstract

Pelaksanaan suatu fungsi administrasi dalam kenyataan  yang merupakan suatu proses mencakup tahapan-tahapan tertentu, sehingga pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut belum menjamin suatu keberhasilan bila tahapan-tahapan tidak dijalankan dengan baik. Dalam proses pelaksanaannya, seorang kepala sekolah mempunyai tugas hendaknya harus dilaksanakan. Fungsi adminsitrasi pendidikan pada prinsipnya sama dengan fungsi manajemen secara umum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah penerapan fungsi-fungsi administrasi pendidikan sekolah pada SMA Negeri 1 Sampolawa Kabupaten Buton dan Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan fungsi-fungsi administrasi pendidikan sekolah pada SMA Negeri 1 Sampolawa Kabupaten Buton. Tujuan yang ingin dicapai adalah Untuk mengetahui penerapan fungsi-fungsi administrasi pendidikan sekolah pada SMA Negeri 1 Sampolawa Kabupaten Buton. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan fungsi-fungsi administrasi pendidikan sekolah pada SMA Negeri 1 Sampolawa Kabupaten Buton, yang diharapkan akan bermanfaat sebagai bahan Menjadi bahan masukan bagi SMA Negeri 1 Sampolawa, dalam proses penerapan fungsi administrasi pendidikan sekolah untuk pencapaian tujuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif , peneliti mengunakan dua jenis data yaitu: (1) Jenis data, Dalam metode penelitian ini, peneliti mengunakan dua jenis data yaitu (a) Data primer, yaitu data yang mengenai penerapan fungsi-fungsi administrasi pendidikan sekolah melalui wawancara (b) Data sekunder yaitu data yang mengenai gambaran perkembangan pelaksanaan fungsi-fungsi administrasi pendidikan sekolah yang berkaitan dengan kepala sekolah, guru dan staf tatausaha sekolah. (2) Sumber data, (a) Data primer diperoleh langsung dari kepala sekolah, guru  dan staf tata usaha di SMA Negeri 1 Sampolawa Kabupaten Buton. (b) Data sekunder yaitu data yang diperoleh berdasarkan dokumentasi penerapan fungsi-fungsi administrasi pendidikan sekolah di SMA Negeri 1 Sampolawa Kabupaten Buton. Kredibiltas dan validitas data merupakan usaha untuk menyusun secara sistematis dan rasional sebagai data yang  telah terkumpul dengan melakukan: Perpanjangan pengamatan, dalam melakukan pengamatan maka yang menjadi  fokus penelitian, menjadi hal yang utama. Sehingga dapat diketahui tentang berbagai perkembangan yang ditimbulkan dari fokus penelitian. Adapun yang dimaksud antara lain adalah : Peningkatan ketekunan, dalam penelitian maka data yang diperoleh untuk lebih  kredibel dan validnya, maka ketekunan perlu ditingkatkan, sehingga dapat menghasilkan data yang valid dan dapat diperaya. Dalam pengesahan keabsahan data, maka digunakan trianggulasi sebagai berikut: (1) Trianggulasi dengan metode, dalam tenhik ini terdapat dua strategi, yaitu: (a) Mengecek derajat kepercayaan temuan hasil penelitian dalam prosedur   pengumpulan data. (b) Pengecekan derajat kepercayaan sumber data dengan metode yang sama. (2) Trianggulasi sumber, adalah membandingkan dan mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat pertanyaan yang berbeda penerapannya, metode ini di capai dengan cara (a)  Membandingkan data hasil pengamatan dan hasil wawancara. (b) Membandingkan apa yang dikatakan orang depan umum dengan apa yang  dikatakan secara pribadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disimpulkan bahwa pelaksanaan fungsi-fungsi administrasi berjalan efektif.  Ketertiban dan keteraturan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehingga bisa dicapai efektivitas dan efeseiensi kerja personil yang ada disekolah. Komunikasi dan kerjasama yang baik sesama tenaga pendidik, maupun tenaga kependidikan  dalam melaksanakan tugasnya serta adanya dukungan dari kepala sekolah.
Efek Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dan Creative Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Dasar Musfirati Khasanah
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.929 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1564

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dan psikomotorik dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) dan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan handout pada mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X Program Keahlian Multimedia.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen pretest posttest dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian diperoleh (1) rata-rata hasil belajar kelas X MM 1 dalam ranah kognitif sebesar 70,303 dan ranah psikomotorik sebesar 70,303, sedangkan rata-rata hasil belajar kelas X MM 2 dalam ranah kognitif sebesar 79,375 dan ranah psikomotorik sebesar 77,031 (2) Hasil uji t dalam ranah kognitif dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation dan Creative Problem Solving sebesar 0,028. Hasil uji t dalam ranah psikomotorik dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation sebesar 0,046 dan Creative Problem Solving sebesar 0,045. Berdasarkan hasil tersebut, maka terdapat perbedaan dalam ranah psikomotorik diantara keduanya.
Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Kurikulum 2013 Kabiba Kabiba; Junaidin Junaidin; Intan Irwana
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.771 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1869

Abstract

Penerapan kurikulum 2013 memunculkan tanggapan dari berbagai kalangan, terutama bagi para guru, karena banyak guru yang tidak memahami dan mengerti pelaksaan kurikulum 2013 sehingga berdasarkan kondisi tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui tanggapan para guru terhadap  penerapan kurikulum 2013. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah Bagaimana persepsi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013 yang berada di SD Negeri 6 Poasia, Kendari? dengan sub fokus; pelaksanaan kuirkulum 2013, persipsi guru, administrasi pembelajaran dan sarana pendukung pembelajaran guru dan siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, yakni suatu bentuk penelitian yang memberikan gambaran mengenai objek yang di amati atau fokus penelitian.. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode Purposive Sampling. Sumber data guru yang mengajar di SD Negeri 6 Poasia, Kota Kendari, berjumlahnya 12 orang sebagai informan utama dan dan termaksud kepala sekolah serta Wakil Kepala Sekolah. Berdasarkan analisis data, diperoleh  kesimpulan terkait persepsi guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013 di SDN 06 Poasia Kota Kendari adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil belajar siswa serta sarana dan prasarana. Perencanaan meliputi penyusunan silabus dan RPP dalam memulai pembelajaran, Pelaksanaan meliputi kegiatan inti dalam proses belajar mengajar sedangkan evaluasi meliputi penilaian hasil belajar dan memberikan remedial pada siswa. Pelaksanaan kurikulum 2013 di SD Negeri 6 Poasia Kota Kendari masih memiliki kekurangan seperti sarana dan prasarana yang kurang memadai serta waktu jam mengajar yang bertambah sehingga guru cenderung belum maksimal dalam menerapkan kurikulum 2013 di SD Negeri 6 Poasia Kota Kendari.
Studi Terhadap Pergaulan Lintas Agama dalam Meningkatkan Kearifan Sosial Mahasiswa di IKIP Budi Utomo Malang Choirul Kurniawan; Mellina Sari Tobing; Moh Zaini
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.075 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1903

Abstract

Pergaulan sosial dalam keseharian merupakan hal yang lumrah ada dan terjadi secara natural. Namun tidak secara otomatis adanya jaminan bahwa pergaulan tersebut tanpa melahirkan konflik, bahkan sebaliknya naturalitas yang ada berkemungkinan berpotensi menciptakan ‘ruang sensitif’ dari berbagai keragaman; etnis, budaya, bahkan agama. Dalam konteks pergaulan lintas agama mahasiswa, -menempati posisi yang sensitif. Hal ini terletak pada ‘ketabuan’ mahasiswa dalam membicarakan ‘persoalan-persoalan’ perbedaan agama. Jika hal ini yang menjadi realitasnya maka bisa saja suatu saat nanti ‘ketabuan’ tersebut menjadi pusat kebuntuan (deadlock centre), sehingga menghambat dalam proses pergaualan (sosial intercourse). Hal ini tidak saja akan menyebabkan culture of silant, lebih dari itu juga dapat menyebabkan sosial conflict, sehingga berpengaruh terhadap harmonisasi sosial lintas agama dalam lingkup pergaulan pendidikan antar mahasiswa di IKIP Budi Utomo Malang. Aktifitas yang akan dilakukan adalah menganalisis hubungan sosial lintas keagamaan mahasiswa di IKIP Budi Utomo Malang, dengan tujuan menemukan pola hubungan sosial lintas agama mahasiswa, dan memberikan tawaran konsep sosial engineering pergaulan lintas agamalingkup mahasiswa, sehingga kearifan sosial (sosial wisdom) keberagamaan di tingkat mahasiswa menjadi lebih baik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif–fenomenologis, dengan menggunakan instrument indept interview, dokumentasi, dan observasi/partisipan. Model analisis yang akan digunakan yakni model analisisnya Miles dan Huberman: data collection, data display, data reduction dan congclusions: drawing/verifying. Sedangkan grand theory yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori-teori sosiologi agama.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Masyarakat Bajo Apriani Safitri; Nurmayanti Nurmayanti
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.003 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1846

Abstract

Membangkitkan minat belajar bagi seseorang merupakan hal yang sangat penting karena minat selalu membangkitkan pemusatan pikiran, menimbulkan kegembiraan dalam belajar serta memperbesar daya kemampuan belajar seseorang. Seseorang yang belajar diusahakan adanya minat sehingga materi yang dipelajarinya dapat bermanfaat.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor - faktor  apakah yang mempengaruhi minat belajar masyarakat Bajo di Desa Kampoh Bunga Kecamatan  Wawolesea Kabupaten Konawe Utara”?. Tujuan penelitian ini adalah “untuk menemukan informasi dan mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi minat belajar di masyarakat Bajo Desa Kampoh Bunga Kecamatan  Wawolesea Kabupaten Konawe Utara”.Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian adalah orang yang memahami atau benar-benar mengetahui permasalahan yang diteliti  untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian yakni kepala desa, guru, orang tua dan anak-anak usia sekolah. Teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.. Dari hasil analisis penelitian, ditemukan bahwa faktor yang mempengaruhi minat belajar masyarakat bajo Desa Kampoh Bunga Kec.Wawolesea Kab.Konawe Utara adalah 1). Kondisi orang tua yang kurang mampu (faktor ekonomi), 2). Fasilitas atau sarana pembelajaran yang tidak lengkap 3). Lingkungan masyarakat, 4). Kesadaran akan kebutuhan belajar anak sangat kurang, 5). Kurangnya dukungan dan perhatian dari orang tua, 6). Figur orang tua yang senantiasa melihat keberhasilan seseorang dari ukuran yang praktis dan pragmatis. Artinya dimata orang tua yang terpenting adalah si anak dapat cepat bekerja dan mencari uang sendiri. Dengan demikian bahwa untuk meningkatkan minat belajar siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, masyarakat tetapi juga dari pemerintah setempat untuk kemudian memperhatikan kebutuhan belajar anak khususnya pengadaan sarana dan prasarana pendidikan.
Faktor-Faktor Penyebab Siswa Putus Sekolah Mujiati Mujiati; Nasir Nasir; Ayu Ashari
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.336 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1870

Abstract

Rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia mendorong timbulnya berbagai permasalahan sosial yang kian hari semakin meresahkan bangsa Indonesia. Salah satu faktor yang dapat menjadi tolak ukur rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia adalah tingginya angka putus sekolah anak usia produktif (usia sekolah). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Faktor-Faktor Penyebab Siswa Putus Sekolah di SD Negeri 1 Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe? penelitian ini bertujuan “Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Penyebab Siswa Putus Sekolah di SD Negeri 1 Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Untuk membedah permasalahan ini digunakan teknik pengumpulan data melalui: observasi, wawancara, dan study Dokumentasi. Hasil penelitian menemukan faktor utama yang menyebabkan siswa putus sekolah di SD Negeri 1 Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe adalah karena latar belakang pendidikan orang tua yang rendah serta lemahnya ekonomi keluarga siswa yang putus sekolah, dimana ekonomi yang menjadi faktor utama banyak orang tua tidak bisa melanjutkan sekolah anak mereka karena keterbatasan ekonomi yang dibutuhkan.
Identifikasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Nurzaima Nurzaima
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.78 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1847

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan kepala MTs Al-Ikhwan Labungka. Manfaat penelitian ini ada dua yaitu; manfaat teoritis; memberikan informasi baru dalam pendidikan khususnya pengelolaan manajemen oleh para kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan yang tercermindalam kualitas sekolah. dan manfaat praktis; membantu kepala sekolah mengungkapkan taraf  posisi keberhasilan Mts Al-Ikhwan Labungka. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun yag diwawancara dalam penelitian ini adalah  4 orang guru, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahapan yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data. Hasil penelitian diperoleh bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah di MTs Al-Ikhwan diimplementasikan sesuai  kriteria pemimpin yang demokratis yaitu melibatkan bawahannya dalam musyawarah untuk peningkatan mutu pendidikan dan menjalin komunikasi yang lebih baik bagi hubungan formal dan informal. Kepala sekolah juga selalu memperlakukan dan memuaskan kebutuhan bawahannya dengan adil. Dengan gaya kepemimpinan seperti ini maka sekolah  tersebut dapat memiliki  keampuan yang memadai.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar Ritmanto Ritmanto; Apriani Safitri
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.834 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v18i3.1871

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam melakukan tugasnya, (2) Apa yang dilakukan Kepala Sekolah dalam meningkatkan disiplin guru Guru  Sekolah Dasar  Negeri 5 Baruga Kota Kendari. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif, Penggunaan metode ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengkaji secara kualitatif, bagaimana persepsi guru tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar Negeri 5 Baruga Kota Kendari, menemukan proses pelaksanaan tersebut. Seluruh data diperoleh langsung dari informan dilapangan dengan menggunakan wawancara dan obsevasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (a) Gaya  kepemimpinan otokratik, guru merasa tertekan dan cenderung tidak dapat berinovasi dalam melaksanakan tugas, (b) gaya kepemimpinan situasional cenderung lebih diterima oleh guru-guru  Sekolah Dasar Negeri 5 Baruga Kota Kendari, karena mereka dapat leluasa melaksanakan kegiatan sesuai kondisi yang ada, (c) gaya kepemimpinan demokratik, juga dapat diterima oleh guru-guru Sekolah Dasar Negeri 5 Baruga Kota Kendari, karena mereka diberi keleluasaan dalam menjalankan kegiatan mereka diluar tugas-tugas sebagai guru, mereka bisa mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi baik S1 maupun S2. Kemudian, penerapan disiplin kerja terhadap guru, yaitu dengan memberi tugas, beban dan tanggung jawab sesuai latar belakang pendidikan dan kemampuannya secara merata, dengan harapan guru-guru tersebut tidak meninggalkan tugas pokok sebagai guru dan pendidik. Walaupun kenyataannya masih ada guru yang sering meninggalkan tugas pokoknya.
Efektifitas Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Apriani Safitri; Mujiati Mujiati
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.366 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v19i1.2215

Abstract

Supervisi akademik merupakan layanan bantuan yang diberikan kepala sekolah kepada guru-guru dalam upaya perbaikan proses pembelajaran. Kinerja guru memiliki kontribusi besar dalam proses pembelajaran  karena gurulah yang secara langsung bersentuhan atau berhadapan dengan peserta didik, sehingga perlu ada pengawasan baik secara langsung mau pun tidak langsung oleh kepala sekolah melalui kegiatan supervisi akademik. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis efektifitas pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri yang berada pada lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan. Jenis penilianan ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian yaitu Kepala UPTD Kecamatan Palangga Selatan, kepala sekolah dan guru pada SD Negeri yang berada pada lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan tiga cara yaitu observasi non partisipan yang tidak terstruktur, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan alur, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan tahap verifikasi. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan pendekatan triangulasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa: efektifitas pelaksanaan supervisi akdemik kepala sekolah pada SD Negeri lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan dilihat dari: 1) perencanaan supervisi akademik kepala sekolah dilaksanakan dengan cara bekerja sama dengan semua stakeholder pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas ditentukan oleh semua pihak tidak terkecuali guru, kepala sekolah, kepala UPTD dan Dinas terkait. Sehingga dalam merancang perencanaan supervisi dilakukan dengan bekerja sama. 2) pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah dilaksanakan dengan cara melihat guru melakukan pembelajaran di kelas melalui merencanakan pembelajaran (RPP) yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator keberhasilan, dan materi ajar, penyajian materi yang menyenangkan, penggunaan metode yang tepat, adanya media sebagai pendukung proses pembelajaran dan tugas yang mampu mengukur seluruh kemampuan siswa baik itu pada penerapan kurikulum KTSP maupun KURTILAS. 3) tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah telah dilaksanakan secara efektif, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis dengan tema yang berkaitan dengan permasalahan pembelajaran yang di alami oleh guru.

Page 9 of 30 | Total Record : 299