cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ilmu Gizi Indonesia
ISSN : 2580491x     EISSN : 25987844     DOI : -
Core Subject : Health,
Ilmu Gizi Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Universitas Respati Yogyakarta. Jurnal ini menerima naskah ilmiah di bidang gizi. Jurnal ini fokus pada bidang gizi klinik, gizi masyarakat, food science, food service, dan gizi olahraga. Ilmu Gizi Indonesia terbit dua kali dalam setahun, yaitu Bulan Agustus dan Februari.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Februari" : 9 Documents clear
Aplikasi perencanaan menu makanan berbasis android di pesantren dan kelayakan penggunaannya Mevi Oktaviana Wibisono; Muhammad Iqbal
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.562 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.133

Abstract

Latar Belakang: Dalam penyelenggaraan makanan, salah satu hal penting adalah jumlah makanan dan standar porsi yang dihasilkan karena banyaknya bahan makanan akan berpengaruh terhadap porsi yang dihasilkan. Berkembangnya teknologi akan memengaruhi perkembangan dan perubahan dalam segala bidang. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin melakukan penyusunan menu sesuai kebutuhan berbasis aplikasi android karena android berkembang dengan pesat melebihi sistem operasi lainnya. Tujuan: Menilai kelayakan aplikasi menu makanan untuk santri di pesantren berbasis android. Metode: Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus dilakukan di enam pesantren di Kabupaten Jember pada tujuh petugas perencana menu makanan. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. Penelitian yang dilakukan untuk menilai kelayakan aplikasi android menggunakan beberapa aspek, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, pengguna, kepuasan penguna, dan dampak positif. Hasil: Aplikasi perencanaan menu makanan berbasis android bisa diterapkan untuk membantu perencanaan menu makanan, memberikan informasi yang mudah dipahami sehingga aplikasi android berguna dalam peningkatan kinerja, pengguna lebih menghemat waktu dan tenaga, mengikuti perkembangan teknologi sehingga aplikasi android mudah diakses dan memberikan dampak positif sehingga membantu petugas perencana menu makanan dalam melakukan pekerjaannya serta dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi para santri. Kesimpulan: Aplikasi perencanaan menu berbasis android layak digunakan di pesantren jika dinilai dari kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, pengguna, kepuasan pengguna, dan dampak positif.
Potensi cookies substitusi tepung biji kelabat (Trigonella foenum–graecum) dan jantung pisang batu (Musa balbisiana L.A.Colla) untuk meningkatkan volume ASI Giyawati Yulilania Okinarum; Lestariningsih Lestariningsih; Devillya Puspita Dewi
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.375 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.138

Abstract

Latar Belakang: Nutrisi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi air susu ibu (ASI).Volume ASI yang kurang menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan ASI eksklusif. Biji kelabat (Trigonella foenum graecum) dan jantung pisang batu (Musa balbisiana L.A.Colla) merupakan tanaman lokal Indonesia yang mengandung galactagogue dan berpotensi meningkatkan volume ASI. Sediaan cookies dengan penambahan tepung biji kelabat dan jantung pisang batu dapat menjadi salah satu alternatif camilan bernilai gizi tinggi untuk ibu menyusui. Tujuan: Mengetahui potensi cookies biji kelabat dan jantung pisang batu terhadap peningkatan volume ASI. Metode: Sebanyak 45 responden dalam penelitian ini adalah ibu postpartum di Klinik dan Praktik Mandiri Bidan (PMB) wilayah Sleman. Sampel diambil secara acak dengan blok permutasi. Desain penelitian menggunakan double-blind randomized control trial posttest only control group design. Kelompok perlakuan mendapatkan cookies dengan penambahan tepung biji kelabat dan jantung pisang batu, sebanyak 80 gram per hari. Kelompok kontrol diberi cookies tanpa substitusi kedua tepung tersebut. Perlakuan diberikan selama tujuh hari. Volume ASI diukur pada hari ke-3, ke-5, dan ke-8 setelah mengonsumsi cookies. Data dianalisis dengan uji Friedman dengan post-hoc Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan volume ASI yang bermakna antara kelompok intervensi yang diberi cookies biji kelabat dan jantung pisang batu dengan kelompok kontrol (p<0,05). Perbedaan volume ASI setelah pemberian cookies biji kelabat dan jantung pisang batu ditemukan antar setiap pengukuran. Kesimpulan: Cookies substitusi biji kelabat dan jantung pisang batu dapat menjadi alternatif cemilan untuk ibu menyusui karena peranannya dalam meningkatkan volume ASI.
Perilaku higiene dan sanitasi meningkatkan risiko kejadian stunting balita usia 12-59 bulan di Banten Dewi Khairiyah; Adhila Fayasari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.583 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.137

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu keadaan kurang gizi yang masih menjadi masalah di negara berkembang. Stunting disebabkan oleh banyak faktor terutama terkait dengan lingkungan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara higiene dan sanitasi dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mandala, Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control, melibatkan balita usia 12-59 bulan sebanyak 41 balita stunting (TB/U <2 SD) dan 41 balita dengan status gizi normal (TB/U 2≤ x ≤2 SD) di wilayah kerja Puskesmas Mandala. Penelitian ini dilakukan pada Januari sampai Februari 2019 dan telah mendapatkan Surat Kelaikan Etik dari Komite Etik Poltekkes Kemenkes Jakarta II dengan nomor: LB.02.01/I/KE/L/021/2019. Data dikumpulkan dengan alat bantu kuesioner perilaku higiene dan kuesioner sanitasi lingkungan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dan Spearman Correlation dengan derajat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil: Subjek dengan higiene yang buruk mempunyai risiko terjadi stunting (p=0,000; OR=27,28), begitu pula sanitasi lingkungan yang buruk memiliki korelasi positif dan berkekuatan sedang dengan terjadinya stunting (p=0,000; r=0,511). Kelompok balita stunting cenderung memiliki perilaku higiene dan kondisi sanitasi lingkungan yang lebih buruk daripada kelompol tidak stunting. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara perilaku higiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan.
Program edukasi terpadu di sekolah berbasis asrama untuk pencegahan anemia pada remaja putri Silvia Dewi Styaningrum; Zenni Puspitarini; Siska Puspita Sari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.823 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.176

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius saat ini karena menjadi rantai penyebab masalah gizi pada generasi mendatang. Edukasi mengenai anemia tidak hanya dibutuhkan oleh remaja putri, tetapi juga jejaring di sekelilingnya agar dapat berperan bersama dalam mencegah anemia. Edukasi terpadu yang melibatkan jejaring di sekitar remaja putri diharapkan mampu mencegah anemia pada remaja putri di sekolah berbasis asrama secara efektif. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi terpadu terhadap kadar hemoglobin darah remaja putri di sekolah berbasis asrama. Metode: Penelitian pre eksperimental dengan rancangan one grup pretest-posttest. Sebanyak 66 siswi boarding school di SMPIT LHI Yogyakarta menjadi sampel penelitian (purposive sampling). Darah diambil melalui pembuluh kapiler dan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan rapid test sebelum dan sesudah intervensi berupa edukasi. Edukasi diberikan secara terpisah kepada semua sasaran yang meliputi siswi, guru, pendamping asrama, orangtua, dan petugas dapur. Uji hipotesis menggunakan paired t-test. Hasil: Pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum intervensi edukasi menunjukkan bahwa delapan dari 66 remaja putri terdeteksi anemia, rerata kadar hemoglobin13,8 g/dl. Pemeriksaan kadar hemoglobin sesudah intervensi edukasi menunjukkan bahwa lima dari 66 remaja putri terdeteksi anemia, rerata kadar hemoglobin 14,4 g/dl. Uji hipotesis menggunakan paired t-test menunjukkan ada beda kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Kesimpulan: Intervensi berupa edukasi terpadu di sekolah berbasis asrama memberikan pengaruh pada peningkatan kadar hemoglobin remaja putri.
Hubungan tingkat stres, emotional eating, aktivitas fisik, dan persen lemak tubuh dengan status gizi pegawai Universitas Pembangunan Nasional Jakarta Rica Ervienia Sukianto; Avliya Quratul Marjan; A&#039;immatul Fauziyah
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.643 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.135

Abstract

Latar Belakang: Salah satu indikator kesehatan utama suatu negara atau masyarakat adalah status gizi. Status gizi lebih dan obesitas dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Pada tahun 2018, kasus gizi lebih meningkat menjadi 13,6% (11,5% pada tahun 2013) dan kasus obesitas menjadi 21,8% (14,8% pada tahun 2013). Berdasarkan kelompok pekerjaannya, pegawai menempati peringkat dua kelompok pekerjaan dengan prevalensi gizi lebih dan obesitas paling banyak, yaitu 30,8%. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat stress, emotional eating, aktivitas fisik, dan persen lemak tubuh dengan status gizi pegawai Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 68, dipilih secara acak dengan teknik probability proportional sampling. Data identitas responden, tingkat stres, emotional eating, dan aktivitas fisik diambil melalui wawancara dengan panduan kuesioner (DASS-14, DEBQ-13, dan Baecke). Data antropometri (tinggi badan, berat badan, dan persen lemak tubuh) diperoleh melalui pengukuran langsung. Pengolahan data dilakukan dengan uji Spearman Rank dan korelasi Pearson. Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan emotional eating dengan status gizi (p= 0,604; p=0,543). Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan persen lemak tubuh dengan status gizi (p=0,005; p=0,000). Aktivitas fisik memiliki korelasi negatif dan tingkat keeratan hubungan yang rendah dengan status gizi, sedangkan persen lemak tubuh memiliki korelasi positif dengan tingkat korelasi yang sempurna. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan persen lemak tubuh dengan status gizi.
Kajian awal formulasi puding modifikasi daun salam untuk lansia berdasarkan kandungan flavonoid dan uji sensori (tekstur, warna, dan aroma) Anggi Dwi Yulinar; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Kristiawan Prasetya Agung Nugroho
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.358 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.144

Abstract

Latar Belakang: Penurunan kondisi tubuh lansia menyebabkan lansia cenderung sensitif dalam memilih suatu produk makanan yang akan dikonsumsi. Lansia juga termasuk kelompok umur yang berisiko tinggi terhadap penyakit kronik seperti Diabetes Melitus (DM). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi puding modifikasi daun salam terbaik ditinjau dari kandungan flavonoid dan uji sensoris yang meliputi aspek tekstur, warna, aroma. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan dengan metode recall makan 24 jam pada lansia wanita post menopause; penentuan formulasi puding dengan ekstrak daun salam; uji kandungan flavonoid; dan uji sensoris yang meliputi aspek tekstur, warna dan aroma melalui uji hedonik. Penelitian dilakukan di empat panti wreda di Semarang. Hasil: Puding yang paling disukai oleh panelis adalah sampel B yang memiliki warna cokelat, aroma cokelat dengan kekerasan 147,2912 gf. Kandungan flavonoid tertinggi diperoleh pada sampel B (12,90 mg qe/g) diikuti sampel A (6,50 mg qe/g), sampel C (5,13 mg qe/g) dan kontrol (2,23 mg qe/g). Kesimpulan: Puding yang paling direkomendasikan adalah puding formula B yang merupakan puding yang paling disukai dengan kandungan flavonoid tertinggi.
Faktor risiko pada penderita hipertensi di Kelurahan Salatiga, Kota Salatiga Rosiana Eva Rayanti; R.L.N.K. Retno Triandhini; Lydia Limin
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.132

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah peningkatan tekanan dalam darah melebih batas normal yaitu 120/80 mmHg. Faktor risiko hipertensi yaitu faktor yang tidak dapat diubah seperti keturunan, usia, dan jenis kelamin, sedangkan faktor yang dapat diubah adalah pola makan dan aktivitas fisik. Tujuan: Mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT), aktivitas fisik, pola makan, Lingkar Pinggang Panggul (PiPa) terhadap tekanan darah (TD) di Puskesmas Sidorejo Lor, Kelurahan Salatiga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross‐sectional pada 103 responden yaitu 32 orang laki-laki dan 71 orang perempuan. Kriteria responden usia >40 tahun, terdaftar pasien rawat jalan di Puskesmas Sidorejo Lor dengan diagnosis hipertensi. Instrumen penelitian berupa form data profil responden, alat ukur antropometri, pengukur tekanan darah, Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ). Analisis data menggunakan uji Pearson Correlation. Hasil: Terdapat hubungan antara TD sistolik dengan IMT (p=0,002; r=0,346) dan TD diastolik dengan IMT (p=0,004; r=0,313) pada wanita. Namun, tidak ada hubungan antara TD sistolik dengan aktivitas fisik (p=0,065) dan TD diastolik dengan aktivitas fisik (p=0,089). Hasil uji korelasi pada laki-laki menunjukkan terdapat hubungan antara TD diastolik dengan IMT (p=0,047; r=-0,302). Namun, tidak ada hubungan antara TD sistolik dengan IMT (p=0,082), TD sistolik dengan aktivitas fisik (p=0,430), dan TD diastolik dengan aktivitas fisik (p=0,328). Kesimpulan: Ada hubungan antara tekanan darah diastolik dengan IMT, dan tidak terdapat hubungan tekanan darah dan aktivitas fisik.
Pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap pengetahuan remaja mengenai konsumsi buah dan sayur Umi Mahmudah; Siska Puspita Sari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.94 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.142

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih belum sesuai dengan pesan gizi seimbang, terutama konsumsi buah dan sayur. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa penduduk berumur ≥ 10 tahun yang kurang mengkonsumsi buah dan sayur mencapai 96,4%. Salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur adalah dengan menyelenggarakan pendidikan gizi yang bertujuan mengubah pengetahuan masyarakat menuju konsumsi pangan yang sehat dan bergizi. Hal ini dapat dicapai dengan menyusun model pendidikan gizi yang efektif dan efisien melalui berbagai media seperti poster, leaflet, booklet, ataupun media yang lainnya. Tujuan:Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap pengetahuan remaja mengenai konsumsi buah dan sayur. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian merupakan remaja kelas X dan XI di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebanyak 61 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi gizi menggunakan media cakram gizi dilakukan 1 kali setiap minggu selama 4 minggu. Data yang diambil adalah pengukuran pengetahuan sebelum (pretest) dan sesudah intervensi (posttest) dengan menggunakan kuesioner. Analisis data diolah menggunakan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Nilai pengetahuan minimum pada pretest dan posttest adalah 46,67 dan 40,00, sedangkan nilai maksimum baik pretest maupun posttest sama yaitu 93,33. Terdapat peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 68,30 menjadi 72,67 dengan nilai p=0,007 (p<0,05) setelah dilakukan edukasi gizi menggunakan media cakram gizi mengenai konsumsi buah dan sayur. Kesimpulan:Terdapat pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap pengetahuan remaja mengenai konsumsi buah dan sayur. 
Aplikasi nutri diabetic care sebagai media konseling untuk meningkatkan kepatuhan diet diabetes mellitus Winaningsih Winaningsih; Setyowati Setyowati; Nugraheni Tri Lestari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.164 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.134

Abstract

Latar Belakang: Transisi epidemiologi ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular, salah satunya adalah diabetes mellitus (DM). Perlu adanya suatu usaha pengendalian untuk mencegah peningkatan angka kejadian tersebut antara lain dengan memberikan edukasi berupa konseling gizi pada pasien dengan memanfaatkan media. Pemanfaatan sistem android dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan media konseling, antara lain berupa aplikasi Nutri Diabetic Care. Tujuan: Mengetahui pengaruh aplikasi Nutri Diabetic Care terhadap kepatuhan diet DM. Metode: Jenis penelitian kuasi eksperimental, dengan rancangan one group pretest-postest. Sebanyak 20 responden yaitu pasien DM tipe 2 di Puskesmas Gamping I dinilai kepatuhan dietnya menggunakan food recall 1x24 jam dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) sebelum dan sesudah diberikan konseling dengan media aplikasi Nutri Diabetic Care. Konseling dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang waktu satu minggu. Ada tidaknya pengaruh kepatuhan diet diketahui dari hasil uji Wilcoxon. Hasil: Terjadi peningkatan kepatuhan diet jumlah, jadwal, dan jenis (3J) sebesar 25%. Setelah dilakukan konseling menggunakan media aplikasi Nutri Diabetic Care, ada perbedaan bermakna antara kepatuhan diet sebelum dan sesudah diberikan konseling menggunakan media aplikasi Nutri Diabetic Care dengan nilai p=0,025 (p<0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh media aplikasi Nutri Diabetic Care terhadap kepatuhan diet DM.

Page 1 of 1 | Total Record : 9