cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
ISSN : 20856180     EISSN : 2580071X     DOI : https://doi.org/10.17509/jpjo.v9i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) adalah jurnal olahraga yang berlandasakan pendidikan. Memberikan informasi dalam berbagai lingkup isu-isu pendidikan jasmani, rekreasi dan olahraga. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) diharapkan mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas publikasi ilmiah berdasarkan persfektif teori-teori dan terbarukan di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
Hubungan Gaya Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Penjas pada Siswa Sekolah Dasar Nanang Mulyana
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 1 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.63 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v2i1.6399

Abstract

Guru sebagai pembimbing dan motivator sangat berperan untuk kemajuan pendidikan, sikap memberi dan mendahuluan kepentingan siswa/umum menjadi teladan dalam perilaku akan menjadikan panutan pengikut-pengikutnya atau siswasiswi itu dengan sendirinya. Masalah dalam penelitian ini adalah hubungan gaya kepemimpinan guru penjas dalam meningkatan motivasi belajar olahraga siswa SD. Populasi penelitian ini adalah siswa SD di Kecamatan Japara Tahun Ajaran 2016/2017, sedangkan sampel penelitian sebanyak 30 siswa diambil secara acak (random sampling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan alat pengumpul data adalah angket. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil:1) gaya kepemimpinan guru penjas SD Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan dari seluruh guru yang ada sebesar 65,73% meunjukan gaya otoriter, sebesar 75,33% menunjukan gaya demokratis, dan sebesar 72,67% menunjukan gaya task oriented dalam meningkatkan motivasi belajar siswa; 2) motivasi siswa SD Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan dalam melakukan olahraga terdorong oleh kebutuhan fisik sebesar 64,67%, kebutuhan rasa aman sebesar 70,89%, kebutuhan sosial sebesar 74,00%, kebutuhan penghargaan sebesar 74,33%, kebutuhan perwujudan diri (aktualisasi) sebesar 67,33%; 3) hubungan gaya kepemimpinan guru penjas dengan motivasi siswa belajar olahraga menunjukan hubungan yang signifikan. Hasi perhitung koefisien korelasi (r) sebesar 0,63, bahwa nilai t-hitung (4,292) lebih besar daripada t-tabel (2,06) pada tingkat kepercayaan 0,975 dan dk=n-2. Selanjutnya diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 39,69%. Artinya motivasi siswa dalam belajar olahraga didukung oleh komponen gaya kepemimpinan guru penjas sebesar 39,69% dan 60,31% didukung oleh komponen lain yang tidak di teliti. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan rekomendasi bahwa: guru harus menjadi pemimpin pendidikan yang disukasi, dipercaya, didengar bimbingannya, diteladani kepribadiannya dan dikenang sepanjang masa. Kepemimpinan guru untuk mempengaruhi para siswa supaya melakukan pembelajaran dengan baik adalah suatu keharusan. Oleh karenanya, guru prifesional hendaknya selalu berupaya untuk meningkatkan kepemimpinan dengan mengetahui tugastugas utama yang dilakukan pemimpin, fungsinya, dan keterampilan keterampilan apa yang harus dimiliki untuk menjadi pemimpin yang baik. 
Anthropometric Factors and Physical Condition Dominant Determinants Batting Skills in Softball Saraya, Arif Eka
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.946 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.10331

Abstract

Batting skills in softball requires several anthropometric factors and physical condition to play to improve skills. Anthropometric factors and physical condition, among others, height, arm length, arm muscle strength, hand-eye coordination, balance, and reaction time. This study aims to determine the anthropometric factors and the physical condition of the dominant determinant of batting skills in softball. This research approach uses a quantitative to design of confirmatory factor analysis. This study population is training student achievement softball in sports education university of riau. A sample of 100 people was obtained through a simple random sampling technique. The data used are taken through a series of tests of the independent and dependent variables. This research method through testing confirmatory factor KMO and Bartlett’s Test analysis using SPSS. Results from this research is: factor of anthropometri dominant physical condition and determinants batting skill in game of softball is arm length with value 0,788, arm muscle power with value 0,851 and time reaction of with value 0,737. The conclusion of this research is: factor of anthropometri dominant physical condition and determinants batting skill in game of softball is arm length, arm muscle power and time reaction ABSTRAKKeterampilan memukul dalam softball memerlukan beberapa faktor antropometrik dan kondisi fisik untuk bermain untuk meningkatkan keterampilan. Faktor antropometri dan kondisi fisik antara lain tinggi badan, panjang lengan, kekuatan otot lengan, koordinasi tangan-mata, keseimbangan, dan waktu reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor antropometri dan kondisi fisik  yang dominan pada keterampilan memukul dalam softball. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan rancangan analisis faktor konfirmatori. Populasi penelitian ini adalah  mahasiswa yang mengikuti pelatihan softbal di pendidikan olahraga Universitas Riau. Sampel teriri dari 100 orang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Data yang digunakan diambil melalui serangkaian tes variabel independen dan dependen. Metode penelitian ini melalui pengujian confirmatory factor KMO dan analisis Uji Bartlett menggunakan SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah: faktor anthropometri dominan kondisi fisik dan determinan keterampilan memukul dalam permainan softball adalah panjang lengan dengan nilai 0,788, kekuatan otot lengan dengan nilai 0,851 dan waktu reaksi dengan nilai 0,737. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor kondisi fisik dominan anthropometri dan determinan batting skill dalam permainan softball adalah panjang lengan, kekuatan otot lengan dan waktu reaksi. 
Revitalisasi Pendidikan Jasmani untuk Anak Usia Dini melalui Penerapan Model Bermain Edukatif Berbasis Alam Paramitha, Sandey Tantra; Anggara, Lestari Ema
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.646 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.10612

Abstract

 Physical education, early childhood is a very important aspect for the development of cognitive abilities, affective and psychomotor children in preparing towards the level of elementary school. In the practice of physical education early childhood face various problems of learning activities, amenities, social circumstances and the Government's policy that gives less attention to physical education early childhood. This study used a qualitative approach with case study method that aims to find in depth and in-depth research information, this research took place in Amarilis Early Childhood Education, Lembang Subdistrict, West Bandung Regency involving 3 teachers and 35 children at an early age, data collection technique using interviews, and analysis and perform data analysis using data reduction, data presentation and conclusions deduction. Results of the study indicate that there is a marked change in cognitive ability with problem solving through group activities, affective abilities change with a marked sense of caring between the fellow and the change of psikomotor with marked the dexterity of the child early in the game through educational activities-based nature, as well as an increase in interest in early childhood learning, physical education.  ABSTRAKPendidikan jasmani anak usia dini merupakan aspek yang sangat penting bagi perkembangan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor anak dalam mempersiapkan menuju jenjang sekolah dasar. Dalam praktik pendidikan jasmani anak usia dini menghadapi berbagai masalah dari kegiatan pembelajaran, fasilitas, keadaan sosial dan kebijakan pemerintah yang kurang memberikan perhatian terhadap pendidikan jasmani anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui permasalahan penelitian secara rinci dan mendalam, penelitian ini bertempat di Pendidikan Anak Usia Dini Amarilis, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan melibatkan 3 Guru dan 35 anak usia dini, teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi serta melakukan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perubahan kemampuan kognitif dengan ditandai pemecahan masalah melalui kegiatan kelompok, perubahan kemampuan afektif dengan ditandai rasa peduli antar sesama dan perubahan psikomotor dengan ditandai kecekatan anak usia dini dalam melakukan aktivitas melalui permainan edukatif berbasis alam, serta adanya peningkatan minat anak usia dini terhadap pembelajaran pendidikan jasmani. 
Kontribusi Senam Lansia dan IMT terhadap Kebugaran di RPSLU Pucang Gading Semarang Tahun 2017 Dasmiyanti, Ratna Wiwi
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.267 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.10619

Abstract

 The purpose of this study is to describe the relationship of the dance for elderly to fitness elderly,  as well as towards BMI gymnastics elderly and dance for elderly against BMI RPSLU Pucang Gading Semarang In 2017. The population in this research is elderly RPSLU Pucang Gading Semarang In 2017. The sample in this research is elderly get fit RPSLU Pucang Gading Semarang In 2017 as much as 26 elderly. The sampling technique used was Purposive Sampling. Data retrieval method using the method of survey measurement test method correlation with DN, IMT, Test Rockport. Data from the results of the test instrument is treated with the method of correlation analysis product moment regression analysis doubles with two Predictor. From the results of the analysis show that there is a positive relationship of the dance for elderly fitness  with a large contribution 21.1%. A positive and significant relationship between BMI against big contributions with 19.8%. Together possess a positive and significant relationship between elderly exercisers and fitness against elderly BMI with the great contribution of 36.5%. Conclusions that can be drawn is of three variables in this study had a positive and significant relationship. Together gave donations of 36.5%, the rest is influenced by other factors such as age, diet, etc. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan senam lansia terhadap kebugaran lansia, Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap kebugaran, serta senam lansia dan IMT terhadap kebugaran lansia di RPSLU Pucang Gading Semarang Tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia  RPSLU Pucang Gading Semarang Tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia bugar RPSLU Pucang Gading Semarang Tahun 2017 sebanyak 26 lansia. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Metode pengambilan data  menggunakan metode survei korelasi dengan metode tes pengukuran DN, IMT, Test Rockport. Data dari hasil instrumen tes diolah dengan metode analisis korelasi product moment analisis regresi ganda dengan dua prediktor. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dari senam lansia terhadap kebugaran lansia dengan besar kontribusi 21,1%. Hubungan yang positif dan signifikan antara IMT terhadap kebugaran dengan besar kontribusi 19,8%. Secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan signifikan antara senam lansia dan IMT terhadap kebugaran lansia dengan besar kontribusi 36,5%. Simpulan yang dapat diambil adalah dari tiga variabel yang diangkat dalam penelitian ini memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Secara bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 36,5%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti usia, pola makan dan lain-lain.   
The Influence of Outdoor Education and Gender on the Development of Social Values Ma'mun, Amung; Nugraha, Eka; Hakama, Adli; J, Jahidin
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.088 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.10461

Abstract

This article reveals the differences in the development of social values through outdoor educational activities (OE) equipped with structured and unstructured games by looking at gender factors. OE activities were conducted in Parongpong and Gunung Artapela, West Bandung West Java Indonesia, followed by 32 students divided into two groups. With a simple 2 x 2 factorial design, the first group was given an OE activity equipped with a structured game and a second group of unstructured games, amounting to 16 people per group. Before and after following OE each sample filled out a questionnaire about the development of social values (environmental care, self-control, communication, and cohesiveness). Gain scores are used to test the hypotheses of the questionnaire after and before following the OE through ANOVA and Tukey. The results are: firstly, there is no overall difference in the effect of OE equipped with structured games with unstructured development of social values; Secondly, there is an interplay between the game model in OE with gender so as to give different effects on the development of social values; Thirdly, there is a difference of influence between OE and structured game with unstructured development of social values in the male gender group, OE equipped with better structured game than unstructured game; Fourth, there is a difference in the effect of OE with unstructured game structured to the development of social values in women's gender groups, OE activities with unstructured games better than structured. OE activities require the right type of game according to their gender. Equips OE with structured games suitable for men and unstructured for women.ABSTRAKArtikel ini mengungkapkan perbedaan perkembangan nilai-nilai sosial melalui kegiatan outdoor education (OE) yang dilengkapi dengan permainan yang terstruktur dan tidak terstruktur dengan melihat faktor jenis kelamin. Aktivitas OE dilakukan di Parongpong dan Gunung Artapela, Bandung Barat, Jawa Barat Indonesia, diikuti oleh 32 siswa dibagi menjadi dua kelompok. Dengan desain faktorial 2 x 2, kelompok pertama diberi kegiatan OE yang dilengkapi dengan permainan terstruktur dan kelompok kedua dari permainan yang tidak terstruktur, yang berjumlah 16 orang per kelompok. Sebelum dan sesudah mengikuti OE setiap sampel mengisi kuesioner tentang pengembangan nilai sosial (perawatan lingkungan, pengendalian diri, komunikasi, dan integitas). Skor gain digunakan untuk menguji hipotesis kuesioner setelah dan sebelum mengikuti OE menggunakan ANOVA dan Tukey. Hasilnya adalah: pertama, tidak ada perbedaan menyeluruh  pengaruh OE yang dilengkapi dengan permainan terstruktur dengan pengembangan nilai-nilai sosial yang tidak terstruktur; Kedua, ada interaksi antara model permainan di OE dengan gender sehingga memberikan efek yang berbeda pada pengembangan nilai-nilai sosial; Ketiga, ada perbedaan pengaruh antara OE dan permainan terstruktur dengan pengembangan nilai-nilai sosial yang tidak terstruktur dalam kelompok gender laki-laki, OE dengan permainan terstruktur  lebih baik daripada permainan yang tidak terstruktur; Keempat, ada perbedaan dalam efek OE dengan permainan terstruktur tidak terstruktur untuk pengembangan nilai-nilai sosial dalam kelompok-kelompok gender perempuan, kegiatan OE dengan permainan yang tidak terstruktur lebih baik daripada yang terstruktur. Kegiatan OE membutuhkan jenis permainan yang tepat sesuai dengan gender mereka. OE dengan permainan terstruktur lebih cocok untuk pria dan tidak terstruktur untuk wanita.
Peningkatan Hasil Belajar Dribbling Sepakbola melalui Small Side Games Kusuma, Sagita; Ridwan, Mochamad
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.371 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.10618

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase learning outcames dribbling football through small side games. This research used quasi experiment with a quantitative approach. The research design used in this study is one group pretest-posttest design. The samples are class XI-3 totaling 33 students. Results of the analysis using SPSS version 20 can be seen of the calculated value (t-count) is greater than (t-table) with significance level of 5% or 0,05 the Ha accepted and Ho rejected. Whereas the significance of (t-count) is smaller (t-table) with a significance level of 5% or 0,05 the Ho is accepted and Ha rejected. From the results obtained by value (t-count) (t-table) (7.184 2,036) with a significance level of 5% or 0,05, then the appropriate basis for a decision in paired samples test, it can be cocluded Ha accepted and Ho rejected, which means there is the increase of test result after treatment with a percentage of 31.56% in students of class XI-3 senior high school 1 Bojonegoro. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar dribbling sepakbola melalui small side games. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah kelas XI-3 yang berjumlah 33 siswa. Berdasarkan perhitungan SPSS Statistic 20 diperoleh nilai thitung t tabel (7.184 2,036) dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05, maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji paired samples test, maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya ada peningkatan dari hasil tes setelah pemberian treatment dengan nilai persentase sebesar 31.56% pada siswa kelas XI-3 SMA Negeri 1 Bojonegoro. 
Kontribusi Keterampilan Gerak Fundamental terhadap Keterampilan Bermain Small-Sided Handball Games Mei Fadilah; Ricky Wibowo
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.189 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.7667

Abstract

In doing physical activities, elementary school students tend to enjoy various types of games. Game activities consists of various movement skills and games skills that must be mastered by students in order to obtain success during the games. The purpose of this study was to examine the correlation and contribution of fundamental movement skills toward games skills using small-sided handball games in elementary students. The method used was descriptive quantitative method. The subjects of the study were fourty 3rd grade students. The instrument used to measure FMS was by Test of Gross Motor Development - Second Edition (TGMD-2) consisting of locomotor and object control skills. While games skills consisting of games involvement (GI) and Games performance (GP) were measured using the observation format of Game Performance Assessment Instrument (GPAI) by selecting three main components there are  decision making component, skill execution and support on invasion game activity format. The results indicated that the FMS level was significantly correlated with games skills at a moderate levels (r = 0.47 and 0.43 for each GI and GP). Fundamental movement skills contributed 21.8% to GI and 18.6% contributed to GP. The results supported the hypothesis that fundamental movement skills have a significant correlation that is at a moderate level with games skills. ABSTRAKDalam melakukan aktivitas fisik, anak usia sekolah dasar cenderung menyenangi berbagai jenis permainan. Aktivitas permainan terdiri dari berbagai keterampilan gerak dan keterampilan bermain yang harus dikuasai siswa agar memperoleh keberhasilan dalami suatu permainan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi dan kontribusi keterampilan gerak fundamental terhadap keterampilan bermain permainan small-sided handball pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III  yang berjumlah 40 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur Keterampilan gerak fundamental adalah dengan Test of Gross Motor Development - Second Edition (TGMD-2) terdiri dari subdomain keterampilan lokomotor dan objek kontrol. Sedangkan keterampilan  bermain yang terdiri dari keterlibatan bermain (GI) dan penampilan bermain (GP) diukur menggunakan format observasi Game Performance Assessment Instrument (GPAI) dengan memilih tiga komponen yang disesuaikan  dan support pada format aktivitas permainan invasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat keterampilan gerak fundamental secara signifikan berkorelasi dengan keterampilan bermain pada tingkat sedang (r = 0.47 dan 0.43 untuk masing-masing GI dan GP). Keterampilan gerak fundamental berkontribusi sebesar 21.8% terhadap GI dan 18,6% berkontribusi terhadap GP. Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa keterampilan gerak fundamental memiliki korelasi yang signifikan yaitu pada tingkat sedang terhadap keterampilan bermain. 
Hubungan Explosive Power Otot Tungkai terhadap Akurasi Smash Jump Bulutangkis Tim Putra Pembinaan Prestasi Mahasiswa Pendidikan Olahraga Universitas Riau Romi Cendra
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.58 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.10462

Abstract

This study aims to see the explosive power of leg muscles against accuracy smash jump in badminton games. The type of research used is the correlation with the sample of 15 people. The result of data analysis is there is correlation of limb muscle explosive power to accuracy smash jump in badminton game, obtained r = 0.60 then the relation between variable X to Y is categorized rather low. Based on lilifors normality test showed normal distribution because L0max Ltabel or L0maks = 0,022 Ltabel = 0,220. Where significance in the test with t test and obtained t count = 2.7. Means thitung ttable (2.7 1.771). ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat explosive power otot tungkai terhadap akurasi smash jump dalam permainan bulutangkis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasi dengan sampel sebanyak 15 orang. Hasil analisis data yaitu terdapat hubungan explosive power otot tungkai terhadap akurasi smash jump dalam permainan bulutangkis, diperoleh r = 0,60 maka hubungan antara variable X terhadap Y dikategorikan agak rendah. Berdasarkan uji normalitas lilifors menunjukkan berdistribusi normal sebab L0maks Ltabel atau L0maks = 0,022 Ltabel = 0,220. Dimana keberartian di uji dengan uji t dan didapat thitung = 2,7. Berarti thitung ttabel (2,7 1,771).
Cover, Editorial team and Content for download, click pdf
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.21 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.10846

Abstract

JPJO 3 (1) 2018
Pengaruh Model Problem-Based Learning dan Discovery Learning serta Kecerdasan Intelektual terhadap Berpikir Kreatif Maria Andriani Barek Ladjar; Tite Juliantine; Mulyana M
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.784 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v3i1.9837

Abstract

This study aims to determine the effect of learning-based learning model and learning and Intellectual intelligence to creative thinking. This research includes experimental study using Factorial Design 2 x 2. Samples are all girls grade 8 SMP Santa Ursula Bandung 2017/2018 academic year as many as 60 people. The findings of this research include; 1) There is a significant influence of Problem-Based Learning Model on creative thinking to students who have high intellectual intelligence, 2) There is a significant influence of Problem-Based Learning Model on creative thinking to students who have low intellectual intelligence, 3) There is influence which is significant from the Discovery Learning Model of creative thinking in students with high intellectual intelligence, 4) There is a significant influence of the Discovery Model on creative thinking to students with low intellectual intelligence, 5) There is significant interaction of Problem-Based Learning Model and Discovery Learning as well as Intellectual Intelligence towards the improvement of creative thinking. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning dan Discovery Learning serta kecerdasaan Intelektual terhadap berpikir kreatif. Penelitian ini termasuk studi ekperimental menggunakan Desain Faktorial 2 x 2. Sampel adalah semua siswi putri kelas 8 SMP Santa Ursula Bandung tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 60 orang. Temuan penelitian ini diantaranya; 1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari Model Problem-Based Learning terhadap berpikir kreatif pada siswi yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi, 2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari Model Problem-Based Learning terhadap berpikir kreatif pada siswi yang memiliki kecerdasan intelektual rendah, 3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari Model Discovery Learning terhadap berpikir kreatif pada siswa yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi, 4) Terdapat pengaruh yang signifikan dari Model Discovery terhadap berpikir kreatif pada siswi yang memiliki kecerdasan intelektual rendah, 5) Terdapat interaksi yang signifikan dari Model Problem-Based Learning dan Discovery Learning serta Kecerdasan Intelektual terhadap peningkatan berpikir kreatif. 

Page 5 of 31 | Total Record : 310


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2025): The Role of Physical Eduation and Sports in Addressing Global Lifestyle Challen Vol 9, No 2 (2024): Improve physical competence, fitness, motivation, and enjoyment of physical acti Vol 9, No 1 (2024): Improve physical competence, fitness, motivation, and enjoyment of physical acti Vol 8, No 2 (2023): Health Benefits of Exercise and Physical Activity Vol 8, No 1 (2023): Health Benefits of Exercise and Physical Activity Vol 7, No 2 (2022): Physical Activity and Exercise for Health and Well-being Vol 7, No 1 (2022): Physical Activity and Exercise for Health and Well-being Vol 6, No 2 (2021): Opportunities from The Sport and Health Education to Improve Quality of Life Vol 6, No 1 (2021): Opportunities from The Sport and Health Education to Improve Quality of Life Vol 5, No 2 (2020): Improving Physical Education to Promote Healthy Growth Vol 5, No 1 (2020): Improving Physical Education to Promote Healthy Growth Vol 4, No 2 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education Vol 3, No 2 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education Vol 3, No 2 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education Vol 3, No 1 (2018): Empowering all student to active live and healthy through physical education Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 2 2017 Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 2 2017 Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 1 2017 Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 1 2017 Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 1 No 2 2016 Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 1 No 1 2016 More Issue