cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
Individu Komunikatif Menurut Jurgen Habermas Dalam Perspektif Filsafat Manusia Syahrul Kirom
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7205

Abstract

Manusia adalah makhluk yang unik, yang selalu menampilkan eksistensinya melalui pemikiran dan rasional. Keunikan manusia yang seperti itu telah lama dinyatakan oleh Aristoteles, filsuf klasik, bahwa manusia adalah animal rationale.  Rumusan yang seperti itu muncul dalam filsafat manusia. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, filsafat manusia saat ini mengalami pergeseran dan lebih tertarik dalam upaya  merumuskan manusia sebagai animal loquens (makhluk yang berbicara).Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptis-analitis. Metode yang digunakan adalah Hermeneutika untuk menafsirkan konsepsi pemikiran Jurgen Habermas  tentang manusia sebagai objek materialnya. Sedangkan objek formalnya adalah filsafat manusia.Hasil penelitian ini menemukan bahwa ternyata manusia tidak hanya berkutat pada wilayah refleksi diri atau makhluk yang berpikir saja. Namun manusia dapat berkomunikasi dengan yang lain. Individu manusia menemukan keunikan dan kepribadian jika mampu bersikap komunikatif, sikap komunikatif ini terlahir dari rasionalitas yang digagas oleh Jurgen Habermas. Keberadaan Individu komunikatif inilah yang menjadi hakekat manusia dalam kajian filsafat manusia. Eksistensi manusia menjadi ada, jika manusia itu mampu bersikap komunikatif. Komunikatif dalam artian untuk melakukan kritik-kritik atas keberadaan masyarakat modern. Dalam konteks manusia modern, adanya identitas ego memiliki peran yang sangat siginifikant sebagai upaya melakukan komunikasi antar pribadi dan dengan manusia yang lain. Individu komunikatif inilah yang menjadi bagian dari individu diskursif dalam menuju masyarakat komunikatif.
Membumikan Tuhan: Telaah Konsepsi Sufistik Wahdat al-Wujud dalam Lokus Perilaku Sosial Kemanusiaan A Syatori
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7258

Abstract

Tasawwuf atau sufisme sebagai salah satu dari khazanah intelektual Islam menempatkan aspek batiniah manusia pada posisi sentral dalam berbagai tema pembahasannya. Pada saat tertentu, bahkan seringkali menghubungkan kesempurnaan batin manusia dengan wujud yang satu, yang transenden, yakni wujud Tuhan. Pada perkembangannya, tema di atas telah memunculkan berbagai konsep yang secara spesifik dan kompherensip membahas pola hubungan tersebut. Salah satunya yang paling berpengaruh adalah konsep wahdat al-wujud yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh seorang sufi besar Islam dari Murcia, Andalusia, Spanyol yang bernama Muhammad Ibn ‘Ali Ibn Muhammad Ibn al-‘Arabi al-Tha’i al-Hatimi yang hidup pada abad ke-5 H atau abad ke-11 M (Austin, 1994: 17). Ia memiliki gelar Muhyiddin (penghidup agama) dan al-Syaikh al-Akbar (guru terbesar). Selanjutnya ia lebih dikenal dengan nama Ibn al-‘Arabi.
PERGESERAN MAKNA PADA NILAI SOSIAL UANG PANAI’ DALAM PRESPEKTIF BUDAYA SIRI’ Mutakhirani Mustafa; Irma Syahriani
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7250

Abstract

ABSTRAK: Tradisi uang panai’ adalah salah satu  tradisi suku Makassar yang selalu menarik untuk dikaji. Tradisi ini adalah bagian dari budaya siri’ na pacce dari suku bugis Makassar yang tetap eksis di era modern. Meski dalam pelaksanaannya telah terjadi pergeseran nilai, dimana makna uang panai tidak sama dari makna pada awal munculnya tradisi ini tapi hal tersebut tidak menjadikan tradisi uang panai terkikis di masyarakat bugis tapi sebaliknya tradisi ini semakin berkembang. Pada awal munculnya uang panai’ diyakini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada perempuan bangsawan dari seorang laki-laki yang akan meminang perempuan berdarah biru. Dengan kata lain uang panai sebenarnya membeli darah perempuan bangsawan, sedang untuk perempuan yang tidak berketurunan bangsawan tidak mendapatkan uang panai’ dari laki-laki yang akan meminangnya pada saat itu. OLeh karena itu menarik jika pergeseran makna pada uang panai dilihat dari persepektif budaya siri na pacce. Metodologi Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka ( library research). Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat diteliti nilai-nilai pada tradisi uang panai’ yang juga banyak mengalami pergeseran makna. Kata Kunci: uang panai1, siri2, bangsawan3, perempuan4, laki-laki5.
MAURICE MERLEAU-PONTY AND THE RESULTS OF HIS THOUGHTS Ali Mursyid Azisi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7153

Abstract

Maurice Merleau-Ponty is a philosopher of phenomenology who came from France. From some of his thoughts on several matters, in this case concerning the primacy of perception, the body as a subject, masochism, the unity of taste, and the ambiguity of the experience of taste, it is an interesting discussion to study, especially among academics. Not only that, from the results of his thinking, Merleau-Ponty is also called the "ignorant guide" by the Western world. From the results of his thinking, Merleau places the body as a subject that is absolutely owned by humans, while the environment and what the five senses perceive are called objects. From the opinions expressed, it is hoped that it will be useful for many circles. In collecting data in this article using qualitative methods with a review of relevant literature and accompanied by examples that can facilitate understanding. It is very important to explore more about Merleau-Ponty's thoughts, which in this case will be studied further in an article entitled Maurice Merleau-Ponty and the Results of His Thought. In this way, this article is hoped to be able to help academics discover the uniqueness of the thoughts and opinions of Maurice Merleau-Ponty.
Husuli dan Huduri dalam Konteks Filsafat Hikmah Muta'aliyyah Kholid Al Walid
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7117

Abstract

Tulisan ini menjelaskan bagaimana pandangan Mulla Sadra dalam menjelaskan ilmu husuli dan ilmu huduri. Ilmu Husuli dan Huduri yang sejak lama menjadi perdebatan panjang di antara para pemikir muslim menjadi perhatian serius Mulla Sadra. Pendefinisian pengetahuan merupakan basis awal yang berusaha dibangun oleh Mulla Sadra dalam mengkontruksi aliran filsafat Hikmah al-Muta’liyyah miliknya. Dengan pendekatan kualitatif dan melakukan kajian terhadap pemikiran dan karya-karya Mulla Sadra, dapat disimpulkan bahwa bagi Mulla Sadra perdebatan mengenai Husuli dan Huduri telah selesai dan tidak perlu diperlebar atau diperpanjang lagi. Husuli menempati posisis kedua yang menjadi ilmu pendukung, sedangkan huduri merupakan ilmu utama yang tertanam dalam diri manusia dan merupakan anugeran dari Tuhan.
RELASI PEREMPUAN-LAKI-LAKI PADA KOMUNITAS DAYAK HINDU-BUDHA BUMI SEGHANDU INDRAMAYU; Suatu Eksplorasi Antropologis Burhanudin Sanusi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7257

Abstract

Isu gender masih menarik dibincang karena meruntuhkan nilai-nilai lokal yang secara langsung mengukuhkan budaya patriarkal. Indonesia misalnya, adalah salah satu negara yang budayanya sedikit banyak berkarakter sangat patriarkal sekali. Tentu, hal ini bukan suatu klaim atau bentuk generalisasi. Ada komunitas tertentu di Indonesia justru mempunyai pemahaman dan keyakinan yang cukup mumpuni terhadap persoalan kesetaraan gender (gender equality). Kesadaran Komunitas tersebut telah menjadi bagian penting dalam pola relasi laki-laki-perempuan dalam bermasyarakat. Komunitas itu adalah Suku Dayak Hindu-Budha Bhumi Seghandu.Kata Kunci: Gender, Komunitas, Dayak, Indramayu
Maqamat dalam Tasawuf dan Delapan Jalan Kebenaran dalam Spiritualitas Buddha (Studi Komparatif) Rif’at Husnul Ma’afi; Najib Abdussalam
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7256

Abstract

Maqamat dalam tasawuf adalah jalan yang ditempuh oleh sufi untuk menaiki tangga spritual dari satu tingkatan ke tingkatan lain yang lebih tinggi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Agama Buddha memiliki ajaran menyerupai maqamat yang disebut dengan delapan jalan kebenaran ditempuh untuk menghilangkan penderitaan hidup guna memperoleh pencerahan dan nirwana. Bertolak dari pandangan ini, kajian ini akan memaparkan tentang maqamat dalam tasawuf dan delapan jalan kebenaran dalam spiritualitas Buddha dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Seterusnya untuk mengungkapkan persamaan dan perbedaan antara keduanya peneliti menggunakan metode perbandingan. Setelah melakukan kajian, peneliti menyimpulkan bahwa maqamat dalam tasawuf adalah kedudukan spiritual seorang hamba di hadapan Allah dalam ibadah dan usaha spiritualnya secara berjenjang untuk mencapai ma’rifat dan cinta-Nya. Tangga-tangga spiritual itu di antaranya ialah taubah، wara’, zuhud, faqr, sabar, tawakkal, dan ridlo. Sedangkan delapan jalan kebenaran dalam kehidupan spiritual Buddha adalah jalan yang ditempuh untuk menghilangkan penderitaan hidup yang mengantarkan seorang Buddha memperoleh pencerahan dan nirwana. Kedelapan jalan kebenaran itu adalah pandangan benar, niat benar, ucapan benar, perbuatan benar, mata pencarian benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar. Setelah melakukan studi komparasi antara keduanya, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat persamaan dalam hal tujuan yang hendak dicapai, sikap terhadap sifat tercela dan segela yang tercela, dan sebab yang menimbulkan segala yang tercela dan penderitaan. Adapun perbedaannya ada pada banyaknya jumlah jalan، urut-urutan، dan tahapan pengamalannya.Kata kunci: maqamat, tasawuf, 8 jalan kebenaran, spiritualitas Buddha.
PANDANGAN ONTOLOGIS MANAJEMEN KERJASAMA SEKOLAH DAN MASYARAKAT Asep Kurniawan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.6324

Abstract

This study aimed to reveal in-depth the ontology view of school and community cooperation management. The method of this study was a literature qualitative method. The research process was done descriptively and critically by focusing on the sharpness of the analysis on relevant and sources data. Research prioritized existing theories and concepts, then interpreted based on references that lead to discussion. Data analysis techniques were performed using content analysis. The results showed that the collaboration management of school and community was carried out through the delivery of information and partnerships carried out through the stages of fact finding, planning, implementing, and evaluating by educational institutions towards the community. The collaboration management of School and community was carried out to realize the educational goals.
ISLAM DAN NASIONALISME PERSPEKTIF SUKARNO Naila Farah; Rifqi Ulinnuha
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7255

Abstract

Refleksi pemikiran Soekarno pada masa pra-kemerdekaan mencerminkan akumulasi dari berbagai aliran pemikiran yang berkembang pada saat itu, hal ini terlihat dari obsesinya untuk mempersatukan golongan nasionalisme, Islam, dan Marxisme. Golongan nasionalis dan Marxis adalah mereka yang dari Jawa ataupun yang dari luar Jawa yang terpesona oleh Pustaka Barat dan beranggapan bahwa Islam adalah agama yang terbatas mengatur masalah perseorangan saja, bahkan golongan nasionalis yang netral agama dan komunis menganggap Islam sebagai agama yang tidak relevan dengan perkembangan zaman. Sedangkan golongan Islam seperti K.H. Ahmad Dahlan dan teman-temannya menganggap sebaliknya, yakni Islam bisa mengantisipasi perkembangan zaman dan bisa memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan manusia dalam berbagai bidang kehidupan baik yang bersifat individual maupun kelompok atau kenegaraan. Perspektif Sukarno tentang Islam dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal didapatkan dari budaya lokal (Jawa) dan faktor eksternal yang didapatkan dari pemikiran modernis.Kata Kunci: Islam, Nasionalisme, Pluralisme, Toleransi, Majemuk
Diskursus Nalar Islam dan Ilmu Pengatahuan dalam Menjelaskan Asal Usul Kehidupan Bumi EKO NOPRIYANSA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7154

Abstract

Biotransition Theory is a concept of thought and the results of the suitability test by conducting comparative experiments, in questioning the origin theory of earth life which was carried by several previous scientists such as Abiogenesis, Biogenesis, Louis Pasteur's theory, and Nasa's research which until now has not been able to universalize universally. complete with a series of theories that existed before. This paper aims to explain some of the findings and criticisms of previous theories by making a comparative approach to research and studies that the author is currently doing. Aside from being an effort to compare and test the suitability of the development of existing knowledge, this article also explains coherently to Biotransisi theory in terms of various aspects including the results of comparative studies of previous theories that have weaknesses both regarding the rationale to the experiments carried out by several previous scientists. By presenting the results of the experiments and the results of literature review, the steps in this research can answer completely the fundamental questions about the origin of earth's life, so that this paper becomes an important spotlight for various groups to carry out further studies of some of the thoughts set forth in the text this.

Page 1 of 1 | Total Record : 10