cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA NUSANTARA (TINJAUAN HISTORIS ISLAM DI NUSANTARA) Muhammad Ikhsan Ghofur
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9042

Abstract

Islam yang berkembang baik di Nusantara maupun daerah lainnya memiliki corak yang berbeda. Hal ini karena budaya yang berkembang dimasyarakat berbeda. Penelitian ini berusaha untuk menganalisis tentang proses masuknya Islam di Nusantara. Cara menganalisisnya menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan sejarah serta dianalisis secara deskriptif. Adapun hasil peneltian ini adalah pertama, sebelum Islam datang, Nusantara sudah memiliki kebudayaan dan kepercayaan. Kedua, agen yang menyebarkan agama Islam berusaha mengakomodir agama dengan budaya yang ada. Ketiga, dialektika agama Islam yang terjadi di Nusantara berbeda-beda tergantung dengan budaya yang berkembang, sehingga menjadi corak dan ciri khas tersendiri bagi masing-masing wilayah 
PAHAM KENABIAN MIRZA GHULAM AHMAD MENURUT PERSPEKTIF JAMAAH AHMADIYAH LAHORE (GAI) DI INDONESIA Sahid Al-Marwan; Hajam Hajam; Naila Farah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9373

Abstract

Ketegangan yang terjadi dalam menyikapi Ahmadiyah selama ini sesungguhnya dipicu oleh kesalahpahaman terhadap penggunaan istilah “nabi” yang digunakan Ahmadiyah dalam konteks tasawuf, sebagaimana para wali dan para sufi juga menggunakannya ketika pemimpin kharismatik aslinya (Ghulam) dijadikan titik fokus penghormatan dan cinta yang luar biasa, dari kacamata tasawuf, pola yang mirip dengan tarekat, karena menekankan bai’at dalam keanggotaannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan ajaran Ahmadiyah tentang Kenabian. Mirza Ghulam Ahmad (2) Memahami ajaran Ahmadiyah tidak menyimpang dari Islam yang dibawa Muhammad SAW (3) Mengetahui kebenaran pemahaman Mirza Ghulam Ahmad yang atas klaimnya mendapatkan Wahyu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data berasal dari data primer dan sekunder, data primer yaitu sumber tertulis primer dan sumber tertulis dengan alat mekanik menyaksikan peristiwa yang diceritakan (sumber autentik dan sumber langsung). Data sekunder berupa sumber-sumber yang berkaitan dengan peneltian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik content analysis, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan jamaah Ahmadiyah Lahore (GAI) di Indonesia secara umum memusatkan pada pengalaman Mirza Ghulam. 
IDEOLOGI SEBAGAI RAMALAN MASA DEPAN: HAKIKAT IDEOLOGI MENURUT KARL MANNHEIM Reno Wikandaru; Shely Cathrin
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9372

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hakikat ideologi menurut Karl Mannheim serta menganalisis landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang mendasari pemikirannya. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan memakai beberapa unsur metodis, yakni deskripsi, historis, analitika bahasa, abstraksi, hermeneutika, dan heuristika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Mannheim, ideologi mengacu pada sebuah kondisi yang belum atau tidak terjadi, dalam arti tidak ada dalam kenyataan. Ideologi berarti ramalan tentang masa depan berdasarkan pada sistem yang saat ini sedang berlaku. Selain itu, Mannheim juga membedakan dua macam ideologi, yaitu ideologi partikular dan ideologi total. Ideologi partikular adalah ideologi yang dipahami secara psikologis oleh seorang individu; sedangkan ideologi total adalah ideologi yang dimiliki oleh suatu komunitas sehingga sangat dekat dengan pengertian welstanchauung. Dari perspektif ontologis, dalam pemikiran Karl Mannheim tentang ideologi terkandung asumsi adanya realitas objektif. Dari perspektif epistemologi, pemikiran Karl Mannheim tentang ideologi menyiratkan pemikiran subjektivisme epistemologis. Dari perspektif aksiologis, kekuasaan yang berkaitan dengan politik masih menduduki hierarki yang tertinggi dalam ideologi.
TUHAN DALAM FITRAH MANUSIA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MERUBAHNYA: KAJIAN TEMATIK AYAT-AYAT DAN HADIS KETAUHIDAN Abd Muqit; Eko Zulfikar
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.8019

Abstract

Tulisan ini berusaha mengupas tentang fitrah manusia dalam bertuhan dan faktor-faktor yang merubahnya sejauh yang dipandang ayat al-Qur’an dan hadis Nabi. Karena penjelasannya mengaitkan ayat al-Qur’an, hadis Nabi, dan penjelasan para ulama terkait suatu tema, maka metode yang digunakan adalah tematik. Dengan demikian, hasil penelitian secara tematisasi menunjukkan bahwa fitrah manusia dalam bertuhan adalah mengimani dan bersaksi atas ketuhanan Allah SWT bahwa Dia Maha Esa. Namun sejak manusia lahir ke dunia, fitrah tersebut dapat berubah disebabkan beberapa faktor, antara lain: (1) faktor nasab atau orang tua; (2) faktor pengaruh setan; (3) faktor keilmuan; (4) faktor mengikuti hawa nafsu; dan (5) faktor takdir. Dari kelima faktor ini, yang pertama, kedua, dan keempat, masih relatif dapat berubah seiring dengan kekuatan dan bertambahnya ilmu pengetahuan agama (baca: faktor ketiga). Sementara faktor kelima tergantung kehendak Allah, karena sudah termaktub sejak zaman azali di mana takdir manusia telah ditetapkan. 
STUDI COMPARATIVE TEORI KONFLIK JOHAN GALTUNG DAN LEWIS A. COSER Ali Mursyid Azisi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9178

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang teori konflik yang diusung oleh Johan Galtung dan Lewis A Coses dengan pendekatan studi komparatif. Isi pembahasan artikel ini adalah mengkaji bagaimana kerangka teori yang dikemukakan kedua tokoh tersebut beserta pemahamannya dalam realitas kehidupan. Langkah yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan studi pustaka/library research. Metode penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian komparatif. Penelitian komparatif akan menemukan persamaanpersamaan dan perbedaan-perbedaan dari pendapat yang diusung kedua tokoh tersebut dalam memandang konflik pada realitas kehidupan. Artikel ini penting dikaji secara mendalam karena dengan mengetahui bagaimana kedua teori tersebut berpengaruh dan beroperasi. Diharapkan hasil penelitian ini akan menuai pemahaman bagi para akademisi dan menjadi tambahan perbendaharaan ilmu dalam bidang managemen konflik. Maka dengan begitu, hasil penelitian ini akan mempermudah siapapun dalam mencari referensi keilmuan yang memiliki keterkaitan dengan teori ini. 
KONSEP INSAN KAMIL AL JILI DALAM TAREKAT ASY-SYAHADATAIN Karomah Karomah; Sumanta Sumanta; Bisri Bisri; Siti Fatimah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9348

Abstract

Di dalam ajaran tarekat memuat banyak pelajaran mengenai cara bagaimana manusia hidup semestinya. Hidup sesuai dengan jalan yang Allah ridhoi agar mencapai kebahagian akhirat, begitu juga ketenangan batin di dunia. Tarekat melalui ajaran batinnya menyediakan jalan untuk menjadi diri sejati. Manusia merupakan makhluk pencari kesempurnaan yang mutlak, sudah menjadi fitrah manusia untuk selalu berusaha mencapai kesempurnaan. Artinya sampai saat ini manusia terus mengembangkan diri untuk berproses menuju kesempurnaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mana pada proses penelitian ini lebih cenderung untuk menganalisis suatu kejadian peristiwa. Sehingga metode yang digunakan adalah metode fenomenologi. Selain itu wawancara menjadi metode untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang kajian taraket syahadatain ini. Manusia sempurna mempunyai banyak istilah, seperti dalam tasawuf, diistilahkan dengan insan kamil. Insan kamil adalah manusia yang pada dirinya tercermin nama dan sifat Tuhan secara utuh, serta memiliki pengetahuan untuk mencapai tingkat kesadaran tertinggi menuju Tuhan. Insan kamil dalam tarekat Asy-Syahadatain ialah apabila seorang insan yang sudah melewati tahapan nafsu. Nafsu (Jiwa) adalah Unsur ruhani manusia yang memiliki pengaruh paling banyak dan paling besar di antara anggota ruhani lainnya yang mengeluarkan perintah kepada anggota jasmani untuk melakukan suatu tindakan.
STUDI TINDAKAN SOSIAL: TRADISI ZIARAH MAKAM NYI MAS GANDASARI DI DESA PANGURAGAN KABUPATEN CIREBON Maharani Maharani; Ahmad Asmuni; Burhanudin Sanusi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9374

Abstract

Ziarah makam adalah salah satu bentuk budaya atau adat istiadat bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Ziarah makam dilakukan dengan mengunjungi makam wali, para ulama, dan juga makam keluarga. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mempelajari atau menganalisis terkait dengan tradisi masyarakat yang masih melestarikan tradisi ziarah ke makam Nyi Mas Gandasari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, fenomena yang diamati adalah kebiasaan masyarakat yang telah diturunkan dari leluhur terkait dengan ziarah ke makam Nyi Mas Gandasari. MHasil dan diskusi dalam penelitian ini. Pertama, terkait dengan sejarah makam Nyi Mas Gandasari, yang di klaim sebagai salah satu tempat persinggahan atau tempat pertapaan wali Allah ketika menyebarkan Islam di Cirebon. Jadi disitulah tempat peristirahatan terakhir Nyi Mas Gandasari. Kedua, selain bertujuan untuk mendoakan sang mayit, peziarah datang dengan motivasi yang berbeda-beda, seperti ingin meminta kesembuhan dari penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh medis, membawa harapan agar segera dipertemukan oleh jodohnya, ingin mendapat ketenangan, ingin usahanya lancar, pekerjaannya lancar, dll. Ketiga, bentuk-bentuk perilaku keagamaan peziarah terekspresikan ke dalam cara mereka mendoakan sang mayit, seperti tahlilan, istighosah, berdo’a, dll. Masyarakat Desa Panguragan pun masih melestarikan tradisi-tradisi lainnya, seperti muludan, ruwatan desa, hingga rutin berziarah ke makam Nyi Mas Gandasari.
KONSEP TEOLOGI ISLAM DALAM PELAKSANAAN TRADISI KEUMAWEUH DAN PEUSIJUK DI KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN ACEH SELATAN Fuadi Fuadi; Dian Popi Oktari
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.8575

Abstract

dipraktekkan salah satu adatnya adalah keumaweuh dan peusijuk. Adat ini sebagai sebuah budaya yang telah menjadi bagian dari Islam, khususnya masyarakat Islam di Aceh. Penelitian ini ingin mengungkap bagaimana keumaweuh dan peusijuk diyakini dan beroperasi menjadi sebuah kepercayaan masyarakat yang secara keagamaan hal tersebut bukan sepenuhnya murni berasal dari ajaran agama. Penelitian ini menggunakan metode content analisis. Islam memiliki konsep universalisme yang mampu menyatu dan melebur dalam berbagai peradaban dan kebudayaan, Islam menyatu dan dapat diterima oleh berbagai bangsa dan peradaban. Keumaweuh dan peusijuk diyakini oleh masyarakat Aceh sebagai salah satu ritual yang dikaitkan dengan kepercayaan terhadap agama, karena syarat dengan nilai-nilai agama, yang mesti dijalankan. Hal tersebut dapat dilihat dari 3 (tiga) unsur, yaitu pertama; Pelaku Peusijuek, biasanya dilakukan oleh para tengku (ustadz) yang paham agama. Kedua, momen keumaweuh dan peusijuk. Ketiga, doa yang dibacakan adalah doa yang ditujukan kepada Allah SWT, dengan menggunakan doa-doa yang dari al Quran dan Sunnah. Melihat ketiga tinjauan tersebut, dapat disimpulkan bahwa adat masyarakat Aceh keumaweuh dan peusijuk sangat syarat dengan nilai-nilai keislaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai Islam, sehingga menjadi sebuah kepercayaan masyarakat.
STRATEGI PENDIDIKAN TERBUKA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERAGAMA BAGI NARAPIDANA ANAK DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN Imam Asyrofi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9117

Abstract

Bentuk pembinaan yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan khusus anak perlu mendapatkan apresiasi yang positif, tetapi juga dilakukan evaluasi secara konsisten, jangan sampai lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan untuk menjadi manusia siap kembali kemasyarakat tapi justru menjadi tempat mendapatkan pembelajaran yang baru dalam melakukan tindak kejahatan. tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pembinaan; menganalisis masalah-masalah dan mengetahui solusi dan upaya perbaikan dari pelaksanaan program pembinaan andikpas. Simpulan dari penelitian ini adalah lembaga pemasyarakatan khusus anak Sukamiskin Bandung sudah melakukan pembinaan yaitu memberikan pengoyoman kepada anak didik pemasyarakatan agar menjadi manusia yang lebih baik, melalui program pembinaan baik yang bersifat umum maupun yang khusus melalui pendidikan SMP Terbuka; permasalahan yang ditemukan kurangnya umpan balik dari anak didik pemasyarakatan dalam proses pembelajaran, tingkat kehadiran para pengajar dalam memberikan pembelajaran, ditambah ketersediaan sarana dan prasarana penunjang; solusi yang dilakukan memberikan motivasi kepada anak didik pemasyarakatan untuk mengikuti pembinaan yang dilakukan khususnya dalam pendidikan; kerjasama dengan berbagai pihak; motivasi dan dukungan kepada segenap pengajar untuk mempertahankan kualitas pembelajarannya; memaksimalkan sarana dan prasana yang tersedia. Rekomendasi yang diberikan bagi anak didik pemasyarakatan diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi untuk mengubah dirinya sendiri dari sifat dan perilaku negatif dibarengi dengan mengikuti program pembinaan yang ada selama dalam lembaga pemasyarakatan; bagi lembaga pemasyarakatan diharapkan dapat meningkatkan bentuk pelayanan pembinaan baik dari unsur sarana prasarana maupun dalam program pembinaannya yang dilakukan secara efektif dan kreatif serta berdaya guna; bagi masyarakat diharapkan tidak lagi memberikan penilaian yang negatif kepada mantan narapidana khususnya anak didik pemasyarakatan karena mereka telah mendapatkan pembinaan selama berada dalam lembaga pemasyarakatan.
أثر التوحيد في السعادة عند ابن قيم الجوزية Achmad Reza Hutama Al Faruqi; Aqmarina Shofita; Filaila Nur Faiza
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.8626

Abstract

Most Muslims used the Western ways to get happiness and did not open their eyes and hearts to a review of ideas about the true happiness in the portrayal of Islam itself and appears in the closure of the Islamic scientific cabinets until it leads to the separation of faith from unification and Happiness. . The study of this research is using the method of Sufism, a kind of Library Research, its purpose is to understand the true meaning of Tauhid and happiness in Ibn Qayyim, and to analyze it in some Muslim scholars, using the descriptive analysis method. The researcher found that Tauhid has the highest place in happiness. Because Tauhid is the belief in God's unity and non-existence. Tawheed is divided into three sections: the Tauhid of rububiyah, the Tauhid of uluhiyah, the Tauhid of Asma wa ash-shifat. The concept of happiness when the son of the values of the nut is the feeling near to God as if he was lying before his Lord, and was the happiness of the son of the values of the nut. And happiness has two types: the earthly happiness and the happiness of the Acharonism. Happiness is divided into three sections: external, physical, and psychological and spiritual happiness heart.

Page 1 of 1 | Total Record : 10