cover
Contact Name
Hamdan Sugilar
Contact Email
Hamdan Sugilar
Phone
-
Journal Mail Official
pmtk@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Analisa
ISSN : 25495135     EISSN : 25495143     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Analysa Is a Journal published by Department Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Starting Year 2013. Emphasizing On Aspects Related to Mathematics Learning Include: Curriculum, Strategy / Method, Learning Media, Evaluation, Psychology of Mathematics Learning, Didactical Mathematics , Thinking Process and Development of Mathematics, History / Philosophy of Mathematics and Other Mathematics Education. Journal Analysa is published twice a year in June and December with 5 articles per number or 10 articles per year. Copyright Department of Mathematics Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Analisis kesulitan belajar mahasiswa pada materi integral Erma Monariska
Jurnal Analisa Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v5i1.4181

Abstract

Integral merupakan konsep yang penting dalam kalkulus selain turunan. Integral memiliki peranan yang penting dalam berbagai bidang sains dan industri. Integral juga banyak dipergunakan dalam memecahkan persoalan dalam berbagai bidang seperti volume, panjang kurva, perkiraan populasi, usaha, dan lain-lain. Namun demikian sebagian besar mahasiswa menganggap bahwa materi integral merupakan materi yang sulit dipahami. Oleh karena itu perlu adanya suatu kajian tentang kesulitan yang dialami mahasiswa pada materi integral dan faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan kesulitan tersebut mengingat sangat pentingnya konsep ini dalam menempuh mata kuliah berikutnya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini, subjeknya adalah mahasiswa tingkat II semester empat Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Suryakancana Cianjur tahun akademik 2017-2018. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang dialami mahasiswa terletak pada kemampuan matematis yang dimiliki mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal integral. Kemampuan tersebut meliputi lemahnya atau kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap teorema dasar kalkulus terutama pada konsep turunan. Kesulitan yang dialami mahasiswa terletak pada kesalahan dalam memahami soal, kesalahan dalam keterampilan proses (termasuk kesalahan perhitungan algoritma, penulisan simbol, dan kesalahan pemisalan sebelum melakukan pengintegalan), serta kesalahan karena kurang cermat dalam mengerjakan soal dan mengelola waktu yang disediakan dalam menjawab dan menyelesaikan soal-soal integral sehingga soal tidak dapat terselesaikan dengan baik. Adapun faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa pada materi integral adalah kurangnya latihan dalam mengerjakan soal-soal integral dan lemahnya pemahaman mahasiswa terhadap konsep teorema dasar kalkulus. Setelah dilakukan analisis dan kajian tentang masalah ini diharapkan adanya perbaikan baik dalam segi  kurikulum, metode pembelajaran maupun pengembangan bahan ajar. Integral is an important concept in calculus other than derivative. Integral has an important role in various fields of science and industry. Integral is also widely used in solving problems in various fields such as volume, curve length, population estimates, effort, and so on. However, most students assume that integral material is an elusive material. Therefore, there is a need for a study of the difficulties experienced by students in integral material and what factors cause these difficulties given the very importance of this concept in taking the next course. The research method uses a qualitative descriptive method. In this study, the subject was the fourth semester level II student of Mathematics Education Study Program, Suryakancana University, Cianjur, 2017-2018 academic year. Data collection techniques are carried out using test instruments and interviews. The results showed that the learning difficulties experienced by students lay in the mathematical abilities students have in solving integral questions. These capabilities include the weakness or lack of understanding of students on the basic theorem of calculus, especially in the concept of derivatives. The difficulties experienced by students lie in errors in understanding the problem, errors in process skills (including algorithmic calculation errors, symbol writing, and example errors before conducting the integration), as well as errors due to inaccurate work on the problem and managing the time provided in answering and solving problems It's an integral so the problem can't be solved properly. The factors that cause student learning difficulties in integral material are the lack of training in working on integral questions and the weak understanding of students about the concept of the basic calculus theorem. After analysis and study of this problem, it is expected that there will be improvements both in terms of curriculum, learning methods and the development of teaching materials.
Penggunaan Emotional Freedom Technique (EFT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Cece Hermawan; Nunung Sobarningsih; Yayu Nurhayati Rahayu
Jurnal Analisa Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Terbit Bulan Juni Tahun 2015
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i1.5371

Abstract

Kemampuan kognitif siswa diduga masih rendah. Salah satunya disebabkan guru di sekolah cenderung menggunakan pembelajaran konvensional yang membuat siswa menjadi tidak aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan EFT menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang dilakukan MTs Darul Ulum YTM Pasir Tanjung Kab. Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah gambaran aktivitas siswa dan guru dengan EFT, kemampuan kognitif siswa sebelum dan sesudah menggunakan EFT, kemampuan kognitif siswa sebelum dan sesudah menggunakan konvensional, perbedaan pengaruh EFT dan model Konvensional terhadap kemampuan kognitif siswa, serta sikap siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan EFT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen. Data yang diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa tes dan instrumen nontes. Setelah dilaksanakan observasi, data dikaji dan dianalisis. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh: (a) Gambaran aktivitas siswa dan guru tergolong baik. (b) Nilai rata-rata siswa sebelum dan sesudah menggunakan EFT berturut-turut adalah 18,33 dan 34,67. (c) Nilai rata-rata siswa sebelum dan sesudah menggunakan konvensional  berturut-turut adalah 13,67 dan 25,00. (d) Terdapat perbedaan pengaruh EFT dan Konvensional terhadap kemampuan siswa. (e) Skor respon positif siswa terhadap EFT sebesar 3,60 (siswa memiliki respon positif untuk EFT).
Pengaruh Model Active Learning Teknik Turnamen Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Sub Pokok Bahasan Kubus dan Balok Siti Kholisoh
Jurnal Analisa Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Terbit Bulan Juni Tahun 2015
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i1.5360

Abstract

Pembelajaran yang diperkirakan mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model active learning teknik turnamen belajar. Tujuan penelitian ini: mengetahui proses belajar mengajar dengan model active learning teknik turnamen belajar;  mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika dengan pembelajaran active learning teknik turnamen belajar; mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model konvensional; perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model active learning teknik turnamen belajar dibandingkan dengan yang menggunakan model konvensional pada sub pokok bahasan kubus dan balok. Adapun hasil yang diperoleh: persentase rata-rata aktivitas siswa pada tiap pertemuannya meningkat yaitu dari  pertemuan I (56,69%) ke pertemuan II (61,61%) ke  pertemuan III (63,40%). dari pengolahan data hasil posttest kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen, kemampuan pemecahan masalah matematika menggunakan model active learning teknik turnamen belajar diperoleh rata-rata 81,06% dengan kriteria penilaian tinggi; kelas VIIIA sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model konvensional kemampuan pemecahan masalah matematika siswa rata-ratanya adalah 74,44% dengan kriteria penilaian cukup; berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16.0 for window diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan model active learning teknik turnamen belajar lebih baik dibandingkan pembelajaran dengan model konvensional pada sub pokok kubus dan balok sehingga dapat meninggkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Perbandingan model generative learning dan model guide discovery learning meningkatkan komunikasi matematis siswa Wedi Septian; Rahayu Kariadinata; Yayu Nurhayati Rahayu
Jurnal Analisa Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Terbit Bulan Juni Tahun 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i2.5381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: bagaimana gambaran proses  pembelajaran menggunakan model Generetive Learning (GL) dan model Guide Discovery Learning (GDL) serta kualitas peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah memperoleh pembelajaran dengan model GL, model Guide Discovery Learning dan model  Konvensional, perbedaan pencapaian antara kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model GL, model GDL dan model  Konvensional dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika yang menggunakan  model GL dan model GDL. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan dengan menggunakan model GL dan model GDL terlaksana dengan baik, peningkatan kemampuan komunikasi matematis setelah memperoleh pembelajaran dengan model GL, model GDLdan model  Konvensional  dengan kriteria peningkatan ketiga kelas berturut-turut yaitu sedang, tinggi dan sedang, terdapat perbedaan pencapaian kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model GL, model GDL dan model Konvensional serta sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model GL dan model GDL bersikap positif.
Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Komik dalam Menyelesaikan Soal Cerita untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ariny Fauziyyah; Nunung Sobarningsih; Asep Jihad
Jurnal Analisa Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Terbit Bulan Juni Tahun 2015
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i1.5354

Abstract

Belajar matematika adalah belajar memecahkan suatu masalah dalam konsep yang abstrak. Untuk mengupayakan agar siswa terlibat secara aktif dalam mengikuti pembelajaran yaitu dengan menggunakan media pembelajaran, seperti media komik yang akan digunakan pada penelitian ini. Penggunaan media komik dimaksudkan untuk membantu siswa dalam kesulitan menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan pembelajaran menggunakan media komik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian yang telah dilaksanakan dapat dikatakan berhasil. Terlihat dari hasil penelitian sebagai berikut: (a) aktivitas siswa mengalami peningkatan pada tiap siklusnya, persentase aktivitas siswa paling tinggi tedapat pada siklus III yaitu sebesar 85,18%. Sedangkan aktivitas guru selama proses pembelajaran juga sudah dinilai baik. (b) rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siklus I sebesar 78,18 dengan kriteria tinggi, siklus II sebesar 79,09 dengan kriteria tinggi, dan siklus III sebesar 81,51 dengan kriteria tinggi. (c) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah menggunakan media komik menunjukkan pada kriteria tinggi yaitu 81,21 dan (d) Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan media komik secara keseluruhan adalah positif. Hal ini terlihat dari rata-rata skor sikap siswa lebih besar daripada skor sikap netral siswa.
Penerapan Model Knisley untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Wulan Purnamasari
Jurnal Analisa Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Terbit Bulan Juni Tahun 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i2.5380

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang dilakukan di kelas VII SMPN 51 Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah: gambaran pembelajaran matematika siswa dan guru yang menggunakan model pembelajaran matematika Knisley melalui tugas terstruktur dan tugas biasa, perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran matematika Knisley melalui tugas terstruktur, tugas biasa dan pembelajaran konvensional, kualitas peningkatan model pembelajaran matematika Knisley melalui tugas terstruktur dan model pembelajaran matematika Knisley melalui tugas biasa, serta sikap siswa terhadap pembelajaran matematika yang menggunakan model pembelajaran matematika Knisley melalui tugas terstruktur dan melalui tugas biasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode berbentuk Nonequivalent (Pretest dan Posttest) Control Group Design. Data yang diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa tes dan nontes. Setelah dilaksanakan observasi dan dianalisis. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh: gambaran aktivitas siswa dan guru mengalami peningkatan menjadi semakin baik, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran matematika Knisley melalui tugas terstruktur, model pembelajaran matematika Knisley dan pembelajaran konvensional, kualitas peningkatan yang diperoleh yaitu kualitas rendah, serta siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran matematika Knisley
Pengaruh Penggunaan Media Lottery Card Terhadap Pencapaian Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Smp Pada Pokok Bahasan Segiempat W A Safitri
Jurnal Analisa Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Terbit Bulan Juni Tahun 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i2.5359

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa yang menggunakan pembelajaran dengan Media Lottery Card berkelompok dan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan, perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa, sikap siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan Media Lottery Card berkelompok dengan pembelajaran yang menggunakan media Lottery Card berpasangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Hasil penelitian (a) Persentase aktivitas guru yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok mengalami peningkatan sebesar 26%. Persentase aktivitas guru yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan mengalami peningkatan dari 57% menjadi 78,6%. Persentase aktivitas siswa yang menggunakan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok mengalami peningkatan dari 54% menajdi 82%. Persentase aktivitas siswa yang menggunakan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan mengalami peningkatan dari 54% menajdi 82%. (b) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa antara yang menggunakan pembelajaran konvensional, pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok dan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan. (c) Sikap siswa yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok bersikap positif sedangkan sikap siswa yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan bersikap negatif
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Geometri Van Hiele Siswa SMP Melalui Model Pembelajaran Example Non Examples Nanang Suherman
Jurnal Analisa Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Terbit Bulan Juni Tahun 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i2.5379

Abstract

Pokok bahasan geometri yang berhubungan dengan visualisasi gambar seringkali mengakibatkan siswa tidak senang dalam menghadapi pelajaran matematika. Jika dihubungkan dengan kemampuan berpikir matematis maka kemampuan yang paling cocok untuk dikembangkan berdasarkan masalah tersebut adalah kemampuan berpikir geometri Van Hiele. Tahapan berpikir geometri Van Hiele terdiri dari tahap pengenalan, analisis, pengurutan dan deduksi. Untuk mengaplikasikannya peneliti menggunakan model pembelajaran Example non Examples yang sejalan dengan berpikir geometri Van Hiele karena menggunakan media gambar. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui aktifitas guru dan siswa di kelas, kemampuan berpikir geometri Van Hiele siswa, dan sikap siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMPN 8 Bandung kelas VIII-C semester 2 tahun ajaran 2011/2012. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar  yang berupa tes formatif dan post tes. Untuk memperoleh data mengenai sikap siswa digunakan angket skala sikap. Dari hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa aktifitas guru dan siswa mengalami peningkatan untuk setiap siklus, kemampuan berpikir geometri Van Hiele siswa untuk setiap siklus pada sebagian besar siswa tergolong penguasaan tinggi dan lengkap, kemampuan berpikir geometri Van Hiele siswa diseluruh siklus pada sebagian besar siswa tergolong penguasaan tinggi dan lengkap. Dan hampir seluruh siswa bersikap positif terhadap pelajaran matematika, pembelajaran Example non Examples, dan soalsoal geometri Van Hiele. Terlihat dari rata-rata skor sikap siswa untuk setiap indikator selalu lebih besar dari pada skor netral siswa.
Pengaruh Penggunaan Media Lottery Card Terhadap Pencapaian Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Smp Pada Pokok Bahasan Segiempat Donny Prasetyanto; Agus Hikmat Syaf; Yayu Nurhayati Rahayu
Jurnal Analisa Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Terbit Bulan Juni Tahun 2015
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v2i1.5374

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa yang menggunakan pembelajaran dengan Media Lottery Card berkelompok dan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan, perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa, sikap siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan Media Lottery Card berkelompok dengan pembelajaran yang menggunakan media Lottery Card berpasangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Hasil penelitian (a) Persentase aktivitas guru yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok mengalami peningkatan sebesar 26%. Persentase aktivitas guru yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan mengalami peningkatan dari 57% menjadi 78,6%. Persentase aktivitas siswa yang menggunakan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok mengalami peningkatan dari 54% menajdi 82%. Persentase aktivitas siswa yang menggunakan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan mengalami peningkatan dari 54% menajdi 82%. (b) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa antara yang menggunakan pembelajaran konvensional, pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok dan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan. (c) Sikap siswa yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok bersikap positif sedangkan sikap siswa yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan bersikap negatif.
Pengembangan soal matematika bernuansa Islami Nunung Sobarningsih; Juariah Juariah; Rikrik Nurdiansyah; Ayu Retno Purwanti; Rahayu Kariadinata
Jurnal Analisa Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v5i2.5895

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan soal matematika bernuansa Islami atau soal terintegrasi. Maksud terintegrasi disini merupakan keterhubungan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari berlandaskan nilai-nilai Islami. Jenis penelitian ini merupakan penelitian research and development (R&D)  dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung dan Kabupaten Sukabumi. Instrumen penelitian terdiri dari seperangkat soal bernuansa Islami dan angket. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa soal matematika bernuansa Islami telah memiliki kriteria soal yang baik melalui tahapan (R&D) sehingga layak untuk digunakan. Peserta didik merespon baik terhadap soal bernuansa Islami. Bagi peserta didik dan guru meskipun hal baru namun soal tersebut memberikan manfaat yang lebih bermakna akan adanya soal terintegrasi yang diharapkan tertanam nilai-nilai karakter yang baik.

Page 6 of 17 | Total Record : 165