cover
Contact Name
Hamdan Sugilar
Contact Email
Hamdan Sugilar
Phone
-
Journal Mail Official
pmtk@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Analisa
ISSN : 25495135     EISSN : 25495143     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Analysa Is a Journal published by Department Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Starting Year 2013. Emphasizing On Aspects Related to Mathematics Learning Include: Curriculum, Strategy / Method, Learning Media, Evaluation, Psychology of Mathematics Learning, Didactical Mathematics , Thinking Process and Development of Mathematics, History / Philosophy of Mathematics and Other Mathematics Education. Journal Analysa is published twice a year in June and December with 5 articles per number or 10 articles per year. Copyright Department of Mathematics Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Implementasi Metode Penemuan Terbimbing (Discovery Learning) dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Novi Novisah; Nunung Sobarningsih
Jurnal Analisa Vol 1, No 2 (2014): Volume 1 Nomor 2 Terbit Bulan Juni Tahun 2014
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v1i2.2895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan pembaharuan dalam model pembelajaran matematika sebagai respon terhadap rendahnya kemampuan pemahaman matematika siswa kelas IV MI Cicarulang Tasikmalaya yang ditunjukkan dari rata-rata nilai sumatif siswa pada mata pelajaran matematika yaitu 4,43. Juga terhadap proses pembelajaran yang masih menggunakan pembelajaran biasa sehingga aktivitas siswa cenderung pasif. Melihat kenyataan di atas, maka peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dengan harapan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa, dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta  lingkungan belajar yang kondusif.  Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  ) terhadap siswa kelas IV MI Cicarulang Tasikmalaya  sebanyak 20 siswa. dengan langkah-langkah yang dilakukan berupa kegiatan siklus yaitu plan (perencanaan), act (tindakan), observe (pengamatan), dan reflect(refleksi). Adapun Instrumen yang digunakan adalah  pre tes, tes formatif, post test, dan lembar observasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara klasikal pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing telah memenuhi kriteria belajar tuntas.
Pendekatan Pembelajaran Generatif Sebagai Upaya Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematika Siswa pada Pokok Bahasan Phytagoras kelas VII di MTs Asy-Syarifiyyah Bandung Arifin Rachman; Nunung Sobarningsih; Juariah Juariah; Agus Hikmat Syaf
Jurnal Analisa Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 Terbit Bulan Juni Tahun 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v1i1.2893

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sukar oleh peserta didik dan banyak factor yang mempengaruhi pandangan peserta didik terhadap mata pelajaran tersebut, salah satu hal yang menjadi factor nya ialah metode pendekatan pembelajaran. Umumnya para guru masih menggunakan metode umum pada saat pengajaran yaitu dengan menjelaskan lalu diikuti oleh latihan soal-soal. Suatu soal merupakan masalah bagi siswa apabila soal tersebut tidak dikenalnya atau belum memiliki prosedur atau algoritma tertentu untuk menyelesaikannya, tetapi siswa tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelesaikannya. Dalam hal ini peneliti akan memaparkan hasil uji coba Metode Pembelajaran Generative terhadap siswa sebagai upaya meningkatkan pemecahan masalah matematika pada pokok bahasan Phytagoras
Peningkatan kompetensi mahasiswa uin sunan gunung djati bandung dalam merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp) matematika berbasis nilai-nilai islam Asep Jihad
Jurnal Analisa Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v4i2.3695

Abstract

Mahasiswa prodi pendidikan matematika selain memiliki kemampuan menguasai konsep matematika, mengajar juga harus mampu membuat Lesson Plan (LP) berdasarkan nilai Islam sebagai ciri khas mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kemampuan siswa untuk mengembangkan LP, masih belum optimal, peneliti tertarik untuk membuat model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan mempersiapkan LP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif. Penelitian ini dilakukan pada 40 siswa jurusan pendidikan matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam mempersiapkan Matematika LP berdasarkan nilai-nilai Islam, instrumen yang digunakan dalam kuesioner dan tes kemampuan untuk membangun LP berbasis nilai-nilai Islam. Hasil penelitian, pelaksanaan ceramah tentang peningkatan kemampuan siswa untuk merancang LP berdasarkan nilai Islam termasuk kategori sedang, hasil LP berbasis nilai Islam masih belum muncul dalam konten matematika, tujuan pembelajaran dan evaluasi. Dengan demikian, desain model kuliah di prodi matematika harus berkolaborasi
Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self regulated learning siswa melalui model problem based learning (pbl) Intan Fauziah; Samsul Maarif; Trisna Roy Pradipta
Jurnal Analisa Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v4i2.3916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang diajarkan dengan model PBL dan yang diajarkan dengan pendekatan scientific; menyelidiki keterkaitan antara self regulated learning dan kemampuan komunikasi matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang ada di SMP Negeri 205 Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 36 siswa dari kelas eksperimen dan 36 siswa dari kelas kontrol. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang diajarkan dengan model PBL dan siswa yang diajarkan dengan pendekatan scientific; terdapat keterkaitan (hubungan) antara self regulated learning dan kemampuan komunikasi matematis siswa.Improvement of mathematical communication skills and self-regulated learning through problem based learning (PBL) modelsThe purpose of this research to investigate differences of the increasing mathematics communication ability which used to problem based learning model, investigate correlation between self-regulated learning and mathematics communication ability. Method of this research used to quasi experiment with pretest-posttest control group design. The population of this study is 7th grader students of 205 Junior High School in Jakarta, then This research used 36 students from control class and 36 students from experiment class. The determination of sample used cluster random sampling. The result of this research are, there is a difference improvement of students mathematics communication ability which thought used to PBL models and scientific, there is correlation between students self-regulated learning and mathematics communication ability. 
Pengembangan lkm berbasis inquiry untuk mengoptimalkan kemampuan penalaran adaptif Yenni Yenni; Eka Rachma Kurniasi
Jurnal Analisa Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v4i2.3201

Abstract

Kemampuan penalaran adaptif adalah salah satu unsur penting dalam menunjang keberhasilan mahasiswa untuk mencapai hasil belajar maksimal pada mata kuliah teori bilangan. Unsur ini berperan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan, menarik kesimpulan dari suatu pernyataan dan memeriksa kesahihan suatu argument. Agar dapat mengoptimalkan kemampuan ini, peneliti menyusun lembar kerja mahasiswa(LKM) berbasis Inquiry. LKM yang dilengkapi dengan langkah langkah Inquiry membuat mahasiswa aktiv berlatih mengikuti perintah dan urutan yang tertera pada LKM. Dengan sering berlatih mengisi LKM dan kewajiban mengkomunikasin hasil, kemampuan adaptif mahasiswa dapat terlatih dan pada akhirnya membantu mahasiswa meraih hasil maksimal pada belajar teori bilanganDevelopment of inquiry-based student worksheets to optimize adaptive reasoning abilitiesThe aim of this study is to produce Student Worksheets that can optimizing the ability of adaptive reasoning. The method used is development research. Adaptive reasoning ability is the focus of research because it is one of the important elements in supporting students' success in achieving maximum learning outcomes in number theory courses. This element has a role to improve the ability of students to provide reasons or evidence of the truth of a statement, draw conclusions from a statement and examine the validity of an argument. In order to optimizing this ability, researchers compiled Inquiry-based student worksheets. Student worksheet that are equipped with Inquiry steps make active students practice following the orders and sequences listed on the student worksheet. By often practicing questions that are indicators of adaptive reasoning, filling in student worksheets and the obligation to communicate results, adaptive abilities of students can be trained and ultimately help students achieve maximum results in learning number theory. Thus, number theory student worksheets compiled with inquiry are effective in optimizing adaptive reasoning abilities
Kemampuan generalisasi mahasiswa pada perkuliahan kapita selekta matematika sma Sendi Ramdhani
Jurnal Analisa Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v4i2.3926

Abstract

Generalisasi adalah detak jantung matematika, dan muncul dalam berbagai bentuk. Sayangnya itu digunakan dalam ukuran yang sangat rendah dalam pendidikan. Generalisasi sangat penting bagimatematika sehingga banyak profesional tidak lagi memperhatikannyakarena bagi mereka hal itu adalah dasar. Tapi justru pergeseran perhatian para ahli telah terintegrasi ke dalam pemikiran pemula.Generalisasi dalam pembelajaran matematik merupakan hal yang penting karena mengajarkan tentang jenis situasi dimana konsep ini dapat diterapkan, dan mendorong siswa untuk mencari situasi lain yang dapat mereka terapkan. Jika guru tidak menyadari kehadirannya, dan tidak terbiasa membuat siswa bekerja untuk mengekspresikan generalisasi mereka sendiri, maka pemikiran matematis tidak akan terjadi. Mahasiswa pendidikan matematika tentunya harus memiliki kemampuan generalisasi, selain akan menghadapi berbagai mata kuliah-mata kuliah matematika, dimana salah satu aspek yang paling penting dalam pemikiran matematis. Mahasiswa pendidikan matematika juga sebagai calon guru matematika harus mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan generalisasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan generalisasi mahasiwa pada perkuliahan kapita selekta matematika sma dan kesulitan yang dihadapi mahasiwadalam menyelesaikan soal-soal kemampuan generalisasi.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode studi kasus  dimana peneliti melakukan ekplorasi mendalam terhadap satu atau lebih orang. Penelitian ini akan dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Suryakancana. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa: Kemampuan generalisasi mahasiswa pendidikan matematika berada pada kategori rendah dalam beberapa tahapan generalisasi, yaitu kesulitan mengenali pola, menuliskan pola atau aturan dalam bahasa verbal, dan memformulasikan pola atau aturan dalam bahasa simbolik. The generalization ability of students in the Kapita Selekta matematika course in senior high schoolGeneralization is a mathematical heartbeat and appears in various forms. Unfortunately, it is used in a very low measure in education. Generalization is very important for mathematics so that many professionals no longer pay attention to it because for them it is basic. But precisely the shift in the attention of experts has been integrated into the beginner's thinking. Generalization in mathematical learning is important because it teaches about the types of situations in which this concept can be applied, and encourages students to look for other situations that they can apply. If the teacher is not aware of his presence and is not used to making students work to express their own generalizations, mathematical thinking will not occur. Mathematics education students certainly must have generalization skills, in addition to facing various mathematics courses, which are one of the most important aspects of mathematical thinking. Students of mathematics education, as well as prospective mathematics teachers, must develop learning that can improve generalization skills. The purpose of this study is to describe the ability of generalizations of students in the lecture on the subject of high school mathematics and the difficulties faced by students in solving generalization skills. This study was conducted with a case study method in which researchers conduct in-depth exploration of one or more people. This research will be carried out in the Mathematics Education Study Program FKIP Suryakancana University. From the results of this study it is known that: The generalization ability of mathematics education students is in the low category in several stages of generalization, namely difficulty recognizing patterns, writing patterns or rules in verbal language, and formulating patterns or rules in symbolic language.
Penerapan model probing-promting learning untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa Samsul Arifin; Elsa Komala
Jurnal Analisa Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v4i2.2763

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model probing-promting learning terhadap pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dan mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model probing-promting learning. Penelitian ini menggunakan eksperimen kuasi, dengan nonquivalen control design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negri 3 Campaka, populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, adapun yang dijadikan sampel dipilih sebanyak dua kelas dari 5 kelas yang ada, dengan teknik  purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal kemampuan penalaran matematis dan angket sikap. Pengolahan data pencapaian kemampuan penalaran matematis menggunakan persentase hasil postes siswa, peningkatan kemampuan penalaran matematis menggunakan Mann-Whitney, dan data sikap siswa menggunakan presentase jawaban setiap siswa dari hasil angket. Berdasarkan analisis data, hasil pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa menggunakan model probing-promting learning dengan kategori sedang, pencapaian siswa kemampuan penalaran matemais dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan kategori rendah. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dengan menggunakan model probing-promting learning lebih baik dari pada peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa menggunakan model pembelajaran konvensional dengan kategori sedang. Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model probing-promting learning sangat baik.Application of probing-prompting learning models to improve students' mathematical reasoning abilitiesThe purpose of this research is to know the application of probing-proming learning model to the achievement and improvement of students' mathematical reasoning ability and to know the student's attitude toward mathematics learning by using probing-promting learning model. This study used quasi experiments, with nonquivalent control design. This research was conducted at State Junior High School 3 Campaka, the population of this research is all students of class VIII, while the sample is selected as many as two classes from 5 classes, with purposive sampling technique. The instrument used is about the ability of mathematical reasoning and attitude questionnaire. Data processing achievement of mathematical reasoning ability using percentage of student postes result, improvement of mathematical reasoning ability using Mann-Whitney, and student attitude data using percentage of answer each student from result of questionnaire. Based on data analysis, the achievement of students 'mathematical reasoning ability using the medium-term probing-promting learning model, students' achievement of mathematical reasoning ability using conventional learning model with low category. The improvement of students 'mathematical reasoning ability using probing-promting learning model is better than improving students' mathematical reasoning ability using conventional learning model with medium category. Students' attitude toward learning mathematics using probing-promting learning model is very good. 
Pengembangan produk asuransi mitra mabrur plus ajb bumiputera 1912 dengan mempartisi dana tabarru Rini Cahyandari; Riva Lesta Ariany; Tika Karlina Rachmawati; Nurul Hidayah Eka Putri; Hasniah Aliah; Rahayu Kariadinata; Adam Malik
Jurnal Analisa Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v4i2.3090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk asuransi Mitra Mabrur Plus sehingga lebih banyak manfaat yang diperuntukkan bagi nasabah dan ahli warisnya, selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon nasabah yang terikat dengan polis asuransi mitra mambrur plus mengenai pengembangan produk yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan membuat ilustrasi data asuransi, menerjemahkan, membuat model integrasi, melakukan partisi serta mencari factor-faktor yang mempengaruhi. Sedangkan untuk mengetahui respon dari pengembangan produk asuransi Mitra Mabrur Plus ini, penyebaran kuesioner ditujukan kepada para nasabah yang terikat dengan polis asuransi Mitra Mabrur Plus. Hasil penelitian menghasilkan table partisi dan integrasi asuransi syariah, dan hasil kuesioner menunjukkan bahwa kesediaan untuk menambah jumlah unit merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi nasabah untuk menambah jumlah unit.
Karakteristik pencapaian kemampuan pembuktian dan kepercayaan diri mahasiswa melalui metode moore Iyon Maryono; Siska Amanda Lucita Dewi; Agus Hikmat Syaf
Jurnal Analisa Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v4i2.3681

Abstract

Pembuktian dalam matematika adalah suatu aktivitas yang penting, tetapi aktivitas ini tergolong sulit bagi mahasiswa calon guru matematika. Masalah ini salah satunya dipengaruhi oleh kepercayaan-diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik pencapaian kemampuan pembuktian matematis dan kepercayaan-diri mahasiswa melalui metode Moore. Penelitian ini menggunakan metode campuran bertahap yaitu tahap kuantitatif dan tahap kualitatif. Pada tahap kuantitatif disimpulkan bahwa kemampuan pembuktian pada kelas yang menggunakan metode Moore lebih baik daripada kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung. Metode Moore dapat mengungkap proses perkembangan capaian pembelajaran mahasiswa dalam pembuktian, sehingga dosen dapat memberikan umpan balik untuk mengembangkannya. Pada tahap kualitatif, dihasilkan karakteristik kemampuan pembuktian beberapa mahasiswa. Karakteristik ini ditinjau berdasarkan respon mahasiswa terhadap masalah pembuktian. Pada pembelajaran dengan metode Moore, mahasiswa tidak diperbolehkan membuka bahan ajar, sehingga dosen harus mengikuti alur berpikir mahasiswa dan mengarahkan proses berpikirnya. Sebagai implikasi, metode Moore baik digunakan dengan catatan mahasiswa harus belajar terlebih dahulu sebelum pembelajaran di kelas. Characteristics of achievement of proof ability and student confidence through the Moore methodProving in mathematics is an important activity, but this activity is classified as difficult for prospective mathematics teacher students. This problem is influenced by self-confidence.The purpose of this study was to analyze the characteristics of achievement of students' mathematical proving ability and self-confidence through the Moore method.This study uses a phased mixed method, namely quantitative and qualitative stages. In the quantitative stage, it was concluded that the ability to prove the class using the Moore method is better than the class that uses the direct learning model. Moore's method can reveal the process of developing student learning outcomes in proof, so that lecturers can provide feedback to develop it. In the qualitative stage, the characteristics of the ability of several students are produced. these characteristics are reviewed based on student responses to the problem of proof.In the Moore method of learning, students are not allowed to open teaching materials, so the lecturer must follow the flow of student thinking and direct the thinking process. As an implication, the Moore method is well used with the notes that students must study before learning in class 
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis pada materi himpunan Deden Wahyu Hidayat; Heni Pujiastuti
Jurnal Analisa Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v5i1.4120

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan dan persentase kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis khususnya pada materi Himpunan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap 4 Maja kabupaten lebak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan pedoman wawancara. Langkah-langkah penyelesaian masalah yang dianalisis terdiri atas empat tahap, yaitu; memahami soal, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali solusi yang diperoleh. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kesalahan memahami soal sebesar 4,4%; kesalahan menyusun rencana sebesar 16,5%; kesalahan melaksanakan rencana sebesar 17,0%; dan kesalahan memeriksa kembali solusi yang diperoleh sebesar 14,8%. Kesalahan melaksanakan rencana disebabkan siswa kurang hati-hati dalam melakukan perhitungan matematika dan siswa juga kurang hati-hati dalam menentukan kesimpulan terhadap permasalahan yang diberikan.

Page 4 of 17 | Total Record : 165