Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan bahan ajar berbasis cerita bergambar matematika Sifa Pratiwi; Elsa Komala; Erma Monariska
Jurnal Analisa Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v6i2.9033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar berbasis cerita bergambar matematika serta mengetahui kelayakannya pada materi statistika untuk siswa smp kelas VIII. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Media cerita bergambar ini dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian menunjukan kelayakan bahan ajar berbasis cerita bergambar matematika pada materi statistika untuk siswa SMP kelas VIII yang dikembangkan dan menghasilkan kriteria yang layak digunakan.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH PROGRAM LINEAR Erma Monariska; Elsa Komala
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.913 KB) | DOI: 10.25134/jes-mat.v7i1.3884

Abstract

This article aims to find out how the mathematical representation abilities and difficulties experienced by students in solving problems in the Linear Program course. The research method uses descriptive quantitative methods. Subjects in this study were students of level III Mathematics Education Study Program, University of Suryakancana, data collection was carried out using test instruments in the form of descriptive questions related to mathematical representation abilities. The results of this study are: 1) Students have a fairly good mathematical representation ability and are classified as moderate in the linear program course but are still weak in indicators of the ability to represent mathematical expressions (making mathematical equations or models, solving problems involving mathematical expressions). This is because students are not familiar with story questions and non-routine questions and mathematical representation questions; 2) Students experience difficulties in designing, compiling, formulating and constructing mathematical models correctly, determining the feasible area (solution area) as well as the solution point of the given problem, as well as carelessness and lack of student care in calculating and completing the iteration process and forgetting to determine variables entry and exit so that it has an impact on the work results / improper solutions of the problems presented.
Analisis kesulitan belajar mahasiswa pada materi integral Erma Monariska
Jurnal Analisa Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v5i1.4181

Abstract

Integral merupakan konsep yang penting dalam kalkulus selain turunan. Integral memiliki peranan yang penting dalam berbagai bidang sains dan industri. Integral juga banyak dipergunakan dalam memecahkan persoalan dalam berbagai bidang seperti volume, panjang kurva, perkiraan populasi, usaha, dan lain-lain. Namun demikian sebagian besar mahasiswa menganggap bahwa materi integral merupakan materi yang sulit dipahami. Oleh karena itu perlu adanya suatu kajian tentang kesulitan yang dialami mahasiswa pada materi integral dan faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan kesulitan tersebut mengingat sangat pentingnya konsep ini dalam menempuh mata kuliah berikutnya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini, subjeknya adalah mahasiswa tingkat II semester empat Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Suryakancana Cianjur tahun akademik 2017-2018. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang dialami mahasiswa terletak pada kemampuan matematis yang dimiliki mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal integral. Kemampuan tersebut meliputi lemahnya atau kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap teorema dasar kalkulus terutama pada konsep turunan. Kesulitan yang dialami mahasiswa terletak pada kesalahan dalam memahami soal, kesalahan dalam keterampilan proses (termasuk kesalahan perhitungan algoritma, penulisan simbol, dan kesalahan pemisalan sebelum melakukan pengintegalan), serta kesalahan karena kurang cermat dalam mengerjakan soal dan mengelola waktu yang disediakan dalam menjawab dan menyelesaikan soal-soal integral sehingga soal tidak dapat terselesaikan dengan baik. Adapun faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa pada materi integral adalah kurangnya latihan dalam mengerjakan soal-soal integral dan lemahnya pemahaman mahasiswa terhadap konsep teorema dasar kalkulus. Setelah dilakukan analisis dan kajian tentang masalah ini diharapkan adanya perbaikan baik dalam segi  kurikulum, metode pembelajaran maupun pengembangan bahan ajar. Integral is an important concept in calculus other than derivative. Integral has an important role in various fields of science and industry. Integral is also widely used in solving problems in various fields such as volume, curve length, population estimates, effort, and so on. However, most students assume that integral material is an elusive material. Therefore, there is a need for a study of the difficulties experienced by students in integral material and what factors cause these difficulties given the very importance of this concept in taking the next course. The research method uses a qualitative descriptive method. In this study, the subject was the fourth semester level II student of Mathematics Education Study Program, Suryakancana University, Cianjur, 2017-2018 academic year. Data collection techniques are carried out using test instruments and interviews. The results showed that the learning difficulties experienced by students lay in the mathematical abilities students have in solving integral questions. These capabilities include the weakness or lack of understanding of students on the basic theorem of calculus, especially in the concept of derivatives. The difficulties experienced by students lie in errors in understanding the problem, errors in process skills (including algorithmic calculation errors, symbol writing, and example errors before conducting the integration), as well as errors due to inaccurate work on the problem and managing the time provided in answering and solving problems It's an integral so the problem can't be solved properly. The factors that cause student learning difficulties in integral material are the lack of training in working on integral questions and the weak understanding of students about the concept of the basic calculus theorem. After analysis and study of this problem, it is expected that there will be improvements both in terms of curriculum, learning methods and the development of teaching materials.
Resiliensi dan Kemampuan Koneksi Matematik dengan Pembelajaran Berbasis Vark dalam Menyelesaikan Soal pada Mata Kuliah Analisis Vektor Elsa Komala; Erma Monariska
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 4 No 1 (2020): January 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v4i1.3149

Abstract

Artikel ini menyajikan tentang hasil penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, yang dilakukan terhadap mahasiswa semester VI kelas B tahun akademik 2017/2018 pada mata kuliah Analisis Vektor. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan resiliensi dan kemampuan koneksi matematik dalam menyelesaikan soal pada mata kuliah Analisis Vektor. Instrumen yang digunakan adalah soal tes kemampuan koneksi matematik berupa Soal UAS dan angket resiliensi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa: (1) Resiliensi matematik mahasiswa yang menggunakan pembelajaran berbasis VARK pada mata kuliah Analisis Vektor hampir seluruhnya memberikan respon positif; (2) Kemampuan koneksi matematik dalam menyelesaikan soal pada mata kuliah Analisis Vektor menggunakan pembelajaran berbasis VARK  rata-ratanya adalah  75.
Penggunaan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Moch Gustiana Sulaeman; Nia Jusniani; Erma Monariska
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 1 (2021): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v3i1.992

Abstract

Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, serta untuk mengetahui sikap siswa terhadap model pembelajaran CPS yang digunakan adalah quasi eksperimen semu dengan desain Non Equivalent Group Pretest-Posttest Desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Cilaku semester genap tahun 2017/2018. Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII D sebagai keals eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol yang ditentukan menggunakan teknik Sampling Purposive. Untuk pengolahan data menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan angket siswa. Berdasarkan hasil analisis data,dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran CPS lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran biasa dan sikap siswa terhadap model pembelajaran CPS adalah positif.Kata kunci: Pemecahan masalah matematis siswa,  Creative Problem Solving (CPS)Andriatna, R. (2012). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Melalui Menulis Matematika Dalam Pembelajaran Bebasis Masalah. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi VI.  Jakarta: Rineka Cipta.Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23 dan 24 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta : Depdiknas. Fitriani, N. (2010). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.Jursa, H. (2013). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VII SMPMelalui Pendekatan Metacognitive Nter Speech. Desertasi SPS UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.Purbawanto, S.. (2013). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah, Komunikasi DanSelf-Efficacy Matematis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Metacognitive Scaffolding. Desertasi SPS UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.CVSyaban, M. (2009). Menumbuhkan Daya Matematis Siswa. [Online]. Tersedia: http://educare.e-fkipunla.net[10 Januari 2018].Syaripudin, T. (2006). Landasan Pendidikan. Bandung: FIP UPI.
Penerapan Media YouTube untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Ari Septian; Erma Monariska; Eka Yunita
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v10i3.12817

Abstract

This study aims to answer whether after applying YouTube media to mathematics learning can improve students' mathematical understanding skills in class X SMK PGRI 1 Tourism Cianjur. The research method used is a quasi-experimental method with the design form The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this study were students of class X SMK PGRI 1 PariwisataCianjur. Involving a sample of 31 students from two classes selected through purposive sampling technique. Class X Banking as an experimental class and class X Catering as a control class. The instrument used is a test instrument in the form of a pretest and posttest to measure the ability of mathematical understanding and non-test in the form of an attitude scale questionnaire. Quantitative data analysis in this study uses SPSS 22. The results of the analysis show that increasing mathematical understanding skills by applying YouTube media is better than mathematical understanding skills using ordinary learning.
MATHEMATICS CONTENT KNOWLEDGE DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA MELALUI BLENDED LEARNING Elsa Komala; Erma Monariska
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.935 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6142

Abstract

Penguasaan content knowledge pada materi pelajaran merupakan faktor penentu kesuksesan atau kegagalan dalam proses pengajaran dan keterampilan pedagogi abad ke-21 yang dilaksanakan guru. Kaitannya dengan hal tersebut masih banyak mahasiswa calon guru belum memiliki sikap bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan yang merupakan salah satu indikator dari kemandirian belajar. Blended learning merupakan salah satu pembelajaran yang bisa mengakomodir mathematics content knowledge dan kemandirian belajar mahasiswa dengan memanfaatkan serta memaksimalkan teknologi yang ada di lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mathematics content knowledge dan kemandirian belajar mahasiswa melalui blended learning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan kategori One Short Case Study. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di Cianjur, yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021, dengan sampel 17 orang mahasiswa 3A yang mengikuti matakuliah Kapita Selekta Matematika SMA dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa tes soal uraian dan angket kemandirian belajar. Pengolahan data untuk melihat mathematics content knowledge setelah menggunakan blended learning menggunakan uji-t pihak kanan, angket keamandirian belajar dihitung berdasarkan persentase respon positif mahasiswa. Setelah dianalisis diperoleh bahwa mathematics content knowledge mahasiswa melalui blended learning rata-rata sama dengan 75 dan kemandirian belajar mahasiswa melalui blended learning sebagian besar merespon positif. Mastery of content knowledge in subject matter is a determining factor for success or failure in the teaching process and 21st century pedagogical skills implemented by teachers. In relation to this, there are still many prospective teacher students who do not have a responsible attitude towards the assignments given, which is an indicator of independent learning. Blended learning is a learning that can accommodate mathematics content knowledge and student learning independence by utilizing and maximizing existing technology in the environment. This study aims to determine mathematics content knowledge and student learning independence through blended learning. This study used a quasi-experimental method with the One Short Case Study category. The population in this study were students of the Mathematics Education Study Program in Cianjur, which was held in the odd semester of the 2020/2021 academic year, with a sample of 17students of 3A taking the Kapita Selekta Mathematics course in high school using a purposive sampling technique. Data collection techniques in the form of test questions description and self-learning questionnaire. Data processing to see mathematics content knowledge after using blended learning using the rightside t-test, the learning independence questionnaire is calculated based on the percentage of positive student responses. After being analyzed, it was found that students' mathematics content knowledge through blended learning averaged 75 and student learning independence through blended learning mostly responded positively.
Pengaruh Pembelajaran Group Investigation dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Setiawan, Erwan; Jusniani, Nia; Komala, Elsa; Monariska, Erma
PRISMA Vol 11, No 1 (2022): PRISMA Volume 11, No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i1.2087

Abstract

Pengetahuan awal merupakan faktor yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami suatu konsep materi. Dapat diasumsikan, mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal akan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik pada konsep walaupun tanpa perlakuan khusus seperti penggunaan model pembelajaran tertentu ataupun pemberian motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan pemecahan masalah, pengaruh antara motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah, dan pengaruh pembelajaran Group Investigation dan motivasi belajar secara simultan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket. Materi pembelajaran yang diujikan adalah aritmatika sosial dan perbandingan yang termasuk ke dalam mata kuliah Kapita Selekta Matematika SMP. Subjek penelitian yaitu mahasiswa pendidikan matematika tingkat 1 tahun ajaran 2019/2020 Universitas Suryakancana. Hasil penelitian menyatakan bahwa model-model regresi yang terbentuk merupakan model regresi yang baik karena memenuhi semua asumsi yang diperlukan. Dari model-model regresi yang terbentuk didapat kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh secara signifikan dari pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan pemecahan masalah, tidak terdapat pengaruh secara signifikan dari motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, dan tidak terdapat pengaruh signifikan dari pembelajaran Group Investigation dan  motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Trigonometri Ditinjau dari Langkah Polya Nurizlan, Ami; Komala, Elsa; Monariska, Erma
PRISMA Vol 11, No 2 (2022): PRISMA Volume 11, No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i2.2530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari langkah penyelesaian polya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMK Kesehatan Bhakti Medika Cianjur (BMC) sebanyak 20 orang yang diberikan soal tes dan 6 orang diambil dengan  purposive untuk diwawancara. Instrumen yang digunakan adalah soal tes uraian dan wawancara. Teknik analisis data dalam bentuk kata-kata dan menggunakan persentase untuk jawaban siswa yang kemudian di deskripsikan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) 25% siswa mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah yaitu berupa kesulitan dalam mengubah bentuk cerita ke bentuk matematika, membuat model matematika dan kurang paham maksud dari soal tersebut; 2) 16% siswa mengalami kesulitan pada tahap membuat rencana penyelesaian masalah dikarenakan lupa rumus yang digunakan, kurangnya pemahaman konsep siswa, dan kesulitan dalam mengubah langkah penyelesaian ke bentuk matematikanya; 3) 24% siswa mengalami kesulitan pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian masalah dikarenakan  siswa tidak mengetahui langkah solusi yang tepat untuk menyelesaikan soal tersebut; 4) 19% siswa mengalami kesulitan pada tahap menyimpulkan jawaban dan mengaitkan sesuatu yang diperoleh dengan yang ada dalam soal siswa disebabkan siswa kurang teliti dalam membuat kesimpulan dan enggan memeriksanya kembali.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Formulate Share Listen Create (FSLC) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Motivasi Belajar Siswa Bulan, Suci Mulyani Cahya; Komala, Elsa; Monariska, Erma; Septian, Ari
PRISMA Vol 12, No 1 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i1.3105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif Formulate Share Listen Create (FSLC), serta pengaruh model pembelajaran kooperatif FSLC terhadap kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah one-shot case study, desain penelitian ini tidak memiliki kelompok kontrol dan tidak diberi pretes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu MTs swasta di Cianjur semester genap tahun ajaran 2021/2022. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive yaitu satu kelas VIIIH yang terdiri dari 25 orang. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemamuan komunikasi matematis dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif FSLC dan angket motivasi belajar siswa. Analisis data menggunakan statstik deskriptif yang dibuat ke dalam kategorisasi. Sedangkan untuk melihat pengaruh model pembelajaran kooperatif FSLC terhadap kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa menggunakan uji regresi linear dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif FSLC didominasi oleh kategori tinggi, ada pengaruh model pembelajaran kooperatif FSLC terhadap kemampuan komunikasi matematis dengan kategori sedang dan ada pengaruh terhadap motivasi belajar dengan kategori kuat.