cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
SYAHADAH : Jurnal Ilmu Al-Qur?an & Keislaman
ISSN : 23380349     EISSN : 23380349     DOI : -
Jurnal Syahadah merupakan jurnal Ilmu al-Qur’an dan keislaman dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Kitab Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Karya Ibnu ‘Asyur Dan Kontribusinya Terhadap Keilmuan Tafsir Kontemporer abdul Halim
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.587 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v2i2.83

Abstract

tafsir Ibnu 'Asyur merupakan salah satu mahakarya tafsir yang memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan di samping juga ada beberapa kekurangan. Tafir karya Ibnu Asyur memiliki peran yang sangat penting dalam kancah keilmuan tafsir kontemporer. Budaya kritisisme dalam tafsir ini sangat bagus dan merupakan sikap yang perlu dikembangkan. Selain itu, asumsi dasar penafsiran serta pedoman-pedoman penafsiran yang digagas Ibnu ‘Asyur dalam tafsirnya bisa menjadi pijakan ulama-ulama kontemporer dalam menulis karya tafsir.
REKONSTRUKSI OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF DALAM PEMIKIRAN ISLAM (Studi Penafsiran Abdul Hamid Hakim tentang Ahli Kitab) Nasrullah Nasrullah
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.047 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v5i1.69

Abstract

Tulisan ini mengangkat salah satu pemikiran ulama Nusantara, yang bernama Abdul Hamid Hakim. Tokoh yang menjadi fokus kajian ini, memiliki suatu penafsiran tentang konsep ahli kitab. Pendekatan  dalam  analisis  kajian  ini  menggunakan  teori hermeneutika  Schleirmacher  tentang  dimensi  rekonstruksi objektif  dan  subjektif  pengarang  dalam  membedah pemikirannya. Dalam  analisisnya  yang  menarik  dan  dianggap kontroversial,  tokoh  ini  memberikan  tafsir  dalam  konteks memperluas  cakupan  makna  ahli  kitab,  tidak  se-ekslusif sebagaimana  tafsiran  para  mufassir  klasik  pda  umummnya. Konsekuensi  tafsir  ini  berdampak  pada  suatu  inklusifitas terhadap cakupan komunitas kaum beriman dalam konfigurasi sosial,  politik  dan  budaya  dalam  hubungannya  dengan  kaum muslim.  Oleh  sebab  itu  pemikirannnya  tentang  ahli  kitab  ini dianggap sebagai kontribusi argumentatif dalam konteks tafsir hubungan antar agama di era multi agama dan  multi kultural kini.
ISTERI BERPUASA PERLU IZIN SUAMI Ridhoul Wahidi
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.753 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v1i2.65

Abstract

Islam  adalah  agama  rahmatan  li  al-alamin.  Oleh  karenanya,  secara ideal,  Islam  membuka  kesempatan  dan  peran  yang  sama  bagi  laki-laki  maupun perempuan  untuk  berprestasi  dalam  berbagai  bidang  lapangan  kehidupan.Banyak ayat al-Qur’an yang menyebutkan masalah ini, di  antaranya adalah QS. ali Imran: 195, al-Nisa: 124. Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia ideal adalah individu  yang  bertakwa  dan  hal  ini  berlaku  bagi  laki-laki  maupun  perempuan. Ketika  kita  mendapatkan  sebuah  hadis  yang  menjelaskan  bahwa  seorang  isteri ingin  melaksanakan ibadah puasa harus izin kepada suami terlebih dahulu, hal ini  seakan-akan  bertentangan  dengan  ayat  al-Qur’an  yang  mana  laki-laki maupun perempuan yang berbuat baik, maka ia sama halnya di hadapan Allah. Juga  hadis  ini  seakan-akan  mendeskreditkan  perempuan,  yang  mana  otoritas tertinggi ada pada suami. Apakah suami juga harus berlaku demikian yakni minta izin terlebih dahulu kepada isteri jika ia mau berpuasa?
TRADISI SIMA’AN DALAM RASULAN Zulva Afifah
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.035 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v4i2.117

Abstract

Pelaksanaan upacara tradisi rasulan pada dasarnya merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat atas keselamatan, kesejahteraan yang diberikan oleh Allah Swt. Dimensi-dimensi Islam dalam tradisi rasulan secara tersirat dapat dilihat dengan munculnya tradisi-tradisi yang bernuansa Islam, semisal semaan al-Qur’an.Tradisi simaan al-Qur’an membawa pengaruh yang besar di dusun Rejosari, Dodogan dan Kedungdayak. Pada hakikatnya, tujuan dari simaan al-Qur’an di sini adalah menggunakan kesempatan yang berbau islami berkaitan dengan tasyakuran desa, meningkatkan ritual seseorang, sebagai pemersatu umat, meningkatkan ibadah (mendapat pahala), sebagai pengharapan ridho Allah, minta keselamatan dengan jalan beramal shaleh, untuk ketenangan warga, untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada al-Qur’an dan untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada al-Qur’an
TAFSIR AL-AHKAM KARYA ABDUL HALIM HASAN BINJANI Ridhoul Wahidi rafiuddin Afkari
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2097.386 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v3i2.79

Abstract

Berdialog mengenai tasir al-Qur’an bagi orang asing (non arab), al-Qur’an harus diperjelas agar dapat dicerna dan dipahami baik melalui media terjemahan atau penjelasan (exegesis). Sementara terjemahan atau penjelasasan sendiri tergolong dalam tafsir. Di wilayah Nusantara (Indonesia) khususnya, tidak semua masyarakat Muslim dapat memahami ayat al-Qur’an secara langsung, perlu adanya alat bantu, seperti terjemahan atau tafsir. Jauh-jauh hari, para pemikir Islam Indonesia telah berupaya menerjemahkan dan menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an agar dapat dipahami oleh Umat Islam Nusantara. Salah satu ulama yang berasal dari Sumatera Utara, tepatnya di Binjai yakni Abdul Halim Hasan menulis sebuah karya monumental yakni tafsir al-Ahkam. Sebagai seorang ulama, beliau mencurahkan ilmunya mengupas aspek hukum dalam alQur’an  yang  kemudian  menjadi  corak  dan  karakteristik  dalam penafsirannya.  Hal  ini  penting  bagi  tiap  umat  Muslim  akan kandungan hukum yang dapat dipecahkan berdasarkan al-Qur’an dan  sunnah.  Kemudian,  pengetahuan  yang  mendalam  terhadap ayat-ayat hukum pada gilirannya akan melahirkan produk tafsir yang  fleksibel  sesuai  dengan  tuntutan  zaman  dan  tidak  rigid. Nah,  tulisan  ini  kiranya  penting  mengungkap  ayat-ayat  yang selalu  ramai  diperbincangkan  dan  masih  memiliki  perbedaan sehingga  menimbulkan  polemik  dimasyarakat  sehingga  dengan tulisan ini masyarakat dapat memahaminya dan tujuan al-Qur’an diturunkan  akan  selalu  relevan  dengan  zaman  (shalihun  likulli zaman)  serta  menjadi  acuan  bagi  umat  Islam  dalam  menjalani setiap langkah kehidupan.
AFAL RASUL : SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM Fiddian khairudin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.832 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v1i1.60

Abstract

Seluruh  perbuatan  atau  perilaku  serta  ucapan  Nabi  Saw.  adalah “wahyu”  karena  Nabi  Saw.  adalah  pribadi  spesial  maka  tidak  satupun  materi ucapan atau bentuk perilaku perbuatan Nabi Saw. yang dilakukan tanpa identitas wahyu, ia tidak berasal dari hawa nafsunya belaka, karena setiap perbuatan dan ucapan  Nabi  Saw.  senantiasa  diawasai  oleh  Allah  Saw.  Namun  bukan  berarti pribadinya  lepas  dari  humanitas,  dari  sisi  inilah  perlu  peninjauan  lebih mendalam  tentang  Af‟al  Rasul,  akhirnya  ditemukan  perbuatan  Nabi  Saw.  yang bersifat  spontanitas,  inisiatif  dan  kekhususan.  Bagi  pengikut  beliau,  af‟al  Rasul bukan sebuah pemasalahan yang tidak dapat dipahami, namun  dibutuhkan  kadar akal yang mulia karena objeknya manusia spesial
CORAK TEOLOGIS-FILOSOFIS DALAM PENAFSIRAN ALQUR’AN Ridhoul Wahidi Amaruddin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 2 No 1 (2014): mazahib Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.525 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v2i1.32

Abstract

This paper examines one mode of interpretation of the theologicalphilosophical style. Where the position of the interpreter in the theological-philosophical or later serve as the subject and the Qoran it self serve as the object of discussion, so that a trend/loaded with interests. The style of the theological-philosophical focus to discuss the themes of the theological-philosophical than forward messages that brought fundamental Qur’an.
METODE PEMAHAMAN MUHAMMAD SYAHRÛR TERHADAP AYAT-AYAT HUKUM Syofrianisda Syofrianisda; Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.152 KB) | DOI: 10.32495/.v5i1.127

Abstract

Syahrûr as instigators of techniques can also be viewed as an observer of Islamic science, especially concerning the interpretation of legal verses of the famous al-hudud nazhariyyah theory (theoretical limit). Nazhariyyahal-Hudûd Muhammad Syahrûr is the ordinance of God against the limits of his terms in the Qur'an that should not be exceeded. The limit is there are six forms, namely the minimum limit, the maximum limits, maximum and minimum limits, minimum limits as well as maximum limits, maximum limits are close to straight lines and minimal restrictions that may be skipped but the maximum limit should not be skipped. Nazhariyyahal-Hudud foundation drawn from the word hudûd contained in the al-Quran al-Nisa 'verse 13, and in operational use Linguistic structuralism approach. This theory can be applied among others in the problems mahram who put in a minimum limit, the penalty of hand amputation for theft as the perpetrators of the maximum limit, the problem of polygamy in the position of minimum and maximum limits, penalty 100 times flogging for adultery as well as limit the maximum threshold, the physical relationship between men and women in positions close to the maximum limit straight line, and the permissibility of interest does not reach 100% is charged to those who have capital as the minimum limit that may be skipped and the maximum limits that should not be skipped.
Khazanah Tafsir Melayu (Studi Kitab Tafsir Tarjuman Al- Mustafid Karya Abd Rauf Al- Sinkili) Afriadi Putra
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.781 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v2i2.84

Abstract

Kitab tafsir Tarjuman Al- Mustafidmerupakan kitab tafsir pertama yang ditulis lengkap tiga puluh juz berbahasa Melayu sehingga ia juga disebut dengan Tafsir Melayu. Ditulis oleh ulama yang sangat berpengaruh di Kesultanan Aceh dan memiliki ilmu yang sangat luas di bidang agama. Di dunia Melayu, tafsir ini menjadi rujukan penting dalam upaya memahami ajaran Islam lansung dari sumber utama yaitu, al-Qur’an. Melalui tulisan ini penulis ingin membuktikan bahwa tafsir Tarjuman Al- Mustafidmenjadi pelopor kajian tafsir al-Qur’an di Nusantara. Di lihat dari segi metodolgis, penggunaan qira’at sebagai analisis penafsiran membuat tafsir ini menjadi unik. Sekaligus memperkenalkan ilmu qira’at yang belum populer di kalangan pengkaji al-Qur’an ketika itu.
نأرقلا في حماستلا Jauharah Masrurah
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.033 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v5i1.70

Abstract

,نيدلا فلاتخا ,رخا موق و موق ينب فلاتخاب ايندلا اذه فى شيعن ننحنم همستلا نع ثحبن نا ديرن ةلاسرلا هذه نم و .كلذ ونح و ,نوللا.ثحبلما ذبه قلعتت تايلاا نع نورسفلما رسفي فيك و .نارقلا ةيرظن

Page 4 of 12 | Total Record : 112