cover
Contact Name
Dwi Susanto
Contact Email
jurnalfibuns@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfibuns@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Haluan Sastra Budaya
ISSN : 08520933     EISSN : 25491733     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Haluan Satra Budaya (HSB) is a biannual scientific journal of humanities published by the Faculty of Cultural Sciences, Universitas Sebelas Maret, Indonesia. This journal issues research papers, conceptual frameworks, and case studies are drawn from a wide range of disciplines, Language and Linguistics, Art, Literature, as well as Culture (anthropology, history, and archeology).
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Analysis of Euphemisms and Dysphemisms Expressions in the Podcast “Pertemuan Bersejarah dr. Tirta dan dr. Gia” Najmi Ali Mumtaz; Imam Baehaqie; Rustono Rustono
Haluan Sastra Budaya Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v10i1.118415

Abstract

This study investigates the linguistic dichotomy in medical communication in the digital era, focusing on euphemism and dysphemism. The interaction between dr. Tirta Mandira Hudhi and dr. Gia Pratama's appearance on Raditya Dika's podcast serves as a unique sociolinguistic case study in which professional medical authority is negotiated through contrasting verbal styles. Drawing on Keith Allan and Kate Burridge's Theory of Taboo, the research employs a descriptive qualitative method with note-taking to analyze the transcript. The problem identified is the traditional taboo nature of medical discourse, encompassing disease, death, and professional failure, which must be reformulated for a diverse digital audience. Findings reveal that dr. Gia predominantly employs euphemistic strategies to “shield” and maintain professional “face” and interpersonal harmony, aligning with his “backstage energy.” Conversely, dr. Tirta utilizes dysphemistic language as a “weapon”, including profanity and harsh dialects, as a pedagogical instrument to shock and engage specific demographics. The analysis shows that these styles function as a “Yin and Yang” dialectic, where euphemism preserves institutional dignity while dysphemism achieves educational penetration through blunt realism. This synthesis suggests a paradigm shift in how medical expertise is presented to the public, blending clinical decorum with digital-native authenticity.
Analisis Kodikologi dan Tekstologi terhadap Naskah Arab Pegon tentang Ajaran Tauhid: Kajian Filologi atas Unsur Fisik, Struktur Teks, dan Kesalahan Salin Ajeng Aliya Virgina; Muhammad Ridwan
Haluan Sastra Budaya Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v10i1.110594

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek kodikologi dan tekstologi pada naskah Layang lan Tanbih, sebuah naskah beraksara Arab Pegon yang memuat ajaran tauhid dan nilai-nilai moral dalam tradisi pesantren Jawa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan filologi. Analisis kodikologi dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik fisik naskah, meliputi bahan, aksara, tata letak, tinta, serta kondisi manuskrip, sedangkan analisis tekstologi digunakan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kesalahan salin seperti omisi, adisi, subtitusi, ditografi, lakuna, dan transposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah ditulis menggunakan aksara Arab Pegon berbahasa Jawa pada kertas Eropa dengan tinta hitam dan diperkirakan berasal dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Variasi tekstual yang ditemukan umumnya tidak mengubah makna pokok teks, tetapi memperlihatkan proses adaptasi penyalinan yang dipengaruhi oleh tradisi tulis pesantren dan karakteristik bahasa lokal. Temuan ini menegaskan bahwa naskah Layang lan Tanbih memiliki nilai penting sebagai sumber kajian filologi sekaligus sebagai warisan budaya tulis Islam Nusantara.
Revitalisasi Gamelan di Era Digital: Upaya Pelestarian Budaya Melalui Teknologi Yayan Suherlan; Adhwa Vierga Sativa; Aditya Saputra; Fadhilah Yogi Kurniawan; Fadli Ikhsan Mubarak; Jeniffer Berliana Tindi; Kafi Irfan Hafiz; Khairunnisa Meinawati; Nesa Yulita; Oktaviana Dewi; Reshanda Izzatika Hanifa
Haluan Sastra Budaya Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v10i1.102257

Abstract

Desa Adiraja memiliki potensi budaya lokal yang kaya, khususnya dalam pelestarian seni musik tradisional seperti gamelan. Namun, pesatnya perkembangan teknologi digital telah menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap gamelan. Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui sosialisasi aplikasi e-Gamelan “Gamelan Jv”. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat anak-anak dalam mempelajari gamelan melalui pengalaman belajar yang interaktif, mudah diakses, dan didukung oleh teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipatif, dokumentasi, studi pustaka, dan praktik langsung yang melibatkan siswa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi e-Gamelan secara signifikan meningkatkan minat, keterlibatan, serta pemahaman peserta terhadap instrumen gamelan. Selain itu, program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada pelestarian budaya. Integrasi teknologi digital ke dalam seni tradisional menunjukkan strategi yang efektif dalam memperkuat kesadaran budaya sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal di masyarakat pedesaan.