cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
TRAGEDI DALAM KUNAUNG KERINCI Jayawardana, Mahawitra; Rosa, Silvia; Anwar, Khairil
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): BASINDO Journal, Volume 6 Nomor 2
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v6i22022p303-323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna di balik tema membuang diri yang terdapat di dalam salah satu sastra lisan Kerinci berjudul kunaung Burung Kuwau. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode desktiptif. Data berupa transkripsi kunaung Burung Kuwau. Analisis data dilakukan dengan semiology Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunaung Burung Kuwau merupakan alat untuk menutupi tragedy pada masa lalu. Kunaung juga menjadi media yang menyuarakan kehidupan harmonis bagi generasi masa mendatang.
Penggunaan Bahasa Prokem dalam Grup Whatsapp Anggota Sanggar Teater Wejang Universitas Muhammadiyah Surakarta Octavia, Arista -; Sabardila, Atiqa -
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): BASINDO Journal, Volume 6 Nomor 2
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v6i22022p225-240

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan wujud kosakata bahasa prokem, perubahan struktur kata secara fonologi, serta pembentukan kata prokem secara morfologi bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Agih dengan teknik urai unsur terkecil/ Ultimate Constituent Analysis. Perubahan struktur kata secara fonologis pada kosakata bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang ragam Bahasa Jawa mengalami tujuh perubahan, yaitu pelenyapan vokal terakhir,  pelenyapan vokal pertama, penambahan vokal, penggantian konsonan, penggantian konsonan dan penambahan konsonan terakhir, pembalikan suku kata, serta penghapusan pada suku kata pertama. Perubahan struktur fonologi kosakata bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang ragam bahasa Indonesia terdapat 8 perubahan, yaitu penggantian vokal, penambahan konsonan, penggantian konsonan, penghilangan konsonan, penambahan vokal dan konsonan, penambahan vokal dan penggantian konsonan, pembalikan suku kata, serta penggantian vokal dan penambahan konsonan. Proses pembentukan kata secara morfologi bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang hanya terdapat satu proses pembentukan, yaitu Abreviasi yang terdiri dari pembentukan akronim yang dibentuk dari dua suku awal/akhir dari dua kata dan pembentukan akronim yang dibentuk dari satu suku awal tiap masing-masing kata.
Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Pada Mufakaik Basamo di Minangkabau dalam Film Liam dan Laila Karya Arief Malinmudo Muchtar, Roza
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 7, No 1 (2023): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v7i12023p24-36

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesantunan pada mufakaik basamo di Minangkabau dalam film Liam dan Laila karya Arief Malinmudo yang ditinjau dari teori prinsip kesantunan Leech. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam pelanggaran maksim kesantunan berbahasa yang ditemukan dalam film ini, di antaranya pelanggaran maksim kebijaksanaan, pelanggaran maksim kedermawanan, pelanggaran maksim pujian, pelanggaran maksim kerendahan hati, pelanggaran maksim kesepakatan, dan pelanggaran maksim kesimpatian.
NILAI-NILAI EDUKATIF DALAM NOVEL SELENA DAN NEBULA KARYA TERE LIYE Cahyani, Ananda Pramesti Regitha
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): BASINDO Journal, Volume 6 Nomor 2
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v6i22022p349-366

Abstract

ABSTRAK: Novel merupakan salah satu karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai edukatif sebagai unsur ekstrinsik. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang fokus menganalisis nilai edukatif pada novel Selena dan Nebula karya Tere Liye. Pada novel Selena ditemukan 6 nilai sosial, 4 nilai moral, 2 nilai budaya, dan 5 nilai estetika. Pada novel Nebula terdapat 4 nilai sosial, 4 nilai moral, 1 nilai budaya, dan 2 nilai estetika.
Campur Kode dan Penyebabnya dalam Tuturan Penyiar dengan Korban Salah Sambung di Radio Gen Fm 103.1 MHz Surabaya: Kajian Sosiolinguistik Purwanto, Petrus -
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): BASINDO Journal, Volume 6 Nomor 2
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v6i22022p174-186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk campur kode serta menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi campur kode pada tuturan penyiar radio dengan korban salah sambung di program Salah Sambung Gen FM 103.1 MHz Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan mengedepankan tiga tahapan penelitian yakni, penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya campur kode intern dan ekstern yang dituturkan penyiar. Jenis campur kode intern berbentuk kata ada 6 data, bentuk frasa ada 4 data, dan bentuk klausa ada 6 data. Sedangkan jenis campur kode ekstern berbentuk kata ada 1 data dan berbentuk frasa ditemukan 1 data. Adapun faktor penyebab munculnya campur kode dipengaruhi oleh situasi/kondisi, tema, kebanggaan, keakraban, dan kebiasaan.
KRITIK SASTRA PADA FILM TERSANJUNG KARYA HANUNG BRAMANTYO PENDEKATAN FEMINISME Sari, Amelia Ratna
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 7, No 1 (2023): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v7i12023p116-125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkritik film Tersanjung karya Hanung Bramantyo dengan menggunakan pendekatan feminisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan dokumen. Langkah-langkahnya yaitu dengan menyaksikan film dan mencatat data-data yang berkaitan dengan penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adanya feminisme yang terjadi di dalam film Tersanjung karya Hanung Bramantyo yaitu pelecehan seksual, kekeseran seksual, kekerasan fisik, dan kekerasan psikis. Secara peran maupun fungsi, perempuan dianggap berada di bawah kaum laki-laki. Pelecehan seksual yang dialami Yura dilakukan oleh Bobby saat Yura dan Bobby sedang berada di rumah Bobby, kekerasan seksual yang dialami Yura dilakukan oleh Tian yang melakukan hubungan intim dengan Yura namun setelah itu ia menghilang saat Yura hamil anak Tian, kekerasan fisik yang dilakukan oleh Bobby terhadap Yura saat Yura memberontak kepada Bobby yang melakukan pelecehan seksual, dan kekerasan psikis yang dilakukan oleh keluarga Tian saat Yura berkunjung ke rumah Tian untuk dikenalkan ke keluarga Tian.
TANDA KELAS SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH MONOLOG TEROR KARYA PUTU WIJAYA: KAJIAN SEMIOTIK Lesmana, Anindya Putri; Nugroho, Rudi Adi
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 7, No 1 (2023): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v7i12023p49-62

Abstract

Penelitian ini berjudul Tanda Kelas Sebagai Kritik Sosial dalam Naskah Monolog Teror Karya Putu Wijaya. Tujuan penelitian ini adalah : (1) memperoleh gambaran struktur naskah drama teror karya Putu Wijaya (2) mengetahui kritik sosial dan realitas sosial yang terkandung dalam naskah monolog teror karya Putu Wijaya. (3) Menganalisis unsur semiotik yang terkandung dalam naskah monolog teror karya Putu Wijaya. Pembahasan  dari penelitian ini sangat penting karena dapat membuka wawasan masyarakat mengenai masalah-masalah sosial yang dihadapi negara kita, sehingga dapat membuat solusi dari permasalahan itu sendiri. Metode kualitatif deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan menggambarkan kesimpulan dengan menganalisis naskah drama teror karya Putu Wijaya dengan menggunakan pisau analisis semiotik. Sumber data nya adalah naskah monolog teror karya Putu Wijaya.  Terdapat hasil analisis secara struktural mengenai alur, tokoh, latar dan didapatkan gambaran terkait tema dan amanat. Keadaan negara Indonesia dalam bidang sosial dan pendidikan menjadi tema dalam naskah drama tersebut. Penulis menemukan beberapa kritik sosial yang berkaitan erat dengan adanya kelas sosial di masyarakat yaitu kriris tentang keadilan, tanggung jawab, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang mengalami ketimpangan sosial. Tanda semiotik yang tekandung dalam naskah monolog teror karya Putu Wijaya yaitu menggunakan teori Charles Sander Pierce yang meliputi 2 ikon, 2 indeks perilaku, 1 indeks aktualisasi, dan 5 simbol.Kata Kunci: Naskah Monolog, Kritik Sosial, Putu Wijaya, Semiotik
MAJAS DALAM CERITA FANFICTION OLEH PENGGEMAR K-POP DI APLIKASI WATTPAD Rahma, Miladia
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): BASINDO Journal, Volume 6 Nomor 2
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v6i22022p241-258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi majas dalam cerita fancition di aplikasi Wattpad. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif melalui penjelasan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dua cerita fanfictian dalam aplikasi Wattpad yang berjudul “Broken Home” dan “Be Family”.  Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan ditemukan enam jenis majas berdasarkan langsung tidaknya makna yaitu majas pleonasme, hiperbola, simile, metafora, personifikasi, dan epitet. Majas-majas tersebut digunakan penulis untuk menunjukkan latar suasana, latar waktu, alur, dan perwatakan.
Konflik Batin Tokoh Jumena dalam Naskah Drama Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer: Tinjauan Psikologi Sastra Anggraini, Nurlita; Azhar, Salsa Fatia; Nugroho, Rudi Adi
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 7, No 1 (2023): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v7i12023p83-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik batin tokoh Jumena dalam naskah drama “Sumur Tanpa Dasar” karya Arifin C. Noer berdasarkan teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kulaitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Struktur kepribadian dan alam bawah sadar menjadi aspek pembangun dalam menganalisis aspek psikologi dari tokoh Jumena. Konflik batin yang dialami Jumena terhadap harta dan istrinya bisa dikatakan sebagai bagian dari absurdisme. Gambaran keinginan nafsu manusia yang tiada batasnya sangat terlihat melalui konflik antara Jumena dan harapan-harapannya sendiri.Kata Kunci: Konflik batin, drama, psikologi sastra.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI MELALUI MIND MAPPING DI MAN 1 ACEH TIMUR Rusmiati, Rusmiati
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): BASINDO Journal, Volume 6 Nomor 2
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v6i22022p268-280

Abstract

Menulis teks eksposisi belum memperoleh nilai yang maksimal sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal sekolah. Sehingga diperlukan suatu metode untuk memudahkan siswa yaitu dengan mind mapping. Memperoleh hasil peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi melalui mind mapping merupakan tujuan dari penelitian. MAN 1 Aceh Timur menjadi tempat penelitian. Sebanyak 18 siswa kelas X MIA 1 pada tahun ajaran 2021/2022 menjadi subjek dalam penelitian. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan desain penelitian melalui empat langkah penelitian yaitu perencanaan (plan), Tindakan (action), pengamatan (observasi) dan refleksi melalui dua siklus. Tes dan observasi menjadi instrument dalam penelitian. Analisis data dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan menghitung nilai rata-rata kelas menggunakan persentase ketuntasan secara klasikal. Siswa yang mendapatkan nilai KKM ≥75 dinyatakan tuntas. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan menulis teks eksposisi melalului mind mapping di MAN 1 Aceh Timur pada siklus I sebesar 55,55%% atau 10 siswa dengan kategori kurang. Sedangkan setelah diberikan siklus II menunjukkan hasil sebesar 100% atau 18 siswa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan  kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi melalui mind mapping dapat meningkat.