cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
FRASA ENDOSENTRIS PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS EDISI 14 DAN 15 MEI 2023 Putri, Ananta Harvianty; Haryadi, Haryadi
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p182-192

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana frasa endosentris digunakan dalam Surat Kabar Harian Kompas edisi 14 dan 15 Mei 2023. Pola dan bentuk frasa endosentris akan dideskripsikan dalam penelitian ini. Jenis penelitian memakai pendekatan deskriptif kualitatif. Keseluruhan Surat Kabar Harian Kompas edisi 14 dan 15 Mei 2023 akan menjadi sumber data penelitian. Data penelitian ini adalah setiap frasa endosentris yang didapati dalam surat kabar harian Kompas edisi 14 dan 15 Mei 2023. Metode simak sebagai teknik pemerolehan data, diikuti dengan teknik catat. Teknik analisis deskriptif diperlukan untuk teknik analisis data. Analisis berupa frasa endosentris dalam frasa dengan berbagai jenis dapat ditemukan dalam temuan penelitian ini. Ditemukan frasa endosentris koordinatif, atributif, serta apositif.
ANALISIS KONTEKS WACANA DALAM PIDATO MENDIKBUDRISTEK NADIEN MAKARIN PADA PERINGATAN HARDIKNAS 2024 Dyah, Ayu
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p373-392

Abstract

This study analyzes the influence of context in understanding speeches as significant discourse in public communication. Using a qualitative method with discourse analysis, it reveals that the topic, delivery medium, and participant background play crucial roles in shaping the meaning of speeches. Understanding signs and signifiers according to Saussure’s theory enriches discourse interpretation, reduces misunderstandings, and enhances communication effectiveness. The findings emphasize the importance of context analysis in comprehending speeches and how linguistic and non-linguistic elements work together. 
ANALISIS IMPLIKATUR PADA WACANA "ISU PEMILU 2024 DITUNDA MENJADI BOLA LIAR" DI YOUTUBE Bhatinia, Siti Zenifa Nurul; Khatimah, Khusnul
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p246-258

Abstract

Language is a communication tool that cannot be separated from human nature, namely as a social creature. Humans need communication to interact with each other. Good for expressing opinions, ideas, desires, information and so on. If you want to understand the meaning implicitly, it is not enough to only understand it using semantic knowledge, but pragmatic knowledge is needed, namely understanding implicature. Implicature is a conversation of meaning that is implied through the utterance of a sentence in a context, even though that meaning is not part of what is said. In this research the researcher used argumentative discourse. This discourse was chosen because the researcher wanted to explain the meaning of implicatures, the meaning and functions of the implicatures of the utterances contained in it so that readers could understand what the utterance meant. This research includes qualitative research using descriptive methods and the technique used in this research is note-reading technique and from the results by reading carefully and repeatedly to identify the implicatures in the comments, then the researcher records the results of the data obtained during the analysis process. And discussion several functions of impicature were found, namely the function of satire, criticism, innuendo and protest, appreciation, support and prohibition.Keywords: language; implicature; discourse.Abstrak: Bahasa merupakan alat komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari fitrah manusia yaitu sebagai makhluk sosial. Manusia membutuhkan komunikasi untuk berinteraksi satu sama lain. Baik untuk mengungkapkan pendapat, ide, keinginan, informasi dan lain sebagainya. Jika ingin memahami makna secara implisit, tidak cukup hanya memahaminya dengan menggunakan pengetahuan semantik saja, namun diperlukan pengetahuan pragmatis yaitu memahami implikatur. Implikatur adalah percakapan makna yang tersirat melalui ujaran suatu kalimat dalam suatu konteks, padahal makna itu bukan merupakan bagian dari apa yang diucapkan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wacana argumentasi. Wacana ini dipilih Karena peneliti ingin menjelaskan maksud implikatur, makna dan fungsi - fungsi implikatur dari ujaran yang ada di dalamnya. Sehingga, pembaca dapat mengerti apa maksud dari tuturan tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan Teknik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat dengan cara membaca dengan teliti dan berulang untuk mengidentifikasi implikatur dalam tuturan komentar tersebut, kemudian peneliti mencatat hasil data yang telah didapatkan selama proses analisis. dan dari hasil dan pembahasan ditemukan beberapa fungsi impikatur yakni fungsi sindiran, kritik, sindiran dan protes, apresiasi, dukungan, dan larangan.Kata Kunci: bahasa; implikatur; wacana.
METAFUNGSI PADA BAHASA INDONESIA KEILMUAN BIDANG KETEKNIKKAN: PENERAPAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL DALAM BUKU TEKS PEMBELAJARAN fitriani, yustina; Pratiwi, Mega
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p322-337

Abstract

This study aims to identify metafunctions in engineering using systemic functional linguistics in scientific Indonesian language learning textbooks. Metafunctions in SFL include ideational, interpersonal, and textual. This research applies literature study to identify and understand the metafunctions used. The results of this research show that the application of the third metafunction in textbooks is very effective in conveying technical information, building interaction between readers and writers, and maintaining text cohesion and coherence. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metafungsi dalam buku teks pembelajaran Bahasa Indonesia Keilmuan bidang keteknikan menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional. Metafungsi dalam LSF meliputi ideasional, interpersonal, dan tekstual. Penelitian ini menerapkan studi literatur untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi metafungsi yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ketiga metafungsi dalam buku teks sangat efektif dalam menyampaikan informasi teknis, membangun interaksi antara pembaca dan penulis, serta menjaga kohesi dan koherensi teks.
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN DIGITAL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA FANTASI YANG BERMUATAN DIMENSI KEBHINEKAAN GLOBAL BAGI PESERTA DIDIK SMP Arvelia, Ika Wulan; Zuliyanti, Zuliyanti
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p193-204

Abstract

Perubahan yang hadir atas berlakunya kurikulum merdeka memunculkan permasalahan dalam pembelajaran menulis cerita fantasi. Muatan materi pada buku teks kurikulum merdeka belum mampu meningkatkan kemampuan peserta didik, khususnya kemampuan menulis teks cerita fantasi. Adapun pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran sastra, belum memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran maupun untuk menanamkan nilai dimensi kebhinekaan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sumber belajar menulis teks cerita fantasi, yaitu buku pengayaan digital menulis teks cerita fantasi bermuatan dimensi kebhinekaan global. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data (3) penyusunan prototipe produk, (4) validasi prototipe, dan (5) revisi prototipe.  Hasil penelitian berupa  penjelasan terkait (1) hasil analisis kebutuhan; (2) prinsip pengembangan; (3) prototipe buku pengayaan; (4) validasi  prototipe; dan (5) perbaikan prototipe buku pengayaan. Berdasarkan hasil validasi, buku pengayaan dinilai dengan kategori sangat baik dari aspek materi, penyajian, kebahasaan, kegrafikaan, dan muatan dimensi kebhinekaan global. 
KONFRONTASI KEBERPIHAKAN PADA KOMENTAR MEDIA DIGITAL DAN RAGAM IDEOLOGICAL STATE APPARATUS Adi, Pidekso
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p259-272

Abstract

Setiap peristiwa yang diekspresikan dalam media massa, khususnya media digital, menjadi peristiwa yang berifat open-ended. Siapapun yang membaca dan memahaminya dengan lebih dalam memiliki ruang yang lebih luasAliran Frankfurt juga menyatakan bahwa ternyata media bisa menjadi alat pemerintah untuk mengontrol publik. Artinya media bisa menjadi bagian dari ideological state apparatus. Dengan analisis wacana kritis, sebuah komentar dari berita media, akan memberikan gambaran tentang kondisi psikologis dan sosial masyarakat. Analisis struktural dan jaringan semantik akan memperkuat analisis wacana kritis untuk mendalapi sebuah ekspresi, salah satunya komentar pembaca di media. Simpulannya hubungan proposisi dan konten pada komentar mampu membangun gambaran tentang kecenderungan  kontra, pro, dan netral. Jika berita yang dimuat berhubungan dengan masalah yang bersifat sakral, maka komentar yang muncul akan lebih seimbang. Jika berita itu menggambarkan kebijakan pemerintah atau janji saat kampanye, muncul komentar pesimistis, dan pada setiap isu sensitif, ragam upaya ideological state apparatus selalu dilakukan oleh pihak pemerintah.
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI 4 TAHUN DI ERA DIGITAL YOUTUBE KAJIAN SASTRA ANAK Munawarah, Intan; Rizky, Intan; Pinariati, Pinariati; Angkat, Elvina; Nisya, Nadila Raudatun
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p470-482

Abstract

Abstrak:This study explores language acquisition in 4-year-old children through children’s literature content on YouTube. The focus is on vocabulary growth and communication skills using a qualitative descriptive method. Data were collected from children’s speech, parent–child interactions, and video content analysis. Findings reveal that children exposed to educational literary content gain richer vocabulary and better story comprehension. However, fast-paced or age-inappropriate videos may cause confusion, while limited direct interaction restricts social language development. Parents play a crucial role in guiding, filtering, and encouraging dialogue after viewing. Digital literature can serve as a valuable tool for early language development if used wisely and appropriately. Penelitian ini mengkaji pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun melalui konten sastra anak di YouTube. Fokus penelitian meliputi perkembangan kosakata dan keterampilan komunikasi dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari rekaman tuturan anak, interaksi anak–orang tua, serta analisis video sastra anak. Hasil menunjukkan anak yang terpapar konten edukatif berbasis sastra memiliki kosakata lebih kaya dan pemahaman cerita lebih baik. Namun, konten yang terlalu cepat atau tidak sesuai usia dapat membingungkan, sementara kurangnya interaksi langsung membatasi perkembangan sosial bahasa. Peran orang tua penting untuk mendampingi, menyaring, dan menstimulasi anak melalui dialog setelah menonton. Sastra digital menjadi sarana positif bagi perkembangan bahasa dini jika digunakan secara bijak.