cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
FAKTOR EMOTIF DALAM KUMPULAN PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Mohammad Irwan Syafi’i; Nita Widiati
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.556 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i22017p017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor emotif dan nilai emotif yang digunakan dalam kumpulan puisi Hujan Bulan Juni. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis analisis dokumen. Data penelitian ini adalah larik puisi yang mengandung faktor dan nilai emotif. Sumber datanya adalah kumpulan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan faktor emotif diksi, kata konkret, imaji, majas, bunyi, dan sarana retorik untuk menghasilkan nilai emotif dalam kumpulan puisi ini.
PERILAKU BENTUK VERBA DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA TULIS SISWA SEKOLAH ARUNSAT VITAYA, PATTANI, THAILAND SELATAN Mahmud Mushoffa; Imam Suyitno
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.41 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i12017p014

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku bentuk verba dalam kalimat bahasa Indonesia tulis siswa Sekolah Arunsat Vitaya, Pattani, Thailand Selatan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian teks. Berdasarkan hasil temuan penelitian, ditemukan: (1) bentuk verba sebagai verba utama; (2) bentuk verba sebagai adverbia pendamping verba utama; (3) bentuk verba sebagai perluasan nomina; dan (4) bentuk verba sebagai preposisi dalam sebuah kalimat. Dari hasil temuan tersebut, ketiadaan verba yang berfungsi sebagai verba utama, adverbia dari verba utama, perluasan nomina, dan preposisi berpengaruh pada pemenuhan kelengkapan unsur wajib sebuah kalimat. Hal ini tergantung verba apa yang digunakan.
KUALITAS SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER I MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII Gustiana Putri; Endah Tri Priyatni; Titik Harsiati
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.725 KB) | DOI: 10.17977/um007v2i12018p048

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan  kualitas soal ujian akhir semester  I  Mata  Pelajaran  Bahasa  Indonesia  kelas  XII  dari  segi  validitas  isi, validitas konstruk, dan  ketepatan berdasarkan kaidah penulisan soal pilihan ganda. Penelitian ini menggunakan  pendekatan  evaluatif. Data penelitian  berupa kisi-kisi soal dan soal ujian akhir semester  I Mata Pelajaran  Bahasa Indonesia  kelas XII. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa soal ujian akhir semester I Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas  XII  memiliki   kualitas   lumayan   tinggi  dari  segi  validitas   isi,  validitas konstruk, dan  ketepatan berdasarkan kaidah penulisan soal pilihan ganda.
MENAPAKI LANGKAH HINGGA JEJAK NASIONALISME DALAM ROMAN JEJAK LANGKAH KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Dewi Masitoh; Muh. Fatoni Rohman
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.556 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i22017p053

Abstract

Karya sastra merupakan produk rekam jejak peristiwa yang ada dalam masyarakat, baik masyarakat di lingkungan penulis maupun masyarakat lingkungan pembaca sebagai objek penceritaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa pergerakan nasional yang terjadi pada awal abad XX, melalui konsep nasionalisme dari sudut pandang politik guna mengetahui bentuk nasionalisme pada masa tersebut, sehingga mendapatkan kesimpulan apakah wacana keindonesiaan sudah muncul pada masa pra 1928. Tulisan ini menggunakan teori poskolonial Foulcher dan Day sebagai dasar pembatasan masa kolonial dan efek-efek yang ditimbulkan kolonialisme, dibantu dengan teori konsep nasionalisme Sartono Kartodirdjo, yang akan menjawab bentuk nasionalisme pada masa kolonial awal abad XX dan mengetahui hadir belumnya wacana keindonesiaan pada masa pra 1928. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa bentuk nasionalisme pada awalnya  muncul pada lingkungan keluarga. Menurut Pramoedya Ananta Toer (PAT) dalam roman Jejak Langkah (JL), keluarga seideologis adalah nasion pertama bagi Minke. Oleh karenanya, ia akan membela nasion tersebut jika ada pihak luar yang mengganggu. Selanjutnya ditemukan juga perluasan ideologi Minke dalam memandang nasion. PAT dalam JL menjelaskan bahwasannya antara tahun 1901-1912, perjuangan pergerakan nasionalisme sudah memunculkan bibit-bibit persatuan bangsa-ganda yang bertansformasi menjadi bangsa tunggal, yang dalam istilah JL bangsa Hindia Melayu Besar. Dari sini terlihat bahwa pada masa tersebut wacana keindonesiaan belumlah muncul. Hanya saja bibit-bibit kesadaran berbangsa dan bertanah air satu sudah ada dalam organisasi yang mencita-citakan bangsa-ganda bersatu.
PENGARUH STRATEGI PARSING TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 MALANG Sripit Widiastuti; Abdul Syukur Ghazali
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.056 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i12017p087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi parsing sintaksis, pengaruh strategi parsing semantik, dan perbedaan pengaruh strategi parsing sintaksis dan semantik terhadap kemampuan menyimak siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai (1) sig(2-tailed) adalah 0,000, artinya parsing sintaksis berpengaruh terhadap kemampuan menyimak siswa, (2) sig(2-tailed) adalah ≤ 0,05 , artinya parsing semantik berpengaruh terhadap kemampuan menyimak siswa, dan (3) sig(2-tailed) adalah 0,000 artinya terdapat perbedaan pengaruh penggunaan parsing sintaksis dan parsing semantik terhadap kemampuan menyimak siswa serta sig(2-tailed) adalah 0,390 dan 0,712 artinya tidak terdapat perbedaan pengaruh penggunaan parsing sintaksis dan parsing semantik terhadap kemampuan menyimak siswa.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MINANGKABAU DALAM UNGKAPAN KEPERCAYAAN RAKYAT Harry Andheska
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.914 KB) | DOI: 10.17977/um007v2i12018p022

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang bentuk, kategori, makna dan fungsi dari ungkapan kepercayaan rakyat di masyarakat Minangkabau. Penggunaan metode deskriptip kualitatif diberlakukan terhadap tiga informan selaku sumber data yang layak untuk dikaji. Hasilnya adalah kearifan lokal masyarakat Minangkabau ditemukan struktur, makna dan fungsi yang merepresentasikan kebudayaan yang diwarisinya.
UNSUR-UNSUR EKOLOGI DALAM SASTRA LISAN MANTRA PENGOBATAN SAKIT GIGI MASYARAKAT KELURAHAN KURANJI Iswadi Bahardur; Suryo Ediyono
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2813.812 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i22017p024

Abstract

Sastra sebagai bagian dari representasi kehidupan manusia selalu terikat dengan kultur dan lingkungan manusia. Permasalahan yang disampaikan oleh sastrawan dalam karya sastra merupakan bagian dari kenyataan yang terjadi di lingkungan tempatnya berada. Tidak terkecuali dengan sastra lisan. Sebagai sebuah genre sastra tradisional, sastra lisan memiliki ketergantungan dengan unsur-unsur ekologi yang terdapat di dalam alam semesta. Tumbuh-tumbuhan dan hewan, misalnya memiliki peran dalam konteks pembacaan teks-teks mantra saat proses pengobatan penyakit dilakukan oleh seorang dukun. Sastra lisan mantra pengobatan sakit gigi pada masyarakat Belimbing kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji kotamadya Padang, misalnya, dalam praktiknya oleh dukun selalu melibatkan unsur ekologi. Melalui kajian perspektif ekokritik dapat diketahui kehadiran sastra lisan mantra pengobatan sakit gigi pada masyarakat setempat dilatari oleh persyaratan pelengkap yaitu daun-daunan cocok bebek, air putih, sirih, gambir, kapur sirih, buah pinang, batang muda pohon pisang, daun beluntas, serta rokok. Keterlibatan unsur-unsur ekologi tersebut menunjukkan pencitraan yang kuat dari nature, nurture, dan culture masyarakat Belimbing.
NILAI BUDAYA DALAM MANTRA BERCOCOK TANAM PADI DI DESA RONGGO, KECAMATAN JAKEN, KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH: KAJIAN FUNGSI SASTRA Rukesi Rukesi; Sunoto Sunoto
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.707 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i12017p025

Abstract

Fokus penelitin ini nilai budaya dalam mantra bercocok tanam padi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra bercocok tanam padi mengandung nilai budaya dilihat dari pola hubungan manusia, yakni nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri memiliki enam wujud, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan memiliki enam wujud, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam memiliki empat wujud, dan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain memiliki satu wujud.
RECALL MEMORY PADA DONGENG KARANGAN SISWA KELAS VII SMP Nani Nurcahyani
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.653 KB) | DOI: 10.17977/um007v2i12018p065

Abstract

Memori  merupakan salah satu bagian integral dari eksistensi manusia. Aktivitas belajartidak lepas dari  proses mengingat. Kemampuan siswa dalam menulis bergantung pada input, storage, dan output. Proses mengingat input yang disimpan dalam otak dengan recall memory. Penelitian  ini bertujuan mendeskripsikan proposisi bentuk dan makna asosiatif pada dongeng karangan siswa SMP. Pendekatan  penelitian  ini  adalah  kualitatif  deskriptif. Metode pengumpulan dan penganalisisan data adalah intertekstualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proposisi bentuk didominasi bentuk majemuk-majemuk – delisi karena siswa kelas VII mencapai daya ingat paling besar dan mampu meniru  proposisi bentuk majemuk ke majemuk;dan  (2)  makna asosiatif didominasi makna reflektif-reflektif karena cara pandang siswa menemukan makna potensial bahasa dalam dongeng karangannya dan mengomparasi antara hipogram dan teks transformasi. Oleh karena itu,   untuk meningkatkan kemampuan memori dan menulis perlu latihan dan motivasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH DAN MEDIA VIDEO ANIMASI PERISTIWA SOSIAL BERMUATAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS EKSPLANASI Yuni Dewi Shinta; Evi Chamalah; Meilan Arsanti
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4253.611 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i22017p059

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan peningkatan keterampilan menyusun teks eksplanasi menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dan media video animasi peristiwa sosial bermuatan pendidikan multikultural pada peserta didik kelas VIII J SMP Negeri 3 Mranggen. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, maka diketahui bahwa peserta didik kelas VIII J SMP Negeri 3 Mranggen mengalami peningkatan dalam keterampilan menyusun teks eksplanasi pada siklus II.

Page 2 of 21 | Total Record : 206