cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Mesencephalon
ISSN : 22525637     EISSN : 22525637     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Mesencephalon merupakan jurnal yang memuat artikel ilmiah dalam bidang kesehatan baik dari hasil penelitian, studi kasus maupun literature review. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen Malang dan terbit sebanyak dua kali dalam setahunnya yaitu pada bulan April dan Oktober. Redaksi Jurnal Kesehatan Mesencephalon menerima artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Artikel ilmiah yang masuk ke Tim redaksi akan dilakukan proses penyuntingan oleh tim redaksi dan tim reviewer. Artikel ilmiah yang memenuhi tata aturan, akan dipublikasikan dalam jurnal kesehatan mesencephalon.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
UPAYA PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DENGAN ANTISEPTIK DAUN SIRIH DI PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG Ririn Harini
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.089 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.182

Abstract

Abstract : Perineal rupture cannot be considered a mild problem because it can result in the emergence of serious complications including bleeding, severe pain, secondary infection, birth canal deformity. The goal of perineal care can be to prevent infection, prevent contamination of the rectum, treat trauma-affected tissue, clean sources of bacteria and odors. The purpose of this study was to determine the differences in healing of perineal wounds in post partum mothers with betel leaf antiseptic. This type of experimental research with post-test design only non random design. Total sample of 20 people divided into intervention and control groups. Sampling technique with purposive sampling. The results of the pre-test tabulation data showed that 7 respondents (70%) had first-degree injuries and 3 respondents (30%) had second-degree injuries, in the use of antiseptic betadine respondents with perineal wounds treated with antiseptic betel leaves there were 4 respondents (40% ) have a grade 2 wound and 6 respondents (60%) have a grade 3. wound then Ho was rejected so that it can be interpreted that the treatment of betel leaf wounds is more effective than with betadine on the healing of perineal wounds in post partum mothers.Keywords : Wound Healing, Post Partum, Sirih Leaves Abstrak : Ruptur perineum tidak dapat dianggap sebagai masalah ringan karena bisa berakibat timbulnya penyulit yang serius di antaranya dapat terjadi perdarahan, nyeri hebat, infeksi sekunder, deformitas jalan lahir. Tujuan perawatan perineum dapatmencegah infeksi, mencegah kontaminasi dari rektum, mengatasi jaringan yang terkena trauma, membersihkan sumber bakteri dan bau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan penyembuhan luka perineum pada ibu post partum dengan antiseptic daun sirih. Jenis penelitian Experimental dengan rancangan post test only non random design. Jumlah sampel 20 orang yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Hasil tabulasi data pre test diperoleh data bahwa 7 responden (70%) memiliki luka derajat 1 dan 3 responden (30%) memiliki luka derajat 2, pada penggunaan antiseptik betadine responden dengan luka perineumnya yang dirawat dengan antiseptik daun sirih terdapat 4 responden (40%) memiliki luka derajat 2 dan 6 responden (60%) memiliki luka derajat 3. Pada hasil analisis uji-t  diperoleh  nilai t-hitung (10,08) dan nilai tabel (2,20) sehingga nilai t terletak diluar daerah penerimaan Ho, maka Ho ditolak sehingga dapat diinterpretasikan bahwa perawatan luka dengan daun sirih lebih efektif dari pada dengan betadine terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum.Peneliti menyarankan kepada petugas kesehatan hendaknya lebih memperhatikan perawatan perineum pada ibu post partum dengan teknik septik dan antiseptik.Kata Kunci : Penyembuhan Luka, Ibu Post Partum, Daun Sirih
PENGARUH BULLYING TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA DI SMK KESEHATAN KENDEDES MALANG Siti Kholifah
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.483 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.145

Abstract

Abstract : Bullying is a social problem that is often found among school children. This phenomenon continues to increase in numbers in Indonesia. Weak supervision from parents, educators, and the community is one of the factors causing the outbreak of bullying in the school environment, in addition to the fact that victims do not dare to fight or report. This has resulted in cases of bullying that can not be handled properly so that it gives the impact of depression, feelings of worthless and unaccepted, and changes in the victim's self-concept. This study aims to analyze the effect of bullying on adolescent self-concept at Kendedes Health Vocational School. The design used was observational analytic with cross sectional study approach. The study was conducted at Kendedes Health Vocational School with a sample of 56 students selected using purposive sampling techniques. Analysis of data using linear regression. The results showed that bullying had an influence on adolescent self-concept (r = 0.242), with an effect of 5.8% (R Square = 0.058). This means that self-concept is influenced by 94.2% by other variables not examined. It takes attention and awareness of the school and students to avoid cases of bullying in schools. Further research is expected to strengthen the results of this study.Keywords : bullying, self-concept, adolescentAbstrak : Bullying merupakan salah satu masalah sosial yang banyak ditemukan di kalangan anak sekolah. Fenomena ini terus meningkat angkanya di Indonesia. Lemahnya pengawasan dari orang tua, pendidik, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab merebaknya kasus bullying di lingkungan sekolah, selain kenyataan bahwa korban tidak berani melawan atau melapor. Hal ini mengakibatkan kasus bullying tidak dapat tertangani dengan baik sehingga memberikan dampak depresi, perasaan tidak berharga dan tidak diterima, serta perubahan konsep diri korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bullying terhadap konsep diri remaja di SMK Kesehatan Kendedes Malang. Desain yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Kendedes Malang dengan jumlah sampel 56 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying memiliki pengaruh terhadap konsep diri remaja (r = 0,242), dengan pengaruh sebesar 5,8% (R Square = 0,058). Hal ini berarti konsep diri dipengaruhi sebesar 94,2% oleh variabel lain yang tidak diteliti. Diperlukan perhatian dan kesadaran pihak sekolah serta siswa untuk menghindari kasus bullying di sekolah. Penelitian lanjutan sangat diharapkan untuk menguatkan hasil penelitian ini.  Kata Kunci : bullying, konsep diri, remaja
HUBUNGAN PERILAKU PHUBBING DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA GENERASI Z MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Yanti Rosdiana; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.324 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v6i1.194

Abstract

Zed-generation is one of generation which need to prepare themselves, in case about the growth and development of the revolution-era 4.0. Phubbing become a very visible changing, in which someone is addicted to smartphone also internet. Automatically, it will influence someone in social-interaction with other people even around it’s environment. This research purposed to analyze the relationship between the over phubbing-attitude with social-interaction of the Zed generation, especially the nursing-student of Tribhuwana Tunggadewi University in Malang. This research used analytic-observation design and cross-sectional. The population is the seventh semester nursing-student of Tribhuwana Tunggadewi University in Malang.Samplesupportedtoinclusionand exclusion criteria. The purposive-sampling technique are 92 respondents. The dependent variable here are social-interaction and independent-variable, it is phubbing. The data collected by using modification-questionaire. They are phubbing with General Scale of Phubbing (GSP) and the social-interaction due to Verbal andSocialInteractions (VSI).The data analyzeddescriptivelyand did the spearman-rank examination through SPSS. The result is the p-value =0,000 and r-value (correlation of coefficient) positively 0,372. It means, there are significance relationship between phubbing-attitude with social-interaction. So that, the higher pubbing-attitude caused the social-interaction will be worse. Based on this research result, we need to educate the Zed-generation in using smartphone and internet. They must be smarter and wise in it, thus the social-interaction would be alright. Keyword: Zed-generation, phubbing, social-interaction. Abstrak: Generasi Z merupakan salah satu generasi yang harus mempersiapkan diri dalam pertumbuhan dan perkembangan di era revolusi 4.0. Phubbing merupakan bentuk perubahan yang sangat terlihat saat ini, dimana seseorang mengalami ketergantungan terhadap smartphone dan internet. Perilaku tersebut akan mempengaruhi seseorang dalam melakukan interaksi sosial dengan lawan bicaranya ataupun lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku phubbing yang berlebihan dengan interaksi sosial pada generasi Z mahasiswa keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa keperawatan semester 7 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak  92 responden. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah interaksi sosial dan variable independent yaitu phubbing. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi yaitu phubbing dengan General Scale of phubbing (GSP) dan interaksi sosial denganVerbal and Social Interactions (VSI). Data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji spearman-rank dengan menggunakan SPSS. Hasil uji spearman-rank didapatkan nilai p value = 0,000 dengan nilai r (koefisien korelasi) positif 0,372 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan perilaku phubbing dengan interaksi sosial. Dengan demikian semakin tinggi perilaku phubbing, maka interaksi sosialnya semakin buruk. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan adanya edukasi terhadap generasi Z dalam penggunaan smartphone dan internet agar lebih bijak dalam menggunakannya sehingga tidak menggangu interaksi sosial. Kata kunci : generasi Z, phubbing, interaksi sosial
KEJADIAN BALITA STUNTING DI POSYANDU APEL DESA JAMBEARJO KECAMATAN TAJINAN KABUPATEN MALANG Nunung Ernawati
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.518 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.108

Abstract

Abstract : Stunting in children is growth faltering due to accumulation of nutrient insufficiency that lasts from pregnancy to 24 months of age. This situation is exacerbated by the lack of catch-up growth that is adequate, further affecting the physical development of children who are irreversible, to find out the incidence of stunting in children in Posyandu Jambearjo village, the area of the Puskesmas Tajinan Malang district. That research was survey research, was conducted in Posyandu Jambearjo village, the area of Puskesmas tajinan district. The population was used toodlers as many as 98 toodlers. The sample takes with accidental sampling, as many as 58 toodlers. The variable research was insident of stunting and the intruments were antropometric measurements and Z-score calculations. The data was processed to editing, coding, tabulating, then results analyzed using univariate analyzis and presented with pie diagram.The results showed the general characteristics of the respondents that the incidence of stunting in toddlers in the Posyandu was 34 toddlers (59%) consisting of 14 toddlers (35%) included in the short stunting category and 20 toddlers (24%) in the very short stunting category. Based on the results of the study, it is necessary to increase nutrition improvement programs both from the government and non-governmental organizations through the addition of PMT, supplementation and case monitoring.Keywords : Toodlers, stunting insidentAbstrak : Stunting pada anak merupakan growth faltering akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama sejak kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai, selanjutnya berdampak pada perkembangan fisik anak yang bersifat irreversible. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian stunting pada balita di Posyandu Apel Desa Jambearjo wilayah kerja Puskesmas Tajinan kabupaten Malang. Penelitian ini adalah penelitian survey yang dilakukan di Posyandu Apel Desa Jambearjo wilayah kerja Puskesmas Tajinan. Populasi yang digunakan adalah balita di Posyandu Apel sejumlah 98 balita. Sampel penelitian diambil dengan teknik accidental sampling didapatkan sampel penelitian berjumlah 58 balita. variabel penelitian adalah kejadian stunting. Instrumen yang digunakan adalah pengukuran antropometri dan penghitungan Z-score. Hasil dianalisis dengan analisis univariat disajikan dalam bentuk diagram. Hasil penelitian menunjukan karakteristik umum responden diatas menunjukan bahwa angka kejadian stunting pada balita di Posyandu Apel adalah 34 balita (59%) yang terdiri dari 14 balita (35%) masuk pada kategori stunting pendek dan 20 balita (24%) pada kategori stunting sangat pendek. Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya peningkatan program perbaikan gizi baik dari pemerintah maupun swadaya masyarakat melalui penambahan PMT, pemberian suplementasi dan monitoring kasus.Kata Kunci : balita, kejadian stunting
PROFIL BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENJERAN KOTA SURABAYA Dwi Ernawati; Diyah Arini
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.392 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v6i1.184

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition with a short child's body to exceed the deficit of 2 elementary school under the median length or height of the population which is an international reference due to lack of nutrient intake for a long time. Stunting in toddlers is usually not realized by parents, because differences in height with normal-age children are less visible. The purpose of this study is to provide an overview of the incidence of stunting toddlers in the working area of the Kenjeran Public Health Center in Surabaya.The research design used descriptive method with a sample of 145 respondents mothers and children under five 2-5 years in the working area of the Kenjeran Health Center in Surabaya, namely in 4 Kelurahan namely Kenjeran Kelurahan, Sukolilo Kelurahan, Bulak Kelurahan, and Kedung Cowek Kelurahan. The research variable is the incidence of stunting toddlers with height measurements using microtoise sampling technique using stratified random sampling with tabulation of frequency distribution.The results showed that stunted children under five were 95 children (64.5%), and stunted children were very short (severe stunted) as many as 50 children (34.5%).This study is useful as a motivation for parents with minimal family income but does not reduce the supply of balanced nutrition in children. Nutritious food that is cheap and a good way of processing food. Parents understand the stunting experienced by toddlers and are able to apply good nutrition in an effort to minimize the number of stunting events. Keywords:  Under five year old,  StuntingAbstrak : Stunting adalah kondisi tubuh yang pendek  yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut usia dibawah standar (< -2 SD) di bawah median yang mengakibatkan gangguan pencapaian tinggi badan normal sesuai usianya. Kejadian Stunting sering tidak menjadi perhatian orang tua, karena tidak terlihat perbedaan pada  tinggi badan balita stunting dibandingkan anak  sehat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran kejadian balita stunting di wilayah kerja puskesmas Kenjeran Kota Surabaya.Disain penelitian menggunakan metode eksploratifdengan jumlah sampel 145 responden  ibu dan anak balita 2-5 tahun di wilayah kerja puskesmas Kenjeran Kota Surabaya. Variabel penelitian adalah kejadian balita stunting  dengan pengukuran tinggi badan menggunakan microtois. Tekhnik sampling menggunakan stratified random sampling dengan tabulasi distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting kategori pendek (stunted) yaitu sebanyak 95 balita (64,5%), dan balita stunting kategori sangat pendek (severe  stunted) sebanyak 50 balita (34,5%).Tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi melalui posyandu agar orang tua paham tentang stunting dan dapat menyediakan nutrisi seimbang pada anak meskipun pendapatan minimal. Makanan bergizi yang harganya murah dengan cara pengolahan makanan yang baik dapat  meminimalisir angka kejadian stunting. Kata kunci : Balita, Stunting
GAMBARAN PERILAKU VERBAL ABUSE ORANG TUA DAN TIPE KEPRIBADIAN REMAJA DI SMP N 2 GAMPING YOGYAKARTA Rizqi Wahyu Hidayati; Retno Sumiyarini
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.118

Abstract

Abstract : Adolescent was a period from children to adult which is 11 – 21 years old. Nowadays, the number of adolescents was one-sixth of world population. The characteristic of this period wee egocentric, over estimates, and aggressive. Because of this, adolescent was under attention. Family was first line which influences their development. Moreover, family who had verbal abuse and hostility, it could make unstable and negative emotion. It also influenced the children personality types. Children who grow with physically and psychologically trauma, they susceptible had anxiety disorder, PTSD, depression, and personality disorder. The aim of this research was to see the descriptive of parental verbal abuse and personality type in adolescents at 2 Gamping junior High School. This research used quantitative method with descriptive design. The number of the sample was 89. The inclusions were the students who lived with their parents (mother/father/both) in the same house and they were 12 – 14 years old. This research used simple random technique. Besides, the questioners used verbal abuse and Myerss Briggs Type Indicator Personality. Next, it was tested by coefficient contingency. Finally, the researcher got Ethical Clearance from ethical commission in Health Faculty of Jenderal Achmad Yani Yogyakarta University. Based on result, it can be seen that majority of the students got vebal abuse in low category (88,8%). Next, majority of the students also had introvert personality type (50,6%). Although, the difference between introvert and extrovert was not significant (0, 01%). Researcher hopes that this result could be the based data of next research.Keywords : Parental Verbal Abuses Personality types; Adolescents Abstrak : Remaja merupakan masa peralihan anak-anak ke dewasa dengan rentang usia 11 – 21 tahun. Jumlah remaja saat ini seperenam populasi dunia. Berdasarkan jumlah dan karakteristik remaja yang ego sentris, over estimates, pemarah, dan agresif menjadikan kelompok ini diperhatikan. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dapat mempengaruhi perkembangan remaja. Keluarga yang penuh dengan celaan dan permusuhan menyebabkan emosi anak tidak stabil dan negatif. Hal ini juga akan berdampak pada tipe kepribadian anak. Anak yang tumbuh dengan trauma baik fisik maupun psikologis, maka akan memiliki gangguan kecemasan, PTSD, depresi, dan gangguan kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran perilaku verbal abuse orang tua dan tipe kepribadian remaja di SMP N 2 Gamping Yogyakarta.Penelitian ini merupakaan penelitian kuantitatif dengan deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 89 dengan kriteria inklusi antara lain siswa tinggal satu atap bersama dengan orang tua (single parentsatau lengkap) dan berusia 12 – 14 tahun dengan simple random technique. Kuesiner menggunakan verbal abuse dan Myerss Briggs Type Indicator Personality.Diuji menggunakan koeffisien kontingensi. Persetujuan etik didapatkan dari Komisi Etik Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Berdasarkan hasil didapatkan bahwa mayoritas siswa mengalami kekerasan verbal dari orang tua dengan kategori rendah yaitu 88, 8%. Selanjutnya, sebagian besar siswa memiliki kepribadian introvert dengan prosentase 50, 6%. Selain itu dapat dilihat bahwa mayoritas siswa memiliki nilai kekerasan verbal kategori rendah. Hal ini dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi nilai kekerasan verbal orang tua dalam kategori rendah.Kata Kunci : Verbal Abuse, Orang tua, Tipe Kepribadian, Remaja
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENANGANAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA PADA UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) OLAHRAGA DI UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA Jovi Hardyanto; Novita Nirmalasari
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.733 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v6i1.195

Abstract

Sport injuries are those injuries experienced during the sportexercise, during the sport match, or after the sport match. Injuries can be caused by physical forces, technical errors, physical collision, or excessive physical activities.This research aims at finding out the knowledge level description of sport injuries management in AchmadYani Sport Centre. first-aid on the students of sport UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa/Students’ Activities Unit) in JenderalAchmadYani Yogyakarta University.The research used quantitative research with descriptivedesign. The number of the sample was 69. The data collection method was through the distribution of questionnaire on the knowledge level of first-aid. The data analysis used was univariate.The majority of male sex (59%), aged 20 – 21 years old (56.6%), volly ball UKM (24.7%), and the knowledge level of first-aid is categorized as good (79.7%). The students’ knowledge against RICE first-aid method in terms of: Rest is good (42.0%), of Ice is good (53.6%), of Compress is very good (66.7%), and of Elevation is fair (50.7%). The knowledge level description of sport injuries first-aid on the students of sport UKM is categorized as good. Keywords: Sport injuries, First-aid, Knowledge level Abstrak: Sport Injuries atau cedera olahraga adalah bentuk cedera yang timbul, baik pada waktu latihan, maupun pada waktu berolahraga (bertanding), atau pun sesudah pertandingan. Cedera disebabkan oleh tekanan fisik, kesalahan teknis, benturan atau aktivitas fisik yang melebihi beban latihan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang penanganan cedera olahraga pada mahasiswa UKM olahraga di Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan deskriptif eksploratif. Sample berjumlah 69 responden. Metode pengumpulan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan penanganan cedera. Analisis data yang digunakan adalah univariat. Karakteristik respon den berdasarkan jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki (59%), usia 20-21 tahun (56,6%), UKM volly (24,7%), dan tingkat pengetahuan penanganan cedera terbanyak dalam kategori baik (79,7%). Pengetahuan mahasiswa terhadap penanganan cedera tentang metode RICE menggunakan rest yaitu baik (42,0%), ice dalam kategori baik (53,6%), compress dalamkategori sangat baik (66,7%), dan elevation dalam kategori cukup (50,7%). Gambaran pengetahuan penanganan pertama cedera olahraga di UKM olahraga dalam kategori baik. Kata kunci: cedera olahraga; penanganan pertama; tingkat pengetahuan
PENGARUH SELF-SELECTED INDIVIDUAL MUSIC THERAPY (SeLIMuT) TERHADAP PERUBAHAN STATUS HEMODINAMIK PASIEN KANKER PALIATIF DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Dedi Kurniawan; Sri Setiyarini; Martina Sinta Kristanti
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.848 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.111

Abstract

Abstract : The unstabled blood pressure and pulse rates of palliative care cancer patients were due to the psychological stressed, pain, and anxiety. Complementary And Alternative Medicine (CAM) have been apply to reduce the commons symptoms of advanced illness.The aim of this study was to explain the effect of SeLIMuT to hemodynamic palliative care cancer patients in dr. Sardjito Yogyakarta hospital. A quasi experiment pre-posttest with control group designed apply to this study. A purposive sampling technique carried out in IRNA I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta which were divided into two groups: the intervention and control group. The intervention group (n=23) received 4 times SeLIMuT therapy for 2 days with each session about 15 to 20 minutes, and controlled group (n=23) did not receive any therapies. Pre and post test measured of pulse rates and blood pressure. It was clinically significant if there was cut off point was a ≥10 mmHg on both systolic and diastolic level and >4 x/minute on the pulse rates. Statistically,a significant mean values difference of systolic (p=0,001), diastolic (p=0.024) dan pulse rates (p=0,001), as significanceas p<0,05. In addition, a decrease of 3,70 mmHg on systole level, 2,18 mmHg on diastole level, dan 0,52 on pulse rate, however these values had no clinically significance based on both of cut-off point. The control group systolic level hadn’t changed, which is the diastole level and pulse rates have been increased. Statistically, SeLIMuT has a positive effect on the hemodynamic status of patients with cancer taking palliative care, although there was not significance clinically.Keywords : Palliative cancer, Hemodynamic, SeLIMuT, Music TherapyAbstrak : Ketidakstabilan tekanan darah dan denyut nadi pada pasien kanker paliatif dilaporkan lebih besar terjadi sebagai akibat reaksi psikologis nyeri dan kecemasan yang dialami. Complementary and Alternative Medicine (CAM) menjadi tren pilihan terapi untuk mengurangi gejala yang mengganggu pasien kanker paliatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SeLIMuT terhadap perubahan status hemodinamik pasien kanker paliatif. Quasi Experiment pre-test and post-test design with Comparison Group dengan purposive sampling yang dilakukan di IRNA I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Responden dibagi dalam kelompok intervensi (n=23) menerima terapi SeLIMuT selama 4 kali dalam dua hari dengan durasi tiap terapi 15-20 menit dan kelompok kontrol (n=23) tidak diberikan terapi. Kedua kelompok dilakukan pengukuran tekanan darah dan denyut nadi pre dan post. Dikatakan bermakna secara klinis jika perubahan sebesar ≥10 mmHg pada sistolik dan diastolik dan >4 x/menit pada nadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rerata sistolik (p=0,001), diastolik (p=0,024) dan denyut nadi (p=0,001), signifikan jika p<0,05. Terjadi penurunan sebesar 3,70 mmHg pada sistolik, 2,18 mmHg, dan 0,52 pada nadi, namun penurunan tersebut tidak bermakna secara klinis. Perbedaan nilai sistolik pre-post pada kelompok kontrol cenderung tetap, sedangkan pada diastolik dan nadi justru menunjukkan peningkatan. Secara statistik SeLIMuT berpengaruh positif terhadap status hemodinamik pasien kanker paliatif, namun hasil tersebut tidak bermakna secara klinis.Kata Kunci : Kanker paliatif, hemodinamik, SeLIMuT, terapi musik
PENGARUH JALAN KAKI 30 MENIT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA KELOMPOK LANSIA DI DESA ERRABU Sugesti Aliftitah; Nelyta Oktavianisya
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.12 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v6i1.186

Abstract

Hypertension became a problem in elderly because those could be the risk factor of  CVA, cardiovascular problem and coronary heart disease. One of the factors which effect the blood pressure is physical activity. Physical activity is body movement of extremity which need energy. The aim of this study was to find out the effect of 30 minutes casual walking on reducing systolic blood pressure of elderly group in Desa Errabu. The design was quasy-experiment, pretest-posttest control group design. This study involved  30 respondent which divided into two groups. Purposive  sampling technique used to gain sample. Automatic blood preasure monitor was used as instrument to obtain the data. The result showed that mean value of intervention group before intervention were 127,27 mmHg then after the intervention the mean value reducing to 116,87 mmHg. The result of data analysis by using Independent Sample T Test obtained ρValue=0,025 with α=0,05 there was difference between posttest-posttest result of blood pressure on intervention and control groups. Because the ρValue<α so there was an effect 30 minutes casual walking on reducing systolic blood pressure of elderly group in Desa Errabu. Casual walking has many advantage, one of the advantage is the heart muscle become more sturdy so it will pump the blood to the heart and normalize the blood pressure on hypertension phase. Keywords : casual walking, blood pressure, elderly Abstrak : Hipertensi menjadi masalah pada usia lanjut karena dapat menjadi faktor resiko dari penyakit stroke, payah jantung dan penyakit jantung koroner. Salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan darah adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan energi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jalan kali 30 menit terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok lansia di Desa Errabu. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik, dengan rancangan bangun quasy-experiment, pretest-posttest control group design. Penelitian ini melibatkan 30 responden yang terbagi menjadi dua kelompok. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan  adalah Automatic blood preasure monitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi nilai mean pada kelompok perlakuan sebesar 127,27 mmHg kemudian terjadi penuruanan setelah intervensi yaitu nilai meannya 116,87 mmHg. Hasil analisa data posttest-posttest tekanan darah pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menggunakan uji Independent Sample T Test didapatkan nilai signifikan ρValue=0,025 dengan α=0,05, terdapat perbedaan antara posttest-posttest tekanan darah pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Karena ρValue<α maka ada pengaruh jalan kaki 30 menit terhadap penurunan tekanan darah sistol pada kelompok lansia di Desa Errabu Tahun 2019. Jalan kaki memiliki banyak manfaat yaitu membuat otot jantung lebih kuat sehingga dapat memompa darah kembali menuju jantung dan menormalkan  tekanan  darah  ketikahipertensi. Kata kunci : jalan kaki, tekanan darah, lansia
PENERIMAAN MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA Lilik Setiawan; Gaury Intan Koswara
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.207 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.147

Abstract

Abstract : Patients with mental disorders until now still in view as a strange and frightening public, the lack of understanding of the public about mental disorders cause people with mental disorders are less acceptable in the public. The purpose of this research to determine the acceptance of public to mental disorder.The design was used qualitative research used descriptive phenomenology approach. Data collected by in-depth interview method then analyzed was used collaizzi data analysis technique. Sampling in this research was used purposive sampling technique with the number of 4 participants.The result of the research was the finding of 10 themes that is 1) do not consider public with mental disorder; 2) There were still little public attention to people with mental disorders; 3) Treat public with mental disorders inhumanely; 4) The public had not fully recieved mental sufferers; 5) Consider inner pressure as the cause of mental disorders; 6) Consider spirits as the cause of mental disorders; 7) Assume not strong science as the cause of mental disorders; 8) Wanting public with mental disorders can re-interact with the public; 9) Obtaining the attention of health workers for the cure of mental sufferers; 10) Feeling uncomfortable with the existence of people with mental disorders. Therefore, people need to be given information about mental disorders so that people can treat public with mental disorders humanely involving.Keywords : Acceptance, community, mental disorder. Abstrak : Penderita gangguan jiwa sampai sekarang masih di pandang sebagai orang yang aneh dan menakutkan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gangguan jiwa menyebabkan penderita gangguan jiwa kurang diterima di lingkungan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerimaan masyarakat pada penderita gangguan jiwa. Desain yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview kemudian dianalisa dengan menggunakan tehnik analisa data collaizzi. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 4 partisipan.Hasil penelitian adalah ditemukannya 10 tema yaitu 1) Tidak menganggap penderita gangguan jiwa; 2) Masih terdapat sedikit perhatian masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa; 3) Memperlakukan penderita gangguan jiwa secara tidak manusiawi; 4) Masyarakat belum menerima sepenuhnya penderita gangguan jiwa; 5) Menganggap tekanan batin sebagai penyebab gangguan jiwa; 6) Menganggap roh halus sebagai penyebab gangguan jiwa; 7) Menganggap tidak kuat ilmu sebagai penyebab gangguan jiwa; 8) Menginginkan penderita gangguan jiwa dapat kembali berinteraksi dengan masyarakat; 9) Mendapatkan perhatian dari petugas kesehatan demi kesembuhan penderita gangguan jiwa; 10) Merasa tidak nyaman dengan keberadaan penderita gangguan jiwa. Oleh sebab itu masyarakat perlu diberikan informasi mengenai gangguan jiwa sehingga masyarakat dapat memperlakukan penderita gangguan jiwa secara manusiawi.Kata Kunci : Penerimaan, masyarakat dan gangguan jiwa

Page 7 of 12 | Total Record : 112