cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Economica: Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20859325     EISSN : -     DOI : -
EEconomica: Jurnal Ekonomi Islam is a scientific journal in the field of Islamic economics studies published twice a year by the Institute of Islamic Economic Research and Development (LP2EI), Faculty of Islamic Economics and Business UIN Walisongo Semarang. The editors receive scientific articles in the form of conceptual script or unpublished research results or other scientific publications related to Islamic Economics themes which cover Islamic Finance, Islamic Banking, Islamic Accounting, Islamic Marketing, also Behavioral Economics, Management, and Human Resources in Islamic perspective.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
KAPITALISME RUNTUH EKONOMI SYARIAH BERKAH (Napaktilas Constitutum Menuju Constituendum) Mashudi Mashudi
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2013.4.1.687

Abstract

Constitutum means discuss, evaluate and assess the role of the law that had been in force in the community, whether in accordance with the needs of society or is precisely the opposite. While constituendum interpreted efforts to create a progressive law, the law is deemed effective welfare society. To develop and promote Islamic banks are at least teen pillars that must be considered, namely: improving service and professionalism, product innovation, human resources, expansion of branch network, which supports the legislation, Shari'ah compliance, continuous education, synergy, the results competitive, and reorientation to the real sector. If the government carry out its role effectively, it will be a positive contribution to the development of the community because of the need will be met, they will be motivated through the hard work of careful and efficient. However, if it is not done, then there is destruction. The resources needed for the country's interests, acquired through the tax system fair and efficient. Similarly, if the world economy has been restless uneasy with capitalism and socialism, then ekomoni sharia in Indonesia should seriously empowered to oversee the welfare of the people.
Spiritual Well-Being and Religious Commitment in Explaining Customer Satisfaction and Loyalty in Sharia Banking Afendi, Arif; Ghofur, Abdul
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2021.12.1.6429

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the impact of spiritual well-being and religious commitment on customer satisfaction. And spiritual well-being, religious commitment, and customer satisfaction to customer loyalty. This research was quantitative with multiple linear regression. The data in this research was primary data with 165 banking customers. The sampling technique was non-probability sampling. The result of the research shows that There was a positive and significant effect of spiritual well-being and religious commitment to customer satisfaction. In addition, customer satisfaction has a positive and significant effect on customer loyalty. Another result shows spiritual well-being and religious commitment have a positive and significant effect on customer loyalty. This study provides information to sharia bank management to pay attention to religious and non-religious factors. For example, social, economic, educational, environmental, cultural factors, the magnitude of profit-sharing, completeness of facilities and infrastructure, and the sophistication of facilities such as ATMs, internet banking, and m-banking are considered in consideration finding customers. These factors contribute very dominantly to determine the level of satisfaction and loyalty of customers.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh spiritual well-being dan komitmen agama terhadap kepuasan nasabah. Serta pengaruh spiritual well-being, komitmen agama dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan regresi linear berganda. Data dalam penelitian ini berupa data primer dengan 165 responden  nasabah perbankan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode non probability sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan spiritual well-being dan komitmen agama terhadap kepuasan nasabah. Pengaruh kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah adalah positif dan signifikan. Selain itu pengaruh spiritual well being dan komitmen agama terhadap loyalitas nasabah  adalah positif dan signifikan. Penelitian ini memberikan informasi kepada pihak manajemen bank syariah untuk memperhatikan faktor keagamaan serta non keagamaan, misalnya, faktor sosial,  ekonomi, pendidikan, lingkungan, budaya, besarnya bagi hasil, kelengkapan sarana dan prasarana serta kecanggihan fasilitas seperti ATM, internet banking, m-banking sebagai pertimbangan dalam mencari nasabah, karena faktor ini memberikan kontribusi yang sangat dominan untuk menentukan tingkat kepuasan serta loyalitas nasabah.
PERUBAHAN AKAD WADI’AH Nur Huda
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2015.6.1.789

Abstract

Salah satu produk fiqh muamalah yang turut berkembang bersamaan dengan perkembangan ekonomi syari’ah adalah akad wadi’ah. Lembaga keuangan syari’ah, khususnya bank syari’ah mencoba memodifikasi dan menerapkan akad-akad al musamma termasuk wadi’ah sebagaimana yang disebutkan oleh kitab-kitab fiqh, namun aplikasinya telah mengalami perubahan bentuk yang sebaliknya dari pengertian semula.  Permasalahan yang akan dikaji adalah mengapa dan bagaimana perubahan tersebut bisa terjadi? Tulisan ini dari hasil pengkajian kitab-kitab fiqh (muamalah) klasik dalam berbagai madzhab, kitab-kitab fiqh modern (kontemporer) dan buku-buku tentang perbankan syari’ah termasuk fatwa DSN-MUI tentang wadi’ah dan dianalisis secara kualitatif. Perubahan bentuk akad wadi’ah dari fiqh ke bank syari’ah, setidaknya dalam 4 hal, yaitu 1), sifat wadi’ah yang semula adalah non profit (tabarru’) menjadi profit. 2) barang titipan semula adalah milik penitip dan tidak boleh dimanfaatkan oleh penerima titipan, di bank syari’ah barang titipan beralih menjadi milik bank dan bank bebas memanfaatkannya. 3) barang titipan yang semula adalah barang, dalam bank syari’ah berubah menjadi uang. Dan 4) akad wadi’ah semula obyeknya adalah jasa penitipan dimana penitiplah yang harus membayar jasa penitipan, tetapi di bank syari’ah berubah menjadi titipan investasi.
Faktor Dominan pada Indeks Inklusi Perbankan Syariah Sektor Pertanian di Indonesia Eko Fajar Cahyono; M. Faris Fadillah Mardianto; Sylva Alif Rusmita
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2017.8.1.1826

Abstract

The importance of financial inclusion in Islamic Bank is not only affordable for business level, but also agricultural sector. Indonesian Islamic banking as one of the providers of financial services continued to grow, but its market share is still small compared with conventional banking. Therefore financial inclusion Islamic banking, especially in reaching out to the agriculture sector, need to be improved. This study aims to measure the value of financial inclusion Islamic banks in Indonesia province in reaching the agricultural sector, both provincial and district or city. Indexing method factor analysis (Principal Component Analysis) using 14 indicators that have been adapted to the concept of Financial Inclusion Index (FII). Data correlated with Islamic Financial Institution availability can be divided into two factors which are of Islamic banking (including Islamic windows of the conventional bank) and Islamic Rural Bank. The result of the analysis is indicating that the most dominant factor provided by Islamic banking (including Islamic windows of conventional Bank). The result also present the highest index score reached by West Java Province and East Java, while the lowest index score reached by East Nusa Tenggara and West Papua Province.Keuangan inklusi bagi bank syariah sangatlah penting, bukan hanya memberikan pembiayaan pada sektor bisnis namun juga untuk sektor pertanian. Bank syariah di Indonesia sebagai salah satu lembaga keuangan yang terus berkembang memiliki potensi untuk mengembangkan keuangan inklusi walaupun pangsa pasar dari bank syariah masih lebih kecil dibandingkan konvensional. Keberadaan keuangan inklusi di bank syariah khususnya pada sektor pertanian masih perlu ditingkatkan Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai keuangan inklusi di bank syariah pada sektor pertanian di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, baik pada level provinsi, kabupaten dan kota. Penelitian ini menggunakan metode index faktor analisis (analisis komponen prinsip) dengan 14 indikator yang diadaptasi dari konsep Indeks Inklusi Keuangan. Data-data berkenaan dengan lembaga keuangan Islam yang tersedia dapat dibagi menjadi dua factor, yaitu faktor yang berkaitan dengan bank syariah (termasuk unit usaha syariah) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan adalah faktor yang berkaitan dengan bank syariah dan unit usaha syariah. Hasil menunjukkan bahwa angka indeks tertinggi diraih oleh provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, sedangkan angka indeks terendah diraih oleh provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat.
Increasing Community Awareness and Intention in Encouraging The Growth of Cash Waqf Muhammad Iqbal; Prameswara Samofa Nadya; Saripudin Saripudin; Puji Hadiyati
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2019.10.1.3152

Abstract

This study aims to identify factors that determine the awareness, intention and decision of the Indonesian people to cash waqf. Data collection techniques using purposive sampling with PLS (Partial Least Squared) method as a data analysis tool in this study includes a path analysis model. The results obtained show that the social environment and understanding affect one's awareness and interest in cash waqf. The emergence of awareness and intention will encourage the person to carry out cash waqf. While the promotion of cash waqf does not affect awareness and intentions which in the end will not encourage someone to cash waqf.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan kesadaran, minat dan keputusan masyarakat Indonesia untuk berwakaf uang. Teknik penggumpulan data menggunakan purposive sampling dengan metode PLS (Partial Least Squared) sebagai alat analisis data yang dalam penelitian ini memuat model analisis jalur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lingkungan sosial dan pemahaman mempengaruhi kesadaran dan minat seseorang akan wakaf uang. Munculnya kesadaran dan minat akan mendorong orang tersebut untuk melaksanakan wakaf uang. Sedangkan promosi tentang wakaf uang tidak mempengaruhi kesadaran dan minat yang pada akhirnya tidak akan mendorong seseorang untuk berwakaf uang.
ZISWAF Digital Payment as An Effort to Reach Millennials Fuad Hasyim; Muhammad Al-Farido Awwal; Nur Hidayah Al Amin
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.2.5752

Abstract

Abstract: ZISWAF is an Islamic-led fundraising instrument aimed at wealth distribution. The existence of technological developments allows the adaptation of payments with all its acceleration. This study aims to determine the digital payment strategy to maximize ZISWAF’s revenue potential in Indonesia. This study uses the TAM, and TPB modification approaches. The methodology used is structural equation modeling (SEM) with a partial least square (PLS) approach. The sample used is the Y generation as a representation of the millennial generation. The results showed that all the variables forming the TAM theory (perceived usefulness, perceived ease of use, attitude) and all the variables creating the TPB theory (subjective norms and perceived behavior control) significantly affect the Intention (INT) of individuals pay for online ZISWAF (sig. 0.05, α=5%). Furthermore, attitude is a mediating variable in a partial/ quasi modification model that links perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) to Intention (INT) (VAF=49.87%).Abstrak: ZISWAF adalah instrumen pengumpulan dana yang dipelopori Islam dengan tujuan untuk distribusi kekayaan. Adanya perkembangan teknologi memungkinkan adaptasi pembayaran dengan segala akselerasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembayaran digital untuk memaksimumkan potensi pendapatan ZISWAF di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan modfikasi TAM dan TPB. Metodologi yang digunakan adalah structural equation modeling (SEM) dengan pendekatan partial least square (PLS). Sampel yang digunakan merupakan generasi Y sebagai representasi generasi milenial. Hasil menunjukkan seluruh variabel pembentuk teori TAM yakni perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) dan attitude (ATT) dan seluruh variabel pembentuk teori TPB yakni subjective norms (SN) dan perceived behavior control (PBC) berpengaruh terhadap intention (INT) individu dalam membayar ZISWAF secara online (sig. 0.05, α=5%).  Attitude (ATT) merupakan variabel pemediasi dalam model modifikasi yang bersifat partial/ quasy yang menghubungkan perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) terhadap intention (INT) (VAF=49.87%)
MENIMBANG PEMIKIRAN MASDAR FARID MAS'UDI TENTANG DOUBLE TAXS (ZAKAT DAN PAJAK) Taufiq Hidayat
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2013.4.2.780

Abstract

The revenue sources of Country  in the early days of Islam, such as zakat and taxes they are jizyah, kharaj, max (customs), and 'usyr (export-import customs) and also ghanimah and fai' (spoils of war and confiscated items). For Muslims in Indonesia,in addition they have to pay taxes to the state that include property tax,commercial goods tax, goods consumption tax, fiscal when traveling abroad, income tax, etc., they also have to pay zakat that include zakat fitrah and zakat property. Thus, Indonesian Muslims have to bear double taxs, they are taxation and zakat. This academic anxiety felt by one of the Indonesian Muslim intellectual, Masdar Farid Mas'udi. Departing from that academic anxiety Masdar then pour his fresh ideas and even controversial, especially on the issue of double taxs.
STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI YANG ISLAMI MENURUT FAHIM KHAN Ali Murtadho
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2016.7.2.1153

Abstract

Several theories about the development strategy formulated by the most conventional neo-classical economists much criticized. Fahim Khan including contemporary Islamic economic thinkers who criticize conventional economic development strategy with alternative bids from the Islamic economics perspective. Their thinking is exciting to examined substance and its correlation with the economic development of contemporary Islamic discourse that dominated the development of financial institutions/syariah banking. The creation of entrepreneurial opportunities made Fahim Khan as a keyword in the concept of criticizing conventional strategy and supporting the Islamic economic development strategy. Strategy opened and graced this productive creative independent businesses are deemed appropriate and supported by the Islamic economic system based on profit and loss sharing partnership (profit-loss sharing). The idea is to promote excellence banking system of sharing based on the conventional interest-based banking system in spurring economic development suplus to enliven the entrepreneurial workforce.
Analisis Ekonomi Islam terhadap Pemenuhan Upah Layak Tenaga Kerja Industri Batik (Studi Kasus: Sentra Batik Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon) Nono Hartono
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2018.9.2.2835

Abstract

This research aims to identify the wage system for batik industry workers, and analyze the economic outlook of Islam on the labor wage system, and develop appropriate wage models in the batik industry. Sampling technique used purposive sampling method. Data analysis using multiple linear regression. The results showed that the factors that significantly influence the wage level of the home-based unit of the batik industry are the length of work per day, work experience and operational costs, while the home-based unit variables of the batik industry have no significant effect. To increase labor wages, a decent wage model is needed in accordance with sharia provisions.Peneliltian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pengupahan tenaga kerja industri batik, dan menganalisis pandangan ekonomi islam terhadap sistem pengupahan tenaga kerja, serta menyusun model pengupahan yang layak pada industri batik. Teknik pengabilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat upah tenaga kerja unit rumahan industri batik adalah lama kerja perhari, pengalaman bekerja dan biaya operasional, sedangkan variabel unit rumahan industri batik berpengaruh tidak signifikan. Untuk meningkatkan upah tenaga kerja, diperlukan model pengupahan yang layak sesuai dengan ketentuan syariah.
PRINSIP KEADILAN SOSIAL DAN ALTRUISME DALAM PENERAPAN SISTEM PERBANKAN SYARIAH Siti Amaroh
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2014.5.2.771

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang keadilan sosial dan altruisme dalam implementasi sistem perbankan syariah. Bank syariah menempatkan perannya dalam memobilisasi dana dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam beragam bentuk produk berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Pencapaian ekonomi dan sosial merupakan tujuan pokok didirikannya bank syariah. Keadilan sosial tercapai bilamana pendapatan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dan setiap anggota masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf hidupnya. Sedangkan altruisme merupakan bentuk kebaikan hati dalam memberikan bantuan pada pihak lain tanpa meminta imbalan. Implementasi keadilan sosial dan altruisme dalam perbankan syariah diwujudkan dalam fungsi zakat dan qardhul hasan.