cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Economica: Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20859325     EISSN : -     DOI : -
EEconomica: Jurnal Ekonomi Islam is a scientific journal in the field of Islamic economics studies published twice a year by the Institute of Islamic Economic Research and Development (LP2EI), Faculty of Islamic Economics and Business UIN Walisongo Semarang. The editors receive scientific articles in the form of conceptual script or unpublished research results or other scientific publications related to Islamic Economics themes which cover Islamic Finance, Islamic Banking, Islamic Accounting, Islamic Marketing, also Behavioral Economics, Management, and Human Resources in Islamic perspective.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
MENGUKUR KINERJA OPERASIONAL BMT PADA TAHUN 2010 DITINJAU DARI SEGI EFISIENSI DENGAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (Studi Kasus BMT Di Kota Semarang) Yuningrum, Heny
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2012.2.2.852

Abstract

The development of Islamic banking in Semarang city was rapidly since 1997 until 2012. It is thanks to the Government support in the terms of determine  Islamic  banking. The Support  is now more easy for  movement of Islamic  financial institutions. the author chose the year 2010 of this research because 2010 have been reported complete leadership of the BMT. The issue of this research is how the operational of activities BMT in Semarang city has reached the level of operational efficiency in 2010 and how the forward prospects in Semarang city for competition of BMT with the another syariah financial.The population of this research are 72 BMt and the  sampling  of this research are 12 BMT. The population and the sample was listed by PUSKOPSYAH. The analyze of this research using WDEA which is expected to be answer the problems occurred in the BMT.The result of this Research are  3 BMT has efficiency of 55% until 90%. There are BMT Mitra Hasanah (61,51), BMT Pasadena (62,41%) and BMT Anda (71,18%). The capital and the operational expenses of three BMT must to increase until  hit a target was expected. The average of That BMT only 30% from the target. And the BMt have low efficiency (less than 55%) i.e. BMT Hudatama (29,22%, BMT Fosilatama (33,28%), BMT Tumoto Bondo (47,81%). While a third of this BMT have low efficiency from variable input i.e. capital and operational expenses and savings. There are need to  upgraded from 50% until 70%. The deficiency occurs in the BMT are  the proportion of unbalanced input i.e. capital and operational expenses, the number of entries maintained does not match your target market. To achieve those targets each BMT must add capital, operating expenses and savings.To answering  the problemof inefficient are: the value of output that should be improved by reducing the input, if  the input and output was increased, so the level to the increase f of output must be greater than the rate of increase for input, or the both of output and input was decline because  the derived output should be lower than input.
Mengembangkan Koperasi Syariah di Indonesia: Pendekatan Interpretative Structural Modelling (ISM) Aam Slamet Rusydiana; Abrista Devi
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2018.9.1.2181

Abstract

Despite growing rapidly, but Islamic cooperatives are still experiencing many obstacles in its development, both from the internal, external and regulatory side. This study attempts to identify the factors of needs, activities, and objectives in the development of sharia cooperatives in Indonesia, using the Interpretative Structural Modelling (ISM) approach. The results of this study provide some conclusions include: (1) Elements of the needs of the key key in sharia cooperative development strategy in Indonesia to improve SMEs is the need for strong support on the legal aspects of sharia cooperatives, (2) Elements of activities that are key to Shariah cooperative development are to conduct training and certification programs for shariah cooperative management and members, and (3) Elements of actors/institutions that are key in sharia cooperative development strategy in Indonesia to improve UMKM is sharia financial institution.Walaupun tumbuh dengan pesat, namun koperasi syariah masih mengalami banyak kendala dalam pengembangannya, baik dari sisi internal, eksternal maupun regulasi. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi faktor-faktor kebutuhan, aktifitas dan tujuan dalam pengembangan koperasi syariah di Indonesia, dengan pendekatan metode Interpretative Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian memberikan beberapa kesimpulan, antara lain: (1) Elemen kebutuhan yang menjadi kunci utama dalam strategi pengembangan koperasi syariah di Indonesia untuk meningkatkan UMKM adalah perlu adanya dukungan yang kuat pada aspek hukum koperasi syariah, (2) Elemen aktifitas yang menjadi kunci utama dalam pengembangan koperasi syariah adalah mengadakan training dan program sertifikasi bagi manajemen koperasi syariah dan anggota, dan (3) Elemen pelaku/lembaga yang menjadi kunci utama dalam strategi pengembangan koperasi syariah di Indonesia untuk meningkatkan UMKM adalah lembaga keuangan syariah.
Sharia Maqashid’s Inclusive Performance and Contribution to The Sharia Non-Bank Financial Industry in Indonesia Budi Sukardi; Fachrurazi Fachrurazi; Supriyanto Supriyanto
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2019.10.2.4325

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the Sharia Non-Banking Financial Industry (henceforth INKB) performance in Indonesia based on the criterion of sharia maqashid and its inclusive contribution. This study's population is the Sharia IKNB, with the samples include sharia insurance companies, sharia finance companies, sharia pension funds, and pawnshop companies. The data in this study were analyzed using the Simple Additive Weighting method. The study results show the highest five ranks of Sharia Maqashid Index performance calculation, namely, in respective order, DPLK Muamalah, Reindo Syariah, Asuransi Takaful Indonesia, Sarana Multigriya Finansial, and lastly is Pegadaian Indonesia. To overcome the structural poverty that has been a prominent unfinished issue and often neglected by the state, it requires the ability and sensitivity to respond to the low class' turmoil by the sustainable economy, environment, and financial industry media. The Sharia IKNB must contribute to the public in becoming the frontline in improving the structural poverty system and leading industry in achieving the highest sharia objective, to maintain the life sustainability of humans, nature, economic resource, and other life aspects of the society.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Industri Keuangan Non Perbankan Syariah (selanjutnya INKB) di Indonesia berdasarkan kriteria maqashid syariah dan kontribusinya yang inklusif. Populasi penelitian ini adalah IKNB Syariah, dengan sampel perusahaan asuransi syariah, perusahaan pembiayaan syariah, dana pensiun syariah, dan perusahaan pegadaian. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode Simple Additive Weighting. Hasil studi menunjukkan lima peringkat tertinggi penghitungan kinerja Indeks Maqashid Syariah, yaitu di masing-masing urutan, DPLK Muamalah, Reindo Syariah, Asuransi Takaful Indonesia, Sarana Multigriya Finansial, dan terakhir adalah Pegadaian Indonesia. Untuk mengatasi kemiskinan struktural yang selama ini menjadi isu menonjol yang belum terselesaikan dan sering diabaikan oleh negara, diperlukan kemampuan dan kepekaan dalam merespon gejolak kelas bawah oleh media ekonomi, lingkungan, dan industri keuangan yang berkelanjutan. IKNB Syariah harus berkontribusi kepada masyarakat menjadi garda terdepan dalam memperbaiki sistem kemiskinan struktural dan industri unggulan dalam mencapai tujuan syariah yang setinggi-tingginya, menjaga keberlanjutan kehidupan manusia, alam, sumber daya ekonomi, dan aspek kehidupan masyarakat lainnya. 
ARAH PENGEMBANGAN KAJIAN EKONOMI ISLAM BERBASIS KESATUAN ILMU PENGETAHUAN DI IAIN WALISONGO Ali Murtadho
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2014.5.1.761

Abstract

Nomenklatur ekonomi Islam atau ekonomi syari’ah sepintas memperlihatkan adanya dikhotomi antara ilmu ekonomi Islam/Syari’ah dengan ilmu ekonomi umum/konvensional. Karakteristik ekonomi Islam sudah terelaborasi dalam berbagai kajian kontemporer dengan kekhasan tersendiri. Di sisi lain, paradigma wahdat al-‘ulum/unity of science sebagai basis pengembangan ilmu dalam visi IAIN Walisongo berarti menafikan berbagai dikhotomi antara ilmu “Islam” dengan ilmu “non Islam”/umum/konvensional. Paradigma ini menuntut elaborasi lebih lanjut dalam konteks pengembangan ilmu ekonomi Islam di IAIN walisongo. Melalui strategi spiritualisasi ilmu ekonomi konvensional, humanisasi ilmu syariah dan revitalisasi budaya/praktik ekonomi lokal, arah pengembangan ekonomi Islam dapat diformulasikan dalam implementasi kesatuan ilmu pengetahuan.
Analysis of Investment Decisions in Sharia Cooperatives: Does Sharia Accounting Standards Affect? Khoerulloh, Abd. Kholik; Janwari, Yadi
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2021.12.1.6442

Abstract

Abstract:  Investors in sharia cooperatives in Majalengka Regency suffered losses due to its administrators and managers who were not transparent in reporting their finances. This research aims to determine the effect of the application of sharia accounting standards and human resource competencies on investment decisions through financial reporting quality. The analytical techniques used in this study use path analysis. The results showed that the application of Sharia accounting standards had no significant adverse effect on investment decisions through financial reporting quality with an original sample value of -0.021 and Pvalue 0.554 > 0.05. In contrast, human resource competence significantly affected investment decisions through financial reporting quality with original sample values of 0.403 and Pvalue of 0.044 < 0.05. The implication of this research is to improve sharia cooperative management in financial performance to attract members to invest. The novelty of this research is the motive of investing in sharia cooperatives.Abstrak: Investor pada koperasi syariah di Kabupaten Majalengka mengalami kerugian karena ulah para pengurus dan pengelolanya yang tidak transparan dalam melaporkan keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan standar akuntansi syariah dan kompetensi sumber daya manusia terhadap keputusan investasi melalui kualitas laporan keuangan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan standar akuntansi syariah berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap keputusan investasi melalui kualitas laporan keuangan dengan nilai original sample sebesar -0.021 dan Pvalue 0.554 > 0.05, sedangkan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi melalui kualitas laporan keuangan dengan nilai original sample sebesar 0.403 dan Pvalue 0.044 < 0.05. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan manajemen koperasi syariah dalam kinerja keuangan sehingga menarik anggota untuk berinvestasi. Kebaruan dari penelitian ini adalah motif investasi pada koperasi syariah.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN TWO STAGE STOCHASTIC FRONTIER APROACH (Studi Analisis di Bank Umum Syariah) Wahab Wahab
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2015.6.2.794

Abstract

Kinerja perbankan syariah dapat diukur dengan menggunakan salah satu parameter yaitu efisiensi. Data efisiensi dari sampel Bank Umum Syariah pada tahun 2006 – 2009 adalah sebesar 0.9467, data ini dapat mencerminkan kondisi tingkat efisiensi bank syariah selama periode tersebut, Tingkat efisiensi tertinggi berada di Bank Syariah Mandiri (BSM) pada periode 2009 yakni sebesar 0.9631 yang berarti sangat mendekati nilai efisiensi optimal. Penelitian ini diukur dengan menggunakan pendekatan parametrik Stochastic Frontier Approach (SFA) untuk mengetahui nilai efisiensi pada BSM. Sedangkan variabel yang diukur adalah ROA, CAR, FDR, BOPO, PPAP, dan NPF.Hasilnya bahwa Return On Asset (ROA) berpengaruh positif tidak signifikan,Sedangkan Capital Adaquacy Ratio (CAR) berpengaruh positif tidak signifikan, Financing Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif signifikan, Biaya Operasional Pendapatan Operasional  BOPO) berpengaruh negatif tidak signifikan, Penyisihan Piutang Aktiva Produktif (PPAP) berpengaruh positif tidak signifikan, Non Performing Finance (NPF) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat efisiensi Bank Syariah Mandiri dengan pendekatan SFA.
Pengelolaan Zakat Produktif sebagai Instrumen Peningkatan Kesejahteraan Umat Maltuf Fitri
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2017.8.1.1830

Abstract

The purpose of zakat management formally is to (1) improve the effectiveness and efficiency of services in the management of zakat, and (2) to increase the benefits of zakat to realize the welfare of society and poverty reduction. In this context, the distribution of zakat funds in addition to the consumptive purpose, can also be justified for the purpose of growing productive economic activities for mustahiq. By law, the use of zakat for productive economic activity is also not prohibited, as long as the mandatory of fulfilling the basic needs of mustahiq has been done. The use of zakat funds for productive economic activities is a conception to liberate the socio-economic life of mustahiq with a view to changing from the recipient of zakat to the payer of zakat. The implementation scheme of this concept is to build or grow a business unit in mustahiq through grant funding for business capital. Within a certain production cycle, mustahiq will also receive technical assistance and guidance from the zakat management institution in order to plan the establishment of a successful business unit and that mustahiq has a permanent source of income.Tujuan pengelolaan zakat secara formal adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, dan meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Dalam konteks ini, pendistribusian dana zakat selain untuk pemberian bantuan yang bersifat konsumtif, juga dapat dibenarkan untuk tujuan menumbuhkan kegiatan ekonomi produktif bagi penerima zakat (mustahik). Secara hukum, penggunaan zakat untuk kegiatan ekonomi produktif juga tidak dilarang, selama keberadaan para mustahik yang wajib dan harus dibantu sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya. Penggunaan dana zakat untuk kegiatan ekonomi produktif adalah sebuah konsepsi untuk memandirikan penerima zakat secara sosial ekonomi dengan maksud untuk merubah dari penerima zakat menjadi pembayar zakat. Skema pelaksanaan dari konsep ini adalah membangun atau menumbuhkan unit usaha pada diri penerima zakat melalui pemberian dana hibah untuk modal usaha. Dalam satu siklus produksi tertentu, penerima zakat juga akan mendapat pendampingan dan bimbingan teknis dari lembaga pengelola zakat agar rencana membentuk unit usaha berhasil dan penerima zakat memiliki sumber pendapatan yang permanen. 
Islamic Banking Selection Criteria: Case in Indonesia Using Analytic Network Process Aam Slamet Rusydiana; Fatin Fadhilah Hasib
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2019.10.1.2846

Abstract

The Islamic banking industry is currently one of the main indicators of the development of Islamic economics in Indonesia. In Islamic banking issue, one of the important issues is related to people's preferences and behavior towards Islamic banks. The study of the criteria for selecting a bank has been the concern of many bank marketing researchers. Compared to conventional, such studies are relatively minimal, especially in Indonesia. This study tries to analyze the preferences and behavior of criteria for selection of Islamic banks in Indonesia through the Analytical Network Process (ANP) approach.The results conclude that the most priority criteria that influence the selection of Islamic banks in Indonesia are service factors and religiosity factors or the suitability of banks with sharia principles. Therefore, Islamic banks need to constantly improve the quality of services both services and products so that they can compete with conventional banks.Industri perbankan syariah saat ini merupakan salah satu indikator utama perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. Dalam masalah perbankan syariah, salah satu masalah penting adalah terkait dengan preferensi dan perilaku pemilihan masyarakat terhadap bank syariah. Studi tentang kriteria pemilihan bank syariah telah menjadi perhatian banyak peneliti. Studi tersebut relatif minimal jika dibandingkan dengan bank konvensional, terutama di Indonesia. Penelitian ini mencoba menganalisis preferensi dan perilaku pemilihan kriteria bank syariah di Indonesia melalui pendekatan Analytical Network Process (ANP). Hasilnya menyimpulkan bahwa kriteria yang paling prioritas yang mempengaruhi nasabah dalam memilih bank syariah di Indonesia adalah faktor layanan dan faktor religiusitas atau kesesuaian bank dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, bank syariah perlu terus meningkatkan kualitas layanan baik produk maupun jasa sehingga mereka dapat bersaing dengan bank konvensional.
Determinant Market Power of Sharia Banking in Indonesia Muchamad Fauzi
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.2.4374

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the level of market power and determinants of Sharia banking in Indonesia, using the Bresnahan-Lau model approach. This study is explanatory research using a quantitative approach. The data used are secondary, including one dependent variable, namely Market Power (MP), with five independent variables, namely Equivalent Rate (ER), 3-month Bank Indonesia Syariah Certificates (SBIS3), Number of Branches (CAB), Gross Domestic Product (GDP) ), Inflation (INF), and one control variable that is the historical aspect (MPt-1) by using time series data on the annual financial statements of Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI), Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Muamalat Indonesia (BMI). The results show market power in the Sharia banking industry in Indonesia, with a significance level of ER and GDP interaction testing of 0,000.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat market power serta determinan market power perbankan syariah di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan Bresnahan-Lau model. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, meliputi satu variabel tergantung yaitu Market Power (MP), dengan lima variabel bebas yaitu Equivalent Rate (ER), Surat Berharga Indonesia Syariah 3bulan (SBIS3), Jumlah Cabang (CAB), Produk Domestik Bruto (PDB), Inflasi (INF), serta 1 variabel kontrol yaitu aspek historis (MPt-1). menggunakan data time series laporan keuangan tahunan Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI), Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Muamalat Indonesia (BMI). Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat market power pada industri syariah banking yang berkedudukan di Indonesia dengan tingkat signifikansi pengujian interaksi ER dan PDB sebesar 0,000. 
PENDEKATAN BALANCE SCORECARD PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT DI MASJID AGUNG JAWA TENGAH Ari Kristin Prasetyoningrum
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2015.6.1.784

Abstract

Implementasi balanced scorecard dalam rangka revitalisasi Lembaga Pengelola Zakat menunju Good Organzation Governance pada LAZISMA Jawa Tengah belum dilaksanakan secara maksimal khususnya dalam perspektif keuangan. Sedangkan dari perspektif pelanggan yang didasarkan pada kepuasan pelanggan dalam menerima pelayanan dari lembaga cenderung baik karena sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang berdasarkan Islam mereka memperlakukan mustahik sebagai keluarga. Perspektif bisnis internal yang meliputi pembelajaran, kemampuan untuk berubah, penanganan keluhan pelanggan, waktu yang diperlukan untuk menangani keluhan dan akuntabilitas organisasi juga dirasakan kurang karena bukan berorientasi profit, melainkan untuk kepentingan ibadah. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran didasarkan pada pertumbuhan dan pembelajaran SDM (karyawan) didasarkan pada kepuasan karyawan sebagai human capital bagi organisasi menunjukkan bahwa karyawan yang dimiliki oleh lembaga zakat tersebut relatif masih dilandasi oleh faktor ibadah, loyalitas yang ditunjukkan oleh karyawan dan usaha untuk belajar secara otodidak dilandasi untuk ibadah dan mencari ridha Allah SWT semata.