cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015)" : 16 Documents clear
EKSTRAKSI GADOLINIUM(III) DAN SAMARIUM(III) DENGAN PELARUT n-HEKSANA MELALUI PEMBENTUKAN KOMPLEKS DENGAN LIGAN ASAM DI-(2-ETILHEKSIL) FOSFAT Anggraeni, Anni; Mutalib, A.; Primadhini, Primadhini; Bahti, Husein H.
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.527 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9197

Abstract

Logam tanah jarang (LTJ) merupakan bahan yang strategis, sukar diperoleh, dan mempunyai kegunaan yang luas. Pemisahan dan pemurnian LTJ saat ini masih sulit dilakukan karena LTJ mempunyai sifat fisika dan sifat kimia yang mirip. Ekstraksi pelarut merupakan metode yang paling sukses digunakan untuk pemisahan LTJ. Asam di-2-etilheksil fosfat (D2EHPA) merupakan suatu asam organofosfat yang telah banyak digunakan pemisahan dan pemurnian LTJ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai parameter dasar ekstraksi seperti Kd (koefisien distribusi), α (faktor pemisahan) dan %E (efisiensi ekstraksi) pada ekstraksi gadolinium(III) dan samarium(III) melalui pembentukan kompleks ligan D2EHPA menggunakan pelarut n-heksana. Ekstraksi dilakukan pada kondisi optimum ekstraksi dan keberhasilan proses ekstraksi dievaluasi menggunakan ICP-OES. Parameter dasar dalam ekstraksi gadolinium(III) dan samarium(III) menggunakan pelarut n-heksana pada pH 3 dengan ligan D2EHPA adalah sebagai berikut Kd Gd = 2,68; α Gd/Sm = 3,65; %E Gd = 87,1 %; Kd Sm = 0,73; α Sm/Gd = 0,27; %E Sm = 49 %. Dari nilai-nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa gadolinium dan samarium dapat dipisahkan dengan metode ekstraksi melalui pembentukan kompleks dengan ligan D2EHPA, dengan hasil pemisahan terbaik diperoleh ketika digunakan pasangan pelarut heksana-air pada pH 3.
SENYAWA STEROID DARI KULIT BATANG Dysoxylum alliaceum DAN AKTIVITASNYA TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Nurcahyanti, Ois; Julaeha, Euis; Mayanti, Tri
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.197 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9184

Abstract

Dysoxylum merupakan salah satu genus yang memiliki metabolit sekunder dan aktivitas yang beragam, salah satu aktivitas yang menarik adalah mampu bertindak sebagai agen P-gp pada sel kanker payudara MCF-7. Kulit batang D.alliaceum dimaserasi berturut–turut dengan n-heksana, etil asetat dan metanol. Ekstrak n-heksan dipisahkan dan dimurnikan dengan berbagai teknik kromatografi dipandu dengan analisis kromatografi lapis tipis diperoleh dua senyawa stigmast-5-en-3β-ol (1), stigmasterol (2). Struktur kimia senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan intrepretasi data-data spektroskopi dan dibandingkan dengan data spektra dari penelitian sebelumnya. Semua isolat senyawa dievaluasi aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker payudara MCF-7. Senyawa 1 dan 2 dirujuk dari literatur menunjukkan aktivitas kuat dengan IC50 8,65 μg/mL.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Callophyllum innophylum L.) DENGAN METODE ULTRASONOKIMIA Bintang, Muh. Taufiq M.; Aisyah, Aisyah; Saleh, Asri
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.415 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9199

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang membutuhkan suplai energy namun ketersediaannya semakin menipis. Oleh karena itu, energi alternatif diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Salah satu sumber energi alternative yang sedang dikembangkan adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk optimalisasi konversi pembentukan biodiesel dan menentukan komponen biodiesel yang terbentuk. Biodisel pada penelitian ini diproduksi dari minyak biji nyamplung (Callophyllum innophyllum L.) dengan mereaksikan dengan methanol dengan rasio 1:6 menggunakan KOH 0,5% sebagai katalis dan direaksikan menggunakan metode ultrasonik kimia dengan variasi waktu 45, 60 atau 75 menit. Biodiesel yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan menggunakan FTIR sehingga dapat menunjukkan spectrum ester asam lemak panjang. Biodiesel juga dianalisis dengan GC-MS dan hasilnya menunjukkan bahwa komponen utamanya adalah metil oleat, metil palmitat, metil sterarat dan metil linoleat.
PENENTUAN PENGARUH PEMANASAN DAN WAKTU PENYIMPANAN GARAM BERIODIUM TERHADAP KALIUM IODAT Sugiani, Hena; Previanti, Popy; Sukrido, Sukrido; Pratomo, Uji
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.906 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9185

Abstract

Iodium merupakan mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif sangat kecil, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroksin. Iodium selain dapat diperoleh dari garam beriodium, juga dapat diperoleh dari air minum, sayuran dan bahan makanan dari laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air dalam garam beriodium yang telah beredar dipasaran, untuk mengetahui identifikasi ion-ion mineral yang terdapat dalam garam yang telah direkristalisasi dengan penambahan bahan pengikat, dan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan dan pemanasan terhadap kadar iodium dalam garam beriodium. Hasil penelitian kadar iodium diperoleh dari minggu pertama sebesar 62,86 ppm, minggu kedua sebesar 60,95 ppm dan minggu ketiga sebesar 57,17 ppm. Kadar KIO3 dalam garam beriodium menunjukkan bahwa pada setiap minggunya kadarnya lebih tinggi dalam suhu ruang dibandingkan dengan yang sesudah dipanaskan. Sedangkan pada analisis ion mineral yang diukur dengan SSA menunjukkan bahwa konsentrasi Ca2+ dan Mg2+ di setiap minggunya lebih tinggi pada suhu ruang daripada setelah melalui pemanasan.
MIKROENKAPSULAT MINYAK BELUT (Monopterus albus) BEROMEGA-3 SEBAGAI FORTIFIKAN KEJU COTTAGE Supriyanti, Florentina Maria Titin; Herwiandani, Devita Putri; Kusrijadi, Ali
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.549 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9188

Abstract

Minyak belut merupakan salah satu sumber asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (PUFA). Penelitian ini bertujuan untuk fortifikasi keju cottage menggunakan mikroenkapsulat minyak belut. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi mikroenkapsulasi freeze drying dan karakterisasi produk mikroenkapsulat yang meliputi penentuan formulasi terbaik, rendemen, ukuran mikrokenkapsulat, efisiensi mikroenkapsulat, dan kadar air. Keju cottage hasil fortifikasi dengan mikroenkapsulat minyak belut dianalisis kandungan asam lemaknya dengan GC-MS, dan tingkat kesukaan dengan uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian didapat kandungan omega-3 pada minyak belut sebesar 11,26%. Formulasi terbaik bahan penyalut pada produksi mikroenkapsulat minyak belut adalah, maltodekstrin : gum arab 5:1 ; rendemen 74% b/b; ukuran mikroenkapsulat 10-50 μm; efisiensi mikroenkapsulat 64 % dan kadar air mikroenkapsulat 1,03%. Berdasarkan uji hedonik yang dilakukan, didapat bahwa keju cottage terfortifikasi 10% memiliki tingkat kesukaan warna dan tekstur yang tertinggi. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa kandungan asam lemak omega-3 pada keju cottage terfortifikasi minyak belut yang terukur sebesar 6,42%.
DAYA SERAP DAN KARAKTERISASI ARANG AKTIF TULANG SAPI YANG TERAKTIVASI NATRIUM KARBONAT TERHADAP LOGAM TEMBAGA Previanti, Popy; Sugiani, Hena; Pratomo, Uji; Sukrido, Sukrido
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.748 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9182

Abstract

Pemanfaatan limbah tulang sapi dirasa belum optimal. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan, akan berdampak positif mengingat konsumsi daging sapi pada kehidupan sehari-hari cukup besar. Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai adsorben terhadap logam berat yang berdampak buruk bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi optimum, karakterisasi, dan kandungan dari arang aktif tulang sapi terhadap logam tembaga yang telah teraktivasi natrium karbonat. Metode yang digunakan adalah aktivasi arang sapi menggunakan natrium karbonat, karakterisasi serta pengukuran menggunakan instrument kimia. Hasil karakterisasi kondisi optimum arang aktif pada ukuran partikel 120 mesh, aktivator 5%, waktu kontak aktivasi 24 jam, suhu 800 0C, dan variasi adsorbat dan adsorben 1 g. Hasil efisiensi adsorpsi terhadap logam tembaga sebesar 99,65%.
KUALITAS YOGHURT YANG DIBUAT DENGAN KULTUR DUA (Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophilus) DAN TIGA BAKTERI (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus DAN Lactobacillus acidophilus) Rachman, Saadah D.; Djajasoepena, Sadiah; Kamara, Dian S.; Idar, Idar; Sutrisna, Roni; Safari, Agus; Suprijana, O.; Ishmayana, Safri
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.243 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9192

Abstract

Yoghurt merupakan produk susu terfermentasi yang dibuat dengan menambahkan kultur bakteri asam laktat (BAL) ke dalam susu. Kultur BAL yang ditambahkan dapat berupa kultur bakteri tunggal ataupun campuran. Pada umumnya, kultur campuran yang biasa digunakan untuk membuat yoghurt adalah campuran antara Lactobacilus bulgaricus (Lb) dan Streptococcus thermophilus (St). Namun berdasarkan beberapa penelitian kedua bakteri ini tidak bertahan lama pada saluran pencernaan. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan penambahan Lactobacillus acidophilus (La) untuk memperbaiki sifat probiotik dari produk yoghurt. Pada pembuatan kultur starter, kultur tunggal bakteri ditumbuhkan pada media susu skim 10%. Kemudian susu sapi hasil pasteurisasi diinokulasi dengan kultur starter dengan perbandingan kultur yang berbeda-beda yaitu 1:1, 1:4 dan 4:1 (Lb:St) untuk kultur dua bakteri serta 1:1:1, 1:4:1 dan 4:1:1 (Lb:St:La) untuk kultur tiga bakteri. Susu yang telah diinokulasi kemudian diinkubasi pada suhu 40°C selama 12 jam. Analisis terhadap produk yoghurt meliputi pengukuran pH, kadar laktosa, kadar asam laktat dan kadar protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan L. acidophilus cenderung memberikan efek penghambatan pembentukan asam laktat, seperti ditunjukkan oleh pH yang lebih tinggi, kadar asam laktat yang lebih rendah serta kadar laktosa sisa yang lebih tinggi pada yoghurt yang menggunakan kultur tiga bakteri.
SINTESIS DAN STUDI IN SILICO SENYAWA 3-NITRO-N-[(PYRIDIN-4-YL) CARBONYL]BENZOHYDRAZIDE SEBAGAI KANDIDAT ANTITUBERKULOSIS Ruswanto, Ruswanto; Mardhiah, Mardhiah; Mardianingrum, Richa; Novitriani, Korry
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.505 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9183

Abstract

InhA adalah enoyl-acyl carrier protein reductase didalam Mycobacterium tuberculosis yang merupakan target yang menarik untuk pengembangan obat baru terhadap TBC , penyakit yang membunuh lebih dari dua juta orang setiap tahun. InhA adalah target utama obat isoniazid dalam pengobatan infeksi tuberkulosis. Pada penelitian ini telah disintesis turunan isoniazid yaitu senyawa 3-nitro-N-[(pyridin-4-yl)carbonyl]benzohydrazide melalui reaksi asilasi antara 3-nitrobenzoil klorida dengan isoniazid dengan menggunakan pelarut tetrahidrofuran. Persentase hasil sintesis adalah 59,11%. Kemurnian hasil sintesis ditunjukkan dengan adanya noda tunggal pada KLT (Komatografi lapis tipis) dan jarak lebur yang sempit. Berdasarkan hasil identifikasi Spektrofotometer UV, Spektrofotometer IR dan Spektrometer 1H-NMR menunjukkan senyawa hasil sintesis 3-nitro-N-[(pyridin-4-yl)carbonyl]benzohydrazide sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu dalam penelitian ini juga dilakukan uji in silico: (1) Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan tiga parameter seperti benigni, crammer rules dan kroes TTC, (2) Interaksi senyawa 3-nitro-N-[(pyridin-4-yl)carbonyl]benzohydrazide terhadap InhA yang menunjukkan bahwa 3-nitro-N-[(pyridin-4-yl)carbonyl] benzohydrazide memiliki interaksi dengan reseptor enoyl-acyl carrier protein reductase (InhA) lebih baik daripada isoniazid dengan nilai binding affinity 3-nitro-N-[(pyridin-4-yl)carbonyl]benzohydrazide sebesar -9,17647 kkal/mol dan isoniazid -7,1034 kkal/mol.
MIKROENKAPSULAT MINYAK BELUT (Monopterus albus) BEROMEGA-3 SEBAGAI FORTIFIKAN KEJU COTTAGE Florentina Maria Titin Supriyanti; Devita Putri Herwiandani; Ali Kusrijadi
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.549 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9188

Abstract

Minyak belut merupakan salah satu sumber asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (PUFA). Penelitian ini bertujuan untuk fortifikasi keju cottage menggunakan mikroenkapsulat minyak belut. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi mikroenkapsulasi freeze drying dan karakterisasi produk mikroenkapsulat yang meliputi penentuan formulasi terbaik, rendemen, ukuran mikrokenkapsulat, efisiensi mikroenkapsulat, dan kadar air. Keju cottage hasil fortifikasi dengan mikroenkapsulat minyak belut dianalisis kandungan asam lemaknya dengan GC-MS, dan tingkat kesukaan dengan uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian didapat kandungan omega-3 pada minyak belut sebesar 11,26%. Formulasi terbaik bahan penyalut pada produksi mikroenkapsulat minyak belut adalah, maltodekstrin : gum arab 5:1 ; rendemen 74% b/b; ukuran mikroenkapsulat 10-50 μm; efisiensi mikroenkapsulat 64 % dan kadar air mikroenkapsulat 1,03%. Berdasarkan uji hedonik yang dilakukan, didapat bahwa keju cottage terfortifikasi 10% memiliki tingkat kesukaan warna dan tekstur yang tertinggi. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa kandungan asam lemak omega-3 pada keju cottage terfortifikasi minyak belut yang terukur sebesar 6,42%.
DAYA SERAP DAN KARAKTERISASI ARANG AKTIF TULANG SAPI YANG TERAKTIVASI NATRIUM KARBONAT TERHADAP LOGAM TEMBAGA Popy Previanti; Hena Sugiani; Uji Pratomo; Sukrido Sukrido
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.748 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9182

Abstract

Pemanfaatan limbah tulang sapi dirasa belum optimal. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan, akan berdampak positif mengingat konsumsi daging sapi pada kehidupan sehari-hari cukup besar. Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai adsorben terhadap logam berat yang berdampak buruk bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi optimum, karakterisasi, dan kandungan dari arang aktif tulang sapi terhadap logam tembaga yang telah teraktivasi natrium karbonat. Metode yang digunakan adalah aktivasi arang sapi menggunakan natrium karbonat, karakterisasi serta pengukuran menggunakan instrument kimia. Hasil karakterisasi kondisi optimum arang aktif pada ukuran partikel 120 mesh, aktivator 5%, waktu kontak aktivasi 24 jam, suhu 800 0C, dan variasi adsorbat dan adsorben 1 g. Hasil efisiensi adsorpsi terhadap logam tembaga sebesar 99,65%.

Page 1 of 2 | Total Record : 16