cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): Mei" : 7 Documents clear
Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Fisik dan Psikis Memasuki Masa Menopause Cynthia Ramadhan Asriati; Merry Wijaya; Sefita Aryuti Nirmala; Sharon Gondodiputro; Lina Rahmiati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.567 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.41638

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Menopause merupakan hal yang fisiologis bagi setiap wanita. Wanita yang menghadapi menopause akan mengalami beberapa keluhan baik secara fisik maupun psikis. Gejala yang dialami wanita pada masa menjelang menopause menyebabkan ketidaksiapan ibu tentang perubahan fisik maupun psikis. Untuk mengurangi hal tersebut wanita harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun psikis dalam menghadapi menopause.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang persiapan fisik dan psikis memasuki masa menopause di wilayah kerja Puskesmas Soreang.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengana pendekatan cross sectional dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Soreang. Sampel penelitian ini sebanyak 80 orang ibu yang berusia 40 – 45 tahun dengan pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SLTA sebanyak (46,3%), jumlah paritas 1 – 2 anak sebanyak (56,3%) dan 3 atau lebih sebanyak (43,8%), sedangkan sebagian besar tinggal bersama suami dan anak sebanyak 68 responden (85%) sedangkan gambaran pengetahuan tentang persiapan fisik dan persiapan psikis memasuki masa menopause masih dikatakan cukup yaitu sebesar (67,5%) pengetahuan persiapan fisik dan (65%) pengetahuan persiapan psikis. Hasil penelitian ini dapat diharapkan peran aktif dari petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan, memberikan informasi persiapan fisik dan psikis menopause serta ibu aktif dalam kegiatan poswindu agar meningkatkan pengetahuan tentang persiapan fisik dan psikis menopauseKesimpulan: Dapat disimpulkan ibu di wilayah kerja Puskemas Soreang memiliki pengetahuan persiapan fisik dan psikis menopause dalam kategori cukup.Kata kunci: Pengetahuan; Persiapan Fisik dan Psikis; Menopause. AbstractBackground: Menopause is physiological for women. Women who face menopause will experience both physical and psychological complaints. The symptoms experienced by women in the days leading up to the menopause causing women to feel unprepared about the physical and psychological changes of menopause. To reduce this, women should prepare themselves physically and psychologically in dealing with menopause.Objective: This study aimed to determine the description of mother's knowledge about physical and psychological preparation entering the menopause period in the working area of Soreang Community Health Center.Methods: This research was descriptive research with cross sectional approach. The samples of this research were 80 people aged 40 - 45 years by using Cluster Sampling technique. The instrument used was questionnaire.Results: The results of this study indicated that the highest percentage of education level of respondents was senior high school level (46.3%), the number of parity is not much different from 1 to 2 children (56.3%) and 3 or more (43.8%). The highest percetage of the residence type was living together with husband and child (85%). The description of knowledge is sufficiently categorized (67.5%) of physical knowledge and (65%) knowledge of psychological preparation. In relation to the results of this study, the active role of health officials was expected to be able to provide counseling or provide information about the physical and psychological preparation of menopause. On the onther hand, mothers who were active in poswindu was expected to further improve the knowledge about menopause preparation.Conclusions: It can be concluded that mothers in the Soreang Community Health Center work area have knowledge of menopausal physical and psychological preparation in sufficient categories.Keywords : Knowledge; Physical and Psychological Preparation; Menopause
Analisis Kuantitatif Ketidaklengkapan Pengisian Resume Medis Berdasarkan Program Quality Assurance (Suatu Studi di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo) Ina Suhartina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2376.127 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.43948

Abstract

Latar Belakang : Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat. Untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit semua aspek pelayanan harus sesuai standart yang telah ditetapkan. Khususnya pada bagian rekam medis, yang merupakan acuan untuk menentukan tindakan kepada pasien yang sedang berobat. Kelengkapan pengisian berkas rekam medis sangat penting untuk menunjang kualitas pelayanan rumah sakit. Berkas rekam medis yang tidak lengkap akan menimbulkan masalah dalam pengambilan tindakan terhadap pasien, yang akan berimbas pada kualitas pelayanan kesehatan yang menurun.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian resume medis pasien menggunakan program Quality Assurance.Metode : Jenis penelitian untuk kasus ini menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif dengan angka-angka. Sedangkan untuk metode pengumpulan data yang di lakukan yaitu observasi dan interview atau wawancara.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan persentase rata-rata kelengkapan resume medis pada bulan Januari – April 2018 sebesar 96%, yang di dapatkan dari pehitungan kelengkapan pengisian resume medis pada bulan Januari sebesar 97%, bulan Februari 94%, serta bulan Maret dan April sebesar 97%. Sedangkan pencapaian mutu dalam langkah kegiatan Quality Assurance telah mencapai persentase kesesuaian sebesar 97.1% dan ketidaksesuaian sebesar 2.9%.Kesimpulan : Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proses kegiatan Quality Assurance pada pengisian resume medis pasien belum maksimal dan kurang dari standar angka yang telah ditetapkan yang seharusnya mencapai 100%. Maka dari itu, perlu dibuatkan pedoman mutu untuk meningkatkan Quality Assurance di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo.
Analisis Budaya Keamanan Informasi di Puskesmas Kota Bandung Syaza Syauqina; Puspita Kencana Sari; Adhi Prasetio; Candiwan Candiwan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.128 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.44409

Abstract

Background : The use of information systems today has become a necessity in organizations, including in the health sector due to the large amount of patient data that must be managed. 95% of Bandung City citizens are entitled to health facility services in all health facilities that have been partnered with BPJS Kesehatan, one of which is the Puskesmas. In its service, the Puskesmas manages patient health data using computer-based SIM Puskesmas, thus personal health information is vulnerable to information security threats both from internal and external. Therefore, Puskesmas need to build information security to reduce the level of security violations and maintain the health information of their patients.Objective : The purpose of this study was to determine the factors that significantly influence the Culture of Information Security in Bandung Public Health Center.Methods : The research method used is a quantitative method with PLS-SEM data analysis technique using WarpPLS 6.0 software. The technique used is Model Evaluation consisting of Measurement Models, Structural Models and Hypothesis Testing. This research data uses primary data taken through questionnaires to 154 employees who were sampledResults : Based on the characteristics of the respondents it can be seen that the majority of health center employees are women, the highest age is 19-29 years, the most positions are Administration / Medical Records, Education of employees is S1, lenght of work of Employees is 1-5 years. In the information management process, the Puskesmas has used Computer Based. The Puskesmas has an Information Security Policy. Based on the Evaluation Model, it can be seen that the model is fit, because it meets the Rule of Thumb criteria.Conclusion : Based on the results of the Model Evaluation and Hypothesis Testing, it can be seen that the variables that influence the Information Security Culture in Bandung City Health Center are Management, Change Management, Knowledge, Soft Issue-Workplace Independent and Attitude.Keywords :  Information Security Culture, Healthcare, PLS-SEM.
Pengaruh Range of Motion (ROM) terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Susanti Susanti; Susanti Susanti; Difran Nobel BIstara
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.41 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.44497

Abstract

Background: The weakness muscle is the biggest impact on patients with stroke, to the practice Range Of Motion with the aim is to maintain or preserve muscle strength, to maintain mobility joints and simulate circulation. With an increase in the incidence of stroke and disability, if the practice Range Of Motion is not implemented it will be a significant decrease in muscle strength, cause muscle kontraktur and a decubitus. Objective: The study aims to find his Range of Motion of muscle strength in patients with stroke in the Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Methods: This study uses Pra-eksperimental One Grup Pra-Post Test Design. Population in this study is a stroke patient who live in the Puskesmas Bulak Banteng Surabaya and sampels 32 of responden. The sample by using techniques simple random sampling. Variables independent in this study is Range Of Motion and the variables dependent is muscle strength. The instrument used in the collection of data is an observation to the strength of muscle and Range of Motion. Result: Wilcoxon test results show the significance level p value = 0.00 with α = 0.05 (p <α) on the right hand while in the left hand shows a significant level p value = 0.00 with α = 0.02 (p<α ).Conclusion:  H0 is rejected that there is influence between ROM exercises gripping the ball against the muscle tone in the right hand and left hand that suffered a stroke.Keywords: Range Of Motion, muscle strength.
Monitoring Persebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue dengan Memanfaatkan Data Berita Online Annisa Maulida Ningtyas; Ismil Khairi Lubis; Guntur Budi Herwanto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.639 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.44691

Abstract

Latar Belakang: Implementasi surveilans penyakit di Indonesia masih menggunakan metode tradisional, yaitu dengan mengumpulkan data langsung di lapangan. Surveilans penyakit dengan menggunakan metode tradisional ini memiliki beberapa kekurangan, yaitu data real dilapangan sulit didapatkan secara real-time pada skala global dan laporan mengenai persebaran penyakit memerlukan waktu yang panjang.Tujuan: Tujuan dari penelitian in adalah untuk melakukan studi pendahuluan penggunaan berita online untuk surveilans penyakit,yang diharapkan dapat menyajikan informasi mengenai persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia secara real-time.Metode: Data yang digunakan adalah data berita yang berasal dari beberapa portal berita online, seperti kompas.com, tempo.com, krjogja.com dan sebagainya, yang diambil dalam rentang waktu tertentu. Ekstraksi fitur lokasi pada berita menggunakan metode dictionary pattern matching.Hasil: Hasil dari penelitian ini ditemukan persebaran penyakit berdasarkan fitur lokasi dalam berita di 9 Provinsi di Indonesia, yaitu Banten, DI Yogyakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Utara. Hasil uji korelasi menunjukan bahwa terdapat korelasi antara kemunculan fitur lokasi dengan banyaknya kasus dilapangan. Kemudian dari hasil perbandingan dengan peringkat 5 besar provinsi dengan angka kejadian tertinggi, ditemukan bahwa 3 dari 9 provinsi memiliki kesesuaian dengan data dari Kementerian Kesehatan, yaitu Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Jawa BaratKesimpulan: Surveilans dengan memanfaatkan berita online berkorelasi dengan data dari Kementerian Kesehatan dan dapat menyajikan informasi persebaran DBD secara real-time, namun penelitian ini masih memiliki kekurangan, yaitu jumlah berita yang tidak relevan masih cukup tinggi dan masih condong pada suatu daerah.
Evaluasi Pelaksanaan Kompetensi Berdasarkan Jenjang Karir Profesional Perawat Richa Noprianty; Nugraha Adi Ramdani Kusumah; Laelasari Laelasari
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.159 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.44840

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit di Indonesia sudah mengembangkan jenjang karir sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, meskipun belum mengarah pada pengembangan jenjang karir profesional. Jenjang karir digunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan keahliannya, serta menyediakan kesempatan yang lebih baik sesuai dengan kemampuan dan potensi perawat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan kompetensi berdasarkan jenjang karir profesional perawat.Metode: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif observasional dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 perawat pelaksana, dengan metode total sampling. Intrumen dalam penelitian ini menggunakan format panduan jenjang karir perawat yang dibuat oleh rumah sakit. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi.Hasil: Hasil dalam penelitian ini menunjukan pelaksanaan jenjang karir oleh PK I (56.3%) sesuai, perawat klinis II (50.0%) sesuai, dan perawat klinis III (66.7%) sesuai.Kesimpulan: Pelaksanaan kompetensi berdasarkan jenjang karir profesional perawat dalam kategori sesuai sebesar 58.1%. Masih banyak perawat yang masuk dalam kategori tidak sesuai, dikarenakan masih banyak juga perawat yang mengerjakan diluar kewenangan, PK I mengerjakan PK II dan PK III, begitupun sebaliknya. Hal ini dikarenakan pada saat dinas, pemerataan PK tidak merata. Oleh karena itu, perlu adanya tinjauan ulang dalam segi sumber daya manusia perawat yang sudah memiliki jenjang karir, agar pemerataan jenjang karir yang baik di setiap ruangan.
Analisis Aspek Biologis dan Psikologis Ibu terhadap Stunting pada Balita dari Keluarga Miskin di Kota Palembang Uttami A Suca; Nur Alam Fajar; Haerawati Idris
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.91 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.45411

Abstract

Latar Belakang: Kejadian stunting di negara berkembang terjadi pada sepertiga anak di bawah 5 tahun, dan 14% kematian anak-anak disebabkan oleh stunting. Menurut Unicef (2003) stunting sangat berhubungan dengan kemiskinan. Tingkat kemiskinan di Kota Palembang pada Maret 2018 tercatat sebesar 12,18 persen (BPS, 2018). Dari aspek biologis, tinggi badan ibu menjadi penting untuk diteliti karena orang tua tentunya dapat menurunkan stunting dari gen pembawa kromosom sebagai penentu fisik anak, ditambah tidak adekuatnya asupan gizi (Kuku, 2011). Dari aspek psikologis, stunting erat kaitannya dengan pola asuh yang tidak memadai. Menurut Hurlock (1999) pola asuh dapat dipengaruhi oleh kepribadian ibu. Aspek psikologis lainnya yaitu, usia persalinan (Candra, 2011) dan peran ganda (Andiani 2013).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat  hubungan antara aspek biologis yakni dari tinggi badan ibu dan aspek psikologis yakni usia persalinan, peran ganda dan kepribadian ibu terhadap stunting.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di kota Palembang pada 110 ibu dari keluarga miskin yang memiliki balita usia 24-59 bulan yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data usia, peran ganda, dan keperibadian ibu dengan menggunakan kuisioner, untuk variabel tinggi badan ibu dan stunting dengan pengukuran menggunakan microtoise.Hasil: Didapatkan bahwa p value tiggi badan ibu adalah  0,006 (p<0,05) dengan OR 3,606 (CI 95: 1,517-8,572) dan kepribadian ibu dengan nilai p value 0.035 (p<0,05) OR: 0,27 (CI 95:0,086-0,849). Sementara itu, usia persalinan terhadap stunting didapatkan p value 0,99 (p>0,005) dan peran ganda terhadap stunting didapatkan p value 0,464 (p>0,005).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tinggi badan ibu dan tipe kepribadian ibu terhadap stunting, sementara itu untuk usia persalinan dan peran ganda diketahui tidak berhubungan terhadap kejadian stunting. Disarankan dapat dilakukan modifikasi dalam penyuluhan dan pemberian informasi kepada masyarakat menurut tipe kepribadian ibu.

Page 1 of 1 | Total Record : 7