cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022): Februari" : 7 Documents clear
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Tidur Pasien Lanjut Usia dengan Penyakit Kronis Akbar Harisa; Syahrul Syahrul; Yodang Yodang; Restu Abady; Abdul Gani Bas
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62916

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kronis merupakan isu terkait kesehatan yang lazim ditemukan pada lansia yang dapat meningkatkan tingkat morbiditas dan mortalitas pasien lansia. Kualitas tidur pasien lansia dengan penyakit kronis dapat terganggu dan dapat menimbulkan efek buruk terhadap status kesehatan. Tujuan: Menganalisis kualitas tidur beserta determinannya pada pasien lanjut usia dengan penyakit kronis di RS Unhas Makassar. Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analitik dengan metode survey cross-sectional pada pasien lanjut usia yang terdiagnosis penyakit kronis dan sedang dalam Perawatan di RS Unhas Makassarsebanyak 40 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Mann-whitney. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh antara jumlah komorbit yang dimiliki, lama penyakit yang diderita, penggunaan obat-obatan serta status psikologis terhadap kualitas tidur pada usia lanjut. Satu-satunya risiko yang berpengaruh terhadap kualitas tidur pada penelitian ini adalah jenis kelamin dengan p value 0,049. Kualitas tidur yang buruk lebih sering terjadi ada lansia berjenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Kesimpulan: Jenis kelamin merupakan prediktor terhadap kualitas tidur lansia, sedangkan faktor lainnya tidak menunjukkan signifikansinya. Untuk penelitian selanjutnya, maka penelitian dengan penetapan kriteria sampel yang lebih selektif serta melibatkan jumlah responden yang lebih besar sangat dibutuhkan.
Perbandingan Skoring Kualitas Hidup Pasien Kanker Menggunakan EORTC QLQ-C30 Dengan FACT-G: Telaah Literatur Dewi Gayatri; Cynthia Tri Wardhani; Tuti Nuraini
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.64393

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan penyakit yang dapat memberikan efek negatif pada fungsi tubuh sehingga memengaruhi kualitas hidup. Pengukuran kualitas hidup dapat menggunakan berbagai instrumen.Tujuan: Menelaah hasil penelitian mengenai perbandingan skoring kualitas hidup pasien kanker dengan menggunakan EORTC QLQ-C30 dan FACT-G.Metode: Literature review dengan PRISMA checklist sebagai protokol. Analisis bias menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal. Pencarian artikel dilakukan Mei-Juli 2020, dengan menggunakan database ClinicalKey, EBSCOhost, Google scholar, ProQuest, dan PubMed. Dari 1.194 artikel yang ditemukan, sebanyak 17 artikel sesuai kriteria inklusi.Hasil: Skor kualitas hidup pada instrumen QoL FACT-G lebih tinggi dibandingkan dengan EORTC QLQ-C30. Selain itu, pada dimensi kualitas hidup dan fisik menunjukkan hubungan yang kuat (r= 0,54—0,76), tetapi lemah pada dimensi sosial (r = 0,00—0,130).Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan FACT-G sebagai instrumen yang mengukur kualitas hidup secara holistik serta berfokus pada psikososial.
Pemanfaatan Multiplex Nested Polymerase Chain Reaction untuk Deteksi Patogen Penyebab Infeksi Kongenital Patricia Gita Naully; R. Noucie Septriliyana
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.64469

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Kabupaten Bandung adalah infeksi kongenital seperti Toxoplasma gondii, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simplex Virus (HSV). Untuk menurunkan angka tersebut dibutuhkan metode deteksi yang sensitif dan spesifik. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah multiplex nestedPolymerase Chain Reaction (PCR).Tujuan: Mendeteksi T. gondii, CMV, dan HSV pada wanita hamil di Klinik Praktek Mandiri Bidan Anna Rohanah Kabupaten Bandung dengan metode multiplex nested PCR.Metode: Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Gen B1 dari T. gondii, MIEA dari CMV, dan Glikoprotein D dari HSV diamplifikasi menggunakan primer spesifik. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.Hasil: Dari 42 orang wanita hamil, terdapat 3 orang (7,14%) yang terinfeksi T. gondii dan 1 orang (2,38%) yang mengalami koinfeksi CMV – HSV. Dua dari tiga wanita hamil dengan toxoplasmosis tidak menunjukkan gejala sedangkan wanita dengan koinfeksi CMV - HSV mengalami keputihan, sakit buang air kecil, gatal pada area genital, dan terdapat bintil pada mulutnya.Kesimpulan: Metode multiplex nested PCR berhasil digunakan untuk mendeteksi infeksi T. gondii pada 3 orang wanita hamil dan koinfeksi CMV – HSV pada 1 orang wanita hamil di Klinik Praktek Mandiri Bidan Anna Rohanah Kabupaten Bandung.   
Antenatal Care dan Komplikasi Kehamilan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat Helwiah Umniyati; Telly Purnamasari; Esty Febriani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.66968

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya cakupan antenatal care (ANC) dan tingginya komplikasi kehamilan merupakan faktor risiko penting penyebab kematian ibu di Indonesia. RISKESDAS 2010 memperlihatkan komplikasi kehamilan tertinggi di Provinsi D.I. Yogyakarta (13,9%), bila dibandingkan angka nasional (6,5%) dan Jawa Barat (6,9%).Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat.Metode: Penelitian ini merupakan gabungan dari penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan data RISKESDAS 2010 sedangkan penelitian kualitatif menggunakan wawancara mendalam dan FGD.Hasil: Analisis regresi cox menunjukkan bahwa menginformasikan gejala komplikasi kehamilan selama kunjungan ANC berhubungan secara signifikan dengan komplikasi kehamilan. Hasil dari penelitian kualitatif menunjukkan bahwa penerapan ANC di D.I. Yogyakarta sangat baik ketika dibandingkan dengan Jawa Barat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan masyarakat. Tingginya deteksi dini risiko kehamilan oleh masyarakat (157,88%) diduga menjadi penyebab rendahnya AKI di D.I. Yogyakarta.Kesimpulan: Pelaksanaan program KIA di D.I. Yogyakarta sudah sangat baik. Disarankan bahwabidan selalu menginformasikan risiko kehamilan sejak ANC pertama. Hal ini dapat mencegah terjadinya komplikasi kehamilan, terutama di provinsi dengan angka kematian ibu yang tinggi.
Hubungan Gaya Koping Remaja dan Keterlibatan Orang Tua dengan Resiliensi pada Remaja Selama Pandemi COVID-19 Resti Ikhda Syamsiah; Retno Lestari; Laily Yuliatun
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67065

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah memberikan perubahan kehidupan secara drastis bagi seluruh populasi di dunia, termasuk remaja. Perubahan proses pembelajaran dari luring menjadi daring membuat remaja mengalami kehidupan yang penuh tekanan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan tidak adanya keterlibatan orang tua selama pembelajaran daring (85,2%). Penting bagi remaja untuk dapat beradaptasi dengan tantangan pembelajaran selama pandemi agar menjadi individu yang resilien.Tujuan: Mengetahui hubungan gaya koping dan keterlibatan orang tua dengan resiliensi pada remaja selama pandemi COVID-19.Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik korelasional dengan responden 111 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Lokasi penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Jatilawang pada bulan Maret 2021. Analisis data  multivariat menggunakan uji regresi linier.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara gaya koping dengan resiliensi pada remaja dengan p < 0.001 dan ada hubungan negatif antara keterlibatan orang tua dengan resiliensi pada remaja dengan p < 0.001. Gaya koping merupakan variabel yang paling berhubungan dengan resiliensi remaja dengan nilai standardized coefficient beta 0,773.Kesimpulan: Gaya koping dan keterlibatan orang tua berpengaruh terhadap resiliensi remaja. Gaya koping merupakan faktor penentu dalam proses adaptasi positif menghadapi stress dan trauma  (resiliensi) remaja selama proses pembelajaran daring.
Analisis Health Belief Model dalam Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Ibu Hamil Ratna Diana Fransiska; Dian Kusumaningtyas; Kentri Anggarina Gumanti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67465

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kasus infeksi Covid-19 yang terus terjadi menimbulkan kekhawatiran, terutama pada ibu hamil yang termasuk dalam kelompok yang mudah terinfeksi. Pada ibu hamil, infeksi Covid-19 berisiko menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang lebih buruk dibandingkan populasi umum. Oleh karena itu, ibu hamil perlu melakukan upaya pencegahan agar tidak terinfeksi. Perlu adanya perubahan perilaku untuk meningkatkan kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19.Tujuan: Mengetahui penerapan teori Health Belief Model dalam upaya mencegah transmisi Covid-19 pada ibu hamil di Kota Malang.Metode: Penelitian analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Partisipan dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dari 5 puskesmas di Kota Malang. Pengumpulan data dilaksanakan dari bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021, dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur Health Belief Model dan perilaku pencegahan Covid-19 pada ibu hamil.Hasil: Persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, isyarat untuk bertindak, dan persepsi manfaat memiliki pengaruh yang tidak signifikan. Persepsi hambatan dan self-efficacy mempunyai pengaruh signifikan pada perilaku ibu hamil di Kota Malang dalam pencegahan Covid-19.Kesimpulan: Komponen health belief model saling berhubungan satu sama lain dalam mempengaruhi perilaku ibu hamil melakukan pencegahan Covid-19, meskipun tidak semua signifikan secara statistik. Untuk itu diperlukan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan menciptakan kesadaran yang berkelanjutan untuk mencegah Covid-19.  
Menelusuri Potensi Fraud dalam Jaminan Kesehatan Nasional melalui Rekam Medis di Rumah Sakit Ida Sugiarti; Imas Masturoh; Fery Fadly
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69056

Abstract

Latar Belakang: Akibat fraud, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) harus membayar klaim lebih besar, sehingga terjadi kerugian negara. Salah satu bentuk fraud yang ditemukan di kelompok provider adalah upcoding. Data koding dan rekaman pelayanan kesehatan dalam rekam medis dapat digunakan sebagai deteksi fraud.Tujuan: Menelusuri potensi fraud dalam rekam medis melalui telusur keakuratan kode diagnosis dan clinical pathway.Metode: Pendekatan kuantitatif kualitatif. Jenis penelitian case study, kasus thypoid. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Sampel penelitian kuantitatif menggunakan berkas rekam medis. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan indept interview. Analisis data kuantitatif dengan analisis deskriptif dan Analisa data kualitatif dengan analisis konten.Hasil: Dari 87 dokumen, ketidaktepatan kode diagnosis 31,03%, dengan presentase ketidaksesuaian tarif klaim 26,44%. Terdapat berbagai penyebab upcoding diantaranya karena aturan pengkodean yang berbeda antara kode diagnosis berdasarkan ICD 10 dan kode untuk kepentingan klaim yang mengacu pada peraturan dari BPJS yang dituangkan dalam Berita Acara. 91,30% ketidaksesuaian merupakan tarif klaim naik. Ketidaksesuaian clinical pathway paling banyak pada item tes widal dengan presentase 21.84%.Kesimpulan: Upcoding tidak selalu disebut fraud, harus ada unsur kesengajaan untuk mendatangkan keuntungan finansial. Upcoding dapat merubah klaim menjadi lebih tinggi. Keberadaan clinical pathway penting sebagai acuan tindakan pelayanan kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7