cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
ISSN : 25492683     EISSN : 25277057     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraaan (JPK) The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of Pancasila and Civics Education, will publish the journal twice a year: in January and July
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017): Juli" : 7 Documents clear
PETISI ONLINE SEBAGAI MODAL SOSIAL (Studi Fenemologi Situs www.change.org pada Tahun 2015) mulyoto, galih puji; Mulyadi, Galih Puji
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i2.508

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fenomena masyarakat dalam partisipasi politik dengan petisi online melalui website www.change.org pada tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deksriktif kualitatif, dengan menggunakan metode fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini pada website www.change.org. Objek dalam penelitian ini adalah mengenai Petisi online. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi berupa teks-teks dari petisi online. Sedangkan analisis data adalah dengan mengorganisasikan data dan pengelolaan data tersebut. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap mekanisme dan wacana yang terkandung dalam teks pada website tersebut selama durasi waktu penelitian. Berdasarkan hasil analisis, penulis menemukan bahwa partisipasi politik pada website www.change.org: telah mengalami pergeseran makna. Website www.change.org juga membangkitkan semangat demokrasi partisan serta menghasilkan agensi subyek. Teks-teks yang diproduksi oleh pengguna menciptakan tindakan kolektif dengan membangun kedekatan dan kesamaan nasib antar pengguna merupakan indikasi sebagau harapan baru untuk modal sosial di era digital. Selain itu, petisi online sebagai transformasi perjuangan baru masyarakat terhadap kebijakan publik/korporasi yang bertentangan dengan keadilan sosial
PARTISIPASI WARGA NEGARA DALAM PILKADA Sutrisno, Cucu
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i2.509

Abstract

Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai mekanisme demokrasi haruslah dilandasi semangat kedaulatan rakyat dan dilaksanakan secara demokratis karena Pilkada yang demokratis akan menguatkan demokrasi Indonesia. Pilkada yang demokratis harus disertai baiknya kondisi partisipasi politik warga negara. Kenyataannya, partisipasi politik dalam Pilkada masih banyak terkontaminasi oleh persoalan mendasar yang perlu dicarikan solusi penyelesaiannya. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas mengenai partisipasi politik warga negara untuk mewujudkan Pilkada yang demokratis. Beberapa pertanyaan pokok yang akan diangkat yakni: Pertama, bagaimanakah seharusnya masyarakat berpartisipasi dalam Pilkada agar mendukung terwujudnya Pilkada yang demokratis?. Kedua, bagaimana seharusnya warga negara memilih kandidat terbaik dalam Pilkada? 
AKTUALISASI NILAI PANCASILA SEBAGAI KUNCI MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI INDONESIA Saputra, Inggar
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i2.510

Abstract

Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai tingkatan yang mengkhawatirkan. Pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,9 juta orang sehingga Indonesia layak mendapatkan status darurat narkoba. Luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar membuat Indonesia menjadi pasar strategis narkoba di Asia Tenggara. Ini jelas merupakan ancaman yang menakutkan jika tidak secepatnya diatasi dan mendapatkan solusinya. Sebab maraknya narkoba akan mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Untuk itu, diperlukan tindakan yang bersifat solutif dengan mengajak masyarakat Indonesia kembali membumikan Pancasila. Aktualisasi kelima sila dalam Pancasila secara aplikatif dapat menjadi solusi untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba di Indonesia
PEMBELAJARAN MODEL HOMESTAY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUMBUHKAN KEPEKAAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI TENGAH TANTANGAN GLOBAL suprapto, wasis
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i2.522

Abstract

Maraknya tindak-tindak amoral seperti korupsi, tawuran, seks bebas, narkoba dan lain sebagainya menjadi sebuah indikasi bahwa negara ini tengah dilanda krisis moral. Krisis moral ini tidak memandang latar belakang tertentu baik tua muda, kaya miskin, semuanya berpotensi melakukan tindakan amoral. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan mengancam kedaulatan suatu negara. Oleh sebab itu, perlu terobosan baru misalnya dengan mengembangkan pendidikan karakter model homestay sebagai upaya menumbuhkan kepekaan sosial ditengah tantangan global. Sasaran dari program ini adalah semua peserta didik dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai sosial masyarakat agar timbul kepekaan sosial pada diri peserta didik. Tinggal dilingkungan masyarakat tentu akan dihadapkan pada berbagai persoalan yang kompleks. Persoalan itu tentu membutuhkan 4 olah baik pikir, hati, raga, dan rasa. Keempat olah tersebut saling bersinergi untuk membentuk pribadi yang punya jiwa sosial tinggi. Jiwa sosial ini yang nantinya diharapkan menjadi wadah bagi peserta didik untuk menumbuhkan kepekaan sosial. Hal ini perlu digalakkan supaya peserta didik tanggap terhadap tantangan global.
PENGEMBANGAN CIVIC SKILLS MELALUI SEMINAR SOCRATES DALAM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN sutiyono, sutiyono
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i2.528

Abstract

Di abad 21 terjadi pergeseran paradigma pendidikan yang secara sederhana membawa konsekuensi pada fokus pendidikan. Perubahan tersebut dapat dilihat pada fokus pendidikan yang tidak hanya pengetahuan semata, akan tetapi sikap keilmuan dan kemampuan daya kritis, logis, inventif, dan inovatif. Pendidikan kewarganegaraan selanjutnya disingkat PKn memiliki tujuan membentuk peserta didik untuk berpikir kritis, analistis, bersikap dan bertindak demokratis sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945. Kemampuan tersebut, secara lazimnya dikenal dengan istilah civic skills atau keterampilan kewarganegaraan. Salah satu metoe pembelajaran yang memiliki tujuan untuk aktif berpartisipasi dan berpikir kritis adalah metode Seminar Socrates. Tujuan dari penulisan ini memuat dua penjelasan penting terkait konsep Seminar Socrates dalam pendidikan kewarganeagraan dan bagaimana pengembangan civic skills dengan menggunakan metode Seminar Socrates. 
PENGEMBANGAN PEMIKIRAN JAMES A. BANKS DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN Utami, Prihma Sinta
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i2.539

Abstract

Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran kepada guru dalam mengimplementasikan dimensi pendidikan multikultural dari pemikiran James A. Banks sesuai dengan realitas masyarakat Indonesia. Seperti yang sudah diketahui konteks masyarakat Indonesia yang beragam mulai dari perbedaan agama, suku, budaya, ras, bahasa daerah hingga adat istiadat menunjukkan bahwa Indonesia merupakan masyarakat multikultural. Indonesia dengan populasi didominasi oleh masyarakat beragama muslim, namun tidak menyatakan bahwasannya negara ini adalah negara muslim tetapi negara dengan berbagai agama yaitu Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Realitas tersebut menjadikan Indonesia dikenal dengan negara yang menganut sistem demokrasi terbesar ketiga di dunia. Hal ini juga yang mendorong negara ini untuk terus mengembangkan arus demokratisasi dalam masyarakat untuk membentuk civil society dengan mengangkat semboyan Bhineka Tunggal Ika. Pendidikan multikultural menjadi salah satu cara untuk dapat membantu merealisasikan tujuan tersebut. James A. Bank mempunyai suatu gagasan untuk pengembangan dimensi pendidikan multikultural pada sekolah-sekolah di negara yang mengembangkan tentang konteks pendidikan multikultural. Pengembangan dimensi pendidikan multikultural tersebut dijabarkan menjadi 14 point utama yang dapat dijadikan sebagai acuan guru dalam proses pembelajaran
KECENDERUNGAN GLOBAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH Ihsan, Ihsan
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i2.571

Abstract

Kecenderungan global dalam pendidikan pancasila dan kewarganegaraan untuk demokrasi yang secara luar biasa berpotensi mempengaruhi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan pada negara-negara yang menganut faham demokrasi konstitusional. kecenderungan global itu adalah komponen-komponen yang saling berinterelasi, pengajaran konsep-konsep inti secara sistematik, analisis terhadap studi kasus, keterampilan-keterampilan pembuatan keputusan, analisis komparatif, keterampilan partisipatoris dan kebajikan warga negara melalui kegiatan-kegitan belajar, penggunaan buku sumber, pengetahuan, keterampilan dan kebajikan-kebajikan warga negara, dan menghubungkan antara isi dan proses dalam belajar mengajar pengetahuan, keterampilan dan kebajikan-kebajikan warga negara. Berdasarkan kecenderungan global, kajian tentang kecenderungan global dalam pendidikan pancasila dan kewarganegaraan cukup berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan pancasila dan kewarganegaraan pada tingkat persekolahan di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 7