cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
ISSN : 25986759     EISSN : 25986759     DOI : -
Core Subject : Education,
JOHME is an online scientific journal designated as a medium for communication among redeemed Christian scholars who practice the integration of faith and learning based on a broader and holistic understanding of the Bible's Grand Narrative as the ultimate telos of all education curriculum, including mathematics education. It is committed to publishing high quality articles about research, teaching, philosophy, and curriculum development which show holistic approaches in mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): June" : 6 Documents clear
PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI IPS PADA MATERI PELUANG [REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION IN BUILDING THE MATHEMATICS PROBLEM-SOLVING ABILITIES OF GRADE 11 SOCIAL SCIENCE TRACK STUDENTS STUDYING PROBABILITY] Tambunan, Susiana Juseria; Sitinjak, Debora Suryani; Tamba, Kimura Patar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1691

Abstract

This research aims to build students’ abilities in mathematical problem-solving and to explain the uniqueness of the steps of realistic mathematic education in building the problem-solving abilities of a grade 11 (social science track) class in the study of probability at one of the schools in Kupang. The observation results found that every student was having difficulties to solving the mathematical problems, particularly the narrative questions. The research method is Kemmis and Taggart model of Classroom Action Research which was conducted in three cycles, from October 4 to November 3 with twenty-four students. Triangulation had been done to every instrument of variable. The data of mathematical problem-solving was obtained from the students by using test sheets, questionnaires, and student’s discussion sheets. Meanwhile, the data of realistic mathematic education’s variable was obtained from three sources: mentors, two colleagues, and students that were using test sheets, questionnaires, and student’s discussion sheets. The results showed that the fourteen-steps of Realistic Mathematic Education that had been done were able to build mathematical problem-solving abilities of the students. This was evidenced through the increase of three indicators of mathematical problem-solving in every cycle. The average increase of indicators of mathematical problem-solving of the grade 11 students from the first to the third cycle was 10%. Therefore, it can be concluded that the Realistic Mathematics Approach can build the ability of problem-solving of grade 11 students in a social science track studying probability at one of the schools in Kupang.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini bertujuan untuk membangun kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan menjelaskan kekhasan langkah-langkah pendekatan matematika realistik untuk membangun kemampuan tersebut di salah satu sekolah di Kupang kelas XI IPS pada materi peluang topik kaidah pencacahan. Pada hasil pengamatan ditemukan bahwa setiap siswa kesulitan dalam memecahkan masalah matematis khususnya soal berbentuk cerita. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart yang berlangsung selama tiga siklus, yaitu 04 Oktober – 03 November kepada 24 orang siswa. Triangulasi dilakukan pada setiap instrumen variabel. Data variabel kemampuan pemecahan masalah matematis diperoleh dari siswa menggunakan lembar tes, lembar angket, dan lembar diskusi siswa. Sedangkan data variabel tingkat pelaksanaan pendekatan matematika realistik diperoleh dari tiga sumber, yaitu mentor, dua orang rekan sejawat, dan siswa menggunakan lembar observasi, lembar angket, dan lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat belas langkah-langkah pendekatan matematika realistik yang terlaksana dengan baik sekali mampu membangun kemampuan pemecahan masalah matematis setiap siswa kelas XI IPS di salah satu sekolah di Kupang. Hal ini dinyatakan melalui peningkatan ketiga indikator pemecahan masalah matematis di setiap siklus. Peningkatan rata-rata indikator pemecahan masalah matematis siswa kelas XI IPS dari siklus pertama sampai ketiga adalah sebesar 10%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan matematika realistik dapat membangun kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI IPS di salah satu sekolah di Kupang pada materi peluang topik kaidah pencacahan.
PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII PADA SUATU SMP DI SENTANI [THE IMPLEMENTATION OF THE DRILL METHOD TO INCREASE STUDENTS' COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF SETS IN A GRADE 7 CLASS AT A JUNIOR HIGH SCHOOL IN SENTANI] Sari, Thresia Novita; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1689

Abstract

Learning outcomes are student’s responsibility after learning something. Furthermore, it is very important to achieve national education goals. This research is based on the students’ low cognitive learning outcomes. As evidenced by students’ scores, most of them have not been able to achieve the 60 KKM set in mathematics lessons and they lack practice and accuracy in doing mathematical problems. Because of students’ low cognitive learning outcomes, the researcher applied the drill method to overcome this problem and to understand how the implementation of the drill method increases students' cognitive learning outcomes. The research method used was Classroom Action Research (CAR) by Kemmis and McTaggart which was carried out from July to October 2017 in three cycles. The subjects were 21 students of grade 7C at A Junior High School in Sentani. The instruments used in this research were written test sheets, observation sheets, student questionnaires, and interview guidelines. To process the quantitative data, the researcher used descriptive statistical analysis while qualitative data used descriptive qualitative. Based on the results of the research, it can be concluded that the implementation of the drill method does improve students' cognitive learning outcomes in the set material with the percentage of students who reached the KKM in the first, second and third cycle being 52%, 71%, and 86% respectively. Besides implementing the drill method steps, this research also conducted the following: (1) reviewing the material, (2) giving motivation, (3) emphasizing important concepts, (4) checking students' understanding, (5) involving all students working on a variety of questions, (6) guiding students with difficulties, (7) correcting individual and classical mistakes, and (8) reminding students of time and thoroughness.BASAHA INDONESIA ABSTRACT: Hasil belajar merupakan tanggung jawab siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Selain itu, hasil belajar sangat penting dalam ketercapaian tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar kognitif siswa. Hal tersebut terlihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa, sebagian besar siswa belum mampu mencapai KKM 60 pada pelajaran Matematika, serta kurangnya latihan dan ketelitian siswa dalam mengerjakan soal-soal Matematika. Berdasarkan fakta rendahnya hasil belajar kognitif siswa, maka peneliti menerapkan metode drill untuk mengatasi masalah tersebut dan mengetahui penerapan metode drill dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan pada Juli sampai Oktober 2017 dalam tiga siklus. Subyek penelitian adalah 21 siswa kelas VII C pada suatu SMP di Sentani. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa lembar tes tertulis, lembar observasi, lembar angket siswa, dan pedoman wawancara. Pengolahan data kuantitatif pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif sedangkan data kualitatif menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi himpunan dengan persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus I, II dan III sebesar 52%, 71%, dan 86%. Selain melaksanakan langkah-langkah metode drill, pada penelitian ini juga dilakukan hal-hal sebagai berikut: (1) mereview materi, (2) memberikan motivasi, (3) menekankan konsep penting, (4) mengecek pemahaman siswa, (5) melibatkan seluruh siswa mengerjakan soal yang bervariasi, (6) membimbing siswa yang mengalami kesulitan, (7) memperbaiki kesalahan secara individual dan klasikal, serta (8) mengingatkan siswa tentang waktu dan ketelitian. 
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH [IMPROVING STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS AND PROBLEM SOLVING ABILITIES THROUGH PROBLEM-BASED LEARNING] Simanjuntak, Mery Fransiska; Sudibjo, Niko
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1331

Abstract

Critical thinking and problem-solving abilities need to be possessed by each person in order to be able to solve various problems and make decisions correctly. One of many tools for developing critical thinking skills is learning mathematics. The purpose of this study is to analyze whether Problem Based Learning is able to increase students’ abilities in critical thinking, problem solving, and learning achievement. Using Classroom Action Research (CAR) methods for three cycles, research was conducted on 24 grade 8 math students at the Pelangi Kasih School. The results of this study showed that Problem Based Learning is able to increase students’ critical thinking, problem solving, and learning achievement.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Keterampilan berpikir kritis dan kemampuan memecahan masalah adalah dua hal penting untuk siswa agar mampu membuat keputusan yang benar dan memecahkan berbagai masalah dalam hidupnya. Salah satu sarana untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah adalah melaui pembelajaran berbasis masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak tiga siklus, penelitian  dilakukan pada dua puluh empat siswa pada kelas matematika kelas VIII, Sekolah Pelangi Kasih jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah pada  siswa .
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PGSD DALAM MENYELESAIKAN SOAL STATISTIKA PENELITIAN PENDIDIKAN DITINJAU DARI PROSEDUR NEWMAN [AN ANALYSIS OF PRIMARY TEACHER EDUCATION STUDENTS SOLVING PROBLEMS IN STATISTICS FOR EDUCATIONAL RESEARCH USING THE NEWMAN PROCEDURE] Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari; Saragih, Melda Jaya; Listiani, Tanti
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1203

Abstract

Statistics is a course that correlates very closely in everyday life. An elementary school teacher needs to master statistics in relation to the implementation of the duties of a teacher, both as a collector and conveyer of information about students, as well as a researcher. But in reality, quite a lot of PGSD (Primary Teacher Education) students have difficulties in this course. One of them can be seen from how students answer questions given. There are still quite a lot of students who make mistakes in answering statistical research educational questions. This research is a descriptive study that describes and analyzes the mistakes of PGSD students in solving the problems of Statistics for Research in Education using the Newman procedure. The results of the study show that mistakes made by students include errors in understanding problems, transformation errors, errors in process skills, and answers to writing errors. One effort that can be done is by increasingBAHASA INDONESIA ABSTRACT: Statistika merupakan mata kuliah yang korelasinya sangat erat dalam kehidupan sehari-hari. Seorang guru sekolah dasar perlu menguasai statistika dalam kaitan dengan pelaksanaan tugas seorang guru, baik sebagai pengumpul dan penyampai informasi tentang siswa, maupun sebagai seorang peneliti. Namun kenyataannya, cukup banyak mahasiswa PGSD yang kesulitan dalam mata kuliah ini. Salah satunya dapat dilihat dari bagaimana cara mahasiswa menjawab soal yang diberikan. Masih ditemukan cukup banyak mahasiswa yang melakukan kesalahan dalam menjawab soal statistika penelitian pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang memaparkan dan menganalisis kesalahan mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan soal Statistika Penelitian Pendidikan ditinjau dari prosedur Newman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kesalahan yang dilakukan mahasiswa mencakup kesalahan memahami masalah, kesalahan transformasi, kesalahan dalam keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara meningkatkan kemampuan metakognitif mahasiswa.
IMPLIKASI PENDIDIKAN YANG BERPUSAT PADA KRISTUS DALAM KELAS MATEMATIKA [THE IMPLICATIONS OF CHRIST-CENTER EDUCATION FOR MATHEMATICS CLASSES] Saragih, Melda Jaya; Hidayat, Dylmoon; Tamba, Kimura Patar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1695

Abstract

The purpose of education is to develop the potential of students to become human beings who believe and fear God Almighty, have noble character, are healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and become democratic and responsible citizens. But in practice, much education separates science and faith in God. Christian education allows students to get to know God more and develops the potential of each student according to God's truth and purpose. Mathematics learning should be a tool to bring students to see and admire God as the great Creator. Investigation and discovery in learning mathematics should acknowledge some of God's attributes and allow students to admire the beauty of mathematics and to praise God.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun pada pelaksanaannya, banyak pendidikan memisahkan ilmu pengetahuan dan iman kepada Tuhan. Pendidikan Kristen membawa siswa untuk semakin mengenal Tuhan, mengembangkan potensi setiap peserta didik sesuai dengan kebenaran dan maksud Tuhan. Pembelajaran matematika seharusnya menjadi alat untuk membawa siswa semakin melihat dan mengagumi Allah sebagai Pencipta yang agung. Melalui investigasi dan penemuan dalam belajar matematika seharusnya menjadi pengakuan dari beberapa atribut Allah yang membawa siswa untuk mengagumi keindahan matematika dan membawa siswa untuk memuji Tuhan. 
PERAN GURU KRISTEN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SUATU SEKOLAH KRISTEN DI TANGERANG [CHRISTIAN TEACHER’S ROLE IN LEARNING MATHEMATICS AT A CHRISTIAN SCHOOL IN TANGERANG] Imran, Septianus; Hidayat, Dylmoon; Winardi, Yonathan
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1683

Abstract

This research used a qualitative approach with a case study design in a Christian school in Tangerang. The research’s subjects included eight mathematics teachers and 143 students from different classes, each one taught by the eight mathematics teachers. Data collection was based on interviews, observations, and distributing questionnaires. The data analysis used the Miles and Huberman model which consists of three processes: data reduction, data display, and conclusion drawing. The research results showed that student negative behaviours included having a low self value in mathematics, saying negative words to classmates, being disrespectful towards the mathematics teachers, abusing the learning environment, and assuming God has no connection with mathematics learning. To redeem student negative behaviours, mathematics teachers at the school gave advice, warnings, consequences, and attempted to be a role model for students. Student responses towards teachers' actions can be grouped into two categories: positive responses: students receive advice, warnings, concequences and repair their negative behaviour and negative responses: students think trivially about advice, warnings, or consequences given by teachers.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di suatu sekolah Kristen di Tangerang. Subjek penelitiannya adalah delapan guru Matematika dan 143 orang siswa-siswi yang masing-masing diajar oleh delapan guru tersebut. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk perilaku negatif siswa, yaitu menilai diri rendah dalam Matematika, mengeluarkan kata-kata negatif kepada teman kelas, tidak menghargai atau menghormati guru Matematika, menyalahgunakan lingkungan belajar, serta menganggap Tuhan tidak ada kaitannya dengan Matematika. Untuk memulihkan perilaku negatif siswa, guru Matematika di sekolah Kristen tersebut memberi nasihat, teguran, konsekuensi, serta berusaha menjadi teladan akan kesabaran, ketegasan dan pengampunan bagi siswa-siswinya. Respon siswa terhadap tindakan guru dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu positif: siswa menerima nasihat, teguran, maupun konsekuensi dan merubah perilaku negatifnya dan respon negatif: siswa menganggap sepele nasihat, teguran atau konsekuensi yang diberikan guru.

Page 1 of 1 | Total Record : 6