cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
ISSN : 25986759     EISSN : 25986759     DOI : -
Core Subject : Education,
JOHME is an online scientific journal designated as a medium for communication among redeemed Christian scholars who practice the integration of faith and learning based on a broader and holistic understanding of the Bible's Grand Narrative as the ultimate telos of all education curriculum, including mathematics education. It is committed to publishing high quality articles about research, teaching, philosophy, and curriculum development which show holistic approaches in mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER" : 8 Documents clear
PENTINGNYA PERAN GURU SEBAGAI PEMBIMBING DALAM MENGATASI PERILAKU PERUNDUNGAN DI KELAS [THE IMPORTANCE OF THE TEACHER'S ROLE AS A GUIDE IN OVERCOMING BULLYING IN THE CLASSROOM] Widiatmoko, Teza Friensi; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.2072

Abstract

Bullying behavior is currently very widespread in the school environment. The school as a place for students to study and pursue education becomes an environment that is no longer conducive to supporting the learning process. Therefore, this study aims to see the importance of the teacher's role as a guide in dealing with bullying behavior that occurs in the classroom. This research is qualitative descriptive research. The instruments used are observation sheets, interviews, and reflection. The conclusion obtained from this study is that the teacher as a mentor is very important in overcoming bullying behavior because the teacher acts as a role model, as well as a person who has authority in the classroom. As a supervisor the teacher pays attention to things that can be done, namely giving advice, instilling character education, as well as role models in the form of active action, namely giving motivation and exemplifying friendly and polite interaction patterns. The result is the creation of a classroom atmosphere that has good communication quality which has an impact on reducing bullying behavior in class.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Perilaku perundungan saat ini sangat marak terjadi di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, sekolah sebagai wadah bagi para siswa untuk belajar dan menempuh pendidikan menjadi lingkungan yang tidak lagi kondusif dalam mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat pentingnya peran guru sebagai pembimbing dalam mengatasi perilaku perundungan yang terjadi di kelas. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara, dan refleksi. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah guru sebagai pembimbing sangat penting dalam mengatasi perilaku perundungan dikarenakan guru berperan sebagai teladan sekaligus pribadi yang memiliki otoritas di dalam kelas. Sebagai pembimbing guru menaruh perhatian terhadap hal-hal yang bisa dilakukan yakni memberi nasihat, menanamkan pendidikan karakter, juga teladan dalam bentuk tindakan aktif yaitu memberi motivasi dan mencontohkan pola interaksi yang ramah dan santun. Hasilnya berupa terciptanya suasana kelas yang memiliki kualitas komunikasi yang baik yang berdampak pada menurunnya perilaku perundungan di kelas.
PENGGUNAAN GEOGEBRA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN VISUAL THINKING MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SECARA DARING [USING GEOGEBRA TO DEVELOP STUDENTS’ MATHEMATICAL VISUAL THINKING ABILITY IN ONLINE MATHEMATICS LEARNING] Subakti, Mega Prana; Listiani, Tanti
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.2823

Abstract

Mathematics is a subject which uses mathematical symbols, such as numbers and graphs, that some students find difficult to learn. To understand it, mathematical visual thinking skills are needed. In one of the schools in Kupang, the students’ mathematical visual thinking ability is low. Many students cannot represent problems with mathematical symbols. To solve this, the teacher uses GeoGebra as a teaching aid. GeoGebra is a software program that has many advantages as a tool for learning mathematics. GeoGebra can be used effectively with the various features it has. The purpose of this research is to describe how to use GeoGebra and what features can be used in GeoGebra to develop mathematical visual thinking abilities. This research was conducted in grade 10 at one of the schools in the city of Kupang. The method of this reseacrh is qualitative descriptive. The result of this research is that there are several GeoGebra features that can help learning, including point, line, algebra input, and pen. These features can be used easily by just clicking on or writing according to the instructions on the GeoGebra page. The implication of this research is that teachers still have to teach students how to use this tool wisely so that its advantages can be maximally utilized, moreover, they can glorify God through using GeoGebra. The conclusion is that GeoGebra is a tool that can help in developing mathematical visual thinking abilities because its features can enable indicators of mathematical visual thinking abilities.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Matematika merupakan mata pelajaran yang identik dengan simbol-simbol matematis seperti angka-angka hingga grafik-grafik yang bisa membuat siswa merasa kesulitan. Untuk memahaminya, dibutuhkan kemampuan visual thinking matematis. Namun masalah yang terjadi pada salah satu sekolah di Kupang, kemampuan visual thinking matematis siswa masih kurang. Banyak dari siswa yang tidak bisa merepresentasikan persoalan-persoalan ke dalam simbol matematis. Untuk memecahkan masalah tersebut, guru menggunakan GeoGebra sebagai media pembelajaran. GeoGebra merupakan aplikasi yang punya banyak kelebihan dalam membantu pembelajaran matematika. GeoGebra dapat digunakan secara efektif dengan berbagai fitur yang dimilikinya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana cara menggunakan GeoGebra dan apa saja fitur yang dapat digunakan dalam GeoGebra untuk mengembangkan kemampuan visual thinking matematis.Penelitian ini dilakukan di kelas X pada salah satu sekolah yang ada di kota Kupang Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penulisan ini adalah ada beberapa fitur-fitur yang dapat membantu pembelajaran, di antaranya adalah point, line, input algebra, dan pen. Implikasi penelitian ini yaitu guru tetap harus mengajarkan kepada siswa agar dapat menggunakannya dengan bijak sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal, bahkan dapat memuliakan Allah melalui GeoGebra. Kesimpulannya adalah GeoGebra merupakan alat yang dapat membantu dalam mengembangkan kemampuan visual thinking matematis, karena fitur yang dimilikinya dapat mengampu setiap indikator visual thinking matematis.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH [THE CRITICAL THINKING ABILITIES OF GRADE 8 MATHEMATICS STUDENTS USING THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL] Simatupang, Taruli; Appulembang, Oce
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.4726

Abstract

Based on PISA research, Indonesian students' mathematical abilities are still below average with one of the assessment indicators being critical thinking skills. This was also found by the authors at the observed schools. The average percentage of students' critical thinking skills in grade 8 is 36% or at less intervals. Meanwhile, the problem-based learning model (PBM) is seen as effective in helping students' critical thinking skills. Thus, the purpose of this study is to describe the critical thinking skills of grade 8 students using the problem-based learning model. The research method used is descriptive qualitative. The conclusion of this paper shows that students' critical thinking skills using the PBM model have an average percentage of 65% for the three indicators. The characteristics of PBM by providing contextual problems can train students' critical thinking power. The stages in PBM make students actively involved in learning by asking various questions as well as in group discussions in designing problem solving. In Christian education, students' critical thinking skills are trained to be able to understand God's truth. Through this, students are expected to live responsibly. Suggestions that can be given are to train students' critical thinking skills in schools through appropriate learning models or approaches. In the implementation of PBM, it is better to pay attention to the estimated time in each stage.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Berdasarkan penelitian PISA, kemampuan matematika siswa Indonesia masih di bawah rata-rata dengan salah satu indikator penilaiannya ialah kemampuan berpikir kritis. Hal ini juga ditemukan oleh penulis di sekolah yang diobservasi. Persentase rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII ialah 36% atau pada interval kurang. Sementara itu, model pembelajaran berbasis masalah (PBM) ditinjau efektif dalam membantu kemampuan berpikir kritis siswa. Sehingga, tujuan penelitian ini ialah untuk memaparkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII melalui model pembelajaran berbasis masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kesimpulan penulisan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa melalui model PBM memiliki persentase rata-rata untuk ketiga indikatornya sebesar 65%. Karakteristik PBM dengan pemberian masalah kontekstual dapat melatih daya pikir kritis siswa. Tahapan dalam PBM membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan mengajukan berbagai pertanyaan juga dalam diskusi kelompok dalam merancang penyelesaian masalah. Dalam pendidikan Kristen, kemampuan berpikir kritis siswa dilatih untuk dapat memahami kebenaran Allah. Melalui hal tersebut, siswa diharapkan hidup bertanggung jawab. Saran yang dapat diberikan adalah melatih kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah melalui model atau pendekatan pembelajaran yang sesuai. Dalam pelaksanaan PBM, sebaiknya memperhatikan estimasi waktu dalam setiap tahapannya.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU KRISTEN UNTUK MENJADI TELADAN BAGI SISWA SELAMA PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN [CHRISTIAN TEACHERS' PERSONALITY COMPETENCIES AS ROLE MODELS FOR STUDENTS DURING ONLINE LEARNING] Silaen, Claudia Florentina; Seleky, Jacob Stevy
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.4829

Abstract

Transparency is an attitude of life that can be used as a role model for others.  The role of the teacher as a role model in the classroom can be implemented through ways of speaking and behaving with students. Therefore, to be a role model for students, a teacher must have good personality competencies. However, as the author experienced, Practice Field Experience Christian teachers are not yet capable of having good personality competencies. This is because they have not been able to control and manage emotions when faced with problems that occur in teaching online. In addition to explaining the personality competence of Christian teachers, the writing of this article aims to outline the efforts of the author, as a Christian teacher, in improving personality competencies to become a role model for students. The research method used is qualitative descriptive. This method is done by revealing facts, phenomena, variables, and circumstances that occur during the research. The results of the research are described based on real situations.  Based on the results of this research, it can be concluded that to improve the personality competence of a Christian teacher, there needs to be an effort to deepen the personal relationship with God through understanding the Word of God. If a Christian teacher has improved personality competence by learning the Word of God, then a Christian teacher in practice will be a role model for students.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Keteladanan adalah sikap hidup yang dapat dijadikan panutan bagi orang lain. Peran guru sebagai seorang teladan di dalam kelas harus diimplementasikan melalui cara berbicara dan bersikap yang baik dengan siswa. Oleh karena itu, untuk menjadi teladan bagi siswa seorang guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang baik. Pada kenyataannya, ketika Praktek Pengalaman Lapangan 2 penulis sebagai seorang guru Kristen belum cakap memiliki kompetensi kepribadian yang baik. Hal ini dikarenakan penulis sebagai seorang guru Kristen belum dapat mengontrol dan mengelola emosi ketika dihadapkan dengan suatu masalah yang terjadi dalam mengajar secara online. Selain menjelaskan kompetensi kepribadian guru Kristen, penulisan artikel ini bertujuan untuk menguraikan upaya penulis sebagai seorang guru kristen dalam memperbaiki kompetensi kepribadian untuk menjadi teladan bagi murid. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini dilakukan dengan mengungkapkan fakta, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung. Hasil penelitian kemudian dideskripsikan berdasarkan situasi nyata.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa untuk memperbaiki kompetensi kepribadian guru Kristen perlu adanya upaya memperdalam hubungan pribadi dengan Tuhan melalui pemahaman akan Firman Tuhan. Jika seorang guru Kristen sudah memperbaiki kompetensi kepribadian dengan belajar Firman Tuhan, maka seorang guru Kristen dalam prakteknya akan menjadi panutan bagi siswa.
KAJIAN ETIKA KRISTEN TERKAIT PERAN GURU DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENGATASI KEMEROSOTAN KARAKTER SISWA DI ERA DIGITAL [A STUDY OF CHRISTIAN ETHICS RELATED TO THE TEACHER'S ROLE IN IMPLEMENTING CHARACTER EDUCATION TO OVERCOME CHARACTER DECLINE IN THE DIGITAL ERA] Bora, Merliana Ina; Irawati, Wahyu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.5417

Abstract

The digital era is synonymous with the use of technology that is beneficial for education. The use of technology must be balanced with character education to provide direction to students in utilizing technology. The decline in character in the digital era is evidence that character education has not been implemented optimally so that students deviate from the use of technology and internet networks. Teachers play an important role in overcoming character decline by instilling character values based on Christian ethics based on the Bible. Christian ethics is the basis for providing character education in the digital era. The purpose of this study was to determine the teacher's role in implementing character education to overcome the decline in student character in the digital era which was reviewed based on the study of Christian ethics. The method used is a literature review, namely a description of reading materials that are relevant to the research topic. Based on the literature review that has been carried out, it can be concluded that teachers have an important role in implementing character education to overcome the decline in student character in the digital era. The teacher has a role as an agent of reconciliation who guides students to have a Christ-like character with the aim of developing a Christian mindset, social responsibility, mental, physical, and social health and preparing students for the world of work.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Era digital identik dengan penggunaan teknologi yang bermanfaat bagi pendidikan. Penggunaan teknologi harus diimbangi dengan pendidikan karakter untuk memberikan arahan kepada siswa dalam memanfaatkan teknologi. Kemerosotan karakter di era digital adalah bukti pendidikan karakter belum dilaksanakan secara maksimal sehingga siswa melakukan penyimpangan terhadap penggunaan teknologi dan jaringan internet. Guru berperan penting untuk mengatasi kemerosotan karakter dengan menanamkan nilai-nilai karakter berdasarkan etika Kristen yang berlandaskan pada Alkitab. Etika Kristen merupakan dasar dalam memberikan pendidikan karakter di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam menerapkan pendidikan karakter untuk mengatasi kemerosotan karakter siswa di era digital yang ditinjau berdasarkan kajian etika Kristen. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yaitu deskripsi mengenai bahan-bahan bacaan yang relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peran yang penting dalam menerapkan pendidikan karakter untuk mengatasi kemerosotan karakter siswa pada era digital. Guru memiliki peran sebagai agen rekonsiliasi yang menuntun siswa untuk dapat memiliki karakter serupa Kristus dengan tujuan mengembangkan pola pikir Kristen, tanggung jawab sosial, kesehatan mental, fisik, dan sosial serta mempersiapkan siswa untuk dunia kerja.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI MELALUI INSTRUMEN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM PADA SISWA SMA KELAS XI SMAS WARTA BAKTI KEFAMENANU [IDENTIFICATION OF THE NUMERICAL LITERACY ABILITY OF GRADE 11 STUDENTS AT WARTA BAKTI KEFAMENANU HIGH SCHOOL USING THE MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT INSTRUMENT] Siahaan, Meiva Marthaulina Lestari; Hijriani, Lailin; Toni, Albertus
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.5751

Abstract

One of the benchmarks of individual quality is seen in numeracy literacy skills. The purpose of this study was to identify the numeracy literacy skills of grade 11 students at Warta Bakti Kefamenanu High School, Nusa Tenggara Timur, in solving numeracy literacy problems with the minimum competency assessment (MCA) instrument in integral and domain algebra. This research was descriptive qualitative. This research technique was carried out with a test in the form of MCA, identifying the variations of errors made, identifying them in the types of errors, and mapping them to numeracy literacy indicators. Instrument items were taken from previous research and modified and content validity was done. The result of data analysis shows that participants who had principal errors met the numeracy literacy indicators item 1 and item 2, participants who had operating errors met the numeracy literacy indicator item 1, and participants who had conceptual errors did not meet all numeracy literacy indicators.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Salah satu tolak ukur kualitas individu dilihat dari kemampuan literasi numerasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kemampuan literasi numerasi siswa SMA Kelas XI SMAS Warta Bakti Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur dalam menyelesaikan masalah literasi numerasi model instrumen asesmen kompetensi minimum (AKM) pada domain aljabar topik integral. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penelitian ini dilakukan dengan tes berbentuk AKM, mengidentifikasi variasi kesalahan yang dilakukan, mengidentifikasinya ke dalam jenis/tipe kesalahan, dan memetakan pada indikator literasi numerasi. Untuk butir instrumen, diambil dari penelitian sebelumnya dan dimodifikasi kemudian dilakukan proses validitas isi. Hasil dari penelitian ini adalah partisipan yang memiliki kesalahan prinsip memenuhi indikator literasi numerasi butir 1 dan butir 2, partisipan yang memiliki kesalahan operasi memenuhi indikator literasi numerasi butir 1, dan partisipan yang memiliki kesalahan konsep tidak memenuhi semua indikator literasi numerasi.
THE EFFECT OF TEACHER LEADERSHIP AND STUDENT MOTIVATION THROUGH COLLABORATIVE LEARNING ON STUDENTS' COGNITIVE ABILITIES AT XYZ PRIMARY SCHOOL Tiauw, Victoria; Khoe, Yao Tung
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.5834

Abstract

During the COVID-19 pandemic, students were educated via online learning. Teachers and students around the world faced considerable challenges in coping with the sudden shifts in teaching and learning methods. In facing this challenge, teachers were required to be creative leaders in their teaching approach. Both teachers and students had to adapt quickly to change. One way to make learning more enjoyable and interesting is through collaborative learning. During online learning, teachers may use the Breakout Room feature of the Zoom application for collaborative learning. Teacher leadership and student motivation are two important elements in sustaining collaborative learning. The purpose of this quantitative study was to examine the effect of teacher leadership and student motivation through collaborative learning on the cognitive abilities of students at XYZ Elementary School. Thirty-six grade six students completed the online questionnaire. Research calculations using path analysis through the PLS SEM software were used to test the proposed hypothesis. The results showed that teacher leadership had a positive effect on collaborative learning and students' cognitive abilities. It was also found that student motivation had a positive effect on collaborative learning and students' cognitive abilities. Finally, collaborative learning has a positive impact on students’ cognitive abilities.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Dalam masa pandemi COVID-19, siswa harus melalui pendidikan mereka dengan pembelajaran daring dan pembelajaran jarak jauh. Guru dan siswa di seluruh dunia mengalami tantangan yang cukup berat untuk mengatasi perpindahan metode pembelajaran dan pengajaran yang mendadak. Dalam menghadapi tantangan ini, guru dituntut untuk menjadi pemimpin yang kreatif dalam mengajar dan para guru dan siswa harus cepat beradaptasi dengan perubahan. Salah satu cara untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan adalah melalui pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif dalam pembelajaran daring dapat menggunakan fitur Breakout Room dari aplikasi Zoom. Kepemimpinan guru dan motivasi siswa adalah dua elemen penting dalam keberlangsungan dan keberhasilan pembelajaran kolaboratif. Tujuan dari penelitian kuantitatif ini adalah untuk menguji pengaruh kepemimpinan guru dan motivasi siswa melalui pembelajaran kolaboratif terhadap kemampuan kognitif siswa di Sekolah Dasar XYZ. Tiga puluh enam siswa SD Kelas 6 menyelesaikan kuesioner online. Perhitungan penelitian menggunakan analisis jalur melalui metode PLS SEM digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan guru berpengaruh positif terhadap pembelajaran kolaboratif dan kemampuan kognitif siswa. Ditemukan juga bahwa motivasi siswa berpengaruh positif terhadap pembelajaran kolaboratif dan kemampuan kognitif siswa. Hasil terakhir adalah pembelajaran kolaboratif berdampak positif terhadap kemampuan kognitif siswa
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN SISTEM KOORDINAT DIMENSI TIGA PADA MATA KULIAH GEOMETRI ANALITIK RUANG [DEVELOPMENT OF A THREE-DIMENSIONAL COORDINATE SYSTEM LEARNING VIDEO FOR A SPATIAL ANALYTICAL GEOMETRY COURSE] Silitonga, R. H. Yanti; Molle, Juliana Selvina
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.5943

Abstract

Most students find it difficult to visualize in a three-dimensional coordinate system in a spatial analytic geometry course, so they need learning videos that can help them. The purpose of this study was to determine the results of an expert team's validation of a learning video about the three-dimensional coordinate system for a spatial analytic geometry course. In addition, this study also aimed to see the students' responses to the three-dimensional coordinate system learning video for the spatial analytic geometry course. This research used the ADDIE development research method (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). This research was conducted in the Mathematics Education Study Program at Pattimura University. The validation results of a team of 3 experts had an average score was 3.74. Based on the validation criteria, the expert team is in the very valid category. Furthermore, the total score obtained from the student response questionnaires is 1304 which is in the good category.  The recommendation from this research is that further research needs to be done to see whether the use of this learning video can improve students' mathematical problem solving abilities in a three-dimensional coordinate system.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Sebagian besar mahasiswa kesulitan melakukan visualisasi dalam sistem koordinat dimensi tiga pada mata kuliah geometri analitik ruang sehingga membutuhkan video pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa dalam melakukan visualisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil validasi tim ahli terhadap video pembelajaran sistem koordinat dimensi tiga pada mata kuliah geometri analitik ruang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat respon mahasiswa terhadap video pembelajaran sistem koordinat dimensi tiga pada mata kuliah geometri analitik ruang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Penelitian ini dilaksanakan di Prodi Pendidikan Matematika Universitas Pattimura. Hasil validasi tim ahli yang berjumlah 3 orang diperoleh jumlah skor rata-rata mencapai 3,74. Berdasarkan kriteria kevalidan validasi tim ahli termasuk kategori sangat valid. Selanjutnya, diperoleh jumlah skor total hasil dari angket respon mahasiswa adalah 1304 berada pada kategori baik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat apakah penggunaan video pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa pada sistem koordinat dimensi tiga.

Page 1 of 1 | Total Record : 8