cover
Contact Name
Pangeran Paita yunus
Contact Email
pangeranpaita69@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pangeranpaita69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nuansa Journal of Arts and Design
ISSN : 25974041     EISSN : 2597405X     DOI : -
Nuansa Journal of Arts and Design menerbitkan artikel pada bidang Pendidikan Seni dan Desain. Nuansa Journal of Arts and Design terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan September dan Maret.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): September" : 7 Documents clear
NILAI-NILAI BUDAYA MAKASSAR DALAM KARAKTER TOKOH PERTUNJUKAN TEATER THE EYES OF MAREGE Ramli, Asia
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.19132

Abstract

Pertunjukan teater The Eyes of Marege kolaborasi Teater Kita Makassar dengan Australian Performing Exhange dipentaskan pada OzAsia Festival tanggal 27 – 29 September 2007 di Playhouse Adelaide, dan tanggal 5 – 7 Oktober 2007 di Studio Opera House, Sydney. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis fokus masalah: nilai-nilai budaya Makassar dalam karakter tokoh pada pertunjukan tersebut. Data dari jenis penelitian kualitatif ini diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil data dideskripsikan dan dianalisis berdasarkan pendekatan kebudayaan dan kajian semiotika teater. Adapun pola relasi antartokoh dianalisis dengan menggunakan model aktantial Greimas. Hasil menunjukkan bahwa karakter tokoh dalam pertunjukan teater The Eyes of Marege yang mewakili suku-bangsaMakassar mengandung nilai-nilai budaya Makassar, antara lain: nilai-nilai siri’ na pacce, nilai-nilai tausipakatau, nilai-nilai pangngadakkang, dan nilai-nilai islam.
Refleksi Kritis Pada Pembelajaran Seni Rachmat, Rachmat
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.14566

Abstract

Pendidikan adalah bagian dari masyarakat berarti daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budipekerti untuk memajukan kesempurnaan hidup. Pendidikan seni adalah suatu proses pedagogik yang bertujuan untuk memanusiakan manusia dengan seni sebagai medianya, disamping itu pelaku dalam pendidikan seni harus mempunyai kesadaran kritis terhadap situasi sekarang ini agar melek terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar agar orientasi kedepannya dapat berevolusi sesuai dengan kodrat yang dicita-citakan oleh manusia itu sendiri.
Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan Menyempit” Karya Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif Sosiologi dan Psikologi Makaf, Akhyar
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.18296

Abstract

Naskah drama yang berkualitas baik adalah bahan untuk menyajikan pertunjukan teater yang baik pula. Naskah tersebut adalah karya sastra yang menjadi media bagi dramawan untuk menyampaikan pesan, gagasan, komentar, dan solusi dari permasalahan keseharian di lingkungannya, melalui unsur dramatik seperti tema, alur, penokohan, dan latar. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah unsur-unsur dramatik, fenomena sosial, dan fenomena psikologi yang terdapat dalam naskah drama “Jalan Menyempit” karya Joni Faisal, sebagai naskah pemenang pertama lomba Penulisan Naskah Teater Nasional tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Naskah ini kurang dikenal karena terbatasnya publikasi. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk membantu masyarakat, khususnya seniman, akademisi seni teater dan seni sastra, agar bisa memperoleh informasi tentang unsur-unsur dramaturgi, keterkaitan dengan realita sosial dan realita psikologi masyarakat di Indonesia, serta proses transformasi realita menjadi peristiwa dramatik. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik digunakan untuk menganalisis unsur dramatik (intrinsik), lalu menghubungkannya dengan fenomena sosial-psikologi (ekstrinsik) pada naskah, menggunakan teori dramaturgi, sosiologi sastra, dan psikologi sastra. Dapat ditarik kesimpulan bahwa drama ini adalah penggambaran dari realita sosial dan realita psikologis pada saat naskah ini ditulis. Penulisnya berusaha merespon realita yang terjadi dengan menuangkan pikirannya dalam drama untuk memberikan pernyataan dan menawarkan solusi bagi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.
AKULTURASI SENI PERANAKAN TIONGHOA-MAKASSAR Sari, Helvi Mei; Sudirman, Feby Dehmi; Sofyan, Sofyan
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.9415

Abstract

This study is a qualitative study using objective approach. Research objectives of this study are describing the historical background of Chinese in Makassar and acculturation of Makassarese Chinese in the field of art. The data is collected through interview, observations, and review of literature. In processing the data, there are three techniques used: (1) Data Reduction; (2) Display Data; and (3) Conclusion Drawing and Verification. The results of the study reveal that Chinese came to Indonesia since centuries ago during dynastic war in Cina. They came in Makssar during Dinasti Tang on 15th. They came gradually and began to settle in Makassar during the reign of Kerajaan Gowa. This was the beginning of acculturation. At the time, they mingle with indigenous people and began to pursue various fields, including in art and culture. In music, one of Chinese named Ho Eng Djie was famous for his songs such as Amma Ciang or Atti Raja. In addition, a Chinese writer was famous with his work, Pantoen Melajoe Makassar.
Implementasi Blended Learning dalam Pendidikan Seni di Era New Normal Muhajir, Muhajir; Afrianto, Damar Tri
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.17054

Abstract

Penelitian ini didasarkan sebuah permaslahan bahwa metode Blended Learning bukan menjadi solusi utama pembelajaran pendidikan seni di tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Permasalahannya diantaranya yaitu kesenjangan yang menjadi isu sentral dalam pembelajaran via daring ini. Masih banyak daerah-daerah yang belum mendapat akses internet dan ketersedian perangkat teknologi (komputer dan gawai) sebagai modal utama pembelajaran daring. Di sisi lain, metode blended leraning tidak bisa sepenuhnya diterapkan secara total dalam pendidikan seni. Dari permasalahan tersebut perlu kiranya perlu merumuskan ulang metode pembelajaran seni di era tatanan baru ini, pembelajaran seni tak cukup hanya mengandalkan sistem daring, karena olah rasa, olah teknis dan estetika sebagai perangkat utama pendidikan seni, membutuhkan proses pendampingan yang intens. Masalah utama yang menjadi fokus pembahasan adalah bagaimana metode penunjang Blended Learning agar dapat dimplementasikan dalam pendidikan seni. Metode penelitian ini adalah penggabungan penelitian Research and Development (R & D) dengan interpretatif analitik. Penelitian R&D adalah jenis yang berangkat dari kasus kemudian manawarkan solusi untuk pengembangan. Hasil penelitian ini merumuskan sistem Blended Learning dalam pembelajaran seni perlu ditunjang setidak-tidaknya dengan metode kolaborasi dengan stakeholder. Stakeholder inilah yang memiliki peran penting dalam asupan keilmuan teknis melalui pengalaman mereka di dunia kesenimanan. Guru dan dosen pengampu utama akan berkoordinasi dengan stakeholder tentang bagaimana proses berkarya peserta didiknya, sehingga kolaborasi ini mampu memberi warna pendidikan seni semakin variatif dan humanitif.
Penyajian Musik Tradisional Gandrang dalam Prosesi Akkorongtigi Muhtar, Sri Wahyuni
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.17291

Abstract

Berangkat dari penelitian terdahulu mengenai fungsi musik tradisional gandrang dalam prosesi akkorongtigi pada upacara pa’buntingang adat Makassar yaitu sebagai daya tarik yang khas. Maka penulis ingin mengetahui bagaimana penyajian menarik tersebut dengan  merumuskan masalah penelitian : (1) bagaimana bentuk tabuhan musik tradisional gandrang saat mengiringi prosesi akkorongtigi ?, (2) bagaimana penyajian kelompok musik tradisional gandrang saat mengiringi prosesi akkorongtigi ?. Konsep dan teori tentang bentuk dan penyajian dari beberapa sumber digunakan sebagai acuan dalam membahas masalah penelitian yang telah dirumuskan. Pendekatan penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data : studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yaitu kelompok musik tradisional, penyelenggara acara, dan tokoh masyarakat setempat menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian di Kelurahan Ballaparang Kecamatan Rappocini Kota Makassar.Teknik analisis data yaitu penyajian data, klasifikasi data, analisa data, reduksi data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bentuk tabuhan musik tradisional gandrang saat mengiringi prosesi akkorongtigi adalah bertekstur heteroponik karena melodi tunggal dibunyikan oleh pui’-pui’ dan dimainkan bersama ritmik gendang dan gong, terdapat dua jenis tabuhan yaitu tundrung bale’sumanga’ dan tundrung pakanjara’. Ditemukan juga pada kedua tabuhan menggunakan whole not, quarter not dan eight not. Selanjutnya, penyajian kelompok musik tradisional gandrang saat mengiringi prosesi akkorongtigi yaitu menggunakan tiga instrumen musik termasuk gendang, pui’pui’, dan gong. Kelompok musik tradisional juga berpakaian jas tutup warna merah, celana  dan sarung untuk bawahan, serta mengenakan patonro’ berwarna merah di kepala.  Dalam pertunjukannya mereka juga dalam posisi duduk assulengka memainkan dua instrumen gendang, satu pui’-pui, dan satu gong. Dimana kelompok musik tradisi tersebut berjumlah empat orang, dua pagandrang, satu  pappui’-pui’dan satu lagi patunrung dengkang. Susunan penyajian diawali dengan tundrung bale’sumanga’ saat mengiringi pemberian daun pacar ke calon pengantin dan ditutup dengan tundrung pakanjara’ menghibur penonton.
PEMBUATAN BATIK DI FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Nurdin, Aulia Evawani
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.17051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh data yang jelas dan akurat mengenai proses pembuatan batik di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembuatan batik yang menerapkan motif Toraja, alam dan kaligrafi. Pembuatan batik tersebut menggunakan teknik tulis dan teknik colet dengan bahan pewarna napthol. Dalam proses pembuatan batik tersebut diperlukan kecermatan dan kehati-hatian untuk menghasilkan karya batik yang lebih berkualitas. Hasil penerapan tersebut meupakan wujud pelestarian budaya lokal sehingga menambah kekayaan budaya Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 7