cover
Contact Name
Pangeran Paita yunus
Contact Email
pangeranpaita69@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pangeranpaita69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nuansa Journal of Arts and Design
ISSN : 25974041     EISSN : 2597405X     DOI : -
Nuansa Journal of Arts and Design menerbitkan artikel pada bidang Pendidikan Seni dan Desain. Nuansa Journal of Arts and Design terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan September dan Maret.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023): September" : 8 Documents clear
Seni Grafis Teknik Cukil Kayu di Yogyakarta: Sebuah Kajian Produksi Sosial Pierre Bourdieu Hamka, Dwi Wahyuni; Inayah, Faidhul
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.54221

Abstract

Di Yogyakarta, berbagai jenis kesenian khususnya seni rupa sangat berkembang bahkan signifikan dan popular baik itu di kalangan ekslusif maupun kalangan masyarakat umum, namun berbeda dengan popularitas seni grafis teknik konvensional di tengah masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana habitus dan modal seniman grafis cukil kayu mempengaruhi praktik dominasi seni grafis cukil kayu dalam arena sosial seni rupa di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kajian pustaka. Teori yang digunakan yaitu teori arena produksi kultural oleh Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitus seorang seniman terbentuk oleh lingkungan dalam institut seni ISI Yogykarta hingga selesai yang membentuk menjadi seniman profesional yang terintegritas dengan penguasaan konsep dan teknik secara baik, terintegrasi dengan kode estetik yang trend, namun kecilnya kapasitas kepemilikan modal dari seniman grafis cukil kayu dalam pertarungan praktik di arena tidak cukup kuat untuk menciptakan kelas dominan sehingga seni grafis cenderung berada pada kaum borjuasi kecil yang berjuang untuk mengumpulkan status simbolis profesi mereka. Adanya kepemilikan kapasitas modal yang kecil mengakibatkan seni grafis cukil kayu sulit untuk mendominasi (kelas bawah) yang mengakibatkan pada kurang munculnya wacana-wacana sehingga sulit untuk menjatuhkan wacana yang dominan, seperti seni Lukis.
PENERAPAN MODEL GALLERY WALK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SENI RUPA DI SMA KATOLIK CENDERAWASIH MAKASSAR Faisal, Faisal
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.56505

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kekatifan belajar siswa pada pembelajaran seni rupa dengan materi mengapresiasi karya seni rupa seniman Indonesia dengan menerapkan model pembelajaran gallery walk. Jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dirancang dalam 2 siklus. Siklus I untuk tindakan dan siklus II untuk perbaikan. Tahapan penelitian ini meliputi 4 tahapan antara lain perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah Siswa kelas XI SMA Katolik Cenderawasih kakassar yang berjumlah 27 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan peningkatan keaktifan belajar siswa sebesar 40.74% dari 29.63% pada pra siklus menjadi 38.15% pada siklus I. Selanjutnya pada siklus II keaktifan belajar mengalami peningkatan  sebesar 22.22% dari 48.15% pada siklus I menjadi 70.37% pada siklus II. Pembelajaran dengan model gallery walk ini meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa aktif memberikan pertanyaan, mampu bekerjasama, menjawab pertanyaan dan berani melakukan presentasi.
Analisis Perkembangan Desain Baju Bodo Hingga Tahun 2023 di Sulawesi Selatan Inayah, Faidhul; Hamka, Dwi Wahyuni
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.54308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan yang terjadi pada baju Bodo hingga tahun 2023. Penelitian ini ingin melihat pada baju-baju Bodo yang sering digunakan oleh Masyarakat dan berkembang hingga saat ini. Focus penelitian adalah elemen-elemen apa saja yang dipertahankan untuk memperlihatkan ciri dari baju Bodo, juga ingin melihat elemen-elemen apa yang dikembangkan pada baju Bodo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Analisis digunakan dengan melihat literatur yang berhubungan dengan baju Bodo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen yang masih dipertahankan ialah bentuk baju Bodo yang longgar dan tanpa kerah. Sementara bentuk yang berkembang adalah penggunaan jenis, penambahan motif dan penambahan kerutan pada bagian lengan dan salah satu sisi bagian bawah, perubahan tidak sama pada baju Bodo yang satu dengan baju Bodo lainnya, akan tetapi disesuaikan dengan pengguna baju.
Posisi Seni dalam Hirarki Kebutuhan Maslow Muhaemin, Muhammad
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.56890

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi seni pada pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dalam konteks hirarki kebutuhan Abraham Maslow. Maslow mengidentifikasi lima tingkatan kebutuhan, di mana aktualisasi diri merupakan puncaknya. Seni dianggap sebagai elemen esensial yang memainkan peran krusial dalam memenuhi berbagai kebutuhan manusia, terutama pada tingkatan sosial dan penghargaan. Seni memberikan wadah bagi ekspresi diri, memperkuat ikatan sosial, dan menciptakan pengalaman estetika mendalam. Penelitian ini menggunakan studi literatur sebagai pengumpulan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni memberdayakan individu, menciptakan rasa prestasi, dan menjadi sarana unik untuk mencapai potensi penuh manusia. Implikasinya menyoroti peran penting seni dalam mendukung pengembanganan pribadi, pengakuan identitas, dan menciptakan ikatan emosional serta memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai posisi seni dalam hirarki kebutuhan Maslow. This research examines the contribution of art to the fulfillment of self-actualization needs within the context of Abraham Maslow's hierarchy of needs. Maslow delineated five levels of needs, with self-actualization representing the pinnacle. Art is considered an essential element playing a crucial role in meeting various human needs, particularly at the social and esteem levels. It provides a platform for self-expression, strengthens social bonds, and creates profound aesthetic experiences. This research employs literature review as the data collection method. The results indicate that art empowers individuals, fosters a sense of accomplishment, and serves as a unique means to attain full human potential. The implications underscore the vital role of art in supporting personal development, acknowledging identity, and creating emotional bonds, offering a deeper understanding of art's position within Maslow's hierarchy of needs.
Kelayakan Isi Buku Teks Seni Budaya SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1 Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbud Republik Indonesia Edisi Revisi 2016 Hamsar, Ismayanti; Irfan, Irfan
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.56163

Abstract

Masalah dalam penelitian ini terkait bagaiamana kelayakan isi buku teks Seni Budaya Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1 Terbitan Pusat Kurikulum Dan Perbukuan, Kementerin Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Edisi Revisi 2016 pada unit 1 dan 2 Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui Kelayakan Isi Buku Teks Seni Budaya Untuk Sma/Ma/Smk/Mak Kelas X Semester 1 Terbitan Pusat Kurikulum Dan Perbukuan, Kementerin Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Edisi Revisi 2016 unit 1 dan 2. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kualitatif  dalam hal tersebut penelitian ini mengkaji terkait kelayakan isi buku teks Seni Budaya Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1 Terbitan Pusat Kurikulum Dan Perbukuan, Kementerin Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Edisi Revisi 2016 untuk uni 1dan 2  berdasar pada ketentuan standar- standar kelayakan isi oleh Badan Standar Nasioanl Pendidikan (BNSP). terkait (1) kesesuain isi uraian materi KI dan KD (2) keakuratan  materi (3) materi pendukung pembelajaran.
Ragam Proses Kreatif Seniman: Sebuah Tinjauan Gagasan Proses Kreatif Suyudi, Muhammad; Saputra, Andi Taslim
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.56164

Abstract

Satu-satunya hal yang terlihat  bagi apresiator  hanyalah seorang  seniman  yang mengaplikasikan  sesuatu pada objek karyanyabahan berwarna dan seorang gitaris yang menggores senarnya. Di sisi lain, jika  dicermati lebih dekat, Anda akan menemukan bahwa seorang pelukis atau musisi bisa menjadi seniman yang terampil jika memiliki kesadaran tertentu terhadap proses kreatif.  Dari hal tersebut maka dibutuhkan penjelajahan terhadap proses kreatif. Uraian ragam proses kreatif dilakukan dengan cara studi  pustaka yang terkait fenomena pengalaman estetik yang telah dituliskan oleh berbagai sumber.    Hasilnya memperlihatkan  Pelukis juga dapat menggali imajinasi kreatifnya berdasarkan gambar imajinasi dari mimpi  atau cerita yang pernah dia baca. Pengalaman  estetik  lainnya turut memberikan peluang estetik pada pengolahan ragam kreatif. Hal yang dimaksud adalah kondisi perkembangan  teknik  sekaligus muatan nilai dan rasa bagi senimannya sewaktu merespon karyanya.Satu-satunya hal yang terlihat  bagi apresiator  hanyalah seorang  seniman  yang mengaplikasikan  sesuatu pada objek karyanyabahan berwarna dan seorang gitaris yang menggores senarnya. Di sisi lain, jika  dicermati lebih dekat, Anda akan menemukan bahwa seorang pelukis atau musisi bisa menjadi seniman yang terampil jika memiliki kesadaran tertentu terhadap proses kreatif.  Dari hal tersebut maka dibutuhkan penjelajahan terhadap proses kreatif. Uraian ragam proses kreatif dilakukan dengan cara studi  pustaka yang terkait fenomena pengalaman estetik yang telah dituliskan oleh berbagai sumber.    Hasilnya memperlihatkan  Pelukis juga dapat menggali imajinasi kreatifnya berdasarkan gambar imajinasi dari mimpi  atau cerita yang pernah dia baca. Pengalaman  estetik  lainnya turut memberikan peluang estetik pada pengolahan ragam kreatif. Hal yang dimaksud adalah kondisi perkembangan  teknik  sekaligus muatan nilai dan rasa bagi senimannya sewaktu merespon karyanya.
OLAH DATA RISET: DASAR KUNCI KEKUATAN DAN KEBERHASILAN FILM DOKUMENTER Oktaviani, Danissa Dyah; Widoyo, Agus Fatuh; Subagya, Timbul
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.47308

Abstract

Film dokumenter memiliki kekuatan untuk mengubah pola pikir penontonnya. Kekuatan tersebut diperoleh dari sudut pandang yang dihadirkan dalam film tersebut. Sudut pandang dibangun dari fakta-fakta yang disusun secara terstruktur kemudian menghasilkan sebuah pemikiran yang baru. Semakin banyak fakta yang diperoleh maka film documenter akan semakin menarik karena di dalamnya memuat kekayaan data yang dapat diolah yang bersumber pada kedalaman riset. Melalui riset mendalam, memilah data sesuai kotak-kotak di setiap bagian, dan menyusunnya secara terstruktur agar mudah dipahami. Proses riset yang sistematis dan terstruktur dapat dilakukan ketika pembuat film benar-benar paham apa yang akan ditulis dan kebutuhan seperti apa yang diperlukan bersumber pada ide yang dimiliki sebelumnya. Riset yang baik akan memperhatikan unsur-unsur visual yang memuat apa saja konten yang akan dimasukkan dan bagaimana cara pengambilan audio visualnya. Riset dalam film dokumenter akan mempengaruhi nilai sebuah film. Semakin mendalam sebuah riset maka film yang dihasilkan akan semakin bermakna. Batasan dalam melakukan riset juga perlu dilakukan guna memastikan luaran film selalu terjaga arah tujuannya. Batasan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembuat film
Analisis Kelayakan Penyajian Isi Buku Panduan Guru Seni Rupa SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka Tahun 2021 Guntur, Guntur; Irfan, Irfan
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.56165

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan penyajian isi Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka tahun 2021 , yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/SMK Kelas X di tulis oleh Monika Irayati dan Saraswati Dewi, yang dimana buku ini  memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. Pengembangan dan penulisan buku ini disesuaikan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang merupakan sebuah metode penelitian dengan memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan sejara deskriptif, deskripstif yang dimaksud dalam hal ini adalah untuk memahami kondisi suatu konteks dengan mengarahkan pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi dalam suatu konteks secara alami dan apa adanya. Dalam pengimplementasiannya Buku teks pembelajaran (Buku Panduan Guru) Seni Budaya Kelas X SMA/SMK yang diterbitkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan dengan indikator cakupan materi yang merangsang keingintahuan telah dikaji dalam buku ini dan masih perlu dikembangkan lagi isi dan kualitasnya. Namun secara umum, isi materi yang diberikan melalui penjelasan yang komunikatif dan afektif  telah menunjukkan kesesuaian dengan profil pelajar pancasila pada mata pelajaran seni rupa dan pengenalan dalam capaian pembelajaran.Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan penyajian isi Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka tahun 2021 , yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/SMK Kelas X di tulis oleh Monika Irayati dan Saraswati Dewi, yang dimana buku ini  memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. Pengembangan dan penulisan buku ini disesuaikan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang merupakan sebuah metode penelitian dengan memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan sejara deskriptif, deskripstif yang dimaksud dalam hal ini adalah untuk memahami kondisi suatu konteks dengan mengarahkan pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi dalam suatu konteks secara alami dan apa adanya. Dalam pengimplementasiannya Buku teks pembelajaran (Buku Panduan Guru) Seni Budaya Kelas X SMA/SMK yang diterbitkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan dengan indikator cakupan materi yang merangsang keingintahuan telah dikaji dalam buku ini dan masih perlu dikembangkan lagi isi dan kualitasnya. Namun secara umum, isi materi yang diberikan melalui penjelasan yang komunikatif dan afektif  telah menunjukkan kesesuaian dengan profil pelajar pancasila pada mata pelajaran seni rupa dan pengenalan dalam capaian pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 8