cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025" : 15 Documents clear
DINAMIKA SISTEM SOSIAL BUDAYA DAN DAMPAKNYA TERHADAP INTEGRASI BANGSA DI INDONESIA Kasim, Muhammad
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sistem sosial budaya dan dampaknya terhadap integrasi bangsa di Indonesia. Dalam masyarakat yang multikultural, dinamika sosial budaya berperan penting dalam memperkuat atau melemahkan integrasi bangsa. Melalui metode penelitian literatur, berbagai aspek sistem sosial budaya yang berkontribusi terhadap integrasi bangsa akan dikaji dengan fokus pada pengaruh faktor-faktor seperti globalisasi, modernisasi dan teknologi terhadap kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial budaya yang dikelola dengan baik dapat memperkaya identitas nasional, memperkuat toleransi dan membangun semangat persatuan. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan bijak, dinamika ini berpotensi menimbulkan konflik, pergeseran nilai budaya, dan disintegrasi sosial. Oleh karena itu, penting untuk terus memperkuat pendidikan nilai kebangsaan, pelestarian budaya lokal, serta penguatan komunikasi antar kelompok sosial agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan melainkan kekuatan pemersatu bangsa.This study aims to analyze the dynamics of the socio-cultural system and its impact on national integration in Indonesia. In a multicultural society, socio-cultural dynamics play an important role in strengthening or weakening national integration. Through the literature research method, various aspects of the socio-cultural system that contribute to national integration will be studied with a focus on the influence of factors such as globalization, modernization and technology on the social life of society. The results of the study indicate that well-managed socio-cultural dynamics can enrich national identity, strengthen tolerance and build a spirit of unity. Conversely, if not managed wisely, these dynamics have the potential to cause conflict, shifts in cultural values, and social disintegration. Therefore, it is important to continue to strengthen national value education, preserve local culture, and strengthen communication between social groups so that diversity does not become a source of division but a unifying force for the nation.
STRATEGI PENGELOLAAN ZAKAT DALAM MENINGKATKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT: STUDI PADA LEMBAGA WAHDAH INSPIRASI ZAKAT DI KABUPATEN TAKALAR Afrid, Muhammad; Balkis, Syarifah; Falihin, Dalilul
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran pengelolaan zakat yang diterapkan oleh Lembaga Wahdah Inspirasi Zakat di Kabupaten Takalar. 2) Menganalisis strategi pengelolaan zakat tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Takalar. 3) Mengetahui faktor masyarakat membayar zakat di Lemabaga Wahdah Inspirasi Zakat. Jenis penelitian yang digunaakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi pengumpulan zakat secara online oleh WIZ Takalar menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital dalam aktivitas sosial keagamaan memiliki potensi besar untuk meningkatkan aksesibilitas, partisipasi, dan kepercayaan masyarakat. 2) Strategi pengelolaan zakat yang diimplementasikan oleh WIZ melalui Program Berkah Mandiri tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik tetapi juga mendorong pergeseran paradigma dari bantuan konsumtif menuju investasi produktif yang berkelanjutan. 3) Dalam keseluruhan analisis, terlihat jelas bahwa pengelolaan zakat yang efektif memerlukan pendekatan yang holistik yang mengkombinasikan pemberian dana dengan edukasi intensif bagi mustahik. Ini tidak hanya memastikan penggunaan dana yang lebih bertanggung jawab, tetapi juga mendukung pertumbuhan spiritual dan pemberdayaan mustahik, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.This study aims to: 1). examine the zakat management practices implemented by Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) in Takalar Regency, 2). analyze the strategies of zakat management in improving community welfare in Takalar Regency, and 3).explore the factors influencing the community's decision to pay zakat through Wahdah Inspirasi Zakat. The research employs a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The findings reveal that: 1) The implementation of online zakat collection by WIZ Takalar highlights the significant potential of digital technology adoption in religious social activities to enhance accessibility, participation, and public trust. 2) The zakat management strategy implemented by WIZ through the Berkah Mandiri program not only improves the economic welfare of zakat recipients (mustahik) but also fosters a paradigm shift from consumptive assistance to sustainable productive investment. 3) A holistic approach is crucial for effective zakat management, integrating financial aid with intensive education for mustahik. This approach ensures more responsible fund utilization, supports spiritual development, and empowers mustahik, ultimately leading to a substantial improvement in their quality of life..
INOVASI-INOVASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Hariati, Sri; Astuti, Alfiani Dwi; Patmawati, Susi Anita
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74895

Abstract

Revolusi Industri mendorong dunia pendidikan untuk bertransformasi seiring dengan kecanggihan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), serta sistem siber-fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk inovasi pendidikan yang relevan, efektif, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan digital, khususnya di tingkat pendidikan menengah di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, ditemukan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada akses teknologi, melainkan juga pada kepemimpinan sekolah, kesiapan guru, dan budaya organisasi yang mendukung perubahan. Berbagai inovasi seperti pembelajaran berbasis proyek digital, pemanfaatan Learning Management System (LMS), serta teknologi immersive seperti Virtual Reality (VR) menunjukkan dampak positif terhadap keterlibatan dan kualitas pembelajaran. Namun, hambatan seperti kesenjangan digital di wilayah 3T dan kurangnya integrasi nilai-nilai lokal masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, inovasi pendidikan masa depan perlu mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan nilai-nilai humanistik untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan di era digital.Industrial Revolution encourages the world of education to transform along with technological advances such as artificial intelligence (AI), the Internet of Things (IoT), and cyber-physical systems. This research aims to identify relevant, effective, and contextualized forms of educational innovation in facing digital challenges, especially at the secondary education level in Indonesia. Using a descriptive qualitative approach based on a literature study, it was found that the success of innovation depends not only on access to technology, but also on school leadership, teacher readiness, and organizational culture that supports change. Various innovations such as digital project-based learning, utilization of Learning Management System (LMS), and immersive technologies such as Virtual Reality (VR) show positive impacts on learning engagement and quality. However, barriers such as the digital divide in 3T areas and the lack of integration of local values remain key challenges. Therefore, future educational innovations need to integrate aspects of technology, pedagogy and humanistic values to build an inclusive and sustainable learning ecosystem in the digital era.
KEKUATAN KONTEN : BAGAIMANA MEDIA SOSIAL MEMBENTUK POLA KONSUMSI PEKERJA MEDIA PEREMPUAN DI KOTA MAKASSAR Irwan, Irwan; Kadir, Dideng; Syafitri A, Riezky
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.72005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konten media sosial memengaruhi pilihan konsumsi masyarakat, khususnya dalam perilaku mengunjungi kafe dan resto yang tidak semata-mata untuk makan dan minum, serta bagaimana konten digital memenuhi kebutuhan sosiologis konsumen. Studi ini dilakukan terhadap jurnalis perempuan yang tergabung dalam Komunitas Ruang Jurnalis Perempuan (RJP) di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook menjadi rujukan utama dalam memilih tempat bekerja yang nyaman dan sedang tren. Pilihan konsumsi tidak hanya dipengaruhi oleh menu, tetapi juga oleh kenyamanan, fasilitas pendukung, dan suasana tempat. Selain itu, kafe juga berfungsi sebagai ruang sosial alternatif, tempat berjejaring, berbagi ide, dan menciptakan peluang kerja sama. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran makna konsumsi dan ruang publik, serta transformasi gaya hidup kerja perempuan di era digital.This study aims to determine how social media content influences people's consumption choices, especially in the behavior of visiting cafes and restaurants that are not solely for eating and drinking, and how digital content meets the sociological needs of consumers. This study was conducted on female journalists who are members of the Women's Journalist Space Community (RJP) in Makassar City. The results of the study show that social media such as TikTok, Instagram, and Facebook are the main references in choosing a comfortable and trendy place to work. Consumption choices are not only influenced by the menu, but also by comfort, supporting facilities, and the atmosphere of the place. In addition, cafes also function as alternative social spaces, places to network, share ideas, and create opportunities for collaboration. These findings indicate a shift in the meaning of consumption and public space, as well as the transformation of women's work lifestyles in the digital era.
TANTANGAN VOLUNTEERISME LINGKUNGAN DI DAERAH OTONOMI KHUSUS: STUDI LITERATUR TENTANG PERUBAHAN IKLIM Lintong, Fikstif Donal
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73137

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan volunteerisme lingkungan di Papua dalam konteks Otonomi Khusus, deforestasi, dan perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan pendekatan systematic review terhadap 20 sumber sekunder (jurnal, laporan institusional, dokumen kebijakan) tahun 2015–2023. Teknik analisis tematik mengidentifikasi empat tantangan utama: (1) ketergantungan pada pendanaan eksternal tidak berkelanjutan, (2) resistensi industri ekstraktif yang didukung ambivalensi kebijakan, (3) fragmentasi koordinasi akibat kendala geografis, dan (4) dampak perubahan iklim yang memperburuk kerentanan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan 72% kelompok relawan di Jayapura bergantung pada dana proyek jangka pendek, sementara 65% izin usaha pertambangan dan perkebunan (2019–2023) mengabaikan konsultasi masyarakat adat. Di sisi lain, volunteerisme berpotensi menjadi kontra-narasi pembangunan melalui inisiatif berbasis komunitas yang memadukan pengetahuan lokal dan teknologi. Simpulan penelitian menekankan perlunya reorientasi kebijakan Otonomi Khusus dengan memperkuat alokasi anggaran partisipatif, perlindungan hukum bagi relawan, dan integrasi kearifan lokal dalam tata kelola lingkungan untuk menjembatani kesenjangan antara agenda pembangunan dan keberlanjutan ekologis.This study aims to analyze the challenges of environmental volunteerism in Papua within the context of Special Autonomy, deforestation, and climate change. The method used is a qualitative literature study with a systematic review approach to 20 secondary sources (journals, institutional reports, policy documents) from 2015–2023. Thematic analysis identified four main challenges: (1) reliance on unsustainable external funding, (2) resistance from extractive industries supported by policy ambivalence, (3) fragmented coordination due to geographical constraints, and (4) the impact of climate change exacerbating ecological vulnerability. Results show that 72% of volunteer groups in Jayapura depend on short-term project funds, while 65% of mining and plantation permits (2019–2023) ignored community consultations. On the other hand, volunteerism has the potential to become a counter-narrative to development through community-based initiatives that integrate local knowledge and technology. The conclusion emphasizes the need to reorient Special Autonomy policies by strengthening participatory budgeting, legal protection for volunteers, and integrating local wisdom into environmental governance to bridge the gap between development agendas and ecological sustainability.

Page 2 of 2 | Total Record : 15