cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Manuskripta
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
MANUSKRIPTA is a scholarly journal published by the Indonesian Association for Nusantara manuscripts or Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) in collaboration with National Library of Indonesia. It focuses to publish research-based articles on the study of Indonesian and Southeast Asian (Nusantara) manuscripts. MANUSKRIPTA aims to preserve and explore the diversity of Nusantara manuscripts, and communicate their localities to the global academic discourse. The journal spirit is to provide students, researchers, scholars, librarians, collectors, and everyone who is interested in Nusantara manuscripts, information of current research on Nusantara manuscripts. We welcome contributions both in Bahasa and English relating to manuscript preservation or philological, codicological, and paleographical studies. All papers will be peer-reviewed to meet a highest standard of scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Kajian Hermeneutika dalam Sjair Iblis Fajar Hardi Muhammad; Jefrizal Jefrizal
Manuskripta Vol 9 No 2 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.973 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i2.145

Abstract

Abstract: Sjair Iblis is one of the manuscripts which is a religious group containing the teachings and beliefs of Muslims. Poetry of the Devil is included in one of the manuscripts that the author and the author do not know about, or better known as "Anonymous". The original Devil Poetry text is still stored well at the University of Leiden Netherlands with KITLV 219. However, the code is not found in any catalog such as the catalog of Maleische Handschriften Musem van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wefenschappen dan catalogus of Malay, Minangkabau and South Sumatran Manuscripts In The Netherlands, even that catalog was not identified KITLV 219 code. This study refers to the study of HG Gadamer hermeneutics using descriptive qualitative methods. Interestingly this Devil Poetry script because there are several things to be analyzed with the concept of Gadamer hermeneutics, this study also aims at how to find out the interpretation of the text of the Devil Poetry itself then this study provides treasures in the fields of religion, communication, language and understanding to the relationship between the past and the present. --- Abstrak: Syair Iblis salah satu naskah yang merupakan golongan keagamaan berisi tentang ajaran serta kepercayaan umat Islam. Syair Iblis termasuk dari salah satu naskah yang tidak diketahui pengarang dan penulisnya, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Anonymous”. Naskah Syair Iblis yang asli masih tersimpan baik di Universitas Leiden Netherlands dengan kode KITLV 219. Akan tetapi kode tersebut tidak ditemukan pada katalog manapun seperti katalogus Maleische Handschriften Musem van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wefenschappen dan catalogus of Malay, Minangkabau and South Sumatran Manuscripts In The Netherlands, katalog itupun tidak teridentifikasi kode KITLV 219. Penelitian ini mengacu kepada kajian hermeneutika H.G Gadamer dengan metode kualitatif deskriptif. Menariknya naskah Syair Iblis ini karena ada beberapa perihal untuk dapat di analisis dengan konsep hermeneutika Gadamer, Penelitian ini juga bertujuan bagaimana mengetahui interpretasi teks terhadap Syair Iblis itu sendiri kemudian penelitian ini memberikan khazanah dalam bidang keagamaan, pernaskahan, bahasa dan pemahaman hingga hubungan antara masa lalu dan masa kini.
Penyakit Lelaki: Kajian Berdasarkan Kitab-Kitab Tib Melayu Terpilih Abdul Razak Abdul Karim
Manuskripta Vol 9 No 2 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.238 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i2.149

Abstract

Abstract: One of the most well-known diseases in any of the scriptures is that of men. It can be said that there is no book on this issue that does not address the problem of this type of disease as most traditional practitioners are male. Therefore, men's disease is a priority and an important part of most Kitab Tib. In this paper we will discuss various men's diseases that are found in most tib books as well as the treatment methods and prohibitions that a patient should follow. In this study several books of tib are used, including the Tibetan Collection of the University of Malaya with MSS254 and MSS172, the National Library of Malaysia collection number MSS2219. Two books from Pontianak and also from Odor, Buton are also used in this research data. The selection of these manuscripts is a comparison to look at the similarities and differences between traditional medicine practitioners in dealing with men's disease. An analysis of the names of the diseases, the methods of treatment used and also the taboos found in these books of tib will be described in this paper. --- Abstrak: Salah satu daripada keuzuran atau penyakit yang popular dan banyak terdapat dalam mana-mana kitab tib ialah penyakit golongan lelaki. Boleh dikatakan tidak ada kitab tib yang tidak menyentuh masalah penyakit golongan ini memandangkan kebanyakan pengamal perubatan tradisional merupakan golongan lelaki. Oleh yang demikian, penyakit golongan lelaki menjadi keutamaan dan perkara penting dalam kebanyakan kitab-kitab tib.Dalam makalah ini akan dibincangkan pelbagai penyakit golongan lelaki yang terdapat dalam kebanyakan kitab tib dan juga kaedah rawatan serta pantang larang yang perlu dipatuhi oleh seseorang pesakit itu. Dalam kajian yang dilakukan beberapa buah kitab tib digunakan, antaranya Kitab Tib Koleksi Universiti Malaya dengan nombor MSS254 dan MSS172, kitab tib koleksi Perpustakaan Negara Malaysia dengan nombor MSS2219. Dua buah kitab tib dari Pontianak dan juga dari Bau-bau, Buton juga digunakan dalam data kajian ini. Pemilihan naskah-naskah ini adalah sebagai perbandingan untuk melihat persamaan dan juga perbezaan pengamal perubatan tradisional dalam menangani masalah penyakit golongan lelaki. Analisis dari segi nama-nama penyakit, kaedah rawatan yang digunakan dan juga pantang larang yang terdapat dalam kitab-kitab tib ini akan dihuraikan dalam makalah ini.
Potret Praktik Keberagaman Masyarakat Palembang Abad ke-19 dalam Naskah Tasawuf Nyimas Umi Kalsum
Manuskripta Vol 9 No 2 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.089 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i2.146

Abstract

Abstract: Religion is a source of customs and traditions in life, although in the process of development it is never exactly the same between one region and another, but it can still take root especially in the Palembang area. This can be seen from pre-Islamic culture still shows its existence and shape even if only in a small percentage. For this reason, the question arises how the portrait of the 19th century Palembang religious practice? By looking at the presence of Islam at that time. To answer the question above, researchers used library research using historical research methods with script data sources, namely the Ratib Samman, Risalah Tawasul and Tuhfah ar-Ragibin. The data is verified and interpreted and then written in narrative form (historiography). The results showed that pre-Islamic culture still shows its existence, namely breaking by presenting juwadah (Palembang's wet cake) even though the people have embraced Islam and some religious practices are colored with traditional things wrapped in verses of the Quran as reading spells and prayers. --- Abstrak: Agama merupakan sumber adat istiadat dalam kehidupan, sekalipun dalam proses perkembangannya tidak pernah persis sama antara daerah satu dengan yang lainnya, tetapi tetap dapat mengakar khususnya di daerah Palembang. Hal ini dapat terlihat dari budaya pra Islam tetap menunjukkan eksistensinya dan bentuknya walau hanya dalam prosentase yang kecil. Untuk itulah muncul pertanyaan bagaimana potret praktek keberagamaan masyarakat Palembang abad ke-19? Dengan melihat kehadiran Islam pada saat itu. Untuk menjawab pertanyaan di atas peneliti mengunakan penelitian pustaka dengan menggunakan metode penelitian sejarah dengan sumber data naskah, yaitu naskah Ratib Samman, Risalah Tawasul dan Tuhfah ar-Ragibin. Data tersebut diverfikasi dan dinterpretasikan kemudian dituliskan dalam bentuk narasi (historiografi). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa budaya pra Islam masih menunjukkan eksistensinya, yaitu menyanggar dengan menyuguhkan juwadah (kue basah khas Palembang) kendati masyarakatnya telah memeluk Islam dan sebagaian lagi praktek keberagamaan diwarnai dengan hal-hal yang sifatnya tradisional dengan dibungkus ayat-ayat Quran sebagai bacaan mantera dan doanya.
Naskah Persuratan Melayu: Pemeliharaan dan Digitalisasi di Malaysia Nur Asyikin; Normalina Normalina
Manuskripta Vol 9 No 2 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.506 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i2.150

Abstract

Abstract: Malay manuscripts have been widely concerned through research and studies by Malaysian scholars, as well as most of the world's scholars. Finding shows that, the heritage of Malay literary contains variety of valuable knowledge and symbolizing the nation’s civilization that must be preserved for the benefit of the future generation. The Malay literary heritage documentation is important in displaying the diversity, style and genre of Malay writings and able to streamline the history of Malay knowledge, especially in Malay literature. This led to encourage efforts in ensuring this valuable copies remain conserve through preservation and digitalization activities so it’s not drowning in time and circumstances, also only remain of history that is undescribed, and face various factors that can cause to damage. Researcher focused on the efforts and methods of preservation and digitization of Malay manuscripts especially in Malaysia. In addition, discussing the challenges and problems faced. This study will proposes some measures as a guide of the institutions, collectors and owners of the manuscripts that lead to the discovery of new knowledge. --- Abstrak: Naskhah persuratan Melayu telah mendapat perhatian dari segi kajian oleh para sarjana Malaysia, mahupun sebahagian besar sarjana dunia. Hasil penelitian menunjukkan warisan khazanah persuratan Melayu, menyimpan pelbagai ilmu yang tidak ternilai harganya dan merupakan lambang tamadun dan peradaban bangsa yang perlu dipulihara untuk dimanfaatkan oleh generasi alaf baru. Warisan dokumentasi persuratan Melayu penting dalam menampilkan kekayaan ragam dan genre penulisan orang Melayu serta merangkaikan sejarah ilmu orang Melayu khususnya dalam persuratan Melayu. Hal ini mendorong usaha memastikan naskhah bernilai ini kekal terjaga melalui aktiviti pemuliharaan dan pendigitalan agar tidak tenggelam ditelan zaman dan keadaan, dan hanya kekal dalam lipatan sejarah yang tidak dihuraikan serta berdepan dengan pelbagai faktor yang boleh menyebabkan kerosakan. Pengkaji memberi tumpuan tentang usaha serta kaedah pemuliharaan dan pendigitalan naskhah persuratan Melayu khususnya di Malaysia. Di samping itu, membincangkan juga tentang cabaran dan permasalahan yang dihadapi dalam menyelamatkan naskhah khazanah ini. Kajian dan penelitian ini mengemukakan cadangan untuk dijadikan panduan kepada institusi penyimpan dan pemilik naskhah yang membawa kepada penemuan ilmu baru.
Praktik Zoo Therapy dalam Catatan Naskah-naskah Jawa Murtini Murtini; Bani Sudardi; Istandiyantha Istandiyantha
Manuskripta Vol 9 No 2 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.592 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i2.147

Abstract

Abstract: Every group of people, ethnicity, or tribe must possess cultural richness in the form of medical tradition. In the scientific world, this tradition is called ethnomedicin. In terms of therapy, etnomedicin is divided into two, namely herbal therapy and zoo theraphy. Herbal therapy is an attempt to treat an ethnic group using plant materials, while zoo theraphy is a traditional treatment using ingredients from animals. This research determines the object in the form of Javanese manuscripts which contains knowledge about zoo practices in Javanese manuscripts. The approach used is an exploratory approach by trying to make a qualitative description. In addition, this study also uses an ethnographic research approach to see animal medicine practices in the community. Treatment with zoo therapy is generally related to myths, rituals and legends. In general, manuscripts date from the 19th century, especially the Mataram Mataram era. One of the manuscripts that has become the source of the implementation of zoo theraphy is the Suluk Tambangraras script, also known as Serat Centhini. Other sources include primbon manuscripts, and practices of therapy zoos in the community. --- Abstrak: Setiap kelompok masyarakat, etnis, atau suku pasti memliki kekayaan budaya berupa tradisi pengobatan. Dalam dunia ilmiah, tradisi tersebut disebut etnomedisin. Dalam hal therapy, etnomedisin dibagi menjadi dua, yaitu herbal therapy dan zoo therapy. Herbal therapy adalah usaha pengobatan suatu etnis dengan menggunakan bahan-bahan tumbuhan sedangkan zoo therapy adalah pengobatan tradisional dengan menggunakan bahan-bahan dari binatang. Penelitian ini menentukan objek berupa naskah-naskah Jawa yang mengandung pengetahuan tentang praktek zoo dalam naskah-naskah Jawa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan eksploratif dengan berusaha membuat deskripsi kualitatif. Di samping itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan penelitian etnografis untuk melihat praktik pengobatan hewan di masyarakat. Pengobatan dengan zoo therapy pada umumnya berkaitan dengan mitos, ritual, dan legenda. Pada umumnya naskah-naskah berasal dari abad ke 19, khususnya zaman Mataram Surakarta. Salah satu naskah yang banyak menjadi sumber pelaksanaan zoo therapy adalah naskah Suluk Tambangraras atau dikenal dengan nama Serat Centhini. Sumber lain berupa naskah-naskah primbon, serta praktek-praktek pelaksanaan zoo therapy di masyarakat.
Pengembangan Industri Kreatif dari Iluminasi Naskah Kuno Pariangan: Studi Motif Batik Pariagan, Sumatra Barat Irwan Malin Basa
Manuskripta Vol 9 No 2 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.409 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i2.144

Abstract

Abstract: This article discussess about the creative industry development from the illumination of manuscripts in Pariangan. This research was conducted in Pariangan for six months. A case study approach was applied in this research with some consideration. First, Pariangan is called as one of the most beautiful villages in the world since 2012. It was anounced by the most popular travel magazine in America named American Budget Travelers. Second, it has many traditional manuscripts written in Arabic, Malay and Minang language. The manuscripts were saved in surau, in traditional houses and also as a personal collection. Most of the the manuscripts have different beautiful illumination. Third, to empower local people to revitalize their “lost” tradition to make the design of batik. The result of this research shown that there were twenty five of the batik designs which performs local wisdom of Pariangan. Until now there were 13 of the designs have been registered to the ministry of Law and Human Right of the Republic of Indonesia. The last one is local people of Pariangan are able to make batik again. --- Abstrak: Tulisan ini membahas masalah pengembangan industri kreatif dari iluminasi naskah kuno yang ada di Pariangan, Tanah Datar, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode case study research dan dilaksanakan selama enam bulan. Ada beberapa alasan untuk melaksanakan penelitian ini di Pariangan. Pertama, Pariangan adalah desa terindah di dunia menurut majalah pariwisata terkenal dari Amerika yaitu American Budget Travelers. Kedua, Pariangan memiliki banyak naskah kuno yang memiliki ragam hias atau iluminasi yang indah dan naskah naskah tersebut masih tersimpan di surau, rumah gadang dan koleksi pribadi masyarakat. Ketiga, untuk memberdayakan penduduk lokal tentang tradisi mereka yang pernah hilang yaitu mencelup kain. Sebagai hasilnya, sudah tiga belas design batik yang didaftarkan sebagai Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual ke Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia. Dan yang terakhir adalah masyarakat Pariangan bisa melestarikan tradisi mereka dengan membuat batik kembali yang dulu pernah hilang.
Kontribusi Filolog dalam Pembuktian di Persidangan: Studi Kasus Konflik Agraria Masyarakat Sunda Wiwitan Yamin Yamin
Manuskripta Vol 9 No 2 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.945 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i2.148

Abstract

Abstract: This article examines the philologist's contribution in the evidentiary procedural law in court. There are two contributions of the philologist in the evidence in court, namely the evidence of the letter (in the form of a written document that is studied philologically) and the witness's statement that shows the authenticity and content of the text. In other words, philologists not only provide the text, but also explain the content of the text and the context. However, in practice in the Kuningan District Court, the evidence in the form of manuscripts and the testimony of philologist witnesses in civil procedural law tends to only fulfill the formality aspect, while the substance is not considered. The basic problem is that judges in civil procedural law tend to pursue formal truth, paying less attention to the substantial aspects. In addition, traditional law recorded in the form of codification efforts or merely charter, ethnographic descriptions, or juridical documents needs to receive serious attention from law enforcers in defending customary law communities. --- Abstrak: Makalah ini menguraikan kontribusi para filolog dalam menyajikan teks hukum dan peranannya dalam hukum acara pembuktian di pengadilan. Ada dua kontribusi filolog dalam pembuktian di pengadilan, yaitu alat bukti surat (yang berupa dokumen tertulis yang dikaji secara filologis) dan keterangan saksi yang menunjukkan keotentikan dan kandungan teks. Dengan kata lain, para filolog tidak hanya menyediakan teks, melainkan menjelaskan kandungan teks dan konteks. Namun, dalam praktiknya di Pengadilan Negeri Kuningan, alat bukti yang berupa manuskrip dan keterangan saksi filolog dalam hukum acara perdata cenderung hanya memenuhi aspek formalitas, sedangkan substansinya kurang dipertimbangkan. Problem mendasarnya adalah bahwa hakim dalam hukum acara perdata cenderung mengejar kebenaran formal, kurang memperhatikan aspek substansial. Di samping itu, hukum tradisi yang direkam dalam bentuk upaya kodifikasi atau sekadar piagam, deskripsi etnografi, atau dokumen yuridik perlu mendapat perhatian serius para penegak hukum dalam membela masyarakat hukum adat.
Ragam Langgam Aksara Jawa dari Manuskrip hingga Buku Cetak Aditya Bayu Perdana
Manuskripta Vol 10 No 1 (2020): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v10i1.140

Abstract

Abstract: In its contemporary usage, the Javanese script is often introduced through a few serviceable yet unvaried typefaces which give an impression of monotony and lack of style capable of carrying various design expressions. This current state of style deficiency is unfortunate because a cursory survey on the history of the Javanese script up to the 20th century reveals a rich tradition of calligraphic and typographic styles. Throughout the island, many scribes used regional stylistic variations, sometimes with striking differences and unique quirks no longer seen in today’s writing. The introduction of printing and metal typefaced also brought western typographic practice into the design of the Javanese script, creating a unique design environment where Javanese and European traditions mingled. This paper would introduce the varied styles of the Javanese script in manuscripts and printed books from the 16th ce to the mid 20th ce in the hopes that it will enrich the contemporary use of the Javanese script. --- Abstrak: Dalam penggunaan terkini, aksara Jawa kerap diperkenalkan melalui sejumlah typefaces yang memadai namun sayangnya tidak bervariasi, sehingga contoh-contoh kontempora seringkali memberi kesan monoton dan kekurangan gaya yang mampu menyampaikan berbagai ekspresi desain. Hal ini sangat disayangkan karena napak tilas sejarah aksara Jawa hingga abad ke 20 menunjukkan tradisi kaligrafis dan tipografis yang sangat kaya. Di seantero pulau, juru tulis di berbagai daerah menggunakan variasi gayanya masing-masing. Terkadang dengan berbedaan yang sangat mencolok atau kekhasan tulis tidak lagi terlihat dalam penulisan masa kini. Kedatangan teknologi cetak dan metal typeface juga turut memperkenalkan aspek tipografis barat ke dalam desain aksara Jawa, hingga terciptalah suatu ranah desain yang unik dari persilangan tradisi tulis Jawa dan tipograf barat. Tulisan ini akan memberikan uraian singkat mengenai ragam langgam aksara Jawa pada naskah tulisan tangan dan cetak antar abad 16 M hingga 20 M awal sebagai perkenalan awal yang dapat memperkaya penerapan aksara Jawa di abad 21 M.
Penafsiran Sufistik-Kejawen atas Surah Al-Fatihah: Studi Analisis atas Manuskrip Kiai Mustojo Muhammad Masrofiqi Maulana
Manuskripta Vol 10 No 1 (2020): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v10i1.160

Abstract

Abstract: Some interpreters in Java tend to use the mystical style of tasawwuf-kejawen to interpretate the Quran. One of the interpreters is Kiai Mustojo, Campurejo, Sambit, Ponorogo. This article presents the theory of tasawwuf and sufi interpretation, the manungguling kawula-Gusti concept, Kiai Mustojo manuscript identification, and the analysis of manunggaling kawula-Gusti concept in the Kiai Mustojo’s interpretation on al-Fatiha. This interpretation is once of historical evidence that there is an intense contact between Islamic teaching and Javanese mysticism in the inland of Java and it’s as legitimation of his mystical-Kejawen teachings. His interpretation will always reveal the meaning behind the literal meaning of a word in al-Fatiha. Even though, it has a meaning more than connotative meaning, it doesn’t mean the denotative meaning that exist in the Quran is not so important. It causes the connotative meaning becomes a gateway for the entrance to understand of other meanings. --- Abstrak: Beberapa mufassir di Jawa cenderung menggunakan corak tasawuf mistik kejawen dalam menafsiri Alquran. Salah satu penafsir yang menggunakan sufistik-kejawen dalam melakukan pembacaan atas Alquran adalah Kiai Mustojo, Campurejo, Sambit, Ponorogo. Artikel ini menampilkan teori tasawwuf dan penafsiran sufi, konsep manunggaling kawula-Gusti, identifikasi naskah Manuskrip Kiai Mustojo dan analisa konsep manunggaling kawula-Gusti dalam penafsiran Kiai Mustojo atas surah al-Fatihah. Penafsiran Kiai Mustojo ini menjadi salah satu bukti historis bahwa adanya hubungan yang begitu intens antara ajaran Islam dan ajaran mistik Jawa di Pedalaman Jawa serta merupakan legitimasi akan ajaran-ajaran mistik Kejawennya. Penafsirannya akan selalu mengungkap makna di balik makna literal sebuah kata dalam al-Fatihah. Meski memiliki makna yang lebih dari makna konotatif, bukan berarti makna denotatif yang ada dalam Alquran tidak begitu penting. Sebab makna literal dari sebuah kata yang ada dalam Alquran menjadi pintu gerbang bagi masuknya pemahaman terhadap makna lain.
Keindahan dalam Hikayat Sultan Taburat Adilah Nurul Hidayah
Manuskripta Vol 10 No 2 (2020): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v10i2.154

Abstract

Hikayat Sultan Taburat written by Muhammad Bakir. Hikayat Sultan Taburat is one of adventure stories which is also included in the type of solace tale. This research used transliteration of Hikayat Sultan Taburat ML 259 version from Rias Anto Suharjo in 2019. Hikayat Sultan Taburat has a dominant aesthetic elements and function in it. Malay aesthetic theory by Bragunsky used to be able to reveal those purpose. The various elements of external aesthetic in Hikayat Sultan Taburat could be identified through the description of the beauty of clothing, the charm of the princess, garden, music, reception, warfare, ship, and the crowds of the country. The function of external aesthetic in Hikayat Sultan Taburat is to entertain the reader.