cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Manuskripta
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
MANUSKRIPTA is a scholarly journal published by the Indonesian Association for Nusantara manuscripts or Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) in collaboration with National Library of Indonesia. It focuses to publish research-based articles on the study of Indonesian and Southeast Asian (Nusantara) manuscripts. MANUSKRIPTA aims to preserve and explore the diversity of Nusantara manuscripts, and communicate their localities to the global academic discourse. The journal spirit is to provide students, researchers, scholars, librarians, collectors, and everyone who is interested in Nusantara manuscripts, information of current research on Nusantara manuscripts. We welcome contributions both in Bahasa and English relating to manuscript preservation or philological, codicological, and paleographical studies. All papers will be peer-reviewed to meet a highest standard of scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Manuskrip dan Jawaban atas Tantangan di Era Milenial Abdullah Maulani
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.497 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.122

Abstract

Aditia Gunawan dan Ali Akbar (eds.). 2018. Naskah Nusantara antara Kekunoan dan Kekinian. Jakarta: Masyarakat Pernaskahan Nusantara dan Perpustakaan Nasional RI.
Intertekstual antara Syair Nabi Allah Ayub dengan Hikayat Nabi Ayub Dimurkai Allah Riski Wulandari
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.718 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.117

Abstract

This article aims to describe manuscript comparison between Syair Nabi Allah Ayub (SNAA) and Hikayat Nabi Ayub Dimurkai Allah (HNADA) based on intertextual approach. This study describes equations, differences and hypograms in the form of expansion and modification. The equation in the two texts is that the Prophet Ayub was given a trial repeatedly by Allah SWT, the Prophet Ayub left his country when he was sick, the wife of the Prophet Job made a living when the Prophet Ayub was sick, Prophet Ayub recovered thanks to the water rising from the ground. The difference in the two texts is the beginning of the story of Prophet Job, the background of the story and the end of the story. The expansion hypogram is in the form of the addition of the angel Michael's figure and the reduction of the male character to the SNAA script. The conversion in the form of SNAA text seems to be a predecessor text of HNADA because it has a more complete story, even though the year of writing was older. While the modification is a change because the Prophet Ayub received trials from God. -- Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang intertekstualitas naskah Syair Nabi Allah Ayub (SNAA) dan Hikayat Nabi Ayub Dimurkai Allah (HNADA). Penelitian ini menjelaskan tentang persamaan, perbedaan dan hipogram yang berupa ekspansi dan modifikasi. Persamaan dalam kedua naskah adalah Nabi Ayub diberi cobaan bertubi-tubi oleh Allah SWT, Nabi Ayub pergi dari negerinya saat sedang sakit, istri Nabi Ayub mencari nafkah saat Nabi Ayub sakit, Nabi Ayub sembuh berkat air yang terbit dari tanah. Perbedaan yang terdapat pada kedua naskah adalah permulaan kisah Nabi Ayub, latar cerita dan akhir cerita. Hipogram ekspansinya berupa penambahan tokoh malaikat Mikail dan pengurangan tokoh lelaki soleh pada naskah SNAA. Konversi berupa teks SNAA yang seolah-olah merupakan teks pendahulu HNADA karena memiliki cerita yang lebih lengkap, padahal tahun penulisan HNDA yang lebih tua. Sedangkan modifikasi berupa perubahan sebab Nabi Ayub menerima cobaan dari Allah.
Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi: Kajian Teologi Penciptaan Alam dan Manusia Doni Wahidul Akbar; Titin Nurhayati Ma'mun
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.209 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.112

Abstract

The ancient manuscripts of Nusantara (Indonesian Archipelago) is the cultural heritage of the past in which high value, not only to the past also to the present. One of the scripts that have a significance the present for the people of the archipelago is the manuscripts Kitab Musa: Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi. This study uses the philological and theological approaches. This manuscripts explains the value of Christian teachings that include the occurrence of the universe, the creation of man, the sins of mankind, man fell into sin, and God help the man rose from the sin that they do. The information actualized its spread through the Arabic Pegon alphabet and Javanese culture prevailing at that time namely the script used in the Qur'an. It shows that the manuscripts Kitab Musa: Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi as document the spread of Christianity in the Islamic period are in Java. The findings of this study is about the chronology of the creation of the universe and the creation of humans as well as Christian Godhead theology guidelines. --- Naskah kuna Nusantara merupakan warisan budaya masa lalu yang isinya bernilai tinggi, tidak hanya untuk masa lalu juga untuk masa kini. Salah satu naskah yang memiliki arti penting kekinian bagi masyarakat Nusantara adalah naskah Kitab Musa: Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi. Penelitian ini menggunakan teori filologi dan metode teologi. Naskah ini menjelaskan pokok-pokok ajaran Kristiani yang meliputi terjadinya alam semesta, penciptaan manusia, dosa manusia, manusia jatuh dalam dosa, dan usaha Tuhan membantu manusia bangkit dari dosa yang mereka perbuat. Informasi itu diaktualisasikan penyebarannya melalui budaya Jawa dan aksara yang berlaku pada saat itu yaitu aksara Arab Pegon yang digunakan dalam Alqur’an. Hal itu menunjukkan bahwa naskah Kitab Musa: Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi sebagai dokumen penyebaran ajaran Kristiani pada zaman Islam yang berada di Jawa. Temuan dari kajian ini adalah penjelasan tentang kronologi penciptaan alam semesta dan penciptaan manusia serta pedoman teologi ketuhanan agama Kristen.
Konsep Kesehatan Raja Haji Daud dalam Naskah Risalah Asal Ilmu Tabib Ellya Roza
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.593 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.118

Abstract

This paper aims to analyze the contents of the text of the Risalah Asal Ilmu Tabib (RAIT) collection of the Sang Nila Utama Museum in Pekanbaru. This text is a copy of the manuscript of Raja Haji Daud bin Engku Haji Ahmad bin Almarhum Fi Sabilillah. The text is one proof that the people of the past have a high intellectual level. This paper is a preliminary study to uncover the content of the text using the philology method. At the end of the study it was found that this text contained a message to humans to maintain the balance of the four elements in their bodies, namely wind, fire, water and land. The four elements must be balanced because if there is a deficiency or excess one of them, then the disease will come into the human body. There are four characteristics of diseases that attack humans, namely: (1) ash-shafrawi, which is the pain of mirrat, the nature is hot and dry because of its element of fire and its place around bile; (2) as-sudawi, which is ill, it is cool dry because of the element of the soil and its place in the spleen; (3) al-balghomi, a slimy disease, the nature is wet because of the element of water and its place in the lungs; (4) ad-damawi, which is blood pain, the nature is hot and wet because of the element of the wind and its place in the heart. -- Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kandungan teks Risalah Asal Ilmu Tabib (RAIT) koleksi Museum Sang Nila Utama Pekanbaru. Naskah ini merupakan salinan dari naskah Raja Haji Daud bin Engku Haji Ahmad bin Almarhum Fi Sabilillah. Naskah tersebut merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat masa lalu memiliki tingkat intelektual yang tinggi. Tulisan ini merupakan kajian awal untuk mengungkap kandungan teksnya dengan menggunakan metode filologi. Di akhir kajian ditemukan bahwa naskah ini mengandung pesan kepada manusia untuk menjaga keseimbangan empat unsur yang ada dalam tubuhnya, yakni angin, api, air dan tanah. Keempat unsur tersebut harus seimbang karena jika terjadi kekurangan atau kelebihan salah satunya, maka penyakit akan datang ke dalam tubuh manusia. Ada empat sifat penyakit yang menyerang manusia, yaitu: (1) ash-shafrawi, yakni sakit mirrat, tabiatnya panas dan kering karena unsurnya api dan tempatnya sekitar empedu; (2) as-sudawi, yakni sakit pitam, tabiatnya sejuk kering karena unsurnya tanah dan tempatnya di limpa; (3) al-balghomi, penyakit yang berlendir, tabiatnya basah karena unsurnya air dan tempatnya di paru-paru; (4) ad-damawi, yakni sakit darah, tabiatnya panas dan basah karena unsurnya angin dan tempatnya di hati.
Revitalisasi Kearifan Lokal Naskah-naskah Primbon Koleksi Masyarakat Indramayu Nurhata Nurhata
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.807 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.113

Abstract

The primbon manuscript has concrete implications for social life, both concerning individual needs and collective needs of society. Various problems faced by the community some time ago, referring to the primbon as a reference, because the truth has been tested, like a roadmap that will direct someone to a specific goal. The use of primbon is generally through "smart people" or dukun, who are considered to have more ability. In Indramayu, there are at least five types of primbon namely petungan (calculation), pranata mangsa, ngalamat, prayers and spells, and predictions ‘ramalan'. Now the primbon manuscript is increasingly alienated from the inheritor's society, even though it contains a variety of local wisdom and knowledge that may still be relevant to today's society. Therefore, an effort is needed to in still awareness of the urgency of the primbon of the community and reintroduce the contents of the primbon manuscripts, which can be done through a philological approach. -- Naskah primbon memiliki implikasi konkrit bagi kehidupan sosial, baik menyangkut kebutuhan perorangan maupun kebutuhan masyarakat secara kolektif. Berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat pada beberapa waktu lalu, merujuk pada primbon sebagai acuannya, karena kebenarannya telah teruji, ibarat petunjuk jalan yang akan mengarahkan seseorang pada tujuan tertentu. Penggunaan atas primbon pada umumnya melalui “orang pintar” atau dukun, yang dianggap memiliki kemampuan lebih. Di Indramayu, sedikitnya ada lima jenis primbon yaitu petungan (perhitungan), pranata mangsa, ngalamat, doa dan mantra, serta ramalan. Kini naskah primbon semakin terasing dari masyarakat pewarisnya, padahal di dalamnya memuat beragam kearifan lokal dan ilmu pengetahuan yang mungkin masih relevan bagi masyarakat dewasa ini. Oleh karena itu diperlukan usaha menanamkan kesadaran akan urgensi primbon bagi masyarakat serta memperkenalkan kembali kandungan isi dari naskah-naskah primbon, di antaranya dapat dilakukan melalui pendekatan filologi.
Nalar Teologi Sunnī al-Rānīrī dalam Naskah Durr al-Farā’id: Kajian Historis-Teologis Muhamad Bindaniji
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.548 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.119

Abstract

Theological thought of the Archipelago (Nusantara) Ulama’s still need to be studied. As long as this is known that the developed theology in Nusantara is only Ash‘arism, while Māturīdīsm is less well known. In Nusantara, the existence of Māturīdīsm was under domination of Ash‘arism. This study aims to construct theological paradigm in Nusantara. And focus of this study is to identify and describe the intellectual treasures of theological manuscript Durr al-Farā’id by Nūr al-Dīn al-Rānīrī. Using the ‘historical criticism’ approach and the analysis of ‘theological comparison’, it was concluded that al-Rānīrī was the first Ulama to introduce the discourse of Ash‘arism-Māturīdism simultaneously to the Nusantara’s people. This study concludes that theological discourse in Nusantara is a form of continuity of global theological discourse that developed in the Islamic world. In this context, the discourse of Ash‘arism-Māturīdism is an integral unity in the Sunnī theological tradition that emphasizes the elements of moderation and balance in theology. -- Nalar teologi ulama Nusantara masih perlu dikaji. Selama ini dikenal, teologi yang berkembang hanya Ash‘arīyah, sedangkan eksistensi Māturīdīyah kurang dikenal. Di Nusantara, eksistensi Māturīdīyah tenggelam oleh dominasi Ash‘arīyah. Kajian ini bertujuan untuk membangun nalar dan paradigma teologi di Nusantara. Fokus kajian ini adalah mengidentifikasi dan menjabarkan khazanah intelektual dari manuskrip teologi karya Nūr al-Dīn al-Rānīrī yang berjudul Durr al-Farā’id. Dengan menggunakan pendekatan ‘kritik sejarah’ dan analisis ‘perbandingan teologi’ disimpulkan, al-Rānīrī merupakan orang pertama yang memerkenalkan wacana teologi Ash‘arī-Māturīdī secara bersamaan kepada masyarakat Nusantara. Studi ini berkesimpulan, wacana teologi di Nusantara merupakan bentuk kesinambungan wacana teologi global yang berkembang di dunia Islam. Dalam konteks ini, wacana teologi Ash‘arī-Māturīdī merupakan kesatuan integral dalam tradisi teologi Sunnī yang menekankan unsur moderasi dan keseimbangan dalam berteologi.
Praktik Literasi Agama pada Masyarakat Indonesia Tempo Dulu: Tinjauan Awal atas Naskah-naskah Cirebon Agus Iswanto
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.458 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.114

Abstract

The practice of literacy, especially on religious texts, has already exists in Indonesian society based on available written evidence. This paper examines religious manuscripts with the perspective of the study of religious literacy. Analyzed by contextual literacy approach, not an autonomous literacy approach, this paper discusses the practice of local literacy in a specific social context. Furthermore, the contribution of the Indonesia manuscripts to the study of local literacy (indigenous literacy) and religious literacy (faith literacy). Taking the case on several Islamic manuscripts in the Cirebon region which became one of the “granaries” of the Nusantara manuscripts in the West Java, this paper maps important issues in the study of local literacy and religious literacy reflected in these manuscripts, such as the identity negotiated and patron or literacy sponsor and the production of meaning in the literacy practice. This paper argues that the study of religious literacy practice reflected in the Indonesia manuscripts can contribute to the understanding of the production of the contextual meaning of religion that has been practiced by the community that underlies the production of these manuscripts. -- Praktik literasi, terutama terhadap teks keagamaan, sudah ada dalam masyarakat Indonesia (Nusantara) berdasarkan bukti-bukti tertulis yang tersedia. Tulisan ini mengkaji naskah-naskah keagamaan dengan perspektif kajian literasi agama. Pokok bahasannya adalah praktik literasi lokal dalam konteks sosial yang spesifik dengan menggunakan pendekatan praktik literasi kontekstual dan ideologis, bukan dengan pendekatan literasi otonom. Lebih lanjut, kontribusi naskah-naskah Nusantara bagi kajian literasi lokal (indigenous literacy) dan literasi agama (faith literacy). Dengan mengambil kasus pada beberapa naskah keislaman di wilayah Cirebon yang menjadi salah satu “lumbung” bagi khazanah naskah Nusantara di wilayah Jawa Barat, tulisan ini memetakan isu-isu penting dalam kajian literasi lokal dan literasi agama yang terrefleksikan dalam naskah-naskah tersebut, seperti persoalan identitas yang dinegosiasikan dalam naskah dan patron atau sponsor literasi serta produksi makna dalam praktik literasi. Selain itu, kajian praktik literasi agama yang tercermin dalam naskah-naskah Nusantara dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang produksi makna agama yang kontekstual yang telah dipraktikkan oleh masyarakat yang melatari produksi naskah-naskah tersebut.
Peta Naskah Kuno Kabupaten Kampar Provinsi Riau Nining Sudiar; H Rosman; Hadira Latiar
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.667 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.120

Abstract

Manuscripts are an archipelago material culture that is rich in noble values, history and other sciences that have not been widely studied by researchers, especially researchers who focus on non-textual, one of them is mapping ancient manuscripts scattered throughout the area in Indonesia. Riau is one of the regions that produces the most ancient manuscripts. Therefore, this study aims to map ancient manuscripts, especially in Kampar Regency, Riau Province. This study uses a quantitative method with descriptive presentation based on 16 (sixteen) aspects namely; title, subject, script condition, writing quality, script, harakat, blank page, watermark, separating line, illumination, illustration, rubric, catch-word, cover type, type of writing pad, and number of manuscript pages, with 97 samples Kampar. The results showed that almost half of the ancient manuscripts of Kampar were religious manuscripts. -- Naskah-naskah kuno merupakan warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai-nilai luhur, sejarah serta ilmu pengetahuan lain yang belum banyak dikaji oleh para peneliti, khususnya penelitin yang berfokus pada non-tekstual, salah satunya yaitu pemetaan naskah-naskah kuno yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang menghasilkan naskah-naskah kuno terbanyak adalah Riau. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan naskah kuno khususnya di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyajian secara deskriptif berdasarkan 16 (enam belas) aspek yakni; Judul, Subjek, Kondisi naskah, Mutu tulisan, Aksara, Harakat, Halaman kosong, Watermark, Garis pemisah, Iluminasi, Ilustrasi, Rubrikasi, Catch-word, Jenis sampul, Jenis alas tulis, serta Jumlah halaman naskah, dengan jumlah sampel 97 naskah kuno Kampar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah naskah kuno Kampar adalah naskah-naskah keagamaan.
Kisah Raja “Kafir” Nusirwan dalam Naskah Ki Sarahmadu Brajamakutha: Kajian terhadap Repertoire Penyusunnya Binarung Mahatamajangga
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.792 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.115

Abstract

Ki Sarahmadu Brajamakutha (KSB) is a manuscript collection of Widyapustaka, the library of Pakualaman Palace, Yogyakarta. This manuscript was written in Javanese script and language in macapat metre. KSB contains didactic stories on how to rule a kingdom, depicted in stories of prophets and kings mainly from the Middle East. Those stories are embeded in three texts: Tajusalatin, Hikayat Nawawi, and a text containing teachings of Paku Alam I and Paku Alam II. The “kafir king” story of Nusirwan appears in the manuscript as part of the Tajusalatin text. Despite being specifically mentioned as “kafir” or non-believer in the text, he is portrayed as a just king. The study of respon aesthetic of Wolfgang Iser is applied to the story of King Nusirwan as to how contemporary readers can understand the repertoire, making them easier to acquire the conventions on how the story was build, so that they can easily interpret the meaning as intended by the author. -- Ki Surahmadu Brajamakutha (KSB) adalah manuskrip koleksi Widyapustaka, Perpustakaan Istana Pura Pakualaman, Yogyakarta. Manuskrip ini ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa dalam tembang macapat. KSB berisi cerita didaktis tentang bagaimana aturan seorang raja, menggambarkan kisah nabi-nabi dan raja dari Timur Tengah. Cerita-cerita tersebut terdapat di dalam tiga teks: Tajusalatin, Hikayat Nawawi, dan sebuah teks yang berisi ajaran-ajaran Paku Alam I dan Paku Alam II. Cerita “raja kafir” Nusirwan muncul di dalam sebuah manuskrip sebagai bagian teks Tajusalatin. Meskipun di dalam teks secara khusus disebutkan sebagai “kafir” atau tidak percaya, ia digambarkan sebagai raja yang adil. Studi tentang estetika respons Wolfgang Iser diterapkan pada kisah Raja Nusirwan tentang bagaimana pembaca kontemporer dapat memahami repertoar, membuat mereka lebih mudah untuk memperoleh konvensi tentang bagaimana cerita itu dibangun, sehingga mereka dapat dengan mudah menafsirkan makna sebagaimana dimaksud oleh penulis.
Eksistensi Manusia dalam Naskah Aulia Syeikh Abdul Qadir Jailani: Kajian Filologi dan Analisis Resepsi Ade Kosasih; Sutiono Mahdi
Manuskripta Vol 9 No 1 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.456 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i1.130

Abstract

Abstract: This article discusses how human existence is expressed in the text of Sultan Aulia Sheikh Abdul Qadir Jailani (hereinafter referred to as SASAQJ). The text explains the principles of the Qadiriyah Congregation is one of the collections of the Prabu Geusan Ulun Sumedang Museum Library in West Java Province. This manuscript came from someone named M. Idang who came from Tegalkalong, Sumedang. This Sundanese Pegon-scripted manuscript states in order to attain the highest degree in the sight of his Lord, one must bring the body and spirit closer together through dhikr. In addition, humans must realize that the heart plays an important role in human behavior, so that the merits of one's actions are determined by the purity and purity of his heart. Then, man must realize that he is the caliph of Allah on earth. Therefore, humans must maintain and maintain the harmony of the entire universe in accordance with the will and law that has been determined by God. --- Abstrak: Artikel ini mendiskusikan bagaimana eksistensi manusia diungkapkan dalam naskah Sultan Aulia Syeikh Abdul Qadir Jailani (selanjutnya disebut SASAQJ). Naskah yang menjelaskan prinsip-prinsip Tarekat Qadiriyah ini merupakan salah satu naskah koleksi Perpustakaan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang Provinsi Jawa Barat. Naskah ini berasal dari seseorang yang bernama M. Idang yang berasal dari Tegalkalong, Sumedang. Naskah beraksara Pegon bahasa Sunda ini menyebutkan bahwa untuk mencapai derajat tertinggi di sisi Tuhannya, seseorang harus mendekatkan antara jasmani dan rohani melalui zikir. Selain itu, manusia harus manyadari bahwa hati memegang peranan penting dalam perilaku manusia, sehingga baik buruknya perbuatan seseorang ditentukan oleh kesucian dan kemurnian hatinya. Kemudian, manusia harus menyadari bahwa dirinya adalah khalifah Allah di bumi. Oleh karena itu manusia harus menjaga dan memelihara harmonisasi seluruh alam semesta ini sesuai dengan kehendak dan hukum yang sudah ditentukan Allah.

Page 10 of 16 | Total Record : 157