cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
PENGARUH PERSEPSI TENTANG SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH, PARTISIPASI MASYARAKAT, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH Lubis, Izhar Fuadi; Darwin, Darwin; Sumarno, Sumarno
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 7, No 2: OKTOBER 2015
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang supervisi manajerial pengawas sekolah, partisipasi masyarakat, dan kepuasan kerja terhadap kinerja kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bentuk hubungan sebab akibat (kausalitas), dengan populasi penelitian adalah seluruh Kepala Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Asahan yang berjumlah 55 orang. Sampel penelitian ditetapkan berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data yang dihimpun dari masing-masing jalur selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis jalur (path analysis). Hasil dari penelitian adalah: (1) Terdapat pengaruh langsung persepsi tentang supervisi manajerial pengawas sekolah terhadap kinerja kepala sekolah; (2) Terdapat pengaruh langsung partisipasi masyarakat terhadap kinerja kepala sekolah; (3) Terdapat pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja kepala sekolah; (4) Terdapat pengaruh langsung persepsi tentang supervisi manajerial pengawas sekolah terhadap kepuasan kerja kepala sekolah; (5) Terdapat pengaruh langsung partisipasi masyarakat terhadap kepuasan kerja kepala sekolah. Variabel yang dominan mempengaruhi kinerja adalah: (1) Kepuasan kerja; (2) Persepsi tentang supervisi manajerial pengawas sekolah; (3) Partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan kalau ingin meningkatkan kinerja kepala sekolah SMP Negeri perlu terlebih dahulu ditingkatkan persepsi tentang supervisi manajerial pengawas sekolah, partisipasi masyarakat, dan kepuasan kerja.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, TIM KERJA DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KOMITMEN NORMATIF GURU SD NEGERI DI KECAMATAN BATANG KUIS Tarigan, M. Hilmi Irawan; Manullang, Belferik; Purba, Sukarman
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 9, No 2 (2017): Nopember 2017
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui apakah ada pengaruh budaya organisasi sekolah terhadap motivasi intrinsik guru, (2) tim kerja guru terhadap motivasi intrinsik guru, (3) budaya organisasi sekolah terhadap komitmen normatif guru, (4) untuk mengetahui apakah ada pengaruh tim kerja guru terhadap komitmen normatif guru, (5) untuk mengetahui apakah ada pengaruh motivasi intrinsik guru terhadap komitmen normatif guru dan (6) untuk mengetahui apakah ada pengaruh budaya organisasi dan tim kerja guru terhadap komitmen normatif guru melalui motivasi intrinsik guru (pengaruh tidak langsung). Hasil Penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan antara budaya organisasi dan tim kerja guru terhadap motivasi intrinsik baik secara sendiri-sendiri sebesar 0,399 dan 0,414. (2) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan antara budaya organisasi, tim kerja guru dan motivasi intrinsik secara sendiri-sendiri terhadap komitmen normatif guru sebesar 0,324, 0181 dan 0,169. (3) Terdapat pengaruh tidak langsung antara budaya organisasi dan tim kerja guru secara sendiri-sendiri terhadap komitmen normatif guru sebesar 0,210 dan 0,229 melalui motivasi intrinsik. Penelitian ini menyimpulkan : (1) budaya organisasi dan tim kerja guru memiliki pengaruh langsung secara sendir-sendiri terhadap motivasi intrinsik dengan kontribusi sebesar 16% dan 17%. (2) budaya organisasi, tim kerja guru dan motivasi intrinsik memiliki pengaruh langsung secara sendir-sendiri terhadap komitmen normatif guru dengan kontribusi sebesar 10%, 3,3% dan 2,8%. Dengan demikian disarankan dalam meningkatkan komitmen normatif guru perlu ditingkatkanbudaya organisasi, tim kerja dan motivasi  intrinsik para guru. Kata Kunci : komitmen normatif, budaya organisasi, tim kerja dan motivasi intrinsik.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF DI SMA NEGERI 1 SITIOTIO KABUPATEN SAMOSIR Fano, Asiando Rirax
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 2: OKTOBER 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dapatmeningkatkan keterampilan dasar mengajar guru di SMAN 1 Sitiotio. Penelitian ini menggunakan penelitiantindakan sekolah yang dilakukan sebanyak 2 (dua) siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat)kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pemilihan subjek penelitian denganmenggunakan teknik purposivesampling dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 9 (sembilan) guru dandibantu dengan seorang kolaborator untuk menilai tampilan kegiatan penelitian. Instrument yang digunakanadalah lembar observasi keterampilan dasar mengajar yang terdiri atas: keterampilan membuka dan menutuppelajaran, keterampilan memberi penguatan, dan keterampilan mengadakan variasi. Pengolahan data dilakukandengan mengambil nilai persentase dari tiap-tiap keterampilan dan kemudian dibandingkan dengan kriteriakeberhasilan sebesar 80. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Supervisi klinis pendekatan kolaboratif dapatmeningkatkan keterampilan membuka dan menutup pelajaran guru SMAN 1 Sitiotio, (2) Supervisi klinispendekatan kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan memberi penguatan guru SMAN 1 Sitiotio, dan (3)Supervisi klinis pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan mengadakan variasi guru SMAN 1Sitiotio.Kata Kunci: Supervisi klinis, pendekatan kolaboratif, dan keterampilan dasar mengajar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI LECTORA INSPIRE UNTUK MATA PELAJARAN DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK KELAS X DI SMK SWASTA IMELDA MEDAN Tambunan, Irwan RS; Purba, Sukarman
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk yaitu media pembelajaran interaktif dasar dan pengukuran listrik pada materi pokok pengukuran besaran lsitrik. Media pembelajaran termasuk hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran, media pembelajaran yang baik sangat efektif digunakan dalam proses belajar mengajar. Penulis mencoba mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia yang dapat digunakan dalam bentuk software media pembelajaran yang dibuat menggunakan Lectora Inspire. Penulis mengembangkan media pembelajaran bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami pelajaran dan juga memudahkan pengajar dalam menyampaikan pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Swasta Imelda Medan,Jalan Bilal No:52 Pulo Brayan Kec.Medan Timur , Sumatera Utara di kelas X TITL SMK Swasta Imelda Medan pada bulan Februari Desember 2016. Variabel dalam penelitian ini adalah Pengembangan Media Pembelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik. Sedangkan sample penelitian ini adalah 20 orang siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Swasta Imelda Medan . Secara umum, penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran. Prosedur penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analisys, Design, Develovment, Implementation, Evaluation) denganlangkah-langkah mengunakan metode penelitian Reasearch and Development (R&D). Pengertian penelitian dan pengembangan tertuju pada proses, penelitian tidak menghasilkan objek, sedangkan pengembangan menghasilkan objek yang dapat dilihat dan diraba.Dari data yang diperoleh melalui angket yang ada, secara keseluruhan responden menilai software media pembelajaran sangat menarik, kreatif juga terstruktur dan memenuhi indikator kelayakan sebesar 4,4 dari para ahli media, 4,3 dari ahli materi dan 4,23 dari para siswa atau dalam kriteria Sangat Baik. Dengan demikian pengembangan media pembelajaran sangat baik dilakukan melihat dari penilaian para responden dan juga tanggapan positif dan mendukung untuk media pembelajaran berbasis software media pembelajaran ini. Para siswa menyukai pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KIMIA MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI SUPERVISI KLINIS Simanjuntak, Haholongan
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui supervisi klinis. Metode penelitian ini adalah kualitatif atau penelitian tindakan sekolah. Subyek penelitian adalah guru kimia SMA sebanyak empat orang. Obyek penelitian adalah penerapan supervisi klinis untuk meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen telaah RPP dan lembar observasi kemampuan guru menerapkan model kooperatif tipe jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan: (1) siklus pertama rata-rata nilai kemampuan guru kimia dalam merencanakan pembelajaran adalah 79,86 dalam kategori cukup dan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw adalah 78,98 dalam kategori cukup; (2) siklus kedua rata-rata nilai kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran adalah 96,30 dalam kategori amat baik dan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw adalah 94,31 dalam kategoriamat baik. Hasil temuan peneliti menemukan bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.Kata Kunci. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Supervisi Klinis
UPAYA MENINGKATKAN KOPETENSI GURU DENGAN MENERAPKAN MULTI METODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH SD 101768 TEMBUNG Zuraidah, Zuraidah
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 7, No 2: OKTOBER 2015
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana penggunaan multi metode akan meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran. Keberhasilan pendampingan kepala sekolah terhadap kopetensi guru dalam menerapkan multi metode.Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: dengan menggunakan multi metode dengan pendampingan kepala sekolah diharapkan guru dapat meningkatkan kopetensi dalam mengajar di SDN 101768 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Subjek penelitian ini dilakukan terhadap seluruh guru di SDN 101768 Tembung yang berjumlah 16 orang, dengan menggunakan multi metode untuk meningkatkan kinerja guru. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi awal, nilai guru Pada siklus I nilai rata-rata yang berhasil yaitu 37,50 %, 6 dari 16 orang sedangkan pada siklus II terjadi kenaikan yang sangat signifikan, nilai rata-rata yang berhasil 81,25 % dan ini 13 orang dari 16 orang%), selisih atau peningkatannya pada siklus I dan siklus II (43,75 % ). Kesimpulan; pendampingan kepala sekolah terhadap kompetensi guru dalam menerapkan multi metode pembelajran di SDN 101768 Tembung. Dengan demikian, kompetensi guru dapat meningkat dengan menerapkan multi metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran di SDN 101768 Tembung Kabupaten Deli Serdang.Kata Kunci: kompetensi guru, multi metode, pendampingan, kepala sekolah
KETERKAITAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DENGAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) Damanik, Jafriansen
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 8, No 1: APRIL 2016
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak pihak yang mempertanyakan perlunya dua standar dalam bidang pendidikan di Indonesia, yakni Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Tulisan ini dimaksudkan untuk membahas keterkaitan antara SPM dengan SNP, melalui peraturan dan program yang terkait. Dalam peraturan disebutkan bahwa pemenuhan SPM merupakan syarat awal pemenuhan SNP. Terkait dengan instrumen akreditasi sebagai alat ukur pemenuhan SNP, ternyata seluruh indikator SPM Dikdas oleh satuan pendidikan terdapat juga dalam instrumen akreditasi. Beberapa indikator SPM oleh pemerintah kabupaten/kota juga relevan dengan instrumen akreditasi. Perbedaannya terletak cara penilaian atau pengukuran pemenuhan standar. Instrumen SPM menggunakan penilaian absolut atau mutlak, sementara instrumen akreditasi menggunakan skala interval. Hal ini menyebabkan adanya sekolah yang terakreditasi tetapi belum memenuhi SPM. Pada dasarnya SPM dan SNP sangat terkait, karena keduanya merupakan ukuran mutu sekolah/madrasah. SPM diupayakan pemenuhannya terutama oleh pemerintah daerah, untuk selanjutnya ditingkatkan hingga memenuhi bahkan melampaui SNP. SPM maupun SNP harus diupayakan pemenuhannya secara bertahap, sebagai tanggungjawab bersama satuan pendidikan, lembaga penyelenggara pendidikan swasta, pemerintah daerah dan pemerintah pusat.Kata kunci: standar pelayanan minimal, standar nasional pendidikan, keterkaitan.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF DI SMK NEGERI 1 BERASTAGI KABUPATEN KARO Barus, Zulkarnain; Siagian, Sahat; Purba, Sukarman
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Sekolah ini  pada dasarnya ingin mengetahui apakah melalui supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan dasar mengajar guru di SMK Negeri 1 Berastagi Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan sekolah, mengacu pada model penelitian Kemmis dan Taggart yang dirancang dengan proses siklus yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, dan melakukan refleksi. Tahapan ini terus berlangsung per individu sampai permasalahan dalam menerapkan ketiga keterampilan dasar mengajar tersebut dapat terselesaikan. Hasil analisis data  guru dalam menerapkan ketiga keterampilan dasar mengajar yaitu pada siklus I 71,07 dan pada siklus II 87,33. Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata keterampilan guru yaitu 87,33 – 71,07 = 16,26. Dengan demikian penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran dan keterampilan mengelola kelas guru di SMK Negeri 1 Berastagi yang dibuktikan dengan adanya peningkatan masing-masing keterampilan dari siklus I ke siklus II. Untuk itu diharapkan kepada pengawas sekolah agar membimbing guru  melalui kegiatan supervisi klinis. Kata kunci: Keterampilan dasar mengajar, supervisi klinis kolaboratif
PELATIHAN BERBASIS SIMULASI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU MENERAPKAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY Gulo, Parlinus
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah pelatihan berbasis simulasi dapat meningkatkanketerampilan guru Matematika menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray.Penelitianini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan observasipra siklus terhadap 10 guru matematika. Untuk mengumpulkan data, digunakan instrumen yaitu: (1)penilaian keterlaksanaan tindakan pada pelatihan berbasis simulasi; (2) telaah RPP; dan (3) lembarpengamatan terhadap guru dalam menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata persentase keterampilan guru dalam penyusunan RPP denganmodel cooperative learning tipe two stay two stray pada pra siklus sebesar 72,13% (cukup), pada siklus I sebesar 92,53% (amat baik) dan pada siklus II sebesar 95,87% (amat baik); (2) Rata-rata persentase keterampilan guru menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray pada pra siklus sebesar 10,00% (amat kurang), pada siklus I sebesar 68,75% (kurang) dan pada siklus II sebesar 85,42% (baik). Jadi tindakan dikatakan berhasil setelah dilaksanakan siklus II.Kesimpulan penelitian yaitu pelatihanberbasis simulasi dapat meningkatkan keterampilan guru matematika menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray.Kata Kunci:Twostay two stray, cooperative learning, keterampilan guru, simulasi, pelatihan
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PENDEKATAN DIRECT INSTRUCTION Purba, Abdinisura
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 2: OKTOBER 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan guru menerapkan teori belajarkonstruktivisme. Metode yang digunakan adalah melalui supervisi akademik pendekatandirect instruction yang dilaksanakan dengan empat tahapan, yaitu: review, presentasi,latihan terbimbing dan latihan mandiri. Penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Merdekaselama dua bulan yaitu bulan Januari s.d Februari 2014. Hasil analisis data kemampuanrata-rata guru pada siklus I: hasil tes sebesar 72,04; membuat RPP sebesar 74,89 danmenerapkan pembelajaran konstruktivisme sebesar 70,36. Sedangkan hasil analisis datakemampuan rata-rata guru pada siklus II: hasil tes sebesar 87,78; membuat RPP sebesar89,11 dan menerapkan pembelajaran konstruktivisme sebesar 86,66. Nilai rata-ratakemampuan guru meningkat dari siklus I sampai siklus II. Disarankan kepada pengawassekolah dapat memilih alternatif solusi melaksanakan supervisi akademik yaitu denganmelakukan pendekatan direct instruction; kepada kepala sekolah hendaknya berupayauntuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar; kepada guru Elektronika bahwamenerapkan strategi belajar konstruktivisme sebagai salah satu alternatif solusi terhadappembelajaran yang berpusat kepada siswa; hasil penelitian tindakan sekolah ini perluditingkatkan dan disempurnakan pada penelitian selanjutnya.Kata Kunci: teori belajar konstruktivisme, supervisi akademik, direct instruction