cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU Simanjuntak, Rivai M
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja guru adalah hasil yang ditunjukkan oleh guru dalam kesediaannya melakukan pekerjaan yang relevan dengan keterampilannya dalam bidang pengajaran meliputi: (1) quality of work atau kualitas hasil kerja; (2) capability atau kemampuan; (3) initiative atau prakarsa/inisiatif; (4) communication. Kepuasan kerja guru adalah sikap guru terhadap pekerjaan yang menimbulkan perasaan senang terhadap pekerjaannya yang meliputi: (1)Need fulfillment (pemenuhan kebutuhan); (2) discreppancies (perbedaan); (3) value attainment (pencapaian nilai); (4) equity (keadilan); dan (5) dispositional/genetic components (komponen genetik). Budaya organisasi dapat diartikan sebagai pola dasar yang telah diciptakan dan dikembangkan dalam proses memecahkan masalah dalam pengambilan keputusan ketika mengelola integrasi internal beradabtasi dengan lingkungan eksternal yang meliputi : (1) mekanisme primer/utama berupa, a) perhatian, b) reaksi terhadap krisis, c) pembuatan model peran, d) alokasi penghargaan, e) kriteria untuk seleksi dan pemberhatian; dan (2) mekanisme sekunder, yaitu : a) rancangan sistem dan prosedur, b) rancangan struktur organisasi, c) rancangan fasilitas, d) cerita, legenda dan mitos, dan e) pernyataan formal. Kecerdasan emosional dapat diartikan sebagai kemampuan penilaian untuk mengenali diri sendiri dan orang lain serta mengintegrasikannya sehingga dapat mengelola emosi terhadap diri sendiri dan emosi terhadap orang lain meliputi: (1) kemampuan penilaian untuk mengenali diri terdiri dari : a)kesadaran diri, b) manajemen diri, dan c) motivasi diri; dan (2) kemampuan penilaian untuk mengenali diri orang lain terdiri dari : a) empaty, dan b) keterampilan sosial.Kata Kunci : Kinerja Guru, Budaya Organisasi, Kecerdasan Emosional, Kepuasan Kerja
SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN AKTIF Harahap, Diniyah Puteri
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 2: OKTOBER 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru Bahasa Inggrismelaksanakan pembelajaran aktif melalui penerapan supervisi akademik teknik workshop.Hipotesis tindakan adalah Penerapan supervisi akademik teknik workshop dapat meningkatkankemampuan guru melaksanakan pembelajran aktif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN Rayon5 Medan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 2 bulan yaitu mulai bulan Januari 2014sampai dengan maret 2014. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris SMARayon 5 Medan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah perencanaan, pelakasanaan, observasi dan refleksi. Aspek kemampuan guru melaksanakan pembelajaran Aktif adalah(1)aspek kegiatan membuka pelajaran (2)aspek penggunaan Bahasa (3) aspek penguasaan bahanbelajar / materi pelajaran (4) aspek pendekatan atau metode strategi pembelajaran (5) aspekpembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan kelas (6) apek penggunaan media/alat, sumber pembelajaran (7) aspek kegiatan menutup pembelajaran (8) aspek tindak lanjut.Hasil temuan penelitian ini menemukan bahwa penerapan supervisi akademik teknikWorkshopdapat meningkatkan pembelajaran aktifKata Kunci : Supervisi Akademik, Pembelajaran Aktif, Workshop
DESAIN PENGEMBANGAN DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PENGAWAS SMA DI KABUPATEN NATUNA Kodirin, Kodirin; Sagala, Syaiful; Milfayetty, Sri
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 7, No 2: OKTOBER 2015
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh profil pengawas sekolah jenjang SMA di Kabupaten Natuna; (2) memperoleh deskripsi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah di Kabupaten Natuna; (3) memperoleh gambaran faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan fungsionalisasi pengawas sekolah; dan (4) memperoleh gambaran desain pengembangan pengawas sekolah jenjang SMA di kabupaten Natuna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk penelitian fenomenologis bersifat khusus dan menyeluruh. Khusus karena subyek penelitian adalah birokrat dan implementator dibidang kepengawasan. Menyeluruh, kajian ini menyangkut aspek kepengawasan dan administrasi publik. Pengumpulan data menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan studi dokumentasi.Temuan penelitian adalah : (1) profil pengawas SMA di Kabupaten Natuna, dari segi kuantitatif maupun kualitatif belum memadahi; (2) Kabupaten Natuna belum memiliki pengawas rumpun mata pelajaran Bahasa, IPS, OLahraga dan Seni Budaya; (3) jarak geografis, aksesibilitas dan kecilnya biaya operasional menjadi kendala utama pengawas SMA dalam menjalankan tupoksinya; (4) pelaksanaan pengawasan terfokus di pulau Bunguran Besar sedangkan pulau kecil lainnya hanya dilakukan supervisi selama 1 tahun sekali; (6) aparat pelaksana belum memahami isi, maksud dan tujuan kebijakan fungsionalisasi pengawas SMA. Hasil analisis implementasi Kebijakan Permenegpan RB No 21 Tahun 2010 belum berjalan dengan efektif dan efisien dikarenakan belum ada pemangku kebijakan peduli dan serius memberdayakan pengawas sekolah.Key word: Kebijakan, Fungsionalisasi, Pengawas SMA
PENGARUH KETELADANAN KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA ORGANISASI, KEPUASAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KERJA GURU SMP KECAMATAN MEDAN AMPLAS Zulfani, Zulfani; Manullang, Belferik; Sibuea, Abdul Muin
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 9, No 2 (2017): Nopember 2017
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keteladanan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja, pengaruh iklim kerja organisasi terhadap kepuasan kerja, pengaruh keteladanan kepala sekolah terhadap loyalitas kerja, pengaruh iklim kerja organisasi terhadap loyalitas kerja, dan pengaruh kepuasan kerja terhadap loyalitas kerja guru SMP Swasta Kecamatan Medan Amplas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis jalur (Path Analysis). Populasi penelitian seluruh guru SMP Swasta di Kecamatan Medan Amplas sebanyak 232 guru, dengan jumlah sampel sebesar 147 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu  proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat pengaruh langsung positif keteladanan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru, terdapat pengaruh langsung positif iklim kerja organisasi terhadap kepuasan kerja guru, terdapat pengaruh langsung positif keteladanan kepala sekolah terhadap loyalitas kerja guru, terdapat pengaruh langsung positif iklim kerja organisasi terhadap loyalitas kerja guru, dan terdapat pengaruh langsung positif kepuasan kerja terhadap loyalitas kerja guru Kata Kunci : Keteladanan Kepala Sekolah, Iklim Kerja Organisasi, Kepuasan Kerja, Loyalitas Kerja
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, PENGALAMAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF GURU DI SMK NEGERI KOTA BINJAI Nasution, Pitriani; Darwin, Darwin; Siman, Siman
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 8, No 1: APRIL 2016
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh persepsi gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru; (2) pengaruh pengalaman kerja terhadap motivasi kerja guru; (3) pengaruh persepsi gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap komitmen afektif guru; (4) pengaruh pengalaman kerja guru terhadap komitmen afektif guru; dan (5) pengaruh motivasi kerja terhadap komitmen afektif guru. Subjek penelitian adalah guru di SMK Negeri Kota Binjai. Dengan jumlah sampel sebanyak 110 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan Proporsional random sampling. Metode penelitian bersifat analisis jalur yang bertujuan untuk menguji teori dan memperoleh informasi tentang penelitian. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan: (1) terdapat pengaruh langsung persepsi gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru dinyatakan dengan thitung ρ31> ttabel α=5% (2,72>1,64); (2) terdapat pengaruh langsung pengalaman kerja terhadap motivasi kerja guru dinyatakan dengan thitung ρ32> ttabel α=5% (3,72 >1,64); (3) terdapat pengaruh langsung persepsi gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap komitmen afektif guru dinyatakan dengan thitung ρ41> ttabel α=5% (2,32 >1,64); (4) terdapat pengaruh langsung persepsi gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah guru terhadap komitmen afektif guru dinyatakan dengan thitung ρ42 > ttabel α=5% (2,72 > 1,64);dan (5) terdapat pengaruh langsung motivasi kerja terhadap komitmen afektif guru dinyatakan dengan thitung ρ43 > ttabel α=5% (1,93>1,64). Hasil penelitian memberikan gambaran persepsi gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah, pengalaman kerja dan motivasi kerja terhadap komitmen afektif sebesar 33,1 % dan sisanya ditentukan keadaan lain.Kata kunci: Gaya Kepemimpinan Transformasional, Pengalaman Kerja, MotivasiKerja, Komitmen Afektif Guru
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL MELALUI SUPERVISI AKADEMIK GURU SEJARAH DI SMA NEGERI LUBUKPALKAM KABUPATEN DELI SERDANG Ukur, Sada; Purba, Sukarman; Wau, Yasaratodo
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi profesional guru mata pelajaran sejarah melalui Supervisi Akademik di SMA Negeri Lubukpakam Kabupaten Deli Serdang. Subjek penelitian ini adalah 8 orang guru mata pelajaran sejarah pada SMA Negeri Lubukpakam Kabupaten Deli Serdangi. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengetahui kompetensi profesional guru adalah  pedoman wawancara yang ditujukan kepada guru. Sedangkan untuk mengamati kegiatan supervisi akademik digunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sekolah  dengan dua siklus. Hasil penelitian adalah penilaian kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) setelah dilakukan supervisi akademik pada siklus I tergolong dalam kategori cukup dengan nilai 72,94 dan pada siklus II tergolong dalam kategori baik dengan nilai 87,49. Penilaian pelaksanaan Pembelajaran pada siklus I tergolong dalam kategori cukup dengan nilai 72,87dan pada siklus II tergolong baik dengan nilai 85,41. Penilaian Kompetensi Profesional Guru kegiatan supervisi akademik pada siklus I tergolong cukup dengan nilai 67,5 dan pada siklus II tergolong dalam kategori baik dengan nilai 85,62. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa penerapan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi profesional guru di SMA Negeri Lubukpakam Kabupaten Deli Serdangl. Implikasi dari penelitian ini secara khusus ditujukan kepada supervisor yaitu pelaksanaan supervisi akademik meningkatkan kompetensi profesional guru sejarah. Keywords: Kompetensi Profesional Guru, Supervisi Akademik
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP (LOKAKARYA) PADA SMA DI KABUPATEN NIAS SELATAN Telaumbanua, Martinus
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui supervisi akademik teknik workshop (lokakarya) dapat meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran ekonomi menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran pada SMA di Kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sekolah. Penelitian tindakan ini terdiri dari empat rangkaian kegiatan yaitu : (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, (d) refleksi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang guru mata pelajaranekonomi yang ditentukan dengan cara random sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar instrumen penilaian silabus, lembar instrumen penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan instrumen APKG 1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Pada siklus pertama, tidak ada guru yang memiliki skor penyusunan Silabus dalam kategori baik, 93,33% atau 28 orang guru memilikiskor dalam kategori cukup baik, 6,67% atau 2 orang guru memiliki skor dalam kategori kurang baik. Dan skor penyusunan RPP tidak ada guru yang memiliki skor dalam kategori baik, 63,33% atau 19 orang guru memiliki skor dalam kategori cukup baik, 36,67% atau 11 orang guru memiliki skor dalam kategori kurang baik.Sedangkan skor kemampuan guru merencanakan pembelajaran 6,67% atau 2 orang guru memiliki skor dalam kategori baik, 93,33% atau 28 orang guru memiliki skor dalam kategori cukup baik, (2) Pada siklus kedua, 100% atau 30 orang guru yang memiliki skor penyusunan Silabus dalam kategori baik. Dan skor penyusunan RPP 90% atau 27 orang guru memiliki skor dalam kategori baik, 10% atau 4 orang guru memiliki skor dalam kategori cukup baik. Sedangkan skor kemampuan guru merencanakan pembelajaran 86,67% atau 26 orang guru memiliki skor dalam kategori baik, 13,33% atau 4 orang guru memiliki skor dalam kategori cukup baik. Penelitian ini menemukan bahwa melalui supervisi akademik teknik workshop dapat meningkatkan kemampuan guru menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap sesuai standar proses pendidikan.Kata Kunci : Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Supervisi Akademik Teknik Workshop
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU AKUNTANSI DALAM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MELALUI SUPERVISI KLINIS Lubis, Rano Krisno
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 2: OKTOBER 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan modelpembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) melalui supervisi klinis di SMKNegeri 1 Kutacane. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (action research), melibatkan 4orang guru akuntansi sebagai sampel penelitian. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dan studi pendahuluandari guru-guru bidang studi akuntansi yang belum mampu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, yang terdiri atas instrumen kemampuan gurumenerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan instrumen penerapan keterampilan siswa dalammenerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Skor rata-rata pada siklus I untuk setiap parameter yangdisebutkan sebelumnya adalah 75,57% dan 77,17%. Skor yang diperoleh pada siklus II naik secara signifikanuntuk setiap parameter yaitu 82,67% dan 82,88%. Berdasarkan hasil akhir penelitian maka dapat disimpulkanbahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kompetensi guru akuntansi dalam menerapkan modelpembelajaran kooperatif tipe STAD.
PENERAPAN MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PENDIDIKAN VOKASIONAL Mahameru, Muhadis
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 8, No 1: APRIL 2016
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tiap siswa unik, mempunyai ciri-ciri tersendiri, lain dari pada yang lain. Walaupun setiap siswa berbeda dengan siswa yang lain, banyak pula persamaan antara mereka. Pendidikan seyogyanya mencangkup perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor, oleh karena itu agar pendidikan dan keunikan siswa dapat berjalan seirama maka kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan siswa agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. Dan bakat atau potensi dari siswa tersebut akan dapat lebih optimal dikembangkan melalui wadah formal berupa pendidikan vokasional. Kata kunci: multiple intelligences, pendidikan vokasional
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KOMITMEN KERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA TEBING TINGGI Tobing, Lidya Afriani L.; Purba, Saut; Situmorang, Benyamin
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 9, No 2 (2017): Nopember 2017
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui: (1) Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Guru, (2) Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Motivasi Kerja Guru, (3) Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Kerja Guru, (4) Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Komitmen Kerja Guru, dan (5) Pengaruh Motivasi Kerja Guru Terhadap Komitmen Kerja Guru di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan model kuantitatif, model yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil dari penelitian ini ditemukan: (1) terdapat pengaruh langsung positif budaya organisasi terhadap motivasi kerja guru, (2) terdapat pengaruh langsung positif gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru, (3) terdapat pengaruh langsung positif budaya organisasi terhadap komitmen kerja guru, (4) terdapat pengaruh langsung positif gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap komitmen kerja guru, (5) terdapat pengaruh langsung positif motivasi kerja guru terhadap komitmen kerja guru. Dari ketiga variabel bebas yang ada, maka pengaruhnya yang paling besar terhadap Komitmen Kerja yaitu variabel Motivasi Kerja sebesar 10,89%. Maka untuk meningkatkan komitmen kerja guru perlu adanya peningkatan budaya organisasi, gaya kepemimpinan kepala sekolah, dan motivasi kerja guru. Kata kunci: Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Kerja Guru, dan Komitmen Kerja Guru