cover
Contact Name
Andi Suwirta
Contact Email
aspensi@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
atikan.jurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ATIKAN
Published by Minda Masagi Press
ISSN : 20881290     EISSN : -     DOI : -
This journal, with ISSN 2088-1290, was firstly published on June 1, 2011, in the context to commemorate the Birthday of Pancasila's Name in Indonesia. Since issue of June 2012 to December 2014, the ATIKAN journal was organized by the Lecturers of FKIP UNSUR (Faculty of Education and Teacher Training, Suryakancana University) in Cianjur; and, since issue of December 2014 to June 2015, by the Lecturers of FPOK UPI (Faculty of Sport and Health Education, Indonesia University of Education) in Bandung; and published by Minda Masagi Press as a publisher owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. The articles published in ATIKAN journal are able to be written in English as well as in Indonesian and Malay languages. This journal is published twice a year i.e. every June and December. The ATIKAN journal is devoted, but not limited to, primary education, secondary education, higher education, teacher education, special education, adult education, non-formal education, and any new development and advancement in the field of education. The scope of our journal includes: (1) Language and literature education; (2) Social science education; (3) Sports and health education; (4) Economy and business education; (5) Math and natural science education; (6) Vocational and engineering education; and (7) Visual arts, dance, music, and design education.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
John Locke on Character Building Wijaya, Daya Negri
ATIKAN Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.751 KB)

Abstract

ABSTRACT: Character building is a way to build a nation by focusing on the psychological development, maturation, and ethics of individual citizens. John Locke is the first thinker which is explaining the ideas above and is determined the next thinkers on nation and character building. John Locke believes that what all people have at present originally come from their experiences. The purpose of this paper is to elaborate John Locke’s ideas on character building. His ideas seem to divide into three themes comprising the healthy body, the right mind and the healthy soul, and the formulation of character. First, John Locke believes that the strong thought is determined by the strong body. As a physician, John Locke suggests how to keep the children’s health: how to face the weather, how to choose the appropriate clothes, how to give the fit diet, how to have a good sleep, and how to prevent the disease. Second, after having the healthy body, John Locke tends to set the right mind and the healthy soul by parent at the time of infancy. What is the habit which is settled by parent, it would be child’s habit. Third, child’s character is formed based on parent’s example. They would be role models for their child. The child tends to imitate the parent’s activities.KEY WORD: John Locke, education process, character building, roles of teacher and parent, healthy body, rational creature, and good citizens.IKHTISAR: Artikel ini berjudul “John Locke tentang Pembangunan Karakter”. Pembangunan karakter adalah cara untuk membangun bangsa dengan berfokus pada perkembangan psikologis, kematangan, dan etika warga negara. John Locke adalah pemikir pertama yang menjelaskan ide di atas dan diperkuat oleh para pemikir berikutnya tentang pembangunan karakter dan bangsa. John Locke percaya bahwa apa yang semua orang punya saat ini awalnya berasal dari pengalaman mereka. Tujuan makalah ini adalah untuk menguraikan gagasan John Locke tentang pembentukan karakter. Ide-ide John Locke tampaknya dapat dibagi menjadi tiga tema yang terdiri dari: tubuh yang sehat, pikiran yang benar dan jiwa yang sehat, serta perumusan karakter. Pertama, John Locke percaya bahwa pikiran yang kuat ditentukan oleh tubuh yang kuat. Sebagai seorang dokter, John Locke menyarankan bagaimana menjaga kesehatan anak-anak: bagaimana menghadapi cuaca, bagaimana memilih pakaian yang tepat, bagaimana memberikan diet yang sehat, bagaimana cara tidur yang baik, dan bagaimana mencegah penyakit. Kedua, setelah memiliki tubuh yang sehat, John Locke cenderung untuk mengatur pikiran yang waras dan jiwa yang sehat oleh orang tua pada saat bayi. Apa saja kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua akan menjadi kebiasaan anak. Ketiga, karakter anak terbentuk berdasarkan contoh orang tua. Mereka akan menjadi panutan bagi anak-anak mereka. Anak cenderung meniru kegiatan orang tua.  KATA KUNCI: John Locke, proses pendidikan, pembentukan karakter, peran guru dan orang tua, tubuh yang sehat, makhluk rasional, dan warga negara yang baik.About the Author: Daya Negri Wijaya is a Student of M.A. (Master of Arts) History at University of Sunderland, Chester Road, Sunderland, SR1 3SD, United Kingdom. For academic purposes, he can be contacted via his e-mail at: dayawijaya15@yahoo.comHow to cite this article? Wijaya, Daya Negri. (2013). “John Locke on Character Building” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.3(2) December, pp.115-128. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (October 20, 2013); Revised (November 20, 2013); and Published (December 15, 2013).
Implementasi Model Pendekatan Taktik dan Teknik dalam Pembelajaran Permainan Bola Voli pada Pendidikan Jasmani Siswa Sekolah Menengah Pertama Yudiana, Yunyun
ATIKAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.189 KB)

Abstract

RINGKASAN: Penelitian ini hendak mengkaji keefektifan model pendekatan taktik dan teknik, yang mungkin diharapkan dapat dijadikan sebagai model alternatif dalam rangka pengembangan kualitas pembelajaran permainan bolavoli. Metode eksperimen dengan desain pasca-tes subyek acak dalam dua kelompok digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan terhadap subyek sebanyak 60 siswa SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) 4 Kota Bandung, yang diambil dengan teknik random sampling sederhana dan dibagi dalam dua kelompok. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik dengan menggunakan teknik MANOVA (Multivariate Analysis of Variance) pada taraf signifikansi a = 0.05. Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Model pendekatan taktik dan model pendekatan teknik memberikan pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap hasil belajar keterampilan teknik dasar bolavoli, keterampilan bermain bolavoli, dan keterampilan berpikir kritis; (2) Model pendekatan taktik memiliki pengaruh yang lebih efektif terhadap hasil belajar keterampilan teknik dasar bolavoli dibandingkan dengan model pendekatan teknik; (3) Model pendekatan taktik memberikan pengaruh yang lebih efektif terhadap prestasi belajar bolavoli dibandingkan dengan model pendekatan teknik; dan (4) Model pendekatan taktik memiliki pengaruh yang lebih efektif terhadap keterampilan berpikir kritis dibandingkan dengan model pendekatan teknik. KATA KUNCI: Model pendekatan taktik dan teknik, implementasi pembelajaran, permainan bolavoli, siswa sekolah menengah pertama, serta kualitas pengajaran dan pembelajaran.ABSTRACT: “The Model Implementation of Technical and Tactical Approaches in Volleyball Instruction of Physical Education on Junior High School Students”. The present study is confined to examining whether technical and tactical approaches that may be implemented as the alternative models to develop a volleyball instruction quality. The experimental method with randomized post-test of two groups design was employed in this study. The data collected from subjects consisting of sixty of Junior High School 4 Bandung’s students who were randomly selected and categorized into two groups. All data obtain was statistically analysed by adopting MANOVA (Multivariate Analysis of Variance) at a = 0.05 significance level. Based on the result of study, it can be identified that: (1) Tactical and technical approaches model have significant differences in influencing volleyball basic technique skills, volleyball game skills, and critical thinking skills in learning achievement; (2) Tactical approach model has higher effect on volleyball basic technique skills in learning achievement compared to technical approach model; (3) Tactical approach model has higher effect on volleyball game skills in learning achievement compared to technical approach model; and (4) Tactical approach model has higher effect on critical thinking skills compared to technical approach model.KEY WORD: Technical and tactical approaches, teaching implementation, volleyball playing, junior high school students, and quality of teaching and learning.About the Author: Dr. Yunyun Yudiana adalah Dosen Senior di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: dekan_fpok@upi.eduHow to cite this article? Yudiana, Yunyun. (2015). “Implementasi Model Pendekatan Taktik dan Teknik dalam Pembelajaran Permainan Bola Voli pada Pendidikan Jasmani Siswa Sekolah Menengah Pertama” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.5(1) June, pp.95-114. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and FPOK UPI Bandung, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (April 29, 2015); Revised (May 29, 2015); and Published (June 30, 2015).
Pendidikan Islam Kursus Perguruan Lepas Ijazah di Institut Pendidikan Guru Malaysia: Kaedah dan Proses Pengajaran dan Pembelajaran yang Berkesan Harith, Zahiah Haris @; Ahmad Kassim, Mustapha Kamal
ATIKAN Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.753 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pendidikan Islam adalah pendidikan yang memberi penekanan kepada tanggungjawab seorang hamba terhadap pencipta alam ini, iaitu Allah SWT (Subhanahu Wa-Ta’ala) dan mematuhi tuntutan terhadap keimanan tersebut dengan melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Sejajar dengan itu, Bahagian Pendidikan Guru, Kementerian Pelajaran Malaysia (BPG KPM) telah menggubal kurikulum Pendidikan Islam untuk setiap kursus perguruan yang ditawarkan di Institut Pendidikan Guru Malaysia. Melahirkan insan guru yang berketerampilan dalam semua aspek, iaitu sahsiah, ilmu pengetahuan dan kemahiran profesional, serta nilai kerohanian yang positif adalah matlamat kurikulum Pendidikan Islam di Institut Pendidikan Guru Malaysia (IPGM). Tujuan kurikulum ini untuk melatih bakal guru supaya dapat menjadi model (qudwah hasanah) kepada para pelajar, ibu bapa, keluarga, dan masyarakat; di samping dapat melaksanakan tanggungjawab sebagai khalifah Allah serta berkhidmat untuk pembangunan negara dan bangsa. Justeru itu, kaedah pengajaran bagi setiap bidang dan faktor-faktor yang membantu proses pengajaran dan pembelajaran yang berkesan hendaklah diberi perhatian bagi memastikan kurikulum ini dapat mencapai hasil pembelajaran yang berkesan.KATA KUNCI: Pendidikan Islam, kaedah pengajaran, proses pengajaran dan pembelajaran yang berkesan, serta  Institut Pendidikan Guru Malaysia.  About the Authors: Zahiah Haris @ Harith dan Mustapha Kamal Ahmad Kassim ialah para Pelajar Ijazah Kedoktoran di Jabatan Sejarah dan Tamadun Islam, Akademi Pengajian Islam UM (Universiti Malaya), 50603 Kuala Lumpur, Malaysia. Alamat emel mereka adalah: zahiah1970@yahoo.com.my dan musza1968@yahoo.com.my How to cite this article? Harith, Zahiah Haris @ & Mustapha Kamal Ahmad Kassim. (2011). “Pendidikan Islam Kursus Perguruan Lepas Ijazah di Institut Pendidikan Guru Malaysia: Kaedah dan Proses Pengajaran dan Pembelajaran yang Berkesan” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.1(2) Desember, pp.279-294. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung, ISSN 2088-1290.Chronicle of the article: Accepted (October 17, 2011); Revised (November 17, 2011); and Published (December 15, 2011).
Aplikasi Teknik WDEP terhadap Pelajar Bimbang yang Melampau Mohamad, Abdul Rashid
ATIKAN Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.07 KB)

Abstract

IKHTISAR: Kajian kes ini bertujuan untuk melihat keberkesanan pengaplikasian teknik WDEP, iaitu “Want”, kemahuan; “Doing and direction”, tindakan dan arah tuju; “Evaluation”, penilaian; dan “Plan”, perancangan, terhadap klien yang mengalami masalah kebimbangan melampau akibat melahirkan anak luar nikah. Klien adalah pelajar tahun akhir dan tergolong dalam kumpulan “percubaan” (keputusan PNGK kurang dari 2.0). Klien tanpa dirujuk dan secara sukarela datang berjumpa kaunselor selepas selamat melahirkan anak. Klien melalui enam sesi kaunseling individu, termasuk satu sesi pra. Setiap sesi mengambil masa lebih-kurang antara satu hingga dua jam. Kaunselor mengaplikasikan teknik WDEP yang bertujuan untuk mengurangkan rasa bimbang yang melampau dalam diri klien. Hasil dari sesi kaunseling individu menunjukkan bahawa klien berjaya mengubah pemikiran negatif dan tingkah-laku kepada lebih positif. Klien juga berjaya mengurangkan rasa kebimbangan melampau, di samping dapat mengawal emosi dan perasaan negatif selepas melalui sesi kaunseling individu. Kesimpulannya, klien mengakui bahawa sesi kaunseling telah membantu beliau untuk menghadapi masa depan dengan cara yang lebih positif dan praktikal. KATA KUNCI: Teknik WDEP, kebimbangan, pelajar universiti, mengawal emosi, kaunseling individu, serta sikap positif dan praktikal.ABSTRACT: “The Application of WDEP Technique towards the Suffers Extreme Anxiety Students”. This case study aims to evaluate the effectiveness of applying WDEP (Want, Doing and direction, Evaluation, and Plan) technique towards client who suffers extreme anxiety due to give birth out of wedlock. The client was a final year student and considered as a “trial” student (CGPA less than 2.0). The client approached counselor voluntarily and seek for counseling service immediately after giving her birth. She went through six individual counseling sessions, including a pre-session. Each session lasted for approximately one to two hours. The counselor applied WDEP technique that aims to reduce the extreme anxiety within the client. The result from the individual session conducted shows that the client managed to change her negative perceptions, thinking, and behavior to a more positive way. She turned to be more positive in reducing her extreme anxiety and was quite stable in her emotions and feelings. Thus, the client admitted that the individual counseling sessions had helped her to face her future in a more positive way.KEY WORD: WDEP technique, anxiety, university student, managing emotion, individual counseling, and more positive way.About the Author: Prof. Madya Dr. Abdul Rashid Mohamad ialah Pensyarah Kanan Bimbingan dan Kaunseling di Pusat Pengajian Ilmu Pendidikan USM (Universiti Sains Malaysia), Minden, 11800 Pulau Pinang, Malaysia. Bagi urusan sebarang akademik, penulis boleh dihubungi dengan alamat emel: rash@usm.my atau abra808@gmail.comHow to cite this article? Rashid Mohamad, Abdul. (2014). “Aplikasi Teknik WDEP terhadap Pelajar Bimbang yang Melampau” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol. 4(1) June, pp.25-34. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNSUR Cianjur, ISSN 2088-1290.Chronicle of the article: Accepted (October 30, 2013); Revised (February 15, 2014); and Published (June 29, 2014).
Assessment of Women Studies Specialization in Philippine Normal University: Basis for a New Gender Education Program Tantengco, Nerissa S; Simeon, Florisa B
ATIKAN Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The study assesses the existing Women Studies Specialization courses offered by the College of Teacher Development thru the Faculty of Behavioral and Social Sciences PNU (Philippine Normal University). This courses will help the university to track down effectively the relevance of subjects taught in Women Studies Specialization as to the number of graduates and employability of graduates. It will also help motivate and transform graduates to be involved in other community advocacies. A descriptive research method was used thru interviews, focused group discussions, and questionnaires. The study used data gathering tools and procedure, such as the questionnaire developed by CHED (Commission on Higher Education), specifically for Tracer Study research. The survey questionnaire was made available to the respondents through the web and the researchers also employed a number of strategies to track the graduates like the use of graduate directory, telephone, mobile phone, social networking sites, look for them in graduate classes during Saturdays, and attending various activities and gathering of the graduates. The study revealed that the graduates of Women Studies Specialization of the Faculty of Behavioral and Social Sciences PNU, from 2003 to 2013, are highly satisfied in the service and learning environment provided by the university; and their acquired skills and competencies during their pre-service were extremely adequate and relevant in current employment.KEY WORD: Women Studies Specialization; Extension Services; Community Advocacies; Undergraduate Courses; Service and Learning Environment. RINGKASAN: “Penilaian terhadap Spesialisasi Studi Wanita di Universitas Pendidikan Filipina: Anjakan untuk Program Pendidikan Gender yang Baru”. Penelitian ini menilai keberadaan kursus Spesialisasi Studi Wanita yang ditawarkan oleh Bagian Pengembangan Guru melalui Fakultas Perilaku dan Ilmu Sosial PNU (Universitas Pendidikan Filipina). Kursus ini membantu universitas untuk melacak secara efektif relevansi kursus yang diajarkan di Spesialisasi Studi Wanita bagi sejumlah lulusan dan pekerjaan lulusan. Ia juga membantu memotivasi dan mengubah lulusan untuk terlibat dalam advokasi masyarakat lainnya. Metode penelitian deskriptif digunakan melalui wawancara, diskusi kelompok terbatas, dan kuesioner. Penelitian menggunakan prosedur alat pengumpulan data, seperti kuesioner yang dikembangkan oleh CHED (Komisi Pendidikan Tinggi), khususnya untuk penelitian karier alumni. Survei kuesioner tersedia bagi responden melalui web dan peneliti juga menggunakan sejumlah strategi untuk melacak lulusan seperti penggunaan direktori lulusan, telepon, ponsel, situs jejaring sosial, mencari mereka di kelas pascasarjana setiap hari Sabtu, dan menghadiri berbagai kegiatan dan pertemuan dengan para lulusan. Studi mengungkapkan bahwa lulusan Spesialisasi Studi Wanita dari Fakultas Perilaku dan Ilmu Sosial PNU, dari tahun 2003 hingga 2013, sangat puas dengan pelayanan dan pembelajaran yang disediakan oleh universitas; serta keterampilan dan kompetensi yang diperoleh mereka selama pra-layanan sangat memadai dan relevan bagi pekerjaan mereka saat ini.KATA KUNCI: Spesialisasi Studi Wanita; Penyuluhan; Advokasi Masyarakat; Sarjana; Layanan dan Lingkungan Belajar.  About the Authors: Prof. Nerissa S. Tantengco, Ph.D. and Assoc. Prof. Florisa B. Simeon, M.A. are the Lecturers at the College of Teacher Development, Faculty of Behavioral and Social Sciences PNU (Philippine Normal University) in Manila, the Philippines. Corresponding authors is: tantengco.ns@pnu.edu.phHow to cite this article? Tantengco, Nerissa S. & Florisa B. Simeon. (2015). “Assessment of Women Studies Specialization in Philippine Normal University: Basis for a New Gender Education Program” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.5(2) December, pp.169-178. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (November 28, 2015); Revised (December 12, 2015); and Published (December 30, 2015).
Pemerkasaan Bahasa Melayu Melalui Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual: Satu Anjakan Teori dan Amalan Nik Ab Kadir, Nik Hassan Basri
ATIKAN Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.767 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tiada satu pendekatan pun yang boleh dikatakan sebagai pendekatan yang terbaik dan mesti digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Melayu. Kertas kerja ini cuba mengutarakan beberapa aspek yang ada dalam pendekatan pembelajaran kontekstual dan bersama-sama menelitinya, sama ada elemen-elemen yang mendokongnya itu sesuai diaplikasikan dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Melayu atau tidak. Oleh itu, kertas kerja ini memfokuskan perbincangan kepada hal-hal yang berkaitan dengan pengertian, rasional, bentuk, strategi, dan beberapa perkara yang berkisar tentang pendekatan pembelajaran kontekstual, termasuklah membandingkan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan pembelajaran tradisional, dan akhirnya ialah matlamat pendekatan pembelajaran kontekstual. Pendekatan pembelajaran kontekstual yang berkesan memerlukan kesepakatan murid dan guru, kerjasama semua pihak, dan interaksi antara kurikulum, kaedah pengajaran, situasi, dan masa. Malah, pembelajaran yang efektif juga memerlukan penglibatan masyarakat dan industri. Mereka perlu bekerjasama bagi merancang strategi yang dapat menjayakan wawasan sekolah. Dengan itu, semua pihak sebagaimana yang tersebut, iaitu sekolah, industri, masyarakat perlu positif dan bersedia menerima perubahan jika mahu akan kejayaan pengajaran dan pembelajaran secara kontekstual. Namun begitu, hakikat bahawa pendekatan pembelajaran kontekstual ini ada kekuatan dan kelemahannya, jika diaplikasikan dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Melayu tidaklah dinafikan.KATA KUNCI: Pendekatan pembelajaran, pemerkasaan Bahasa Melayu, dan pembelajaran secara kontekstual dan tradisional. ===Nik Hassan Basri Nik Ab Kadir ialah Pensyarah pada Fakulti Bahasa dan Komunikasi UPSI (Universiti Pendidikan Sultan Idris), Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan, Malaysia. Alamat emel: nhbupsi@yahoo.comHow to cite this article? Nik Ab Kadir, Nik Hassan Basri. (2011). “Pemerkasaan Bahasa Melayu Melalui Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual: Satu Anjakan Teori dan Amalan” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Juni, pp.141-152. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung, ISSN 2088-1290.Chronicle of the article: Accepted (April 20, 2011); Revised (May 11, 2011); and Published (June 5, 2011).
Conflict Resolution and Conflict Transformation: Some Reflections Wani, Hilal Ahmad; Suwirta, Andi; Fayeye, Joseph
ATIKAN Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.3 KB)

Abstract

ABSTRACT: Human beings engage in conflict, aggression, warfare, and violence seemingly equate with the human condition. Equally, humans have sought, as long as there has been conflict, to handle conflict effectively by containing or reducing its negative consequences. This paper is an effort to understand some of the major theoretical perspectives of conflict resolution and conflict transformation. Since both the concepts are very important for giving us kind of understanding that how can we minimize the level and structures of conflicts and to create new avenues of cooperation and compatibility. This study tried to highlight the basic dichotomy between the two concepts. Any conflict can be resolved and transformed if the structure and relationship of the two conflicting parties are fully taken into consideration. Both theories diagnoses causes and sources of conflict and both can be used as methods for resolving and transforming different conflicts. Finally, this paper is the scholarly work for understanding the major differences as well as simillarities between conflict resolution and conflict transformation. KEY WORD: Conflict resolution, conflict transformation, causes of conflict, and conditions for peaceful resolution of conflict.IKHTISAR: Makalah ini berjudul “Resolusi Konflik dan Transformasi Konflik: Beberapa Refleksi”. Manusia terlibat dalam konflik, agresi, perang, dan kekerasan yang nampaknya berjalan seiring dengan kondisi manusia. Pada saat yang sama, manusia juga telah berusaha, sepanjang konflik itu ada, untuk menangani konflik secara efektif dengan mengisi atau mengurangi konsekuensi negatifnya. Makalah ini merupakan upaya untuk memahami beberapa perspektif teoritis utama tentang resolusi konflik dan transformasi konflik. Kedua konsep itu sangat penting untuk memberikan kita semacam pemahaman tentang bagaimana kita bisa meminimalkan tingkat dan struktur konflik serta menciptakan jalan baru bagi kerjasama dan kesesuaian. Penelitian ini mencoba untuk menyoroti dikotomi dasar antara dua konsep tersebut. Setiap konflik dapat diselesaikan dan diubah jika struktur dan hubungan kedua pihak yang berkonflik sepenuhnya dipertimbangkan. Kedua teori mendiagnosa penyebab dan sumber konflik dan keduanya dapat digunakan sebagai metode untuk menyelesaikan dan mengubah konflik yang berbeda. Akhirnya, makalah ini adalah karya ilmiah untuk memahami perbedaan dan kesamaan utama antara resolusi konflik dan transformasi konflik.KATA KUNCI: Resolusi konflik, transformasi konflik, penyebab konflik, dan kondisi untuk penyelesaian konflik secara damai.    About the Authors: Dr. Hilal Ahmad Wani is a Post Doctoral Fellow at the Centre for Peace & Strategic Studies UOI (University of Ilorin) in Nigeria; Andi Suwitra, M.Hum. is a Senior Lecturer at the Department of History Education UPI (Indonesia University of Education) in Bandung; and Dr. Joseph Fayeye is an Associate Professor at the Centre for Peace & Strategic Studies UOI in Ilorin, Nigeria. They can be reached at: wanihilal@gmail.com, andisuwirta@yahoo.com, and josephfayeye@yahoo.comHow to cite this article? Wani, Hilal Ahmad, Andi Suwitra & Joseph Fayeye. (2013). “Conflict Resolution and Conflict Transformation: Some Reflections” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.3(1) Juni, pp.35-44. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (April 8, 2013); Revised (May 17, 2013); and Published (June 15, 2013).
Planning and Policy: Synergy to Effective Open and Distance Learning Administration in Nigeria Oladejo, Maruff Akinwale
ATIKAN Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.344 KB)

Abstract

ABSTRACT: Considering the consequential roles Open and Distance Learning (ODL) is currently playing in ensuring educational delivery at doorsteps of those who desire it, it becomes highly imperative that its administration needs to be effective so that the goals for which it was introduced are achieved. This paper considers planning and policy as synergy to effective Open and Distance Learning administration in Nigeria. Four modes of operation in ODL, namely single, dual, mixed, and consortia, were equally highlighted. The author also discussed some of the critical areas like communication system, learners’ support, staff personnel appraisal, as well as nature and quantity of resources that require effective planning. Furthermore, some policy implications which bother on issues such as quality assurance, the use of technology, inclusiveness, and staff supports were brought to the fore. It was concluded that ODL has truly become an accepted and essential part of the main-stream of educational systems in both developed and developing countries. Finally, the paper recommends inter alia the need for ODL curriculum designers to ensure flexibility so as to accommodate the needs and experiences of a range of diverse people, provision of effective supports for the learners and the participating staff, the ODL environment to be more accommodating, stimulating, and motivating for the distance learners.KEY WORD: Administration, open and distance learning, planning, policy, synergy effective, communication system, and staff and learners’ supports.IKHTISAR: “Perencanaan dan Kebijakan: Sinergi untuk Mengefektifkan Pengurusan Belajar Jarak Jauh dan Terbuka di Nigeria”. Mengingat peran yang konsekwen dari Belajar Jarak Jauh dan Terbuka (BJJT) saat ini adalah untuk memastikan ketersediaan pendidikan dari rumah ke rumah bagi orang-orang yang menginginkannya, menjadi sangat penting bahwa pengurusannya harus efektif sehingga tujuan yang diperkenalkan tercapai. Makalah ini menimbang perencanaan dan kebijakan yang sinergis untuk mengefektifkan pengurusan Belajar Jarak Jauh dan Terbuka di Nigeria. Empat gaya pelaksanaan dalam BJJT, yaitu tunggal, ganda, campuran, dan konsorsium, sama-sama akan dikaji. Penulis juga membahas beberapa bidang penting seperti sistem komunikasi, dukungan peserta didik, staf tenaga penilaian, serta sifat dan kuantitas sumber daya yang membutuhkan perencanaan yang efektif. Selain itu, beberapa implikasi kebijakan yang mengganggu pada isu-isu seperti jaminan kualitas, penggunaan teknologi, sikap inklusif, dan dukungan staf, juga didahulukan. Disimpulkan bahwa BJJT telah benar-benar menjadi bagian yang diterima dan penting dalam arus utama sistem pendidikan, baik di negara maju maupun berkembang. Akhirnya, makalah ini merekomendasikan antara lain kebutuhan bagi para perancang kurikulum BJJT untuk memastikan fleksibilitas sehingga dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan dan pengalaman yang beragam, penyediaan dukungan yang efektif bagi peserta didik dan partisipasi staf, lingkungan BJJT yang lebih akomodatif, merangsang, dan memotivasi peserta didik belajar jarak jauh.KATA KUNCI: Pengurusan, belajar jarak jauh dan terbuka, perencanaan, kebijakan, sinergi yang efektif, sistem komunikasi, serta dukungan staf dan peserta didik.About the Author: Maruff Akinwale Oladejo, Ph.D. is a Lecturer at the Faculty of Education, University of Lagos, Akoka, Nigeria. For academic interests, the author is able to be contacted via phone at: +2348128284836 and e-mail at: maoladejo@unilag.edu.ngHow to cite this article? Oladejo, Maruff Akinwale. (2014). “Planning and Policy: Synergy to Effective Open and Distance Learning Administration in Nigeria” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.4(2) December, pp.275-282. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, FKIP UNSUR Cianjur, and FPOK UPI Bandung, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (July 2, 2014); Revised (August 7, 2014); and Published (December 27, 2014).
Madrasah Education in India: A Need for Reformation Wani, Hilal Ahmad
ATIKAN Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.482 KB)

Abstract

ABSTRACT: Since time immemorial, the Muslim youth who obtained Madrasah education are in doldrums in a modern world. It’s accepted phenomenon that Madrasah had played a vital role in preaching the gospels of the great faith Islam. In the meanwhile, they dodged to keep their level with the modern education due to certain vincible hitches. At the threshold of the Islamic education, Muslim youth of Madrasahs are unable to have modern education because of which they become peregrinators. In addition, Madrasah people are following the age old syllabi, whereas they abstain themselves to opt for modern syllabi. Moreover, it’s a right time for the learned Muslims to ferret out the loopholes and pitfalls in the Madrasah education system whereby reformation and rejuvenation could be done. In order to bolster the Muslim youth to go for modern education, Madrasah people have to jettison the prejudices towards modern education and reckon the scientific education with the Islamic education. The assessment and assertion of this study is that Muslims should come forward to juxtapose Islamic education with modern education. KEY WORD: Madrasah education, modern education, Muslim society, India nation-state, and reform in education.IKHTISAR: Sudah sejak lama, para pemuda Muslim yang mendapatkan pendidikan Madrasah menjadi lesu di dunia modern. Adalah fenomena yang tak terbantahkan bahwa Madrasah memainkan peran yang sangat penting dalam mengajarkan keyakinan Islam. Sementara itu, mereka mengelak untuk mempertahankan level mereka dengan pendidikan modern dikarenakan rintangan tertentu. Pada awal pendidikan Islam, para pemuda Muslim dari Madrasah ini tidak mampu memiliki pendidikan modern dikarenakan mereka merupakan para musafir. Selain itu, orang-orang dari Madrasah ini mengikuti silabus lama, sementara mereka tidak mau memilih silabus modern. Maka, inilah waktu yang tepat bagi para Muslim yang belajar untuk menemukan jalan keluar dan perangkap dalam sistem pendidikan Madrasah dimana pembaharuan dan peremajaan dapat dilakukan. Untuk mendukung para pemuda Muslim melalui pendidikan modern, orang-orang Madrasah ini harus melepaskan prasangka terhadap pendidikan modern dan menggabungkan pendidikan ilmiah dengan pendidikan Islam. Penilaian dan penegasan dalam studi ini adalah bahwa Muslim harus maju untuk mensejajarkan pendidikan Islam dengan pendidikan modern. KATA KUNCI: Pendidikan madrasah, pendidikan modern, masyarakat Muslim, negara India, dan pembaharuan dalam pendidikan.About the Author: Dr. Hilal Ahmad Wani is a Post Doctoral Fellow at the Centre for Peace and Strategic Studies UOI (University of Ilorin) in Nigeria. For academic purposes, he can be contacted via his e-mail at: wanihilal@gmail.comHow to cite this article? Wani, Hilal Ahmad. (2012). “Madrasah Education in India: A Need for Reformation” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.2(2) Desember, pp.235-252. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (October 25, 2012); Revised (November 27, 2012); and Published (December 15, 2012).
Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen pada Siswa SMA Casminih, Casminih
ATIKAN Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.2 KB)

Abstract

IKHTISAR: Dalam Kurikulum 2004, ketercapaian tujuan pembelajaran mengacu pada KKM (Kompetensi Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan. Alat untuk mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut, salah satunya, adalah dengan penerapan metode pembelajaran yang sesuai. Kesesuaian termaksud misalnya ditinjau dari karakteristik bahan pembelajaran. Kompetensi dasar untuk menganalisis unsur intrinsik dalam cerpen (cerita pendek), misalnya, ternyata memiliki karakteristik hasil analisis yang melebar dan terbuka. Bila hal itu dibiarkan, maka akan timbul pemahaman yang liar pada diri setiap siswa terhadap unsur intrinsik cerpen. Untuk itu, harus disikapi dengan penerapan metode yang meminimalisir pelebaran dan keterbukaan tersebut. Salah satu metode pembelajaran yang membatasi melebarnya pemahaman adalah metode “jigsaw”. Metode ini, dalam implementasi PTK (Penelitian Tindakan Kelas), memiliki ciri khas dalam pembentukan kelompok ahli. Kegunaan kelompok ahli ini adalah sebagai alat pembantu penyampai pemahaman dan penjelasan kepada anggota kelompok lainnya. Dari kelompok ahli inilah siswa, sebagai peserta didik, mendapatkan informasi yang dibahas dalam pembelajaran. Para siswa diharapkan tidak menafsirkan unsur intrinsik cerpen secara tidak terkendali. Dengan demikian, tujuan pembelajaran yang salah satunya dicapai melalui evaluasi pembelajaran akan mudah diwujudkan.KATA KUNCI: Peningkatan aktivitas, proses belajar-mengajar, hasil belajar, tujuan pembelajaran, metode “jigsaw”, kelompok ahli, dan penelitian tindakan kelas.ABSTRACT: This article entitled the “Improving Learning Activity and Learning Outcomes with Jigsaw Method Implementation in Analysis Learning of the Short Story Intrinsic Element at Senior High School’s Students”. In the 2004 Curriculum, the learning objectives goal is based on the Minimum Complete Competence. There are some instuments to achieve learning goal, one of them is by implementing appropiate learning method. Appropiate referred to in terms of caracteristics such as learning materials. For example, the basic competence to analyze an intrinsic element of the short story has wide and open characteristics on its analysis. If it is being ignored, then, there will be a wild understanding on every student to the intrinsic element of short story. So, it should be addressed by implementing a method to minimize the wideness and opennes. One of the methods that limit the wideness is Jigsaw method. This method, in the implementation of Class Room Action Research, is charaterized by the formation of expert group. This expert group is an instrument to help giving understanding and explanation to the rest of the group. From expert group, students, as learners, get the information to be discussed in the study. The students are expected to do not interpret the instrinsic elements of short story wildly. Thus, the learning objectives that one of which is achieved by learning evaluation, it will be easily implemented.KEY WORD: Activity improvement, teaching-learning process, learning result, learning objectives, Jigsaw method, expert group, and class room action research.About the Author: Casminih, M.Pd. adalah Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastera Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR (Universitas Suryakancana) di Cianjur Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademis, penulis dapat dihubungi melalui e-mail: ani.casminih@gmail.comHow to cite this article? Casminih. (2013). “Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen pada Siswa SMA” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.3(2) December, pp.169-180. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (October 10, 2013); Revised (November 25, 2013); and Published (December 15, 2013).