Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits [ISSN 2714-7916] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Quran and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic and Hadits Studies, Quranic and Hadits sciences, Living Quran and Hadits, Quranic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Articles
141 Documents
KRITIK MATAN HADITS JIHAD-INTOLERANSI
Ghazali, Abdul Malik
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v10i2.1826
Ketika para penegak hukum menyelidik kasus terorisme, didapat dokumen-dokumen doktrin agama yang mengarah kepada motivasi pelaku melakukan itu. Bahkan disinyalir hadits-hadits Nabi saw dijadikan dasar dan pedoman yang menghalalkan perbuatan destruktif mereka. Oleh karena itu melalui tulisan yang dibagi menjadi dua bagian ini akan dikupas tuntas oleh penlis tentang kontektualitas Hadits tentang Jihad yang dianggap intoleran untuk dikembangkan di Indonesia.
RE INTERPRETASI SUNNAH DI ERA KONTEMPORER
Asyhar, Asyhar
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v10i2.1827
Sesungguhnya maksud anjuran (التجديد ) atau pembaharuan ,yang terdapat dalam As-sunnah adalah agar kaum muslimin selalu dalam sikap yang siaga atas munculnya beberapa pemikiran yang ghorib tentang Islam, dan hukum-hukum yang ada di dalamnya, yang mana pemikiran-pemikiran yang gorib tersebut tidak pernah terdengar dari para ulama pendahulu kita, para pencetus pikiran yang gorib , selalu berpandangan bahwa ,pendapatnya itu bagian yang tidak terpisahkan dari Islam, mereka mensosialisasikannya dengan semboyan “Re-interpretasi Terhadap As-sunnah “.kemudian menyebut dirinya sebagai Al-Mujaddid atau Reformis. Kata Kunci: Tajdid, Teks,
ETOS KERJA DALAM AL-QUR'AN
Budimansyah, Budimansyah
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v10i2.1828
Kerja atau bekerja dengan berbagai heterogenitas problematika yang mengikutinya, merupakan suatu aktifitas ekonomi yang tidak asing bagi kita. Hampir di setiap sudut lingkungan, akan kita jumpai orang-orang yang sibuk bekerja sesuai dengan profesi yang mereka miliki. Penomena di atas merupakan implikasi ekonomi dari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan kata lain manusia harus bekerja, jika mereka tidak ingin termarjinalisasikan dalam habitatnya akibat kemiskinan
AL-RAZY DAN STUDI MUNASABAH DALAM TAFSIRNYA
Masruchin, Masruchin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v10i2.1829
Maraknya kajian-kajian mengenai munasabah dapat dilihat dari munculnya kitab-kitab yang secara khusus membahas masalah munasabah, seperti Ahmad ibn Ibrahim al-Andalusy dalam al-Burhan fi Munasabah Tartib Suwar al-Qur’an; Burhan al-Din al-Biqa’iy dalam Nazhm al-Durar; dan Jalal al-Din al-Suyuthy dalam Tanasuq al-Durar fi Tanasub al-Suwar. Di samping kitab-kitab yang khusus dalam kajian ini, kitab-kitab tafsir sering mengemukakan munasabah, seperti karya al-Alusy, Ruh al-Ma’any; Abu Su’ud, Irsyad al-’Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim; al-Syarbiny, Siraj al-Munir, al-Razy, Tafsir al-Kabir dan lain-lain. Apa yang dilakukan oleh Fakhr al-Din al-Razy cukup menarik untik dikai dalam tulisan ini Kata Kunci: Tafsir,Munasabah,Mufassir
السنة النبوية باعتبارها دليلا في مسائل الاعتقاد
Tauhid, Muhammad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v10i2.1830
السنة النبوية هي المصدر الثاني للتشريع الإسلامي , والاحتجاج بالسنة والتمسك والاعتصام بها مصرحة بالقرآن الكريم والسنة النبوية . ومع ذلك اختلف العلماء في إفادة السنة المتواترة العلم اليقيني أو الظني أو غيرهما , كما اختلفوا كذلك في السنة الآحاد وإفادتها العلم اليقيني أو الظني . فكل على آرائهم وأدلتهم .فاتفق الجمهور على وجوب الأخذ بها والعمل بها في المسائل الفرعية أو الأحكام الفرعية .
PIAGAM MADINAH DALAM PERSFEKTIF TEORI SOSIAL
Muslimin, Muslimin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i2.1833
Saat sudah menetap di Madinah, Rasulullah SAW mulai mengatur hubungan antar individu di Madinah. Berkait tujuan ini, Rasulullah SAW menulis sebuah peraturan yang dikenal dengan sebutan Shahîfah atau kitâb atau lebih dikenal sekarang dengan sebutan watsîqah (piagam). Mengingat betapa penting piagam ini dalam menata masyarakat Madinah yang beraneka ragam, maka banyak ahli sejarah yang berusaha membahas dan meneliti piagam ini guna mengetahui strategi dan peraturan Rasulullah SAW dalam menata masyarakatnya, oleh karena itu dalam tulisan ini penulis mencoba mengintegrasikannya dengan teori-teori sosial. Kata kunci: Kontrak Sosial, Masyarakat, Kerukunan
Metode Kritik Hadits di Kalangan Ilmuwan Hadits
Badiah, Siti
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i2.1873
Penelitian kualitas hadis perlu dilakukan, bukan berarti meragukan hadits Nabi Muhammad SAW, tetapi melihat keterbatasan perawi hadits sebagai manusia, yang ada kalanya melakukan kesalahan, baik karena lupa maupun karena didorong oleh kepentingan tertentu. Keberadaan perawi hadits sangat menentukan kualitas hadits, baik kualitas sanad maupun kualitas matan hadits. selama riwayat-riwayat ini membutuhkan penelitian dan kajian mendalam untuk mengetahui mana yang dapat diterima dan mana yang ditolak, maka mutlak diperlukan adanya kaidah-kaidah dan patokan sebagai acuan melakukan study kritik hadits. Aktivitas krritik hadits marak terjadi pada abad ke-3 Hijriyah. Namun hal tersebut tidak menunjukkan bahwa di era sebelumnya sama sekali tidak terjadi kegiatan kritik hadits. Sebab ketika penelitan hadits dipahami (dengan sederhana) sebagai upaya untuk membedakan antara hadits yang shohih dan tidak shohih, maka kegiatan kritik hadits dalam bentuk yang begitu sederhana telah muncul sejak masa Rasullullah masih hidup.
Kontekstualisasi Hadis Tentang Anjuran Memelihara Jenggot dan Larangan Isbal Pada Zaman Kekinian
Akbar, Bobby Zulfikar
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i2.2069
Kontekstualisasi merupakan cara yang digunakan oleh para ahli agama dalam menyikapi berbagai nash Al-Qur’an dan hadits yang bertujuan untuk mempermudah seseorang dalam beribadah kepada Allah dan selalu mengamalkan sunnah Rasul. Salah satu sunnah yang perlu untuk dikontekstualisasikan adalah tentang anjuran berjenggot. Dengan kemajuan zaman yang sangat pesat ini, perlu mengkaji ulang apakah anjuran yang terkandung dalam hadits tersebut masih sesuai atau tidak, karena kita ketahui bahwa zaman sekarang kaum non-Muslim juga banyak yang berjenggot. Ajaran Nabi lainnya yang perlu untuk dikontekstualisasikan yaitu tentang larangan isbal. Isbal adalah menjulurkan pakaian hingga melebihi mata kaki. Akan tetapi terdapat beberapa hadits yang berbeda dalam menjelaskan pelarangan isbal, yaitu ada yang melarang secara mutlak dan ada yang melarang secara khusus. Dengan begitu para ulama berpendapat mengenai hadits-hadits tersebut, dan mayoritas dari mereka mengatakan bahwa hakikat pelarangan itu karena adanya sifat sombong yang mengiringinya. Setelah mengetahui hakikat pelarangan tersebut maka mudah untuk mengkontekstualisasikan hadits tersebut dalam ranah ke-Indonesiaan. Akan tetapi masih terdapat beberapa golongan yang mengamalkan hadits tersebut sesuai dengan teksnya. Dengan berbagai pemahaman yang berbeda-beda ini seharusnya kita menjaga kesatuan dan persatuan dengan sikap toleransi terhadap pemahaman orang lain, bukan saling menyalahkan atau bahkan sampai mengkafirkan, karena kita masih saudara se-iman dan se-tanah air.
Pemuda Dalam Al-Qur'an Dan As-Sunnah: Pemuda Islam Yang Berkualitas Tidak Lepas Dari Pendidikan Orang Tua Yang Totalitas
Wani, Misbahul
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i1.2077
Pemuda adalah aset terpenting dalam sebuah Negara, bangsa, dan Agama. Karena pemuda bukan hanya sekedar harapan regenerasi, akan tetapi adalah bibit-bibit yang akan meneruskan sebuah peradaban hingga datangnya akhir zaman. Jika kita lihat pada kenyataan pemuda saat ini, pemuda Islam mulai kehilangan spirit berjuang, spirit belajar, padahal, sadar maupun tidak disadari (secara otomatis) pemudalah yang akan meneruskan sebuah perjuangan-perjuangan Islam kedepannya. Zaman yang dinamis bukan menjadi alasan untuk mundur, akan tetapi menjadi sebuah alasan untuk bangkit dan mendalami Al-Qur’an dan Sunnah dengan lebih tepat dan bijak lagi. Karena kita juga meyakini bahwa sunnah mengandung pancaran dan teladan dari baginda Agung Nabi Muhammad saw yang sudah terjamin dan menjadi orang terpercaya dalam lingkungan masyarakatnya di mekkah. Secara garis besar, dalam artikel ini akan mencoba menjelaskan bagaimana pentingnya pendidikan orang tua terhadp terbentuknya pemuda. Dalam kesempatan ini penulis mengangkat kisah Luqman yang kerap memberikan wejangan pada anaknya. Selanjutnya kami menjelaskan bagaimana perhatian Nabi terhadap para kaum muda, serta dampak positif dan negatifnya. bagi pemuda. Dengan metode penelitian kualitatif dan pendektan fenomenologi, kami akan jelaskan sebagai berikut:
Hadis Nabi SAW Tentang Obat Dalam Tinjauan Ilmu Kedokteran Modern
Safarsyah, Alfandi Ilham
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i2.2079
Telah majunya tekhnologi mendorong umat Islam untuk melakukan pembaharuan dalam kajian terhadap hadis. Nabi SAW telah memberikan contoh obat-obatan yang memiliki banyak manfaat. Diantaranya habbatus sauda’, zaitun dan madu. Dalam ilmu kedokteran modern telah banyak ditemukan manfaat dan zat-zat yang terkandung di dalamnya. Hal ini mampu menguatkan hadis Nabi SAW dimana hadis itu muncul jauh sebelum majunya ilmu kedokteran dan tekhnologi. Kajian ini diperuntukkan agar pemahaman terhadap hadis mampu bersifat komprehensif dalam segala aspek, sehingga menguatkan kebenaran hadis. Dalam kajian ini juga dapat dilihat perbedaan pemahaman tentang hadis tersebut dari ulama terdahulu dengan ulama kontemporer, terdapat faktor yang mempengaruhi pemahaman hadis salah satunya yaitu faktor kemajuan IPTEK. Semakin majunya ilmu dan tekhnologi ini mendorong umat muslim untuk mengkaji hadis dengan pendekatan sains, yaitu dengan penelitian, sehingga ditemukanlah beberapa manfaat yang terkandung di dalam habbatus sauda’, zaitun dan madu mulai dari menyembuhkan penyakit dalam seperti sesak nafas, penyakit kuning, menurunkan kolesterol, selain itu juga dalam hal kecantikan mampu memperindah kulit bahkan sebagai bahan makanan.