cover
Contact Name
Masruchin
Contact Email
aldzikra@radenintan.ac.id
Phone
+6281379788639
Journal Mail Official
aldzikra@radenintan.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits
ISSN : 19780893     EISSN : 27147916     DOI : 10.24042
Core Subject : Religion, Education,
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits [ISSN 2714-7916] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Quran and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic and Hadits Studies, Quranic and Hadits sciences, Living Quran and Hadits, Quranic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 141 Documents
Dimensi Kontekstual Dalam Tafsir Hizbut Tahrir Indonesia Fadil, Marjan; Najib, Muhammad Ainun
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i1.2923

Abstract

This article wants to show that Hizbut Tahrir Indonesia as Islamic political movement not only understand al-Qur’an literally but also contextually, by watching their actions. This is an objection to the opinion that the radical movement always understand the religious texts literally. This article uses any Taqiyyuddin an-Nabhani’s writings and other Hizbut Tahrir thinker as prime resources. From this research proved that generally HTI understands the text of Qur’an and hadith literally, but in the case of khilafat concept, they understand it contextually.
Paradigma Tafsir Kontekstual: Upaya Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an Hasbiyallah, Muhammad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i1.2924

Abstract

Ketertinggalan peradaban umat Islam saat ini melahirkan refleksi diri sebagai upaya mencari jalan menuju kebangkitan. Salah satuny ditempuh dengan melakukan penafsiran ulang teks-teks keislaman (al-Qur’an) sesuai dengan spirit zamannya. Upaya yang dilakukan dengan metode hermeneutika ini biasa disebut dengan kontekstualisasi, melengkapi beberapa pendekatan yang telah ada sebelumnya. Keberagaman pendekatan dan metode yang digunakan berbanding lurus dengan pemahaman yang dihasilkan. Pada dataran ini tidak ada otoritas yang dapat membakukan sebuah model pemahaman. Karena model apapun baik berupa tafsir, ta’wil, exegesis, interpretasi, ataupun penerjemahan terhadap teks al-Qur’an, merupakan wilayah hermeneutika yang sangat terbuka bagi setiap usaha pembaharuan.
Hadis Gadir Khum Dalam Pandangan Syiah Dan Sunnah Washil, Izzuddin; Fata, Ahmad Khoirul
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i1.2925

Abstract

Hadis Gadir Khum yang menjadi titik tolak perpisahan mazhab Sunni dan Syiah juga terdapat dalam kitab-kitab hadis utama kaum Sunni. Seperti kaum Syiah, para ulama Sunnah juga mengakui keabsahan derajat hadis-hadis tersebut. Bahkan hadis-hadis itu dianggap mutawatir. Namun demikian, antara kaum Syiah dan Sunni memiliki pemahaman yang berbeda terhadap hadis-hadis tersebut. Perbedaan terjadi dalam memahami kata mawlā. Sunni berpendapat bahwa kata itu bermakna pelindung/penolong, sementara Syiah berpendapat bahwa kata itu bermakna khalifah/pemimpin. Perbedaan pemahaman ini membawa kedua kelompok tersebut terlibat dalam pertengkaran sepanjang sejarah Islam. Namun demikian, banyak kalangan di Sunni dan Syiah yang berupaya membangun hubungan harmonis dengan mencari hal-hal yang sama di antara keduanya. Semata-mata untuk kepentingan ukhuwwah Islāmiyyah dan kejayaan umat Islam.
Historiografi Pembukuan Hadis Menurut Sunni Dan Syi'ah Amin, Ahmad Paishal
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i1.2926

Abstract

Tulisan ini memaparkan perbedaan historiografi pembukuan hadis antara kelompok Sunni dan Syi’ah. Perpecahan umat Islam ke dalam kelompok Sunni dan Syi’ah ini berdampak pada perbedaan dalam penulisan sejarah hadis (historiografi hadis).  Sunni memiliki versi historiografi hadis sendiri sesuai dengan literatur yang mereka terima. Demikian juga halnya dengan Syi’ah. Salah satu faktor yang mendasari perbedaan tersebut adalah karena adanya perbedaan interpretasi (pemahaman) terhadap sejarah (baca: data) yang mereka lalui bersama. Perbedaan interpretasi ini berdampak pada perbedaan penulisan sejarah (historiografi).
Kajian Al-Qur’an Dan Sains Tentang Kerusakan Lingkungan Prayetno, Eko
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i1.2927

Abstract

Salah satu faktor terjadinya kerusakan alam adalah hubungan yang tidak seimbang antara manusia dan alam itu sendiri. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman setiap manusia terhadap pesan-pesan dalam al-Qur’an terkait dengan pemeliharaan alam. Beberapa cara yang dapat digunakan dalam menyampaikan pesan al-Qur’an kepada manusia adalah melalui pendekatan teks dan kontekstual terhadap al-Qur’an. pendekatan kontekstual sangat dibutuhkan dalam mendukung pemahaman terhadap teks di dalam al-Qur’an. Pendekatan ini akan menggiring pemahaman kondisi ayat turun dengan kondisi yang tengah kita alami. Hasil yang dapat dicapai dengan pendekatan ini adalah manusia dapat mencocokkan pengambilan sikap sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh ayat berdasarkan pemahaman sejarah turunnya ayat tersebut. sementara jika kita hanya terbatas teks maka kita akan cenderung memaksakan maksud ayat karena hanya terpaku terhadap lafal teks saja. dengan memahami keduanya maka kita akan dapat menghubungkan dengan kondisi saat ini, dimana ilmu sains juga berkembang bersamaan dengan agama. Implikasi yang dapat kita capai adalah menghubungkan pemngetahuan agama yang sakral dengan pengetahuan sains yang cendrung baru dan bersifat modern dalam artian pendukung.
Kisah Qabil Dan Habil Dalam Al-Qur’an: Telaah Hermeneutis Kiptiyah, Siti Mariyatul
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i1.2970

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas tentang bagaimana kisah Qabil dan Habil di dalam Al-Qur’an (S. Al-Ma’idah [5]: 27-31) dikaji secara hermeneutis. Dalam kisah ini Qabil diceritakan telah membunuh Habil, adiknya, sebab hanya persembahan Habil yang diterima oleh Tuhan, sementara persembahannya tidak diterima. Kajian ini dilakukan dengan tiga alasan. Pertama, penulis ingin mengangkat kembali kajian kisah dalam Al-Qur’an yang dianggap telah ‘final’, sehingga belakangan sepi peminat bila dibanding dengan kajian ayat-ayat sosial kemasyarakatan dan hukum. Kedua, penulis hendak merekonstruksi pemahaman terhadap kisah tersebut yang selama ini hanya dipahami sebagai kisah orang-orang terdahulu_dalam lingkup waktu dan tempat tertentu_dan untuk itulah cukup diyakini kebenarannya saja. Padahal, yang ditonjolkan kisah bukanlah semata-mata unsur benar atau tidaknya, melainkan pesan-pesan terdalamnya. Ketiga, alasan metodologis, di mana kajian tentang kisah terdahulu lebih banyak dilakukan dengan pendekatan historis, sehingga tidak lagi memperhatikan nilai-nilai universalnya, bahwa Al-Qur’an shalih li kulli zaman wa makan. Untuk itulah, penulis meminjam Hermeneutika Hans-Georg Gadamer sebagai pisau analisis dengan memfokuskan pada teori horizontverschmelzung (penggabungan horizon). Teori tersebut membantu dalam memahami kisah Qabil dan Habil dengan melibatkan horizon pembaca dan horizon teks. Dengan teori tersebut, makna kisah Qabil dan Habil bukan lagi tentang kisah pembunuhan pertama di dunia yang telah berlalu, melainkan dapat ditarik signifikansi maknanya yang universal-kontemporer, yaitu tentang konflik antar manusia dan solusinya.
Kontroversi Surat Al-Fatihah Dalam Pandangan Arthur Jeffery Dhulkifli, Muhammad Luthfi
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i2.3640

Abstract

AbstractAmongst some orientalist of Qur’anic studies, Arthur Jeffery was one of the controversial figures for the idea of a critical edition of the Qur’an. For Jeffery, the Qur’an existed today is unreasonable and its arrangement is clearly haphazard. One of his critical argument is surah al-Fatihah which indicated not originally part of the Qur’an. His work “the variant readings of the Fatihah” showed some peculiar nature of al-Fatiha with the evidence of two Fatihah different versions. Jeffery’s variants study is a polemical argument as its contradicts to the Muslim scholar arguments. For Muslim scholars, al-Fatihah is an integrated part of Qur’an. Therefore, this article will analyze Jeffery’s argument on al-Fatihah through a descriptive-analytic method. Based on historical, language, and qira’ah study, Jeffery’s argument is incorrect. In addition, Jeffery failed to show the existence of his evidence of variant of al-Fatihah.Keywords: Critic; Controversy; Fatiha; Muslim; the Qur’an  AbstrakDiantara sekian banyak para orientalis pengkaji al-Qur’an, Arthur Jeffery merupakan salah satu sosok yang paling kontroversial dengan gagasannya untuk membuat al-Qur’an edisi kritis. Menurut Jeffery, al-Qur’an yang ada saat ini sangat tidak jelas dan susunannya dilakukan secara sembarangan. Salah satu bagian yang Jeffery kritisi adalah surat al-Fatihah yang dianggap bukan bagian dari al-Qur’an. Dalam tulisannya yang berjudul the variant readings of the Fatihah, dia menunjukkan kejanggalan dalam surat al-Fatihah dengan menunjukkan bukti dua variasi surat al-Fatihah yang berbeda. Kajian ini mengundang polemik karena bertentangan dengan pandangan para sarjana Muslim yang menganggap al-Fatihah sebagai bagian penting dari al-Qur’an. Tulisan ini akan menganalisasi pandangan Jeffery terhadap surat al-Fatihah melalui metode deskriptif-analitis. Melalui kajian historis, kebahasaan, dan ilmu qira’at, argumen skeptis Jeffery terhadap al-Fatihah terbantahkan. Ditambah lagi, Jeffery tidak mampu membuktikan keberadaan variasi surat al-Fatihah yang dia yakini.  Kata Kunci: al-Fatihah; al-Qur’an; Kontroversi; Kritik; Muslim
Manahij Tafsir Tabi'in Mujahid Bin Jabar Dan Penafsirannya Zulfikar, Eko
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i1.3666

Abstract

AbstrakTulisan ini mencoba melakukan eksplorasi terhadap karya tafsir tabi’in, Muja>hid bin Jabar. Dalam mengindentifikasi keberadaan tafsir Mujahid, paling tidak terdapat dua sumber penafsiran yang digunakan pengarang dalam menafsirkan al-Qur’an; (1) sumber bi al-ma’tsur, yakni berdasarkan pada penjelasan al-Qur’an sendiri, berdasarkan hadis Nabi, pendapat sahabat, dan israiliyyat; (2) sumber bi al-ra’yi, yakni berdasarkan ijtihad sang mufassir. Sementara dalam menjelaskan al-Qur’an, metode yang diusung Mujahid adalah metode ijmali, yakni menafsirkan ayat al-Qur’an dengan bahasa yang ringkas, padat, dan tidak panjang lebar. Di samping itu, Mujahid juga menggunakan metode muqaran meskipun hanya relatif sedikit. Untuk corak penafsirannya, tafsir Mujahid tidak sampai pada corak disiplin ilmu tertentu, hanya sebatas kental dengan nuansa penafsiran dari gurunya – Ibn ‘Abbas, meskipun dalam beberapa penafsiran terdapat corak fiqhi dan kalami dengan kapasitas yang sangat sedikit. AbstractThis paper tries to explore the work of tafsir tabi’in, Mujahid bin Jabar. In identifying the existence of Mujahid, interpretation there are at least two sources of interpretation used by the author in interpreting the Qur’an; (1) the source of bi al-ma’tsur, that is based on the Qur’an’s own explanation, in addition to the prophetic traditions, opinions of prophet’s companion, and also israiliyyat (2) the source of bi al-ra’yi, based on the ijtihad of the interpreter. While in explaining the Qur’an, the method that Mujahid carried is the ijmali method, which is to interpret the verses of the Qur’an in a brief language, solid, and not lengthy, also using the muqaran method although only slightly. For his interpretive style, Mujahid’s interpretation does not extend to any particular discipline, only limited with the feel of interpretation of his teacher – Ibn ‘Abbas, although in some interpretations there is a fiqhi and kalami pattern with very little capacity.
Simbolisasi Alam Semesta Dalam Ajaran Tasawuf (Perspektif Penafsiran Isyari) Septiawadi, Septiawadi
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i2.3894

Abstract

AbstrakSalah satu kitab tafsir yang menggunakan pendekatan secara isyari adalah kitab tafsir as-Sulami yang disusun oleh Imam Abu Abdurrahman Muhammad bin Husain as-Sulami. Tulisan ini mengangkat penafsiran as-Sulami dengan makna isyarinya mengenai pengungkapan unsur alam semesta. Untuk membahas persoalan diatas, peneliti mendeskripsikan ayat-ayat mengenai pengungkapan alam yang disinyalir bermakna sufistik. bahwa data-data yang terhimpun diwacanakan, diuraikan dan dijelaskan sebagaimana terdapat dalam kitab tafsir kemudian dilakukan analisis. Pendekatan tasawuf dipakai untuk menggali makna sufistik untuk memahami pesan wahyu yang abstrak. Dengan demikian, simbolisasi ayat tentang alam, dikupas dengan mengungkap isyarat-isyarat yang dipahami ahli tasawuf. Hasil kajian, menyimpulkan bahwa pemaknaan secara isyari terhadap alam semesta berorientasi pada penggambaran terhadap diri manusia dalam rangka penyadaran akan kesucian manusia. Kata Kunci: Simbol Alam, Tafsir Isyari
Filantropi Perkotaan (Living Qur’an Komunitas-Komunitas di Kota Bandung) Muslimin, Muslimin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v12i2.3896

Abstract

Artikel ini mempelajari pola aktifitas sosial komunitas–komunitas yang ada di kota Bandung sebagai penafsiran terhadap amal shaleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi, observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam  penelitian ini adalah data yang diperoleh dan disajikan secara diskriptif dimulai dengan memaparkan yang telah  diungkapkan  oleh   responden  baik   secara langsung,  lewat tulisan maupun  pengamatan  secara langsung. Proses analisis data ini dilakukan dengan cara memulai menelaah  semua data yang terkumpul dari berbagai sumber yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan  peran komunitas dalam membantu pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang kurang mampu ataupun korban-korban bencana alam. Eksistensi Komunitas dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Filantropi sudah mulai berkembang ditengah komunitas-komunitas yang ada di kota Bandung. Realisasi nilai-nilai filantropi perlu disebarluaskan lebih lanjut, karena merupakan bagian substansi dalam beragama dan bermasyarakat. Kata Kunci: Problem kemanusiaan, Aksi Sosial, Nilai-nilai

Page 4 of 15 | Total Record : 141