cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2026)" : 10 Documents clear
EVALUASI EFEKTIVITAS BENDUNG RETENSI TERHADAP REDUKSI RISIKO BANJIR MENGGUNAKAN SIMULASI HIDROLIKA DAN CITRA SENTINEL-1 Rony Riduan; Mahmud Mahmud; Riza Miftahul Khair
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25793

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologis yang sering melanda Kelurahan Sarang Halang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akibat curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, sedimentasi sungai, serta keterbatasan sistem drainase. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bendung retensi Sarang Halang dalam mengurangi risiko banjir dengan pendekatan integratif berbasis analisis hidrologi, penginderaan jauh, dan pemodelan hidrolika. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan distribusi probabilitas curah hujan untuk memperoleh debit banjir rencana, sedangkan analisis sedimentasi menggunakan metode RUSLE. Simulasi hidrolika dilakukan dengan HEC-RAS 2D dan divalidasi menggunakan citra Sentinel-1 SAR GRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bendung retensi mampu mereduksi luas genangan banjir secara signifikan, yaitu dari 52,77 ha menjadi 30,18 ha pada kala ulang 25 tahun (reduksi 74,85%) dan dari 98,45 ha menjadi 50,02 ha pada kala ulang 50 tahun (reduksi 86,45%). Debit pelepasan melalui outlet tercatat 7,59 m³/detik sehingga efektif menurunkan puncak limpasan. Kesimpulannya, bendung retensi Sarang Halang terbukti efektif sebagai infrastruktur mitigasi banjir, namun diperlukan pengelolaan sedimentasi dan operasi adaptif pintu air untuk menjaga kinerja jangka panjang.
TRASH TRAP YANG TERINTEGRASI DENGAN TEKNIK FITOREMEDIASI UNTUK PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DI SALURAN DRAINASE Juantono Salim; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25778

Abstract

Pencemaran pada wilayah perairan merupakan masalah lingkungan yang umum terjadi di sebagian besar daerah perkotaan, khususnya pada badan sungai. Bahan buangan yang mencemari sungai berasal dari sisa aktivitas manusia dan saluran-saluran pembuang tercemar yang bermuara ke sungai. Fosfat merupakan salah satu bahan dari limbah domestik cair yang bisa ditemukan di sebagian besar saluran drainase yang ada di perkotaan. Saluran-saluran drainase yang tercemar ini terus mengalir dan pada akhirnya akan bermuara dan terakumulasi pada badan sungai sehingga memiliki kontribusi terhadap pencemaran sungai. Penelitian ini bertujuan membuat sistem pengolahan limbah dalam upaya untuk mengatasi masalah pencemaran air pada saluran drainase. Sistem ini mengintegrasikan fungsi dari alat perangkap sampah dan teknik fitoremediasi dengan tanaman eichhornia crassipes yang diaplikasikan selama 30 hari untuk menangkap sampah sekaligus menurunkan kadar fosfat secara langsung pada saluran drainase. Hasil penelitian menunjukkan perangkap sampah mampu menjaring timbulan sampah pada saluran drainase sebanyak 0,424 m3 dengan volume rata-rata perhari 0,014 m3. Teknik fitoremediasi dengan tanaman eichhornia crassipes mampu menurunkan kadar fosfat di air pada saluran drainase. Hal tersebut dibuktikan dari 4 hasil pengujian laboratorium yang membandingkan kadar fosfat eksisting pada saluran drainase dan kadar fosfat pada kantong fitoremediasi yang menujukkan penurunan masing-masing sebesar 6,95%, 11,54%, 19,85%, dan 9,52%.
PENGGUNAAN FLY ASH DALAM MENURUNKAN KADAR BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND) DAN COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) PADA AIR LINDI TPA BASIRIH KOTA BANJARMASIN Muhammad Syahirul Alim; Muhammad Firmansyah; Zahira Putri Nizrina
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25789

Abstract

TPA Basirih Kota Banjarmasin telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) untuk menurunkan beban pencemar air lindi yang dihasilkan. Efluen pada kolam outlet IPL menunjukkan bahwa kualitas air lindi belum memenuhi baku mutu. Kadar BOD (Biological Oxygen Demand) sebesar 378 mg/L dan COD (Chemical Oxygen Demand) sebesar 514 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dosis fly ash sebagai koagulan untuk menurunkan kadar BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) pada air lindi TPA Basirih. Penelitian dilakukan secara eksperimental pada skala laboratorium menggunakan metode jar test dengan variasi dosis fly ash sebesar 3 gram, 5 gram, 6 gram, dan 12 gram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis fly ash berpengaruh terhadap penurunan kadar BOD dan COD. Penurunan BOD tertinggi diperoleh pada dosis 12 gram dengan efisiensi sebesar 86,31%, dan COD sebesar 43,51%.
ANALISIS SUMBER DAN BEBAN PENCEMAR DI SUNGAI LANDAK BAGIAN HILIR Retno Pramudyaningrum; Rizki Purnaini; Ochih Saziati
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25781

Abstract

Sungai Landak bagian hilir memiliki peran penting sebagai sumber air baku sekaligus lokasi berbagai aktivitas masyarakat. Namun, peningkatan jumlah penduduk dan perubahan penggunaan lahan telah menyebabkan bertambahnya beban pencemar yang berdampak pada penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber pencemar, menghitung besaran beban pencemar, serta menilai status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemar (IP). Pengambilan sampel dilakukan pada tujuh titik sepanjang 18 km sungai dalam kondisi pasang dan surut, meliputi pengukuran parameter pH, suhu, DO, TDS, BOD, TSS, dan Total Coliform.  Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa sumber pencemar berasal dari limbah domestik, aktivitas pertanian, industri, usaha kecil, perhotelan, rumah sakit, tambak ikan, serta galangan kapal. Kontribusi beban pencemar terbesar berasal dari industri kelapa sawit dan karet, dengan total beban BOD sebesar 20.692,18 Kg/Hari dan TSS sebesar 38.026,83 Kg/Hari. Berdasarkan perhitungan IP, kualitas air Sungai Landak bagian hilir umumnya berada pada kategori Cemar Ringan, dengan satu titik menunjukkan kondisi Cemar Sedang saat pasang dan satu titik berada pada kategori Baik saat surut. Temuan ini mencerminkan adanya pengaruh pasang–surut yang memengaruhi distribusi polutan tanpa secara signifikan mengurangi total beban pencemarnya.
EVALUASI PAPARAN KEBISINGAN LALU LINTAS TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN AKUSTIK RUANG AKADEMIK (STUDI KASUS: KEBISINGAN RUANG KULIAH FMIPA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG) Sunarno Sunarno; Masturi Masturi; Suharto Linuwih; Dicko Alyandri Samudra; Musa Abdul Halim
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25790

Abstract

Suasana belajar di beberapa ruang perkuliahan FMIPA UNNES yang dekat dengan jalan raya terasa tidak nyaman dan bising karena kegiatan lalu lintas yang padat. Sementara itu, data tentang tingkat kebisingan yang terjadi di lingkungan ruang perkuliahan FMIPA tidak tersedia, sehingga perlu dilakukan pengukuran terhadap intensitas suara yang terjadi dan yang berpotensi menimbulkan kebisingan atau ketidaknyamanan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengukuran dan analisis kebisingan di beberapa ruang kuliah di FMIPA UNNES sebagai antisipasi terhadap polusi suara yang terjadi. Penelitian dilakukan di 2 lokasi, yaitu jalan raya Sekaran, sekitar Kampus FMIPA dan Gedung D1 - D4 FMIPA UNNES. Pengukuran dilakukan selama 3 hari dengan rentang waktu 21 jam, sedangkan untuk gedung perkuliahan, yaitu di D1, D2, D3 dan D4, pengukuran dilakukan selama 3 hari dalam rantang waktu 10 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk jalan raya Sekaran tingkat kebisingannya rata – rata 71,38 dBA sedangkan untuk tingkat kebisingan Gedung D1 ruang D1-107 sebesar 51,08 dBA, dan ruang D1-207 sebesar 63,11 dBA, untuk Gedung D2, ruang D2-115 sebesar 73,75 dBA dan ruang D2-215 sebesar 60,21 dBA, untuk Gedung D3, ruang 119 sebesar 59,97 dBA dan ruang D3-219 sebesar 47,02 dBA, untuk Gedung D4, ruang D4-125 sebesar 37,17 dBA dan ruang D4-225 sebesar 47,80 dBA. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan di gedung D1, D2 dan D3, melebihi ketentuan yang berlaku (baku mutu kebisingan) yang ditetapkan pemerintah sebesar 55 dBA.
ANALISIS EFEKTIVITAS INCINERATOR PADA PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI TPS3R NIRMALA TANJUNG TERHADAP EMISI GAS Sardi Sardi; Untoro Budi Surono; Deny Daud Salouw
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25782

Abstract

Pengelolaan sampah berbasis teknologi termal menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah residu di tingkat TPS3R. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan incinerator dalam pengelolaan sampah mandiri di TPS3R Nirmala Tanjung, ditinjau dari kinerja pembakaran dan emisi gas buang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif eksperimental melalui dua kondisi pengujian, yaitu pembakaran tanpa burner dan dengan burner. Parameter yang dianalisis meliputi reduksi massa sampah, efisiensi pembakaran, serta konsentrasi emisi Karbon Monoksida (CO), Oksida Nitrogen (NOx) dan Sulfur dioksida (SO₂).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa incinerator mampu mereduksi massa sampah dengan efisiensi pembakaran sebesar 77,79% dan Recovery Factor sebesar 79,14%, yang mengindikasikan kinerja reduksi sampah yang cukup efektif. Konsentrasi NOx dan SO₂ masih berada di bawah baku mutu emisi, sedangkan parameter CO pada kondisi menggunakan burner melebihi ambang batas yang ditetapkan, menunjukkan adanya pembakaran yang belum sempurna. Secara umum, incinerator dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah, namun diperlukan optimalisasi sistem pembakaran dan suplai udara untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan menekan emisi CO agar memenuhi baku mutu lingkungan.
TEKNOLOGI FERMENTASI TEPAT GUNA UNTUK SAMPAH MAKANAN DALAM MEMBANTU KETAHANAN PANGAN NASIONAL Eddy Setiadi Soedjono; Rizkiy Amaliyah Barakwan; Bagas Setiawan; Mohamad Syamsudin Rahmadilah; Ghina Rizqina Ersa; Muhammad Rifqi Soedjono
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25791

Abstract

Meningkatnya harga pakan ternak dan kebutuhan hewan ternak seiring dengan perkembangan populasi dunia menuntut adanya sumber alternatif pakan ternak yang andal. Sumber pakan ternak yang konvensional tidak lagi dapat diandalkan karena lahan pertanian yang terus menyusut seiring bertambahnya penduduk dengan segala dinamikanya. Sampah makanan, sebagai komponen utama sampah, dapat dijadikan sumber pakan ternak yang layak. Melalui fermentasi menggunakan air cucian beras dan air dedak, dengan penambahan dedak untuk menjaga kadar air, proses fermentasi menghasilkan pakan setelah minimal lima hari. Keberhasilan fermentasi ditandai oleh aroma menyerupai tapai dan munculnya jamur putih pada permukaan sampel. Hasil percobaan menunjukkan bahwa air cucian beras maupun air dedak lebih efektif dibandingkan EM4, dan keduanya lebih baik dibandingkan NTJ.
PEMODELAN KURVA BREAKPOINT CHLORINATION DAN PENENTUAN DOSIS KRITIS PADA DANAU MAHONI UNIVERSITAS INDONESIA Ahmad Suwandi M
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25783

Abstract

Disinfeksi merupakan tahapan penting dalam pengolahan air permukaan untuk menekan risiko mikrobiologis, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh karakteristik kimia air baku. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan kurva Break Point Chlorination (BPC) dan menentukan dosis klorin kritis pada air Danau Mahoni Universitas Indonesia. Metode penelitian dilakukan melalui uji laboratorium menggunakan variasi dosis kaporit sebesar 1; 1,5; 2; 2,5; 3; 3,5; dan 4 mL pada volume sampel 100 mL, yang dianalisis menggunakan metode titrasi iodometri untuk menentukan konsentrasi klorin aktif. Selain itu, dilakukan pengujian pengaruh waktu kontak pada dosis kritis selama 5 menit dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva BPC terbentuk secara jelas dengan titik breakpoint berada pada dosis 3,5 mL. Konsentrasi klorin aktif meningkat seiring kenaikan dosis hingga mencapai 152,45 mg/L pada dosis 3 mL, kemudian menurun pada dosis 3,5 mL dan kembali meningkat pada dosis 4 mL hingga 198,54 mg/L. Pengujian waktu kontak menunjukkan terjadinya penurunan konsentrasi klorin aktif dari 159,54 mg/L menjadi 124,09 mg/L. Dosis 3,5 mL ditetapkan sebagai dosis klorin kritis untuk disinfeksi air Danau Mahoni.
KONTAMINASI MIKROPLASTIK PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KOTA BANDUNG: KELIMPAHAN DAN IDENTIFIKASI POLIMER Isma Nur Faujiah; Ira Ryski Wahyuni; Soni Setiadji
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25792

Abstract

Salah satu permasalahan yang menjadi pusat perhatian dunia dalam bidang lingkungan dan kesehatan saat ini adalah polutan baru yang disebut sebagai mikroplastik. Mikroplastik merupakan suatu partikel berukuran < 5 mm yang telah teridentifikasi dalam darah dan mengancam kesehatan manusia, seperti gangguan metabolisme. Masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia dapat melalui pencernaan dengan mengonsumsi air minum yang telah terkontaminasi mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi, warna, bentuk, ukuran partikel, dan jenis polimer mikroplastik pada air Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU). Hasilnya, partikel mikroplastik teridentifikasi pada 14 sampel air DAMIU. Empat sampel air DAMIU sebelum proses pengolahan menggunakan Ultra Violet (UV) dan Reverse Osmosis (RO) memiliki konsentrasi mikroplastik berturut-turut 14,25 partikel/liter dan 10,25 partikel/liter dengan bentuk fragmen dan fiber sebanyak 24 dan 74 partikel/liter. Sementara, setelah proses UV dan RO berturut-turut adalah 6 partikel/liter dan 2,75 partikel/liter dengan bentuk fragmen dan fiber sebanyak 8 dan 27 partikel/liter. Adapun rata-rata konsentrasi mikroplastik pada sampel air DAMIU dari rumah konsumen adalah 7,5 partikel/liter dengan bentuk fragmen dan fiber sebanyak 7 dan 38 partikel/liter. Secara keseluruhan, polimer mikroplastik yang teridentifikasi adalah polietilen tereftalat (PET), polietilen (PE), dan polipropilen (PP).
PERAN PEMULUNG DALAM PENGURANGAN SAMPAH: KAJIAN LITERATUR Rian Yaitsar Chaniago; Nanda Yaultsa
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v12i1.25784

Abstract

Pemulung adalah orang yang bekerja mengumpulkan barang-barang bekas dari jalanan, perumahan, dan nonperumahan, ke tempat pembuangan sampah yang kemudian akan dijual ke pengepul sampah. Pemulung akan memilah, membongkar, dan mencuci sampah yang dikumpulkan terlebih dahulu. Jumlah dan komposisi sampah yang dapat dikumpulkan oleh pemulung tergantung pada nilai jual dan fungsi sampah tersebut. Barang-barang yang memiliki nilai ekonomis dikumpulkan untuk selanjutnya dijual kepada pengepul sampah. Sebagian lainnya diambil dan digunakan untuk keperluan pribadi. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa peran pemulung dalam pengelolaan sampah sangatlah penting. Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait pemilahan dan pengumpulan sampah. Oleh karena itu, keterlibatan pemulung secara aktif dalam pengelolaan sampah perlu dirancang sebagai strategi untuk mendukung terwujudnya paradigma baru pengelolaan sampah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10