cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PERBANDINGAN KINERJA MEDIA BIOFILTER ANAEROBIC BIOFILTER DALAM PENURUNAN TSS, BOD, COD PADA GREY WATER Arlini Dyah Radityaningrum; Maritha Nilam Kusuma
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4024

Abstract

ABSTRAK  Limbah domestik air bekas cucian (grey water) dari rumah tangga sebagian besar belum diolah, namun dibuang langsung ke badan air penerima. Konsentrasi bahan organik dalam grey water yang terakumulasi dalam badan air penerima berpotensi terhadap pencemaran dan penurunan kualitas badan air penerima. Pengolahan grey water dapat meningkatkan kualitas badan air penerima. Satu dari pengolahan grey water adalah anaerobic biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk (i). menentukan efisiensi penurunan Total Suspended Solid (TSS), Biogeochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) dalam grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter, (ii). mengidentifikasi jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter yang menghasilkan penurunan TSS, BOD, COD paling baik. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan reaktor kontinyu. Variasi yang digunakan adalah jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter, yaitu botol yakult dari bahan plastik Poly Stirene (PS) dan botol aqua dari bahan plastik Poly Ethylene Terephthalate (PET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan TSS, BOD, COD efluen grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter adalah 68%, 64% dan 31% untuk jenis media biofilter botol yakult dan 84%, 79%, 57% untuk media biofilter botol aqua. Jenis media biofilter botol aqua menghasilkan efisiensi penurunan TSS, BOD dan COD lebih baik dari jenis media biofilter botol yakult. Kata kunci: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD. ABSTRACT  Grey water from several households has not been treated yet and is directly disposed to receiving water bodies. Organic matter of the grey water accumulated to the water bodies is potential to the water pollution, leading to deterioration of the water bodies. Grey water treatment improves the quality of the receiving water bodies. The treatment is able to conduct through anaerobic biofilter. This research aimed to (i) determined the efficiency of TSS, BOD, COD removal from grey water treatment using anaerobic biofilter, (ii) identified the media of biofilter with the best performance removing TSS, BOD, COD. This research was conducted within laboratory scale based using continuous reactor. The plastic derived from Poly Stirene (PS) and Poly Ethylene Terephthalate (PET) were used as media of biofilter. The result showed that the removal efficiency of TSS, BOD, COD from the anaerobic biofilter was 68%, 64% and 31% for media of PS plastic and 84%, 79%, 57% for media of PET plastic. The media of PET plastic resulted to the best performace of TSS, BOD, COD removal compared to the media of PS plastic.  Keywords: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate L.) SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK PENGOLAHAN AIR SUMUR KOTA BANJARBARU :Fe DAN Mn Chairul Abdi; Riza Miftahul Khair; M. Wahyuddin Saputra
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1045

Abstract

Air sumur Banjarbaru yang dipakai masyarakat masih mengandung logam berat yang apabila melebihi baku mutu dapat berbahaya bagi kesehatan.Tingginya Fe dan Mn yang didapatkan dari hasil pengujian awal yaitu 59,875 mg/l dan 11,200 mg/l. Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar logam berat dalam air antara lain yaitu dengan penyaringan ataupun dengan proses adsorbsi menggunakan karbon aktif. Kulit pisang dapat dijadikan sebagai bahan karbon aktif karena mengandung asam galacturonic yang menyebabkan kulit pisang kuat untuk mengikat ion logam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif limbah kulit pisang Kepok, pengaruh aktivasi dan tanpa aktivasi karbon aktif dalam mengolah air sumur dan pengaruh variasi dosis karbon aktif dalam mengolah air sumur. Berdasarkan hasil penelitian, karbon aktif limbah kulit pisang Kepok mempunyai karakteristik kadar abu, daya serap terhadap Iodium, luas permukaan dan pH dengan nilai yang tinggi didasarkan pada SNI, hanya kadar air yang masuk SNI. Aktivasi kimia mempengaruhi dalam karakterisasi karbon aktif.Pada karbon aktif dengan aktivasi luas permukaannya lebih besar dibandingkan karbon aktif tanpa aktivasi.Kandungan Fe dan Mn setelah perlakuan untuk karbon aktif dengan aktivasi lebih rendah dibandingkan karbon aktif tanpa aktivasi.Pemberian variasi dosis karbon aktif mempengaruhi kandungan Fe dan Mn pada air sumur Banjarbaru.Kata kunci: Air sumur, kulit pisang kepok, karbon aktif.
APLIKASI RAIN GARDEN UNTUK MEMPERINDAH DAN MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN KOTA THE APPLICATION OF RAIN GARDEN TO BEAUTIFY AND IMPROVE ENVIRONMENTAL QUALITY OF CITY Nova Annisa; Rony Riduan; Hafiizh Prasetia
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2309

Abstract

Adanya pembangunan fasilitas umum seperti perumahan, jalan, dan fasilitas lainnya menyebabkan terjadi perubahan bentang alam dari yang alami menjadi serba kaku dan keras. Menyebabkan air hujan yang turun didaerah ini tidak terserap dan menjadi air limpasan yang akan mengganggu lingkungan sekitar. Salah satu cara untuk dapat mengelola air hujan tersebut dengan cara membangun rain garden di lokasi tersebut. Rain garden dibuat dengan cara yang sederhana dan tidak memerlukan adanya persiapan atau perlakukan khusus. Namun, keberadaan rain garden dapat memberikan keuntungan yang besar bagi manusia dan lingkungannya. Kata kunci: rain garden, mengelola air hujan, kualitas lingkungan The construction of public facilities such as housing, roads, and other facilities led to a change of the natural landscape becomes completely stiff and hard. Causing rain water that fell in this area is not absorbed and becomes water runoff that would disturb the neighborhood. One way to manage the rainwater by building a rain garden at the site. Rain garden made in a way that is simple and does not require any preparation or special treatment. However, the existence of a rain garden can provide great benefits for humans and the environment. Keywords: rain garden, managing rainwater, environmental quality 
SELEKSI POHON TEDUHAN UNTUK RAIN GARDEN Nova Annisa
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i1.3197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pohon yang sesuai untuk rain garden, jumlah stomata, proporsi penutupan kanopi dan kandungan air dalam daun dari beberapa jenis pohon teduhan, serta hubungan antara jumlah stomata daun dengan luas daun, jika terdapat faktor proporsi kandungan air yang diduga mempengaruhi akan dikendalikan. Data yang diperoleh di analisis  proporsi kandungan air dalam daun, proporsi penutupan kanopi, dan jumlah stomata dengan menggunakan analisis deskriptif. Untuk mengetahui hubungan antara luas daun, proporsi penutupan kanopi dan kandungan air dalam daun pada pohon teduhan digunakan analisis korelasi parsial dengan bantuan SPSS versi 17. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kerapatan stomata dalam ukuran  1cm², diperolehlah 10 jenis pohon teduhan tertinggi seperti Psidium guajava (jambu biji), Mangifera casturi (kasturi), Hevea brasiliensis  (karet), Pithecellobium lobatum (jengkol), Mangifera indica (mangga), Theobroma cacao (coklat), Persea americana (alpukat), Eugenia aquea (jambu air), Gnetum gnemon (melinjo), dan Arthocarpus heterophyllus (nangka). Kerapatan stomata daun tidak berhubungan terhadap luas daun pada pohon teduhan. Kata kunci: pohon teduhan rain garden, stomata. This study aims to determine the type of tree suitable for rain garden, number of stomata, the proportion of canopy closure and water content in the leaves of several types of shade trees, and the relationship between the number of leaf stomata to leaf area, if there is a proportion factor thought to affect the water content will be controlled. Data obtained in the analysis of the proportion of water content in the leaves, the proportion of canopy closure, the location of the tree, and the number of stomata by using descriptive analysis. To determine the relationship between leaf area, the proportion of canopy closure and water content in the leaves of the shade trees used partial correlation analysis with SPSS version 17. Based on the results of a study of the density of stomata in the size of 1 cm², found 10 species of trees shade the best such as Psidium guajava (guava), Mangifera casturi (kasturi), Hevea brasiliensis (rubber), Pithecellobium lobatum (jengkol), Mangifera indica (mango), Theobroma cacao (brown), Persea americana (avocado), Eugenia aquea (rose apple), Gnetum gnemon (melinjo), and Arthocarpus heterophyllus (jackfruit). The density of leaf stomata are not related to the broad leaves of the shade tree. Keywords: rain garden, shade tree, stomata.
MODEL PENGELOLAAN LINDI DENGAN INTERVENSI LAND TREATMENT PADA TPA LAHAN PASANG SURUT STUDI KASUS DI TPA BASIRIH, BANJARMASIN, INDONESIA Muhammad Irfa'i
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 4, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v4i1.4662

Abstract

Persoalan utama dalam ekspektasi perspektif pada TPA pasang surut adalah mempunyai  potensi yang besar dalam mencemari lingkungan. Volume limbah tumbuh lebih cepat dari pada populasi dunia, dan pengelolaan limbah adalah masalah yang sangat penting bagi manusia [1, 2]. Salah satu pencemar yang ditimbulkan oleh TPA adalah terbentuknya lindi. Pengelolaan lindi dapat dilakukan dengan jalan pengolahan land treatment sebelum lindi diolah ke IPL. Pemodelan pengelolaan lindi tanpa intervensi didapatkan effluen lindi hasil olahan Instalasi Pengolahan Lindi  yang dibuang ke lingkungan sekitar TPA Basirih tidak memenuhi persyaratan baku mutu. Pemodelan pengelolaan lindi tanpa intervensi didapatkan hasil bahwa Konsentrasi COD effluen Instalasi Pengolahan Lindi  mulai tahun 2015 seterusnya  melebihi baku mutu kualitas limbah. Hasil simulasi model dengan intervensi pengolahan land treatment dengan HRT 75 jam  menghasilkan kadar COD efluen yang memenuhi persyaratan baku mutu sampai tahun 2017. Untuk simulasi pengolahan land treatment dengan HRT 100 jam, 125 jam dan 150 jam  menghasilkan kadar COD efluen yang memenuhi persyaratan baku mutu sampai tahun akhir pemodelan (2025).Kata kunci: Land Treatment, Model, Pengelolaan Lindi, TPA. The main issue in the perspective expectation of tidal landfill is that it has great potential in polluting the environment. The volume of waste grows faster than the world population, and waste management is a very important issue for humans [1, 2]. One of the pollutants caused by TPA is the formation of leachate. Leachate management can be done by land treatment treatment before leachate processed to IPL. Leachate management of leach without intervention obtained effluen leachate processed processing Lindi Processing discharged into the environment around TPA Basirih not meet the quality standards. Modeling of leachate management without intervention resulted that the COD concentration effluent of Lindi Processing Installation from 2015 onwards exceeded quality standard of waste. The result of simulation of model with intervention of land treatment treatment with HRT 75 hours resulted in effluent COD level that fulfill the quality standard requirement until 2017. For simulation of land treatment treatment with HRT 100 hours, 125 hours and 150 hours resulted in effluent COD level which fulfilled the standard quality requirement until final year of modeling (2025).Keywords: Land Treatment, Model, Management Lindi, TPA.
5. PENYUSUNAN MODEL NUMERIK PERGERAKAN BAHAN TOKSIK DI SALURAN REKLAMASI UNIT TERANTANG Rony Riduan; Budi Utomo
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1062

Abstract

ABSTRAK Salah satu faktor penghambat pemanfaatan lahan rawa di Kalimantan Selatan adalah keberadaan tanah sulfat masam. Proses reklamasi lahan yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut masih mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah akumulasi bahan toksik pada saluran. Kejadian tersebut juga terjadi di saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang. Salah satu dugaan penyebab terjadinya permasalahan tersebut adalah pergerakan arus yang diduga tidak berjalan dengan baiksehingga proses pencucian tidak sempurna. Penelitian ini membahas tentang analisis pola pergerakan air di saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang dibantu dengan perangkat lunak EFDC (Environmental Fluid Dynamic Code). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang dilakukan di saluran primer dan sekunder serta kolam pasang unit Terantang, sehingga didapatkan data geometri dan hidrometri saluran. Data tersebut kemudian dikalibrasi dan divalidasi sehingga dapat disusun model numerikdan simulasi pergerakan arus untuk saluran tersebut. Saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang yang ditinjau memiliki dimensi lebar saluran sekunder berkisar 45 m sampai50 m dengan kedalaman 0,5 m sampai 4,8 m. Kolam pasang pada saluran tersebut memiliki dimensi panjang 400 m dan lebar 300 m dengan kedalaman ± 0,5 m. Selisih waktu antara pasang maksimum dan surut minimum adalah 32 jam dengan perbedaan elevasi 1,58 m. Model pergerakan arus yang disusun memiliki relatif bias sebesar -4,7231 terhadap data pengamatan. Hasil simulasi menunjukkan adanya pola aliran stagnan pada beberapa titik di kondisi eksisting dan kolam pasang normal. Pola aliran yang terjadi secara umum menunjukkan bahwa pada kondisi  pasangair tidak mampu mencapai kolam pasang karena peristiwa surut sudah terjadi. Hal tersebut terjadi akibat saluran sekunder yang terlampau panjang sehingga proses pencucian di saluran tidak terjadi secara sempurna. Kata Kunci: Saluran Reklamasi, Terantang, Pola Aliran
PENGELOLAAN SAMPAH PASAR DI KECAMATAN LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Zihan Risman; Yunianto Setiawan; Ika Meicahayanti
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 4, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v4i1.4657

Abstract

Pasar Loa Kulu beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00  – 17.00 WITA dan dikelola oleh Unit Pengelola Pasar. Pengelolaan sampah di pasar ini belum terkelola dengan baik sehingga perlu adanya pengelolaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sampah dengan merancang dan merekomendasikan pengelolaan sampah pada sistem pemilahan, pewadahan, pengumpulan, dan pengangkutan sampah. Sistem pemilahan dan pewadahan dilakukan dengan menghitung jumlah timbulan dengan hasil rata-rata 540,62 kg/hari dan karakteristik sampah berupa sampah organik sebanyak 492,95 kg/hari dan anorganik 47,66 kg/hari. Direkomendasikan dengan memberikan bak sampah berdasarkan karakteristik agar tidak tercampur. Sistem pengumpulan dilakukan dengan mengumpulkan sampah dari bak sampah hingga ke truk dan ditentukan alternatif rute pengumpulan sampah. Dibuat 3 alternatif rute pada bak sampah belakang dan rute optimum berada pada rute 1. Bak sampah depan dari 2 rute alternatif dipilih rute 2 sebagai rute optimum. Sistem pengangkutan dilakukan penentuan alternatif rute yang efektif dan efisien dengan menggunakan perangkat lunak Arcgis 10.1. Sistem pengangkutan direncanakan dibuat celah pada bak truk sampah antara sampah organik dan anorganik dan dibuat 3 rute alternatif dari Pasar hingga ke TPA Bekotok. Sehingga dipilih rute 1 sebagai rute yang efektif dan efisien.Kata kunci: Pasar, Pemilahan, Pewadahan, Pengangkutan, Pengumpulan. Loa Kulu market operate every day starting at 06.00–17.00 WITA and managed by Unit Market Managers. Waste management in the market has not managed well by  market manager so that required management. The purpose of this research is knowing characteristic garbage to design and recommends waste management on system sorting, containers, collection, and disposal. The system sorting and containers done by counting the number of  pileup with the results average 540,62 kg/day and characteristic of the waste in from organic waste as many as 492, 95 kg/day and inorganic 47,66 kg/day. Recommended by giving a garbage based on characteristic that not mixed. Collection system done with gathering trash from garbage bins to dump truck and determined alternative routes garbage collection. Made 3 alternative routes garbage bins back and route steady be on a route 1. Gabage bins in front of 2 alternative route chosen route 2 as steady route. Transportation system done determination of an effective and efficient by using software Arcgis 10.1. Transportation system planned made a gap in the dump trucks between organic waste and inorganic and made 3 alternative route from market to landfill Bekotok. So chosen route 1 as the route effective and efficient.Keywords: Collection, Containers, Market, Sorting, Transportation.
1. ANALISIS LIMBAH LAUNDRY INFORMAL DENGAN TINGKAT PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN MUKTIHARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN SEMARANG Putra Ardiyanto; Maria G.C. Yuantari
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1055

Abstract

ABSTRAK Usaha laundry merupakan salah satu penyediaan jasa layanan yang menyediakan sarana pelayanan pencucian pakaian. Usaha laundry menghasilkan limbah berupa limbah cair yang berasal dari sisa pencucian, apabila tidak dikelola dengan baik akan mencemari lingkungan. Berdasarkan observasi usaha laundry di Kelurahan Muktiharjo Kecamatan Pedurungan Semarang beresiko terjadinya pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak limbah laundry  informal dengan tingkat pencemaran lingkungan.Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Obyek dalam penelitian ini adalah limbah laundry dan perairan penerima di Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Semarang sedangkan subyek penelitian ini adalah pemilik laundry dan karyawan laundry. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan pengukuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel Limbah laundry memiliki kadar COD bersekitar 186 - 2418 mg/L dan MBAS bersekitar 25,0 - 33,9 mg/L, dan pada perairan penerima kadar COD bersekitar 122 -14488 mg/L dan MBAS bersekitar 6,50- 10,3 mg/L, pada  limbah laundry dan perairan penerima semuanya mengandung kadar COD dan MBAS yang melebihi baku mutu menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No 5 Tahun 2012, kandungan  pH dan suhu masih dalam batasan normal, dari hasil fisika air limbah laundry dan perairan penerima mempunyai bau dan warna. Berdasarkan hasil observasi terhadap 4 limbah laundry, 4 badan perairan penerima  dan 1 baku kontrol sebagai baku mutu perairan penerima, ada hubungan jika dibandingkan dengan baku kontrol dengan kandungan COD, MBAS dan warna  pada baku kontrol kandungan lebih rendah.Kepada pemilik usaha laundry disarankan  adanya pengolahan limbah cair laundry sebelum dibuang ke lingkungan supaya meminimalisir pencemaran dan bagi pemerintah perlu melakukan penyuluhan dan penertiban terhadap pengelola usaha laundry yang membuang limbahnya langsung ke selokan air tanpa proses pengolahan.Kata kunci: Limbah Laundry, lingkungan, Parameter,COD, MBAS
EVALUASI DAN ANALISIS POLA SEBARAN SISA KLOR BEBAS PADA JARINGAN DISTRIBUSI IPA SUNGAI LULUT PDAM BANDARMASIH Elma Sofia; Rony Riduan
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4023

Abstract

ABSTRAK Disinfektan yang sering sekali digunakan adalah senyawa klor. Dari khlorinasi air mengakibatkan adanya residu dari klor. Residu klor terdapat dalam 2 bentuk yaitu residu klor terikat, dan residu klor bebas. Menurut Permenkes No.492/Menkes/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, keberadaan senyawa klor bebas dalam distribusi jaringan  yang diperbolehkan adalah 0,2 – 0,5 mg/l. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh letak posisi injeksi, dosis serta waktu injeksi klor terhadap sebaran sisa klor bebas , mengidentifikasi pola distribusi sebaran sisa klor selaras dengan persepsi masyarakat Sungai Lulut dan menyusun model yang dapat mempresentasikan simulasi lokasi,dosis dan waktu injeksi klor. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis kuisioner dan simulasi dengan menggunakan software EPAnet. Analisis kuisioner menggunakan analisis diskriptif. Simulasi dilakukan beberapa kali dengan skenario yang berbeda-beda sehingga mendapatkan simulasi yang dapat mempresentasikan letak posisi injeksi, dosis serta waktu injeksi klor yang tepat. Dari hasil simulasi kondisi eksisting dapat disimpulkan bahwa letak injeksi klor berpengaruh terhadap sisa klor yang diterima pelanggan.Semakin jauh pelanggan dari letak injeksi klor semakin sedikit sisa klor yang didapat, begitupula dosis injeksi klor. Hasil persepsi masyarakat juga selaras dengan hasil sampling dimana saat pengambilan samping dirumah pelanggan yang jaraknya jauh dari tempat injeksi klor, terdapat keluhan-keluhan tantang air yang mereka terima.Untuk hasil simulasi yang tepat adalah penambahan injeksi dengan jarak 1464 m dari injeksi awal. Kata Kunci : Disinfektan, konsentrasi injeksi klor, sisa klor bebas, jarak distribusi air, waktu injeksi klor ABSTRACT A disinfectant that is often used is chlorine compound. From chlorination of water resulted in the presence of residue from chlorine. Chlorine residual contained in two forms, namely are bound chlorine residue and free chlorine residue. According to Minister of Health No.492/Menkes/PER/IV/2010 regarding terms quality of drinking water requirements, the presence of free chlorine in the distribution network that is allowed is 0.2-0.5 mg/l. This study aims to analyze the influence of position of injection, dose and time of chlorine injection on the distribution of free chlorine residual , identify the distribution patterns of chlorine residue in tune with perception of Sungai Lulut society and arrange a model that can present a location simulation, dose and time of chlorine injection.The research was conducted by analyzing the questionnaire and simulation using EPAnet software. Questionnaire analysis using descriptive analysis. The simulation was done in several times with different scenarios so get the simulation that can present the position of injection, dose and time of chlorine injection in appropriate.Based on the simulation results of the existing conditions, it can be conclude that the location of chlorine injection can affect the remaining chlorine received by customer. The further the customer from the location of chlorine injection, the less chlorine residual obtained,  as well as dose of chlorine injection. The results of society perceptions are also aligned with sampling results which when taking side of the customer house is far from where the injection of chlorine, there are complaints about water they receive. For proper simulation results is the addition of injection with a distance of 1464 m from initial injection. Keywords : Disinfectant, concentration of chlorine injection, free chlorine residue, distance of water distribution, time of chlorine injection. 
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERKEBUNAN SAWIT SWADAYA DAN FAKTOR PEMBATAS BAGI TANAMAN SAWIT DI KABUPATEN SERUYAN, KALIMANTAN TENGAH Hafiizh Prasetia; Nova Annisa
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4025

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Seruyan Pada Tahun 2015 tercatat bahwa perkebunan sawit swadaya mempunyai luasan sekitar 14.273 hektar dengan jumlah petani sebanyak 5.311 jiwa. Perkembangan yang pesat ini diperlukan adanya persiapan manajemen lahan sehingga menunjang keberlanjutan usaha dibidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan perkebunan sawit swadaya dan faktor pembatas bagi tanaman sawit di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan pemeriksaan terhadap kualitas tanah dilakukan di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kabupaten Seruyan memiliki lahan yang sangat sesuai untuk perkebunan sawit karena lahan perkebunan sawit tersebut telah memenuhi segala aspek yang berkaitan dengan persyaratan tumbuh tanaman sawit. Adapun faktor pembatas untuk pertumbuhan tanaman sawit di daerah ini adalah kondisi tanah yang miskin unsur hara. Kata Kunci: kesesuaian lahan, faktor pembatas, tanaman sawit  ABSTRACT Based on data from the Department of Forestry and Plantation Seruyan Regency In the Year 2015 noted that oil palm plantations have an area of 14.273 hectares with the number of farmers as many as 5.311 inhabitants. This rapid development required the preparation of land management so as to support the continuity of business in this field. This study aims to analyze the suitability level of smallholder oil palm plantations and barrier factors for oil palm in Seruyan Regency, Central Kalimantan. The research method used is survey method and examination on soil quality done in laboratory. Based on the results of the research, it is known that Seruyan Regency has a very suitable land for oil palm plantations because the plantation has fulfilled all aspects related to the requirement of oil palm plantation. The barrier factor for the growth of oil palm plantations in this area is the poor soil condition of nutrients. Keywords: land suitability, barrier factor, oil palm plant

Page 3 of 20 | Total Record : 200