cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENGARUH pH AIR GAMBUT TERHADAP FOULING MEMBRAN ULTRAFILTRASI Herwati Nani; Mahmud Mahmud; Chairul Abdi
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1038

Abstract

Penggunaan membran ultrafiltrasi (UF) sebagai sistem pemisahan memiliki kekurangan yaitu terjadinya fouling pada membran akibat adanya bahan-bahan utama dalam air gambut, yaitu kontaminan biologis dan senyawa makromolekul. Salah satu penyebab fouling terbesar adalah  pH air gambut yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh harga pH terhadap kinerja membran ultrafiltrasi dan pengaruhnya terhadap fouling membran ultrafiltrasi. Penentuan pengaruh pH terhadap fouling membran dilakukan dengan pengukuran fluks masing-masing pH, serta pengujian UV254 yang merupakan pengukuran terhadap kandungan Bahan Organik Alami (BOA), dan menguji perbandingan nilai ukuran molekul air gambut dengan nilai berat molekul air gambut yang dinyatakan dengan rasio E4/E6. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pH air gambut terhadap fouling membran ultrafiltrasi. Total fluks terendah dihasilkan pada pH 4, sedangkan yang tertinggi pada pH 6. Persen penyisihan BOA paling besar adalah pada pH 3 dan terendah pada pH 7.Rasio E4/E6 tertinggi berada pada pH 7 yang mengindikasikan bahwa permeat yang dihasilkan hanya di dominasi oleh BOA dengan ukuran molekul kecil. Pada pH yang semakin rendah, rasio E4/E6 semakin menurun yang mengindikasikan bahwa pada pH rendah masih banyak terdapat molekul dengan ukuran besar.
STUDI OPTIMASI RUTE PENGANGKUTAN SAMPAH KOTA MARABAHAN DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OPTIMATION STUDY OF WASTE TRANSPORTATION IN MARABAHAN CITY USING GEOGRAFIS INFORMATION SYSTEM M. Rasyid Ridha; Chairul Abdi; Rizqi Puteri Mahyudin
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2310

Abstract

Pemindahan lokasi TPA di Kota Marabahan menyebabkan penambahan jarak tempuh pengangkutan sampah. Rute pengangkutan yang digunakan saat ini masih menggunakan rute yang sama dengan pengangkutan sampah yang lama. Pemilihan rute angkutan sampah yang kurang tepat akan menambah biaya operasional sehingga perlu ada studi lebih lanjut tentang masalah ini. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengangkutan sampah eksisting di Kota Marabahan dan mengoptimalkan rute pengangkutan sampah di Kota Marabahan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Optimasi rute sampah dalam penelitian ini menggunakan SIG dengan bantuan fitur Network Analyst (NA). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengangkutan sampah eksisting menggunakan pola Stationary Container System (SCS). Jarak rata-rata yang ditempuh kendaraan pada rute eksisting adalah 72, 51 km. Hasil running menghasilkan jarak rute alternatif yang lebih pendek dibandingkan dengan jarak rute eksisting. Jarak rata-rata yang ditempuh masing kendaraan pada rute alternatif adalah 68,03 km. Rute dari kendaraan 1 merupakan rute dengan selisih paling kecil yaitu 1,696 km atau terjadi pengurangan sebesar 3%. Rute dengan selisih paling besar adalah rute pada kendaraan 2 pada ritasi kedua dengan selisih 7,841 km atau pengurangan sebesar 11%. Total keseluruhan selisih dari rute alternatif dengan rute eksisting adalah sebesar 22,365 km/hari atau dengan rata-rata pengurangan sebesar 6 %.Kata kunci: Rute pengangkutan, Optimasi, SIG, Network AnalystThe transfer of the municipal landfill site Marabahan causes additional waste transport mileage. The transport route used today still use the same route as the old waste transport. Selection of the lack of proper waste transportation will increase operating costs so it needs no further study of this issue. This study aims to determine the existing waste transportation system in the city Marabahan and optimizing transport of waste in these Marabahan using Geographic Information System (GIS). Route optimization garbage in this study using GIS with the help of features Network Analyst (NA). The analysis shows that existing waste transportation use patterns Stationary Container System (SCS). The average distance that pursued the vehicle on existing routes is 72, 51 km. The results of running generate alternative route distance is shorter than the existing route distance. The average distance that each vehicle taken at an alternative route is 68.03 km. Route of the vehicle 1 is the route with the most minor difference is 1,696 km, or a reduction of 3%. The biggest difference is with the vehicle 2 on ritasi second with a difference of 7.841 km or a reduction of 11%. Total difference of these existing alternative route amounted to 22.365 km / day or with an average reduction of 6%. Keywords: Rute pengangkutan, Optimasi, SIG, Network Analyst.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN BERKELANJUTAN KEBUN SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN SERUYAN, KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA Hafiizh Prasetia
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i1.3198

Abstract

Komoditas hasil perkebunan memiliki peluang yang sangat baik dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia. Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah yang dapat dijadikan sebagai wilayah dalam mengembangkan pembangunan ekonomi pada bidang perkebunan, khususnya perkebunan sawit swadaya. Masalah terkait perkebunan sawit swadaya di Kabupaten Seruyan salah satunya adalah produktivitas tandan buah segar yang relatif rendah bila dibandingkan dengan perusahaan besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis optimalisasi pengelolaan kebun sawit swadaya secara berkelanjutan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey eksploratif (exploratory research) dan analisis optimalisasi dengan menggunakan metode goal programming. Hasil penelitian diperoleh bahwa kecamatan Hanau merupakan wilayah memiliki potensi yang sangat baik dalam pengembangan perkebunan sawit swadaya masyarakat. Kata Kunci: Kebun sawit yang berkelanjutan, optimalisasi, sawit swadaya. Commodity crops have very good chances in the development of economic development in Indonesia. Seruyan Regency is one area that can be used as an area to develop economic development in the plantation sector, especially smallholder oil palm plantations. Problems related to oil palm plantations in the Seruyan Regency is a fresh fruit bunch productivity is are relatively low when compared with large companies. The purpose of this study was to analyze sustainable management optimization of smallholder oil palm plantation in Seruyan Regency, Central Kalimantan. The method used was exploratory research and optimization analysis using goal programming method. The result showed that districts Hanau is a region has excellent potential in the development of smallholder oil palm plantations. Keywords: Optimization, smallholder oil palm, sustainable oil palm plantations.
ANALISIS POROSITAS DAN KERASAN PADUAN Al-12,6%Si DENGAN VARIASI WAKTU TUNGGU DALAM CETAKAN DAN MEDIA PENDINGIN HASIL PENGECORAN EVAPORATIVE Rudi Siswanto; Abdul Ghofur; Komang Aria Kresna Kepakisa
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 4, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v4i1.4663

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh waktu tunggu dalam cetakan dan media pendingin terhadap porositas dan kekerasan dari produk hasil pengecoran. Metode pengecoran menggunakan pengecoran evaporative. Material yang digunakan paduan Al-12,6%Si (daur ulang) dari piston. Tungku peleburan menggunakan tungku jenis crusibel. Paduan Al dipanaskan di dalam tungku hingga mencair, kemudian dituang ke dalam cetakan pada temperatur 700 0C. Selanjutnya didinginkan dalam cetakan dengan variasi waktu 10 dan 15 menit. Kemudian coran dikeluarkan dari cetakan dan didinginkan dengan variasi media pendingin; udara, air dan air garam selama 30 menit.  Hasil pengecoran dibuat spesimen dan dilakukan pengujian porositas dan kekerasan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa : (1) waktu tunggu dalam cetakan dan jenis media pendingin tidak berpengaruh besar terhadap porositas.  (2) waktu tunggu dalam cetakan dan jenis media pendingin sangat berpengaruh terhadap kekerasan coran. Kata kunci : kekerasan, media pendingin, paduan Al-12%Si, pengecoran evaporative, porositas. The purpose of this research is to know the influence of waiting time in mold and cooling media to porosity and hardness of foundry product. The casting method uses an evaporative casting. The material used Al-12,6%Si alloy (recycle) from piston. The melting furnace uses a crucible furnace. The Al alloy is heated in the furnace until it is melted, then poured into the mold at a temperature of 700 0C. Further cooled in a mold with a time variation of 10 and 15 minutes. Then the cast was removed from the mold and cooled with a variation of the cooling medium; air, water and brine for 30 minutes. The casting result is made specimen and the porosity and hardness testing is done. Test results show that : (1) the waiting time in the mold and the type of cooling medium has no significant effect on porosity. (2) the waiting time in the mold and the type of cooling medium strongly affect the hardness of the castings.Keywords : Al-12% Si alloy, coolant medium,  evaporative casting, hardness, porosity. 
3. KARAKTERISASI DAN ANALISIS PASIR DI DAERAH BANJARBARU DAN MARTAPURA SERTA UJI KINERJA PASIR SEBAGAI MEDIA SARINGAN PASIR LAMBAT PADA PENGOLAHAN AIR SUNGAI Dewi Rosalinda; Mahmud Mahmud; Badaruddin Mu’min
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1064

Abstract

8. MODEL RAIN GARDEN UNTUK PENANGGULANGAN LIMPASAN AIR HUJAN DI WILAYAH PERKOTAAN Nova Annisa; Rony Riduan; Hafiizh Prasetia
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1056

Abstract

EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) KARBON DIOKSIDA (CO2) KEGIATAN PENGELOLAAN SAMPAH KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA Fina Binazir Maziya
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4022

Abstract

ABSTRAKTimbulan sampah menghasilkan berbagai emisi Gas Rumah Kaca (GRK), khususnya parameter karbondioksida (CO2) yang dilepas ke udara. Karbondioksida yang diemisikan dari kegiatan transportasi dan proses operasi pengelolaan sampah perkotaan merupakan komponen penting yang berkontribusi pada fenomena pemanasan global. Kota Surabaya dihuni oleh 3 juta jiwa dan menghasilkan sampah perkotaan sebanyak 1600 ton setiap hari. Hal tersebut menyebabkan tingginya beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo dalam menerima input sampah. Pengambilan sampel dilakukan di beberapaTempat Penampungan Sementara (TPS) dengan metode purposive random sampling berdasarkan kebutuhan data yang mewakili area penelitian. Pengambilan sampel sampah dilakukan berdasarkan  Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1994. Perhitungan emisi dari data timbulan sampah yang telah diperoleh dilakukan dengan metode pendekatan Intergovernmental Panel on Climate Change  (IPCC). Emisi GRK ditentukan berdasarkan kondisi eksisting sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Genteng  Kota Surabaya. Sampah direduksi di sumber sampah melalui dua upaya, yaitu pengomposan dan partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Selanjutnya sampah juga direduksi di TPS oleh sector informal yang dalam hal ini merupakan pemulung di sekitar wilayah TPS. Hasil perhitungan emisi CO2 sektor persampahan di Kecamatan Genteng sebesar 1270 Ton/tahun. Hasil tersebut dari kegiatan penanganan sampah sebesar 1120 Ton/Tahun untuk sampah di TPA setelah dilakukan upaya minimalisasi. Selain itu juga dari emisi pengangkutan sampah menuju bank sampah (pengolahan) dan TPA sebesar 150 Ton/Tahun. Kata Kunci : Emisi, GRK, karbondioksida,sampah. ABSTRACTThe waste is generates a variety of greenhouse gas emissions (GHG), especially carbon dioxide (CO2) released into the air. Carbon dioxide emitted from transportation activities and urban waste management processes is an important component that contributes to the phenomenon of global warming. The city of Surabaya had 3 million people and produces 1600 tons of urban waste every day. It has impact in the high burden of Benowo Final Processing Place (TPA) in receiving waste input. Sampling was conducted in several Temporary Shelter Sites (TPS) with purposive random sampling method based on the data requirement that represented the research area. Waste sampling had been done based on Indonesian National Standard (SNI) 19-3964-1994. The emission calculation of waste generation data is using Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) approach. GHG emission is determined based on the existing condition of waste management system in Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Waste is reduced in waste sources through two efforts, composting and community participation in waste bank programs. Furthermore, waste is also reduced in TPS by the informal sector which in this case is a scavenger around the TPS area. The calculation of CO2 emissions from waste sector in Kecamatan Genteng is 1270 Ton / year. The result is from waste handling activity of 1120 Ton / Year for waste in TPA after minimization efforts. In addition, from waste transport emissions to waste banks (processing) and landfill of 150 Ton / Year. Keywords : Carbondioxside, emission, greenhousegases,waste.
PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG MENGGUNAKAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN: PENYISIHAN MANGAN (Mn) Nopi Stiyati Prihatini; M. Sadiqul Iman
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1040

Abstract

Upaya pengolahan yang telah diaplikasikan untuk mengurangi dampak limbah cair pertambangan telah banyak dilakukan. Metode yang umum digunakan (metode konvensional) adalah dengan menambahkan bahan kimia tertentu (seperti tawas, Poly Aluminium Chloride/PAC, dan Nalcolyte). Pengolahan yang lebih ramah lingkungan yaitu dengan sistem lahan basah buatan (Constructed Wetland). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar penurunan Mn air asam tambang limbah cair batubara menggunakan tanaman Purun tikus (Eleocharis dulcis) dengan sistem Lahan Basah Buatan Aliran Vertikal Bawah Permukaan (Vertical Subsurface-Constructed Wetland) serta ingin diketahui waktu tinggal optimal yang dibutuhkan pada sistem pengolahan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reaktor lahan basah buatan berbahan kayu yang dilapisi plastik dengan dimensi 65 x 35 x 35 cm dengan sistem batch. Tanaman yang digunakan pada penelitian ini adalah Purun tikus (Eleocharis dulcis) yang merupakan jenis tumbuhan liar yang dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik pada lahan rawa pasang surut sulfat masam.Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penurunan konsentrasi Mn terjadi pada hari ke-5 dengan persentasi sebesar 79,88%.Kata kunci: Air asam tambang, sistem lahan basah buatan, penyisihan mangan (Mn)
PENGARUH OZON DAN MEDIA FILTER ZEOLIT PASIR AKTIF DALAM PENYISIHAN WARNA AIR GAMBUT DENGAN ALIRAN PAKSA EFFECT OF OZONE AND ACTIVATED SAND ZEOLIT FILTER MEDIA TO REMOVE THE COLOUR INTENSITY OF PEAT WATER WITH FORCED CIRCULATION Riza Miftahul Khair
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2311

Abstract

Air gambut adalah satu sumber air permukaan banyak dijumpai di Kalimantan,  berwarna coklat tua sampai kehitaman (124 - 850 PtCo) yang berasal dari dekomposisi zat organik dan anorganik. Ozon adalah senyawa yang reaktif serta zeolit dan pasir aktif memiliki kemampuan filtrasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ozon dan filter zeolit-Pasir Aktif terhadap penurunan intensitas warna air gambut. Metode yang digunakan adalah penurunan intensitas warna air gambut dengan proses ozonisasi dan filtrasi (zeolit-pasir aktif) menggunakan aliran paksa secara kontinu dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit, 120 menit, 240 menit, dan 300 menit pada setiap perlakuan proses. Hasil menunjukan adanya pengaruh lama waktu kontak terhadap penurunan intensitas warna air gambut. Hasil maksimum dari proses yaitu intensitas warna air gambutdapatberkuranghinggasebesar 21,21 % untuk proses ozonisasi pada waktu 300 menit. pada proses ozonisasi dan Zeolit-Pasir Aktif 87,88 % pada waktu 240 menit. Kata kunci: Ozon, Filter, Warna,  Air,gambut Peat water is surface water sources are often found in Borneo, dark brown to black (124-850 PtCo) derived from the decomposition of organic and inorganic substances. Ozone is a reactive compound and the zeolite and activated sand have good filtration capability. The purpose of the research is to analyze the influence of ozone and zeolite-activated sand to remove the color intensity of peat water. The method used is the reduction of the color intensity of peat water with ozonation and filtration processes (zeolite-activated sand) uses a forced flow continuously with variation of 30 minutes, 60 minutes, 120 minutes, 240 minutes, and 300 minutes for each treatment process. The results showed the influence of contact time to decrease the color intensity of peat water. The maximum yield of the process is the color intensity of peat water can be reduced by up to 21.21% for the ozonation process at a time of 300 minutes. in the process of ozonation and activated sand reduced by up to 87.88% at time of 240 minutes. Keywords: Ozone, Filter, Colur , Peat, water 
STUDI KARAKTERISTIK TANAH LEMPUNG LUNAK AKIBAT ADANYA PENAMBAHAN MATERIAL LIMBAH Rusdiansyah Rusdiansyah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 4, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v4i1.4667

Abstract

Salah satu jenis limbah industri yang belum dimanfaatkan sebagai campuran stabilisasi tanah lempung lunak adalah limbah arang kayu yang merupakan hasil buangan dari pembakaran kayu pada industri pengolahan besi di Provinsi Kalimantan Selatan. Upaya untuk meningkatkan nilai karakteristik fisik dan mekanis tanah lempung lunak lahan basah yang tidak menguntungkan dapat dilakukan antara lain melalui metode stabilisasi tanah. Saat ini tersedia beragam jenis bahan stabilisasi sebagai material pencampurannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteritik fisik dan mekanis tanah lempung lunak mengalami perubahan kearah positif setelah distabilisasi dengan campuran 25% arang kayu. Adapun perubahan parameter tersebut adalah antara lain : angka pori mengalami penurunan 45,26%, kepadatan tanah meningkat 17%, plastisitas tanah mengalami penurunan 66%, indeks pemampatan konsolidasi mengalami penurunan lebih dari 20%, dan kuat geser tanah (Su) mengalami peningkatan 75% terhadap kondisi inisial. Berdasarkan hasil uji SEM menunjukkan bahwa semakin banyak kadar arang kayu yang diberikan maka semakin rapat celah porositas antar partikel tanah yang terjadi.Kata kunci : , arang kayu, sifat fisik dan sifat mekanis tanah, Stabilisasi tanah, tanah lempung lunak lahan basah. One type of untreated industrial waste as a mixture of soft clay stabilization is the waste of wood charcoal which is the result of discharges from wood burning in the iron processing industry in South Kalimantan Province. Efforts to increase the physical and mechanical characteristics of soft soil wetlands can be carried out, among others, through soil stabilization methods. Currently available various types of stabilization materials as mixing materials. The results showed that the physical and mechanical characteristic of soft clay soil changed positively after stabilization with 25% mixture of wood charcoal. The parameter changes are: void ratio parameter decreased 45,26%, soil density increased 17%, soil plasticity decreased 66%, consolidation compression index decreased more than 20%, and soil shear strength (Su) increased 75% against the initial condition. Based on the SEM test results indicate that the more content of wood charcoal provided the more porosity gap between soil particles that occur.Keywords: Soil stabilization, wood charcoal, physical properties and mechanical properties of soft soil, clay soft soil wetlands.

Page 4 of 20 | Total Record : 200