cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology
ISSN : 25416057     EISSN : 25414674     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
MUST is a journal of mathematics education, science, and technology published by the Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah University of Surabaya. This journal focuses on the publication of research results and scientific articles on mathematics education, science, and technology. MUST Journal is published twice in a year, on July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): JULY" : 10 Documents clear
Pengaruh Pembelajaran Matematika Diskrit dengan Blended Learning terhadap Hasil Belajar Siti Aminah
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.489 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1456

Abstract

Matematika Diskrit adalah mata kuliah wajib yang ditempuh oleh mahasiswa Teknik Informatika STIKI pada semester pertama. Namun, pembelajaran Matematika Diskrit yang sudah pernah dilakukan, kurang maksimal dalam penggunaan LMS. Penggunaan model pembelajaran yang tepat pada mata kuliah Matematika Diskrit dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Selain itu, selalu ada mahasiswa yang hadir tidak konsisten di setiap pertemuan. Akibatnya hasil belajar mahasiswa tidak baik. Artinya bahwa nilai akhir mahasiswa banyak yang mendapatkan nilai C atau kurang dari C. Oleh karena itu, dibutuhkan model sistem pembelajaran blended pada mata kuliah Matematika Diskrit yang dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pembelajaran blended terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen One-Group Pre-Test Post-Test Design. Setelah dilakukan uji coba terhadap model sistem pembelajaran blended Matematika Diskrit, terjadi perbedaan terhadap hasil belajar setelah dilakukan pembelajaran blended. Dengan kata lain, pembelajaran blended berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar pada tingkat kepercayaan 95%. Model sistem pembelajaran blended matematika diskrit dikatakan valid dengan nilai 3,58. Model sistem pembelajaran blended matematika diskrit dikatakan praktis dengan nilai 3. Model sistem pembelajaran blended matematika diskrit dikatakan hampir efektif bagi mahasiswa dengan nilai rata-rata 2.9 dari seluruh indikator.
Pemahaman Konsep Mahasiswa Perempuan dalam Menyelesaikan Masalah Grup Suesthi Rahayuningsih
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.567 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1629

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep mahasiswa perempuan dalam menyelesaikan masalah grup. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Islam Majapahit, Mojokerto. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari mahasiswa Program Studi pendidikan matematika, yaitu mahasiswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas. Wawancara tersebut mengungkap pemahaman konsep berdasarkan indikator: Menjelaskan atau menyatakan ulang konsep dan menggunakan konsep grup dalam menyelesaikan masalah grup.  Data dalam penelitian ini berupa hasil wawancara dan tes masalah matematika.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemahaman konsep subjek, pada komponen menjelaskan atau menyatakan ulang konsep oparasi biner , sifat elemen identitas, sifat setiap elemen dan grup  memiliki invers terjadi miskonsepsi, subjek kurang tepat dalam menyatakannya. Pada konsep sifat tertutup dan sifat assosiatif, subjek dapat menjelaskan dengan tepat. Pada komponen memberi contoh dan bukan contoh. subjek belum mampu membedakan mana merupakan operasi biner dan mana bukan demikian juga himpunan yang mempunyai elemen identitas dan  himpunan yang setiap elemennya mempunyai invers. Subjek mampu membedakan mana yang merupakan  operasi biner yang bersifat assosiatif dan mana yang tidak bersifat assosiatif.. Demikian juga dalam memberi contoh grup, tetapi hanya dengan operasi biner penjumlahan dan perkalian serta bukan contoh. Pada komponen menggunakan konsep grup dalam menyelesaikan masalah grup. Subjek menunjukkan G diberikan operasi perkalian adalah grup, dengan menunjukkan sifat tertutup, sifat assosiatif, memiliki elemen identitas dan memiliki invers setiap elemen.
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery Learning terhadap Kemampuan Pemahaman dan Hasil Belajar Siswa Materi Operasi Aljabar Kelas VII SMP Ferennita Harianti
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.835 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1611

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman siswa terhadap persoalan matematika karena pembelajaran matematika masih berpusat kepada guru. Penggunaan model pembelajaran secara konvensional yang mengakibatkan rendahnya kemampuan pemahaman serta hasil belajar. Maka dari itu guru sebaiknya dapat menggunakan model pembelajaran salah satunya ialah Guided Discovery Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guided Discovery Learning terhadap kemampuan pemahaman dan hasil belajar siswa materi operasi aljabar kelas VII. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sumbergempol. Sampel penelitian kelas VII-G dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa soal tes pilihan ganda 10 dan uraian 5 soal pretest dan posttest serta dokumentasi. Data dioleh dengan menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman siswa terhadap materi operasi aljabar setelah mendapatkan model pembelajaran guided discovery learning menggunakan uji-t diperoleh 0,000 < 0,05 maka artinya Ho ditolak, dan secara otomatis Ha1 yang diterima artinya ada pengaruh penggunaan model pembelajaran guided discovey learning terhadap kemampuan pemahaman siswa materi operasi aljabar kelas VII. Sedangkan hasil belajar siswa terhadap materi operasi aljabar setelah mendapatkan model pembelajaran Guided Discovery Learning menggunakan uji-t diperoleh 0,000 < 0,05 maka artinya Ho ditolak, dan secara otomatis Ha2 yang diterima artinya ada pengaruh penggunaan model pembelajaran guided discovey learning terhadap hasil belajar siswa materi operasi aljabar kelas VII. 
Student Learning Activities Using Realistic Mathematics Education (RME) Mega Ratrisna; Abdul Taram
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.181 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1018

Abstract

The aims of this research is to increase student activity in learning mathematics by using Realistic Mathematics Education (RME)  in class VIII SMP Muhammadiyah 2 Prambanan. The study was conducted two siklus. Data collection techniques used are observation, interview, documentation and triangulation. Instrument research observation sheet and interview. Instrument analysis using content validity. The analysis used is descriptive qualitative. The results showed that Realistic Mathematics Education (RME) can increase student learning activity This is evident from the observation of student activity in learning every siklus has increased, that is average of observation percentage of student activity in siklus I 50,623% (enough), and at siklus II increased to 61.960% (good). From the results of interviews with students showed a positive response on student learning activity. 
Pengaruh Metode Improve terhadap Kreativitas Kemampuan Komunikasi Matematis dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII A MTS Syekh Subakir pada Materi Bangun Datar Muhalizah Muhalizah
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.618 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1613

Abstract

Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dipelajari dan diajarkan pada jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dikuasai setiap siswa untuk dibekali dengan kemampuan berfikir logis, analisis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama (Depdiknas, 2006: 153). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiada tidaknya pengaruh Metode PembelajaranImprove terhadap kreatifitas kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar bagi siswa kelas VII A Mts Syekh Subakir 01 Nglegok Blitar. Metode pembelajaran IMPROVE merupakan akronim dari Introducing, the new concept, Matacognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulties, Obtaining mastery, Verification, dan Enrichment. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII A Mts Syekh Subakir 01 Nglegok Blitar. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan Teknik Cluster Random Sampling dengan banyak siswa 32 sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Desain penelitian ini adalah True-Experimental Design bentuk Posttest-Only Control Derign. Rata-rata hasil test kratifitas kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas kontrol sebesar 80,03 dengan standar deviasi 10,918kelas ekperimen sebesar 86,25 dengan standar deviasi 6,951. Adapun rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol sebesar 79,44 dengan standar deviasi 10,531 dan kelas ekperimen sebesar 87,91 dengan standar deviasi 7,498. Nilai signifikansi model pembelajaran Metode Improve, x, terhadap kratifitas kemampuan komunikasi matematis ( ) sebesar 0,009 < 0,05. Hal ini berarti model pembelajaran Metode Improve, x, berpengaruh terhadap kreatifitas kemampuan komunikasi matematis ( ). Dapat disimpulkan bahwa kreatifitas kemampuan komunikasi matematis siswa kelas kontrol lebih baik dari kratifitas kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen. Adapun nilai signifikansi model pembelajaran Metode Improve, x, terhadap hasil belajar siswa ( ) sebesar 0.000 < 0.05. Hal ini berarti model pembelajaran Metode Improve, x, berpengaruh terhadap hasil belajar siswa ( ). Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari  hasil belajar  siswa kelas kontrol.
Perbandingan Model AR(1), ARMA (1,1), dan ARIMA (1,1,1) pada Prediksi Tinggi Muka Air Sungai Bengawan Solo pada Pos Pemantauan Jurug Retno Tri Vulandari; Tika Andarasni Parwitasari
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.234 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1620

Abstract

Suatu aliran sungai menentukan prediksi debit sungai sulit, biasanya nilai yang digunakan sebagai patokan adalah hasil pantauan tinggi muka air. Pada bulan Juli 2016, luapan sungai Bengawan Solo mengakibatkan banjir di kawasan Solo Timur. Hal ini disebabkan karena tinggi muka air pada pos pemantauan Jurug menembus level 10. Oleh karena itu prediksi nilai tinggi muka air diperlukan sebagai upaya peringatan dini banjir. Pengukuran tinggi muka air sungai Bengawan Solo pada setiap pos pemantauan dilakukan setiap hari. Data tinggi muka air merupakan data runtun waktu. Salah satu metode peramalan data runtun waktu adalah Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), model ini memiliki asumsi homoskedastisitas atau variansi eror tetap. Tetapi apabila variansi eror berubah-ubah maka model yang digunakan adalah model Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH). Penelitian ini menggunakan 60 data dari bulan Januari – Februari 2017. Data tersebut terbukti stasioner berdasarkan nilai ADF 0,0036, oleh karena itu model ARIMA dapat digunakan. Berdasarkan pola korelogram, ACF dan PACF terpotong setelah lag pertama, hal ini menunjukan tinggi muka air sungai periode tersebut dapat dimodelkan dengan AR(1), ARMA (1,1), dan ARIMA(1,1,1).Berdasarkan perbandingan nilai MAPE ketiga model nilai terendah adalah model ARMA(1,1), yaitu 0,668384 yang artinya tingkat kesalahan terhadap prediksi model ARMA(1,1) adalah 66,8384%. Begitu hal nya dengan nilai MSE ketiga model, nilai terendah pada model ARMA(1,1) yaitu 0,7729 artinya memiliki variansi model yang lebih kecil, mampu memberikan hasil yang lebih konsisten dibandingkan model AR(1) dan ARIMA(1,1,1) yaitu 1,060288 dan 0,996585.
Analisis Pemahaman Siswa terhadap Strategi Visualisasi, Auditori, Kinestetik Muhammad Syahrul Kahar; Muhamad Ruslan Layn; Suci Ristiya Nurjanah
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.6 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1406

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran, siswa belum mampu menjabarkan secara langsung materi yang diajarkan oleh guru, baik secara Visual maupun Kinestetik. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil dari penggunaan strategi  Visualisasi, Auditori, Kinestetik terhadap pemahaman siswa kelas VIII B pada materi fungsi dan (2) untuk mengetahui respon dari siswa terhadap strategi pembelajaran tersebut. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B MTs Sains Algebra Kota Sorong  tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 24 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) hasil dari penggunaan strategi pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic terhadap pemahaman siswa kelas VIII B MTs Sains Algebra Kota Sorong pada materi fungsi adalah 70% siswa memperoleh nilai tes di atas KKM, dan 30% siswa memperoleh nilai tes di bawah KKM. (2) Respon siswa terhadap strategi pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic adalah sebagai berikut: (a) Untuk pernyataan positif, 46,3% menyatakan sangat setuju, 42,5% setuju, 9% tidak setuju dan 2,2% sangat tidak setuju. (b) Untuk pernyataan bernilai negatif, 49,1% menyatakan sangat tidak setuju, 36,7% tidak setuju, 11,7% setuju dan 2,5% sangat setuju.
Penggunaan Logika Fuzzy untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Pengadilan Agama Kab. Kediri Niska Shofia; Siti Rochana
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.759 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1651

Abstract

Dalam rangka meningkatkan pelayanan di bidang hukum, Mahkamah Agung RI memerintahkan seluruh Lembaga Peradilan untuk menyediakan fasilitas meja informasi (information desk), termasuk di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Keberhasilan instansi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dapat ditentukan dengan pendekatan service quality. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pengumpulan data dari masyarakat yang datang dan mencari informasi di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.  Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan yang diberikan oleh petugas meja informasi Pengadilan Agama Kabupaten Kediri untuk mencapai kepuasan masyarakat. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan metode fuzzy servqual (Service Quality) yang dibantu menggunakan aplikasi MATLAB.
Analysis The Ability of Students Problem-Solving on Counting Operations of Algebra Form Desy Yusnia
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.433 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1017

Abstract

Problem-solving is the important part of mathematics curriculum. Most of students still have difficulties and error in prombelm solving. This research aims to know problem-solving ability of students on counting operations of algebra form. This research is a descriptive qualitative research. The subject is students grade VII-F SMP N 1 Wonosari. The data collecting technique is a problem-solving test. The data analysis according to Miles and Huberman, which is data reduction, data presentation, and making the conclusion. The results of this research showing that: (1) 95.56% of students can understand the problem, 4.44% of students cannot understand the problem; (2) 18.33% of students can devising a plan, 81.67% cannot devising a plan; (3) 28.61% of students can carrying out the plan, 71.39% cannot carrying out the plan; (4) 45% can looking back the answer, 55% cannot looking back the answer.
Pengembangan Sistem Pembelajaran dalam Jaringan pada Materi Teori Graph Nira Radita
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.246 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i1.1463

Abstract

Matematika diskrit merupakan mata kuliah matematika dasar yang di dalamnya memuat banyak konsep-konsep dasar matematika. Banyaknya konsep yang harus dipelajari tidak diimbangi dengan alokasi waktu yang disediakan untuk pembelajaran tatap muka. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan pembelajaran yang mengkombinasikan kegiatan pembelajaran tatap muka di dalam kelas dan kegiatan pembelajaran di luar kelas yaitu melalui kegiatan pembelajaran dalam jaringan. Agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu dikembangkan sistem pembelajarannya. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sistem pembelajaran dalam jaringan pada mata kuliah matematika diskrit pada materi teori graph. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengadaptasi dan memodifikasi model 4D (four D model) yang terdiri dari pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate) oleh Thiagarajan. Penelitian ini dibatasi pada tahap pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Tahap pendefinisian terdiri dari 5 langkah pokok, yaitu front-end analysis, learner analysis, concept analysis, task analysis, dan specifying instructional objective. Pada tahap perancangan meliputi constructing criterion-referenced test, media selection, format selection, dan initial design. Tahap pengembangan terdiri dari dua tahap yaitu uji validitas dan uji pengembangan. Hasil penelitian ini berupa sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) pada materi teori graph yang dapat diterapkan pada perkuliahan matematika diskrit yang menerapkan pembelajaran blended.

Page 1 of 1 | Total Record : 10