cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KREATIVITAS SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MEMBUAT KONSEP DESAIN DAN KEMASAN PRODUK Rahayu, Rizki Yanti; Mujdalipah, Siti
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19398

Abstract

Penilaian kinerja peserta didik pada pembelajaran praktikum mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan masih sederhana dan belum memadai dalam mengukur kompetensi siswa. Guru belum sepenuhnya memahami pengembangan instrumen dan rubrik penilaian kinerja pada ranah penilaian kreativitas siswa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan dan mengembangkan instrumen penilaian kinerja untuk mengukur kemampuan kreativitas siswa dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyzing, Designing, Developing, Implementing, and Evaluating). Implementasi penggunaan instrumen penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui kemampuan kreativitas siswa dengan menggunakan metode pre-experiment dan desain penelitian one shoot case study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli penilaian dan pengukuran serta ahli bidang pengemasan menyatakan bahwa instrumen penilaian kinerja sangat layak digunakan sebagai alat ukur tes tindakan untuk mengukur kemampuan kreativitas siswa, sementara itu hasil uji coba kepada siswa dan penilaian guru menyatakan instrumen penilaian yang dikembangkan sangat layak untuk dijadikan instrumen penilaian kinerja yang dapat mengukur kemampuan kreativitas siswa. Implementasi penggunaan instrumen penilaian kinerja menunjukkan peserta didik yang memiliki kemampuan kreativitas dengan kategori kreatif sebesar 77,78% dan sangat kreatif sebesar 22,22%. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan dapat mengukur kreativitas siswa dengan dibantu model pembelajaran berbasis proyek dan menggunakan jobsheet praktikum.
KARAKTERISTIK KEFIR DENGAN PENAMBAHAN PUREE UMBI GEMBILI Kartika, Kartika; Rahayuningsih, Mulyorini; Setyaningsih, Dwi
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19372

Abstract

Kefir merupakan produk susu yang beraroma asam, alkoholik, karbonat, dan dibuat melalui proses fermentasi menggunakan mikroba bakteria dan yeast. Kefir merupakan probiotik alami yang mengandung bakteri hidup yang dapat memberikan efek menyehatkan bagi tubuh manusia apabila dikonsumsi. Umbi gembili mengandung inulin yang dapat dimanfaatkan sebagai prebiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan puree gembili dan waktu fermentasi pada nilai pH, total asam tertitrasi, total gula dan gula pereduksi, serta pertumbuhan bakteri asam laktat dan khamir pada kefir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis data deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan puree gembili sebanyak 4% dapat menurunkan nilai pH, meningkatkan total asam tertitrasi, meningkatkan total gula dan gula pereduksi, serta meningkatkan pertumbuhan bakteri asam laktat dan khamir dibandingkan kefir kontrol. Lama waktu fermentasi kefir puree gembili terbaik adalah selama 24 jam dengan nilai pH 4,17; total asam tertitrasi 0,64%; bakteri asam laktat 8,991 log CFU/ml dan khamir 8,579 log CFU/ml.
PENGGUNAAN ESTER SUKROSA UNTUK MEMPERBAIKI KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM SAWO MENTEGA Al Hajar, Maulana Noor Fajri; Rahayu, Dwi Lestari
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19425

Abstract

Penggunaan ester sukrosa dapat memperbaiki karakteristik es krim tepung buah sawo mentega. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan ester sukrosa terhadap karakteristik fisik dan organoleptik es krim tepung sawo mentega. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dan dua kali ulangan. Faktor pertama adalah penambahan ester sukrosa dengan taraf 0,1%, 0,3%, dan 0,5%, faktor kedua adalah penambahan tepung sawo mentega dengan taraf 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ester sukrosa 0,1%, 0,3%, dan 0,5% pada es krim dengan tepung buah sawo mentega 10% memiliki nilai overrun masing-masing sebesar 71,43%, 74,10%, dan 93,57%; pemisahan krim pada stabilitas emulsi sebesar 0,250 cm, 0,225 cm, dan 0,175 cm; waktu leleh selama 24,31 menit, 26,16 menit, dan 31,00 menit; viskositas sebesar 14680 cP, 18620 cP, dan 12730 cP serta total padatan terlarut sebesar 33,47%, 33,62%, dan 36,47%. Penambahan ester sukrosa 0,1%, 0,3% dan 0,5% pada ek skrim dengan tepung buah sawo mentega 15% memiliki nilai overrun masing-masing sebesar 50,00%, 57,14%, dan 64,28%; pemisahan krim pada stabilitas emulsi sebesar 0,250 cm, 0,150 cm, dan 0,150 cm; waktu leleh selama 30,02 menit, 33,33 menit, dan 36,13 menit waktu leleh; viskositas sebesar 16560 cP, 17020 cP, dan 17380 cP viskositas; serta total padatan terlarut sebesar 33,62%, 34,47%, dan 39,98%. Penambahan ester sukrosa pada es krim dengan tepung sawo mentega 10% menghasilkan penerimaan hedonik antara biasa dan suka terhadap warna; suka terhadap tekstur dan rasa, serta biasa terhadap aroma. Penambahan ester sukrosa pada es krim dengan tepung sawo mentega 15% menghasilkan penerimaan hedonik antara suka hingga sangat suka terhadap warna, biasa terhadap tekstur dan rasa, serta antara biasa hingga suka terhadap aroma.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN USAHATANI PADI SEBELUM DAN SESUDAH PENDAMPINGAN DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Sihombing, Yennita; Hutahaean, Lintje
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19373

Abstract

Tujuan pengkajian ini adalah mengetahui karakteristik petani, menganalisis hubungan karakteristik petani dengan usaha tani padi dan pengalaman usahatani dengan usahatani padi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Data primer didapat melalui kuisioner yang diisi oleh 22 petani padi contoh, data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis berdasarkan masing-masing indikator. Pengumpulan data usaha tani dilakukan sebelum dan sesudah pendampingan. Analisis data dilakukan secara sederhana berdasarkan persentase pendapat responden terhadap indikator yang telah ditetapkan, serta dilengkapi dengan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan Metoda Desk Research. Untuk menguji hubungan korelasi antara peubah penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Konkordansi Kendall’s Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara variabel umur dengan pendidikan dan pengalaman usahatani masing-masing tidak nyata dan nyata; antara pendidikan dengan umur dan pengalaman usahatani semuanya tidak memiliki hubungan yang nyata. Sedangkan hubungan antara variabel pengalaman usahatani dengan umur dan pendidikan masing- masing adalah nyata dan tidak nyata. Pada usahatani padi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, kegiatan pendampingan teknologi penanaman benih serta aplikasi herbisida yang dilakukan dapat meningkatkan produktivitas secara nyata, sedangkan teknologi pemupukan tidak berpengaruh.
PENGARUH PENAMBAHAN AGAR-AGAR TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI PUMPKIN LEATHER Savitri, Lorinda
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19374

Abstract

Labu kuning banyak dimanfaatkan sebagai produk pangan olahan. Dengan nilai gizi yang baik, sudah banyak inovasi produk olahan labu kuning, salah satunya adalah fruit leather. Fruit leather merupakan produk pangan yang berbentuk lembaran tipis dengan ketebalan 2-3 mm, kadar air 10- 20%, mempunyai konsistensi dan rasa khas sesuai dengan jenis buah-buahan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan agar-agar terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori pumpkin leather serta karakteristik terbaik yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor. Faktor yang diteliti adalah penambahan agar-agar yang terdiri dari C1 (1%), C2 (2%), C3 (3%). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan penambahan agar-agar pada pumpkin leather tidak berpengaruh nyata terhadap sifat sensori (warna, aroma, tekstur, rasa) dan berpengaruh nyata terhadap sifat fisikokimia (total asam tertitrasi, total padatan terlarut, vitamin C, dan kadar air). Pumpkin leather yang disukai panelis adalah dengan penambahan agar-agar 1%. Pumpkin leather dengan penambahan agar-agar 1% memiliki sifat fisikokimia dengan nilai pH 3,25, kadar TAT 11,82%, TPT 79,05obrix, vitamin C 61,41 mg/100 gram bahan dan kadar air 21,71%.
PENGGUNAAN GUM ARAB SEBAGAI BULKING AGENT PADA PEMBUATAN MINUMAN SERBUK INSTAN LABU KUNING DENGAN MENGGUNAKAN METODE FOAM MAT DRYING Aliyah, Qonitah
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19375

Abstract

Labu kuning memiliki kandungan zat gizi yang tinggi terutama senyawa β-karoten. Salah satu pengolahan labu kuning adalah minuman serbuk instan. Salah satu metode pembuatan minuman serbuk instan adalah metode foam mat drying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gum arab (10%, 15%, dan 20%) yang digunakan sebagai bulking agent terhadap karakteristik minuman serbuk instan labu kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang dianalisis dengan uji sidik ragam pada taraf kepercayaan 95% dan 99%. Dilakukan pula uji DMRT sebagai uji lanjut pada taraf kepercayaan 95%. Penggunaan gum arab berpengaruh terhadap rendemen tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air, vitamin C, dan daya kelarutan. Perlakuan terbaik minuman serbuk instan labu kuning berdasarkan karakteristik dan organoleptik diperoleh pada perlakuan konsentrasi gum arab 15%. Minuman serbuk instan labu kuning perlakuan terbaik memiliki karakteristik sebagai berikut: rendemen 9,975%; kadar air 4,55%; vitamin C 33%; dan daya kelarutan 177,17 detik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA KOMPETENSI DASAR PENGEMASAN DI SMK NEGERI 1 KUNINGAN Handayani, Sri
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19376

Abstract

Peserta didik SMKN 1 Kuningan kurang antusias dalam proses belajar mengajar sehingga hasil belajar siswa rendah dengan presentase ketuntasan 42,8% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal yaitu 2,67. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran pada kompetensi dasar pengemasan penerapan model pembelajaran Guided Inquiry (inkuri terbimbing) dan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc Taggart dengan tiga siklus. Subjek penelitian pada penelitian yang telah dilaksanakan adalah peserta didik SMK Negeri 1 Kuningan kelas X-2 jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Instrumen penelitian berupa tes objektif (pre-test dan post-test) untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif, lembar penilaian antar peserta didik dan lembar penilaian diri peserta didik untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek afektif, lembar tes keterampilan untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek psikomotor, dan pedoman observasi berupa lembar pengamatan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) implementasi pembelajaran pada kompetensi dasar pengemasan dengan penerapan model pembelajaran Guided Inquiry terlaksana dengan baik, 2) penerapan model pembelajaran Guided Inquiry pada kompetensi dasar pengemasan meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan mencapai nilai ketuntasan 100% pada siklus 3.
Penerapan Model Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Agroindustri Politeknik Negeri Subang Destiana, Irna Dwi; Rahayu, Wiwik Endah; Mukminah, Nurul; Yudianto, Oyok
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19371

Abstract

Blended learning adalah model pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka (face- to- face) dengan e-learning. Tujuan dari penerapan model pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa Agroindustri khususnya pada mata kuliah Teknologi Pascapanen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan berbasis deskriptif kualitatif dan data kualitatif dengan membandingkan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran konvensional dan dengan berbasis e-learning (google classroom). Penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan adalah mahasiswa kelas Agroindustri 1 semester 2 pada mata kuliah Teknologi Pascapanen. Langkah-langkah penelitian terdiri dari persiapan, pembelajaran secara konvensional, diseminasi blended learning, pembukaan kelas online, pertemuan tatap muka, dan evaluasi penerapan blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang cukup tinggi antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis blended. Peningkatan nilai N gain dari pembelajaran konvensional (0,42), Blended 1 (0,69) dan blended 2 (0,87). Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan blended learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Agroindustri pada mata Kuliah Teknologi Pascapanen serta mahasiswa merasa puas dan setuju bahwa Blended Learning efektif dan efisien untuk diterapkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8