cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1" : 8 Documents clear
Karakteristik Organoleptik Jelly Drink Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kajian Konsentrasi Rumput Laut (Eucheuma spinosum) sebagai Pangan Fungsional Lukman Hudi; Rahmah Utami Budiandari; Syaiful Anam
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.55274

Abstract

Jelly drink is one of the hunger delay drinks, made from fruit juice mixed with sugar and hydrocollid to form a gel structure, it has a solid texture, the gel is easily crushed but the gel is still felt in the mouth. Eucheuma spinosum seaweed is one of the best types of seaweed in Indonesia, generally used as a thickening agent. Mangosteen (Garcinia mangostana L.) is one of Indonesia's special fruits. Mangosteen skin contains xanthones which are antioxidants. The xanthone content is 107.76 mg/100 g, and easily damaged, to increase shelf life one of which is processed into jelly drink. Mangosteen skin extract is formulated with Eucheuma spinosum pulp to make jelly drink. This study aims to determine the organoleptic characteristics and consumer acceptance of jelly drink mangosteen rind and seaweed pulp. The method was design a factorial randomized block design. The first factor is proportion of mangosteen skin extract and second factor was contentration of pure seaweed with the first factor being the proportion of mangosteen skin extract and the second factor being the concentration of seaweed pulp. The best treatment results showed the average results of the organoleptic taste score 4.40, aroma organoleptic 4, color organoleptic 4.47 and organoleptic texture 4.47.
Investigasi Nilai Tambah Agroindustri Kopi Robusta di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Yusuf; Dudi Septiadi
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.55446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis biaya dan keuntungan agroindustri kopi robusta di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, NTB; (2) Menganalisis nilai tambah agroindustri kopi robusta di Kecamatan Batukliang Utara  Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Metode yang digunakan ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Rata-rata biaya produksi agroindustri kopi robusta di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, NTB sebesar Rp 6.263.576/bulan, dengan nilai produksi Rp 14.582.400/bulan. Rata-rata keuntungan sebesar Rp 8.318.824/bulan, dengan B/C ratio 1,33; (2) Nilai tambah agroindustri kopi robusta di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp 66.107/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 61%. 
Pandangan Mahasiswa Pendidikan Teknologi Agroindustri sebagai Calon Guru SMK APHP terhadap Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Kurikulum Nabila Sekar Putri; Nurul Ilmi; Uyun Wafa
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.55690

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pandangan mahasiswa/i program studi Pendidikan Teknologi Agroindustri Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 mengenai gaya hidup berkelanjutan dalam kurikulum. Responden mahasiswa dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif serta pengumpulan data melalui kuesioner. Instrumen tes kuesioner yang dipilih ialah angket dengan menggunakan 3 indikator yaitu pemahaman, penerapan, dan kesesuaian. Data kemudian diolah dan dianalisis dengan perangkat pengolahan data Ms.Excel dan SPSS 25 dengan tahapan sebagai berikut ini: 1) tabulasi data terhadap angket yang telah diisi oleh responden, 2) perhitungan setiap skor indikator yang telah ditentukan, 3) perhitungan skor total, 4) analisis deskriptif, 5) analisis persen. Pencapaian pemahaman mahasiswa terhadap pengetahuan gaya hidup berkelanjutan dalam kurikulum adalah 81,6% dalam kategori baik, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sebesar 74,6% dalam kategori cukup, dan kesesuaian kurikulum dengan konsep SDGs sebesar 75,4% dalam kategori cukup.
Analisis Mutu Minyak Goreng yang Dipakai oleh Pedagang Gorengan di Pasar Pujasera Subang Surya Mucti; Rita Purwasih; Irna Dwi Destiana
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i2.54642

Abstract

Konsumsi minyak goreng masyarakat Indonesia pada tahun 2020/2021 mencapai 15.275 ton yang merupakan tertinggi di dunia disebabkan masyarakat menyukai makanan yang digoreng. Gorengan biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan maupun di pasar salah satunya adalah Pasar Pujasera. Tujuan Peneitian untuk mengetahui hasil survei perilaku penggunaan minyak goreng dan mengetahui kualitas mutu minyak goreng yang dipakai oleh pedagang gorengan di Pasar Pujasera. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan kuisioner. Pengujian fisik dan kimia pada warna, bau, kandungan kadar air dan bahan menguap, asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Metode penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dan data diolah menggunakan Microsoft Excel. Survei perilaku penggunaan minyak goreng oleh pedagang di Pasar pujasera adalah menggunakan minyak goreng curah dengan 2 kali frekuensi penggunaan, frekuensi penggantian minyak goreng 1-3 kali per hari dan volume pemakaian minyak goreng tertinggi 5 liter. Sebanyak 60% pedagang memiliki pengetahuan tentang bahaya minyak goreng berulang dan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi perilaku penggunaan minyak goreng. Hasil pengujian nilai peroksida 10 mek O2/Kg, warna dan bau tidak memenuhi  SNI 7709:2019. Nilai kadar air minyak C (0,1%) dan kadar asam lemak bebas minyak C-D (0,3%) telah memenuhi SNI 7709:2019.
Physicochemical, Organoleptic Properties, and Acceptability of Natural Seasoning Powder Made from Chicken Feet and Tomato Siti Nurfuzti Fauziah; Desy Triastuti; Wiwik Endah Rahayu
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.55827

Abstract

The seasoning powder is a flavor enhancer to improve the taste of food. Chicken feet and tomatoes contain glutamic acid that potentially uses in seasoning making. This research was focused on the making of natural chicken feet seasoning powder with the addition of tomatoes. A food dehydrator was used in this study for maintaining constant airflow and constant temperature during the drying stage. Optimum conditions for the chicken feet seasoning powder were determined by varying the addition of tomatoes (0, 20, 30, and 40%). The physicochemical properties such as color, solubility, and moisture content, and organoleptic properties such as taste, aroma, texture, and acceptability were analyzed. Data were statistically analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and the significant difference between the samples was determined using DMRT at p5% respectively. The addition of tomatoes had a significant effect on the parameters of water content, taste, and panelist's level of preference, and had no significant effect on the parameters of solubility, aroma, and texture. The higher addition of tomatoes produces a flavor with a reddish-brown color (Irish coffee). The best treatment results were T3 (40%) which had an Iris coffee color, a solubility of 67.67 seconds, a water content of 3.84%, a savory taste, no fishy smell, and fairly smooth texture, and was preferred by panelists.
Perbandingan Sifat Fisikokimia Pati Tepung Beras, Singkong & Pisang Termodifikasi dengan Ragi (Saccharomycess cerevisiae) Silviwanda Silviwanda; Najib Tuisina Naenum; Novianti Utami Putri; Rianti Mayangsari; Ryandika Trahna Fadilla
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.49063

Abstract

Beras, singkong, dan pisang merupakan sumber karbohidrat utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat fisikokimia tepung singkong, tepung beras, dan tepung pisang melalui modifikasi menggunakan ragi roti Saccharomyces cerevisiae. Metode yang digunakan adalah metode penelitian experimental design yang dilakukan dalam dua tahapan, meliputi pembuatan tepung termodifikasi S. cerevisiae dan karakteristik sifat fisikokimia tepung termodifikasi. Analisis sifat fisikokimia tepung termodifikasi terdiri dari warna, daya kembang, sineresis, suhu gelatinisasi, viskositas, daya ikat air (WHC), dan daya ikat minyak (OHC). Tepung singkong memiliki OHC dan kapasitas kembang paling tinggi sedangkan kemampuan WHC tepung beras, tepung singkong dan tepung pisang tidak berbeda. Tepung beras memiliki kemampuan untuk mencegah sineresis pada suhu kamar dan suhu rendah. Tepung beras, tepung singkong, dan tepung pisang hasil modifikasi memiliki sifat fisikokimia produk yang berbeda sehingga penerapannya pada produk pangan juga berbeda. Tepung beras dapat digunakan pada produk yang membutuhkan stabilitas pada suhu rendah sedangkan tepung singkong dapat digunakan untuk memperbaiki tekstur produk.
Analisis Kandungan Gizi dan Bahan Berbahaya (Rhodamin B dan Formalin) pada Kerupuk Dorokdok di Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan Irma Kusumastuti; Wismanto W
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.56256

Abstract

Kerupuk Dorokdok adalah makanan khas desa Cibeureum kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan yang mempunyai warna hijau dan merah yang mencolok, proses pembuatanya dengan penggorengan dan dikemas menggunakan kemasan tradisional berupa plastik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan Gizi dan kandungan bahan tambahan berbahaya yang terdapat pada kerupuk Dorokdok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Deskriptif analitik. Untuk mengetahui nilai Zat Gizi menggunakan metode uji Proksimat dan untuk mengetahui kandungan bahan berbahaya Rhodamin B dan Formalin menggunakan uji Lab Test kit. Hasil dari uji Proksimat adalah sampel A kadar Lemak 7,65%, kadar Protein 0,73%, kadar Karbohidrat 83,04%. Sampel B kadar lemak 5,04%, kadar Protein 0,60%, kadar Karbohidrat 83,13%. Sampel C kadar lemak 9,23%, kadar Protein 0,74%, dan kadar Karbohidrat 81,49%. Untuk hasil dari uji kandungan bahan berbahaya (Rhodamin B dan Formalin) menggunakan Lab Test Kit adalah Negatif.
Penerapan Project-Based Learning pada Topik Pengelolaan Sampah untuk Meningkatkan Sustainability Literacy Siswa Terdampak Gempa Bumi Mahesa Ayu; Salsabila Manna Aghniya; Bunga Arnelia Nofri; Rahayu Indriasari
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.57010

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan sustainability literacy pada siswa terdampak gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah desain pre-experimental (non-desain) one shot case study. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas IV SDN 1 Sukamaju Cianjur yang berjumlah 6 peserta didik. Topik pembelajaran yang disampaikan yaitu mengenai pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan  Project Based Learning pada Topik Pengelolaan sampah menunjukkan adanya perubahan dari hasil belajar yang telah siswa lakukan. Hal ini dibuktikan dengan signifikansinya  thitung 15,181 ttabel 2,015. Selain itu dapat dilihat juga pada hasil belajar diatas dengan perbandingan kriteria nilai kelulusan minimalnya adalah 70 dengan mean difference 65,000. Pemahaman siswa dalam melakukan setiap kegiatan untuk mengelola sampah ini sudah tinggi, dibuktikan dengan hasil penilaian rata-rata yang diperoleh oleh siswa yakni 100, selain siswa dapat memahaminya, siswa juga dapat menjelaskan kembali dengan kriteria sangat tinggi dibuktikan dengan hasil penilaian rata-rata yang diperoleh oleh siswa yakni 87,5.

Page 1 of 1 | Total Record : 8