cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 120 Documents
UJI SIFAT FISIKO KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN YOGHURT NGEBOON PANORAMA INDONESIA Arifin, Muhammad Zainul; Widiaputri, Sarah Istiqomah
EDUFORTECH Vol 5, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i1.23924

Abstract

Yoghurt adalah minuman yang saat ini sangat terkenal karena memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Yoghurt Ngeboon Panorama Indonesia terbuat dari susu yang telah di fermentasi dengan penambahan puree buah, gula, dan jelly sehingga memiliki karakteristik rasa yang unik dan diminati oleh semua kalangan baik ibu-ibu, pekerja kantoran hingga anak-anak. Puree buah yang ditambahkan membuat yoghurt ini lebih kaya akan gizi dan manfaatnya bagi tubuh karena memiliki gula alami, serat, berbagai vitamin, mineral, antioksidan dan polifenol. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik dari varian rasa yoghurt yang telah diproduksi oleh Ngeboon Panorama Indonesia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu varian rasa yoghurt (stroberi, nanas, jambu dan tomat). Data yang didapat dianalisis dengan ANOVA (Analysis of Variance) pada α = 5%. Bila terdapat perbedaan maka dilakukan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Varian rasa yoghurt memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai lightness, redness, yellowness karena setiap buah memiliki kepekatan warna dan senyawa pigmen yang berbeda. Yoghurt dengan rasa stroberi memiliki kadar polifenol (632,847 mg/kg) dan aktivitas antioksidan (83,828%) tertinggi dibandingkan dengan yoghurt rasa lainnya. Dari tingkat kesukaan kenampakan, warna, aroma, tekstur, dan rasa pada semua varian rasa yoghurt ini sangat disukai oleh semua panelis kecuali yoghurt varian rasa tomat pada tingkat kesukaan warna hanya mendapatkan nilai suka dari semua panelis.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Teh Putih dengan Metode DPPH Widyasanti, Asri; Rohdiana, Dadan; Ekatama, Novriana
EDUFORTECH Vol 1, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v1i1.3966

Abstract

Teh putih merupakan jenis teh dengan proses pengolahan yang minim (pelayuan dan pengeringan) diduga menyebabkan kandungan polifenol dan aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak teh putih dengan menggunakan metode DPPH (2,2 Difenil -1- Pikrilhidrazil) dan korelasinya dengan kadar polifenol. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol 96%.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif.Ekstrak teh putih dibuat dengan menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol 96%. Parameter yang diamati adalah nilai IC50 dan kandungan total polifenol beserta korelasinya. Aktivitas antioksidan tersebut diwakilkan dengan nilai IC50 atau konsentrasi yang dapat meredam 50% radikal bebas. Nilai IC50 dari ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol 96% berturut-turut adalah 203,7846 ppm; 11,207 ppm dan 5,153 ppm. Kontrol positif aktivitas antioksidan menggunakan vitamin C dengan nilai IC50 sebesar 6,285 ppm. Kadar polifenol dari ekstrak teh putih dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol 96% berturut-turut adalah 22,01 %; 57,54% dan 59,32%. Nilai korelasi dari aktivitas antioksidan (IC50) dan kadar polifenol 0,99 
Pengaruh Perbedaan Metode Pengeringan pada Karakteristik Sensori dan Kimiawi Tape Ketan Hitam Instan Audia, Widia Putri
EDUFORTECH Vol 2, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i1.6344

Abstract

Pengeringan alami dengan cara penjemuran pada tape ketan hitam instan diduga memicu terjadinya cross linking yang menyebabkan kerusakan produk. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui karakteristik sensori dan kimiawi tape ketan hitam instan yang dikeringkan dengan penjemuran, menggunakan oven, dan dengan menggunakan microwave oven; (2) mengetahui efektivitas pengeringan dalam mengendalikan mikroorganisme pada pembuatan tape ketan hitam instan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan pengeringan, yakni metode pengeringan penjemuran, oven dan microwave oven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tape ketan hitam instan yang dikeringkan dengan penjemuran paling disukai konsumen pada atribut warna dan aroma (untuk sampel kering sebelum diseduh), atribut rasa, tekstur dan kenampakan (untuk sampel sesudah diseduh). Karakteristik kimia tape ketan hitam instan yang dikeringkan dengan penjemuran (kadar air 7,43%; kadar alkohol 0,39%); oven (kadar air 7,57%; kadar alkohol 0,26%); microwave oven (kadar air 6,35%; kadar alkohol 0,35%). Pengeringan menggunakan oven dan microwave oven dapat mengendalikan mikroorganisme pada tape ketan hitam instan.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS HIDROKOLOID TERHADAP KARAKTERISTIK FRUIT LEATHER PEPAYA Muhammad Julian Nugraha Kamaluddin; Mustika Nuramalia Handayani
EDUFORTECH Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i1.13542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis hidrokoloid yang berbeda terhadap karatekteristik fruit leather pepaya. Penelitian ini mengggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu jenis hidrokolid yang berbeda yaitu agar-agar, CMC dan Gum Arab dengan konsentrasi yang sama. Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini adalah karakteristik sensori dengan menggunakan uji hedonik dan analisis karakteristik kimiawi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan jenis hidrokoloid yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap karakteristik fruit leather pada aspek warna dan rasa serta aspek fisikokimia berupa kadar air, vitamin C, dan pH. Pengaruh nyata tampak pada aspek aroma, tekstur, Total Padatan Terlarut (TPT), dan Total Asam Tertitrasi (TAT). Fruit leather pepaya dengan penambahan gum arab paling banyak disukai konsumen. Fruit leather tersebut memiliki pH sebesar 2,99, kadar air sebesar 27,15%, kadar vitamin C sebesar 1,725 mg/100 gram, kadar TAT sebesar 9,38%, dan TPT sebesar 8,11 brix.
STUDI PEMANFAATAN TEPUNG BUAH PISANG DAN KULIT PISANG RAJA TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI ES KRIM Asih, Titis Fitri
EDUFORTECH Vol 4, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i1.16347

Abstract

Es krim merupakan salah satu jenis pangan populer di dunia dan digemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Saat ini, teknologi dan ilmu pengetahuan sangat berkembang, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan manfaat es krim bagi konsumen dengan cara pembuatan es krim prebiotik yang aman dan baik untuk sistem pencernaan. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan buah pisang beserta kulitnya. Pisang mengandung karbohidrat frukto-oligosakarida dan inulin yang mana merupakan sumber prebiotik. Prebiotik merupakan bahan pangan yang tidak dapat dicerna, memiliki efek menguntungkan terhadap inang dengan menstimulir pertumbuhan secara selektif terhadap bakteri di dalam usus. Kulit pisang raja berpotensi untuk menghasilkan senyawa pektin. Sifat penstabil pektin pada kulit pisang raja juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penstabil (stabilizer) dalam proses pembuatan es krim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan terhadap karakteristik sensori es krim. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi penambahan tepung buah pisang sebanyak 5%, 10% dan konsentrasi penambahan tepung kulit pisang sebanyak 2%dan 4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung buah pisang 10% dan tepung kulit pisang 4% menghasilkan es krim dengan karakteristik organoleptik es krim terbaik yaitu warna abu kecoklatan, aroma agak khas pisang, tekstur agak lembut, dan rasa agak khas pisang.
PENENTUAN UMUR SIMPAN DODOL KACANG MERAH MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST (ASLT) MODEL ARRHENIUS Anzalina, Ghina; Rahayu, Dwi Lestari
EDUFORTECH Vol 5, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i1.23918

Abstract

Dodol merupakan salah satu makanan kudapan tradisional yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Terdapat beragam jenis dodol, salah satunya yakni dodol kacang merah yang diproduksi oleh IRT Pusaka di daerah Cililin-Bandung Barat. Terdapat kekurangan dalam label produk dodol kacang merah IRT Pusaka yaitu belum dicantumkannya tanggal kadaluwarsa. Belum dilakukannya pengujian pendugaan umur simpan dodol kacang merah Cililin secara ilmiah menjadi alasan belum dicantumkannya informasi saran penyimpanan dan batas tanggal masa penyimpanan yang baik untuk dikonsumsi pada label kemasan produk. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkiraan umur simpan dodol kacang merah IRT Pusaka menggunakan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius. Pengujian ASLT Model Arrhenius menggunakan dua faktor yaitu suhu penyimpanan (250C dan 350C) dan waktu penyimpanan (15 hari). Dodol kacang merah disimpan dalam inkubator dan diambil setiap 3 hari hingga hari ke 15 untuk pengujian parameter mutunya. Parameter mutu yang diamati adalah analisis jumlah kapang dan analisis kimiawi kadar gula. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan respon jumlah kapang umur simpan dodol kacang merah yang disimpan pada suhu 25°C dan 35°C berturut-turut adalah 14.27 hari dan 16.20 hari, sedangkan berdasarkan respon kadar gula umur simpan dodol kacang merah yang disimpan pada suhu 25°C dan 35°C berturut-turut adalah 15.08 hari dan 16.68 hari.
Faktor-faktor Internal yang Mempengaruhi Mahasiswa Pendidikan Teknologi Agroindustri dalam Pemilihan Karir Putri, Mega Kusumah; Handayani, Mustika Nuramalia
EDUFORTECH Vol 2, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i1.6170

Abstract

This study aims to determine 1) the influence of perceptions in career choice of agro-industrial technology education students; 2) the influence of motivational factors in career choice of agro- technology education students; 3) the influence of academic ability in career choice of agro- technology education students; 4) Which factor is most influential in career choice of agro-industrial technology education student. This research was descriptive with quantitative approach which examines the influence of relations independent and dependent variables. The study population is students of Agro-Industry Technology Education Study Program. These samples included 74 students of class 2012 and 2013. The data was collected by questionnaire and documentation of student GPA, data analysis using simple regression analysis and regression. The results showed that 1) the perception factors influence career choice of agro-industrial technology education students with contribution of 6.00%; 2) the motivational factors influence career choice of agro- industrial technology education students with contribution of 6.04%; 3) the academic abilities factors influence career choice of agro-technology career education students with 1.85% contribution; 4) The motivating factor is the most influential factor among the factor of perception and academic abilities factor in career choice of agro-industrial technology education students. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN DASAR PENGAWETAN PADA OLAHAN SUSU SEGAR Liawati, Lia; Rahayu, Dwi Lestari
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan sintak dan hasil belajar siswa dari penerapan model pembelajaran Project Based Learning pada kompetensi dasar melakukan dasar pengawetan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah peserta didik kelas X TPHP 3 jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK Negeri 1 Kuningan. Hasil belajar siswa diukur menggunakan tes objektif (pre-test dan post-test), lembar observasi sikap, lembar penilaian keterampilan, lembar observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terlaksana dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh: (1) keterlaksanaan proses pembelajaran berjalan dengan sangat baik, (2) ketercapaian KKM pada aspek kognitif yaitu 76% pada siklus 1, 88% pada siklus II, dan 100% pada siklus III, (3) rata-rata nilai afektif pada indikator spiritual, jujur, tanggung jawab, disiplin, percaya diri, dan sopan santun mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II dan III, (4) rata-rata nilai psikomotorik siswa termasuk ke dalam katagori “sangat baik”.
FAKTOR FAKTOR PENGHAMBAT PENYELESAIAN RISET AGROINDUSTRI DAN RENCANA PENANGANANNYA Mukrivah, Mukrivah; Handayani, Sri
EDUFORTECH Vol 3, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i2.13586

Abstract

Mata kuliah Riset Agroindustri merupakan salah satu mata kuliah wajib yang termasuk dalam kategori Mata Kuliah Keahlian Program Studi (MKK Prodi) dengan bobot 4 SKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan penghambat penyelesaian Riset Agroindustri dan mengetahui strategi coping dalam rencana penanganan penghambat penyelesaian RA. Penelitian ini menggunakan angket sebagai teknik pengambilan data. Pengambilan data tersebut dilakukan kepada 24 responden. Sampel yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan menggunakan simple random sampling kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTK UPI angkatan 2012, 2013, dan 2014 yang telah menyelesaikan Riset Agroindustri (RA) lebih dari satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan penghambat penyelesaian RA dengan kategori tinggi yaitu indikator: 1) kurang fokus ketika mengerjakan RA; 2) fasilitas alat alat laboratorium di prodi tidak lengkap untuk melakukan pengujian produk RA; 3) jadwal pengerjaan RA yang tidak teratur; 4) tidak merasa senang ketika mengerjakan RA; 5) bahan-bahan kimia di laboratorium prodi tidak lengkap untuk pengujian produk RA; dan 6) ketidakmampuan melakukan pengujian produk RA tanpa bantuan laboran/dosen. Mahasiswa mengatasi hambatan dalam penyelesaian RA yaitu dengan menggunakan strategi coping. Rencana penanganan penyelesaian RA direncanakan oleh peneliti yang disarankan untuk mahasiswa, dosen prodi PTAG dan tim manajemen PTAG.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA KOMPETENSI DASAR PENGEMASAN DI SMK NEGERI 1 KUNINGAN Handayani, Sri
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19376

Abstract

Peserta didik SMKN 1 Kuningan kurang antusias dalam proses belajar mengajar sehingga hasil belajar siswa rendah dengan presentase ketuntasan 42,8% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal yaitu 2,67. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran pada kompetensi dasar pengemasan penerapan model pembelajaran Guided Inquiry (inkuri terbimbing) dan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc Taggart dengan tiga siklus. Subjek penelitian pada penelitian yang telah dilaksanakan adalah peserta didik SMK Negeri 1 Kuningan kelas X-2 jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Instrumen penelitian berupa tes objektif (pre-test dan post-test) untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif, lembar penilaian antar peserta didik dan lembar penilaian diri peserta didik untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek afektif, lembar tes keterampilan untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek psikomotor, dan pedoman observasi berupa lembar pengamatan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) implementasi pembelajaran pada kompetensi dasar pengemasan dengan penerapan model pembelajaran Guided Inquiry terlaksana dengan baik, 2) penerapan model pembelajaran Guided Inquiry pada kompetensi dasar pengemasan meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan mencapai nilai ketuntasan 100% pada siklus 3.

Page 6 of 12 | Total Record : 120