cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 120 Documents
APLIKASI EDIBLE COATING BERBASIS AGAR-AGAR DENGAN PENAMBAHAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) PADA BAKSO AYAM Rakhmawati, Samira Yasmin; Handayani, Mustika N
EDUFORTECH Vol 5, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i1.23916

Abstract

Bakso merupakan perishable food yang mudah terkontaminasi oleh mikroba saat proses penyimpanan. Bakso tanpa bahan pengawet memiliki masa simpan maksimal 1 hari pada suhu ruang dan 2 hari pada suhu dingin. Untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kualitas bakso, dianjurkan menggunakan edible coating. Edible coating yang dapat digunakan adalah agar-agar dengan penambahan Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik bakso ayam yang diberi edible coating selama penyimpanan pada suhu ruang 23°C di hari ke-0, dan hari ke-2, lalu pada suhu dingin 4°C di hari ke-4, 8, dan 12. Tahapan penelitian ini terdiri dari pembuatan bakso, pembuatan larutan edible coating serta aplikasinya, dan pengamatan karakteristik yang terdiri dari nilai pH, uji organoleptik, dan TPC. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi edible coating berbasis agar-agar dengan penambahan VCO dapat mempertahankan pH bakso sehingga tidak melebihi batas SNI (Standar Nasional Indonesia), memiliki karakteristik warna, aroma, tekstur dan kenampakan keseluruhan yang lebih baik daripada sampel non-coating, dapat menghambat pertumbuhan mikroba, dan mampu memperpanjang masa simpan hingga 8 hari pada penyimpanan suhu dingin 4°C.
Penentuan Umur Simpan Yoghurt Sinbiotik Dengan Penambahan Tepung Gembolo Modifikasi Fisik Ihsan, Rizqy Zainul; Cakrawati, Dewi
EDUFORTECH Vol 2, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i1.6168

Abstract

The study aim was to determine the shelf life of yogurt sinbiotik at several temperatures with the addition of Dioscorea esculenta modified flour. Lactic Acid Bacteria used for yoghurt making consist of Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longun, Streptococcus themophillus. The method used Accelerated shelf life test (ASLT) with the characteristics observed namely pH, total acid value using titration method, and total lactic acid bacteria with TPC method. The concentration level of modified flour of Dioscorea esculenta was 2%. The shelf life of yogurt can be determined from the critical factor based on most rapid damage to the Arrhenius equation y = -3504,1x + 9.1043 and R2 = 0.5125. Yogurt sinbiotik stored at room temperature shelf life is 9.5 days. At 4 ° C storage temperature, shelf life is 23.2 days. At 40 ° C storage temperature, shelf life is 5.4 days. The addition of Dioscorea esculenta tuber starch in yogurt sinbiotik affect viability of LAB in the yogurt, since viability of lactic acid bacteria during storage has decreased, but the numbers are still within the range of CFU / ml on the final day of storage 
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TALAS BELITUNG (Xanthosoma sagittifolium) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN PADA ROTI TAWAR Lestari, Amalia Dwi; Maharani, Shinta
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12439

Abstract

Roti tawar merupakan olahan pangan yang berasal dari tepung terigu yang diberi ragi dan bahan tambahanlainnya dengan melalui proses pengadonan, fermentasi (pengembangan) dan proses pemanggangan.Konsumsi tepung terigu untuk olahan pangan di Indonesia semakin meningkat dan sebagian besar tepungterigu diperoleh secara impor dari negara lain, sehingga perlu alternatif pengganti tepung terigu denganmenggunakan tepung umbi lokal. Pada penelitian ini, roti tawar diolah dengan menggunakan substitusi tepungTalas Belitung (Xanthosoma sagittifolium) dengan tingkat substitusi 20, 30 dan 40%. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui rendemen tepung Talas Belitung serta pengaruh substitusi tepung Talas Belitung terhadapkarakteristik fisik, kimia dan tingkat kesukaan konsumen. Metode penelitian ini menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan 1 faktorial yaitu substitusi tepung Talas Belitung (0%, 20%, 30%, 40%). Data dianalisis dengan analisis DMRT dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendementepung Talas Belitung adalah 20,76%. Berdasarkan hasil pengujian karakteristik fisik, roti tawar substitusitepung Talas Belitung 20% memiliki karakteristik fisik lebih baik dibandingkan dengan roti tawar substitusitepung Talas Belitung 30% dan 40%. Roti tawar dengan substitusi tepung Talas Belitung 20% menghasilkanpersentasi pengembangan, warna dan tekstur yang lebih baik. Roti tawar substitusi tepung Talas Belitung20% memiliki kadar air 36%, kadar abu 1,07%, kadar lemak 6,22%, kadar protein 0,75% dan kadarkarbohidrat 55,97%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa roti tawar susbtitusi tepung Talas Belitung 20%merupakan roti tawar yang disukai panelis
PEMBELAJARAN PRAKTIKUM DENGAN MODUL BERBASIS SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS (STEM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN DASAR PENGAWETAN Safitri, Eulis; Mujdalipah, Siti
EDUFORTECH Vol 3, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i2.13584

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan modul berbasis STEM, mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan modul Non-STEM dan mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan modul berbasis STEM dengan siswa yang menggunakan modul Non-STEM. Hal tersebut untuk mengetahui hasil belajar dalam ranah kognitif dan ranah psikomotorik. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan desainpretest-posttest yang dilakukan dalam 4 kali pertemuan dengan 2 kegiatan praktikum yaitu praktikum permen karamel dan praktikum telur asin. Subyek penelitian ini adalah siswa SMKN 4 Garut sebanyak 66 orang, yang terdiri dari dua kelas. Kelas X TPHP A sebagai kelas kontrol yang menggunakan modul Non-STEM. Kelas X TPHP B sebagai kelas eksperimen yang menggunakan modul berbasis STEM. Setelah melaksanakan praktikum, penggunaan modul berbasis STEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dan psikomotorik dibandingkan penggunaan modul Non-STEM. Aspek kognitif pada kelas menggunakan modul berbasis STEM memiliki nilai N-gain lebih tinggi dibandingkan kelas dengan modul Non-STEM. Ketuntasan belajar pada kelas yang menggunakan modul berbasis STEM sebesar 85% pada praktikum permen karamel dan 76% pada praktikum telur asin, sedangkan pada kelas yang menggunakan modul Non-STEM sebesar 70% pada praktikum permen karamel dan 61% pada praktikum telur asin. Pada aspek psikomotor ditemukan terdapat beberapa kelompok siswa yang belum mencapai nilai optimum pada beberapa indikator khususnya untuk kelas kontrol. Aspek psikomotorik kelas menggunakan modul berbasis STEM pada aspek persiapan kerja, proses kerja, hasil kerja, kemasan dan waktu memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelas dengan modul Non-STEM yaitu kategori amat baik.
PENGARUH PENAMBAHAN AGAR-AGAR TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI PUMPKIN LEATHER Savitri, Lorinda
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19374

Abstract

Labu kuning banyak dimanfaatkan sebagai produk pangan olahan. Dengan nilai gizi yang baik, sudah banyak inovasi produk olahan labu kuning, salah satunya adalah fruit leather. Fruit leather merupakan produk pangan yang berbentuk lembaran tipis dengan ketebalan 2-3 mm, kadar air 10- 20%, mempunyai konsistensi dan rasa khas sesuai dengan jenis buah-buahan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan agar-agar terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori pumpkin leather serta karakteristik terbaik yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor. Faktor yang diteliti adalah penambahan agar-agar yang terdiri dari C1 (1%), C2 (2%), C3 (3%). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan penambahan agar-agar pada pumpkin leather tidak berpengaruh nyata terhadap sifat sensori (warna, aroma, tekstur, rasa) dan berpengaruh nyata terhadap sifat fisikokimia (total asam tertitrasi, total padatan terlarut, vitamin C, dan kadar air). Pumpkin leather yang disukai panelis adalah dengan penambahan agar-agar 1%. Pumpkin leather dengan penambahan agar-agar 1% memiliki sifat fisikokimia dengan nilai pH 3,25, kadar TAT 11,82%, TPT 79,05obrix, vitamin C 61,41 mg/100 gram bahan dan kadar air 21,71%.
Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Menggunakan Media Audio Visual pada Kompetensi Dasar Pengemasan di SMKN 1 Mundu Cirebon Anggraeni, Fina Siti; Sugiarti, Yatti
EDUFORTECH Vol 1, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v1i1.3972

Abstract

Penggunaan media audio visual merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan media audio visual yang dibuat serta mengaplikasikan media yang dibuat pada pembelajaran pengemasan kepada siswa kelas X SMK 1 Mundu, Cirebon. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Research and Development, dengan tahapan (1) identifikasi potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) perancangan media; (4) validasi media oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran; (4) uji kelayakan media pada skala kecil dan besar;(5) penerapan media pada pembelajaran. Media audio visual pada Kompetensi Dasar Pengemasan layak digunakan untuk proses pembelajaran karena telah memenuhi syarat yaitu hasil validasi oleh ahli media sebesar 70,5% dan hasil validasi oleh ahli materi sebesar 80,6%. Media audio visual selanjutnya diterapkan pada pembelajaran menggunakan metode pre-experimental designs desain one-shoot case study (kelas X TPHPi 2). Hasil belajar peserta didik pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan media audio visual pada Kompetensi Dasar Pengemasan telah mencapai nilai di atas atau sama dengan KKM. Aspek afektif peserta didik juga meningkat berdasarkan penilaian diri dan penilaian teman. 
RELEVANSI KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI DENGAN KEBUTUHAN DUNIA INDUSTRI PANGAN Ihsan, Rizqy Zaynal; Handayani, Sri
EDUFORTECH Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i1.13546

Abstract

Industri pengolahan pangan berkembang secara dinamis. Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri berperan dalam menghasilkan lulusan profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi materi pembelajaran Mata Kuliah Keahlian (MKK) Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis dokumen dan analisis wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa materi mata kuliah yang terkategori sangat relevan dengan kebutuhan industri pangan adalah mata kuliah Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan, mata kuliah Pengetahuan Bahan Agroindustri, dan mata kuliah Pengawasan Mutu Agroindustri. Materi mata kuliah yang terkategori relevan dengan kebutuhan industri adalah mata kuliah Teknologi Pengolahan Pangan dan mata kuliah Penilaian Sensori Pangan. Materi mata kuliah yang terkategori kurang relevan dengan kebutuhan industri adalah mata kuliah Analisis Pangan.
PENGGUNAAN TEPUNG PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA FORMATYPICA) PADA PEMBUATAN COOKIES Azizah, Dewi Nur; Adianti, K P
EDUFORTECH Vol 4, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i1.16351

Abstract

Terigu adalah tepung yang berasal dari bulir gandum yang saat ini menjadi bahan utama dalam pembuatan berbagai makanan di Indonesia, sehingga tingkat impor gandum di Indonesia sangat tinggi. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah dengan mengurangi penggunaan terigu di masyarakat dengan menggunakan tepung komposit. Salah satu bahan pangan yang dapat dijadikan tepung komposit adalah pisang kepok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingantepung pisang kepok dan terigu terhadap karakteristik cookieslidah kucing danmendapatkan perbandingantepung pisang kapokdan teriguyang tepat untuk menghasilkan cookieslidah kucing dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Pada penelitian ini digunakan metode percobaan (eksperimental method)dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)yang diulang sebanyak tiga kalidengan empatperlakuan perbandingan tepung pisangkepokdan terigu, yaitu A =0%:100%, B = 25% : 75%,C =50% : 50%, dan D = 75% : 25%. Pengujian yang dilakukan meliputi analisis kimia,yaitu kadar air dan abu; analisis fisik,yaitu uji tekstur; dan uji organoleptik dengan metode hedonikterhadap warna, aroma, kerenyahan, rasa, dan kenampakan keseluruhan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung pisang kepok dan terigu sebesar25%: 75%menghasilkancookieslidah kucing dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis dari segiwarna, aroma, kerenyahan,rasa,dan kenampakan keseluruhandengan rata-rata kadar air 2,34 %; kadar abu 2,15%;dantekstur sebesar 1,42mm/g/dt. 
PENDUGAAN UMUR SIMPAN SELAI APEL HIJAU LEMBARAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS Kusumah, Slamet Hadi
EDUFORTECH Vol 5, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i1.23923

Abstract

Selai apel hijau lembaran merupakan produk pengembangan selai apel yang dimodifikasi menjadi bentuk lembaran. Tujuan pembuatan selai apel hijau lembaran ini untuk mempermudah konsumen dalam mengkonsumsi selai. Produk selai apel hijau lembaran ini lebih praktis dan mudah dalam penyajiannya jika dibandingkan dengan selai apel pada umumnya. Penggunaan agar-agar dapat menghasilkan tekstur selai yang membentuk gel sehingga selai apel dapat dicetak menjadi lembaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui umur simpan selai apel hijau lembaran menggunkan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan Pendekatan Arrhenius. Penyimpanan dilakukan pada suhu 20 oC, 25 oC, dan 30oC. Uji sensori dan uji total kapang dilakukan setiap selang waktu 3 hari. Uji sensori dihentikan pada hari ke-9 karena total kapang sudah mencapai batas maksimum yaitu 5x101 koloni/g. Nilai R2 pada parameter warna ordo satu merupakan nilai terbesar. Nilai R2 parameter warna adalah 0,882 yang digunakan untuk menghitung umur simpan selai apel lembaran dengan persamaan Arrhenius y = -10152x + 30,63. Hasil perhitungan umur simpan selai apel lembaran berdasarkan parameter warna melalui pendekatan Arrhenius menunjukan bahwa selai apel lembaran dapat bertahan hingga 20 hari pada suhu 20oC, 11 hari pada suhu 25oC, dan 6 hari pada suhu 30oC.
Sampul Dalam EDUFORTECH EDUFORTECH, Dewan Redaksi
EDUFORTECH Vol 2, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i1.6343

Abstract

Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menerbitkan jurnal di bidang teknologi pangan dan pendidikan teknologi agroindustri. Jurnal ini disusun sebagai wujud usaha program studi pendidikan teknologi agroindustri  untuk mempublikasikan karya ilmiah di bidang teknologi pangan dan pendidikan teknologi agroindustri secara online. Usaha ini dilakukan berdasarkan pada surat edaran dari Dirjen DIKTI No. 2050/E/T/2011 tentang kebijakan unggah karya ilmiah dan jurnal. Kebijakan tersebut kemudian direalisasikan oleh UPI melalui kebijakan dalam bentuk program pengembangan jurnal setiap departemen dan program studi di lingkungan UPI.Jurnal ini diberi nama EDUFORTECH. Insya Allah akan terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan September dan Maret. Pada bulan Maret 2017 ini terbit volume kedua dan nomor satu.Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terbitnya jurnal ini. Selain itu, kami pun mengucapkan terima kasih kepada para kontributor yang telah mengirimkan naskah artikel hasil penelitiannya. Semoga jurnal ini dapat terus terbit secara berkala dan memberikan sumbangan pada dunia keilmuan dan perkembangan teknologi di Indonesia.  Bandung,   Maret 2017 Dewan Redaksi

Page 4 of 12 | Total Record : 120