cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 120 Documents
Modifikasi Nugget Ayam Dengan Penambahan Pati Resisten Ubi Jalar Sebagai Serat Pangan Ekowati, Bangun Ambar; Cakrawati, Dewi
EDUFORTECH Vol 1, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v1i1.3974

Abstract

Kecenderungan masyarakat perkotaan yang begitu sibuk sehingga mengkonsumsi makanan siap saji dengan rata-rata tingkat konsumsi serat penduduk Indonesia sebesar 10,5 gram/orang/hari, baru mencapai sekitar separuh dari kecukupan serat yang dianjurkan berkisar antara 20-35 gram/hari. Hal ini yang menyebabkan tingginya kasus penyakit-penyakit degeneratif, maka untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan terutama konsumsi serat pangan. Pati resisten merupakan salah satu serat pangan yang dapat diperoleh dari ubi jalar karena memiliki kandungan pati yang tinggi dan produktifitasnya yang baik. Pati resisten yang dihasilkan tersebut akan ditambahkan kedalam produk siap saji yaitu nugget dengan konsentrasi yang belum diketahui. Oleh karena itu, diperlukan penelitian panambahan pati resisten ubi jalar pada nugget ayam yang dapat menjadi alternatif serat pangan yang memberikan karakteristik produk yang baik dan dapat diterima oleh panelis. Penelitian ini dilakukan penambahan pati resisten ubi jalar sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan 3 kali ulangan dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan taraf signifikan α=0,05. Analisis yang dilakukan yaitu analisis organoleptik, analisis fisik, dan analisis proksimat. Hasil analisis organoleptik dengan uji mutu hedonik menunjukkan bahwa nugget ayam yang ditambahkan 15% pati resisten ubi jalar merupakan formulasi terbaik yang paling diterima oleh panelis. Uji cooking loss didapatkan hasil bahwa semakin banyak pati resisten ubi jalar ditambahkan maka semakin besar cooking loss yang terjadi. Selain itu, hasil analisis proksimat yaitu kadar air 58,8%, kadar abu 1,75%, protein 20,71%, lemak 3,21%, karbohidrat 15,68%, dan serat pangan 5,41%. 
KARAKTERISASI DIETARY FIBER DAN SIRUP GULA HASIL KONVERSI ONGGOK MELALUI PERLAKUAN ASAM DAN PANAS Pramana, Yanuar Sigit; Sunarti, Titi Candra; Purwoko, Purwoko
EDUFORTECH Vol 3, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i2.13581

Abstract

Ketersediaan onggok yang melimpah di Indonesia serta tingginya kandungan pati dan serat merupakan potensi onggok yang belum dimanfaatkan secara optimal. Proses konversi onggok menjadi dietary fiber dan sirup gula dapat meningkatkan nilai tambah secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik produk dietary fiber dan sirup gula yang dihasilkan dari proses konversi onggok, serta mengetahui pengaruh ukuran partikel dietary fiber terhadap karakteristik sifat fisikokimianya. Konversi onggok dilakukan dengan perlakuan asam dan panas. Dietary fiber yang dihasilkan mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari total dietary fiber 96-97%, kadar pati 2,7%, kadar abu 1,3% serta nilai water holding capacity 10,68-11,52 g/g dan oil holding capacity 3,44-3,72 g/g. Semakin kecil ukuran partikel dietary fiber, semakin besar nilai water holding capacity dan oil holding capacity. Sirup gula yang dihasilkan mempunyai reducing sugar 5,6%,total sugar 18,7%, dextrose equivalent 30 dan derajat polimerisasi 3,32. Jenis gula yang dihasilkan terdiri dari dekstrin 7,2%, maltosa 2,43%, glukosa 5,24%, dan arabinosa 0,79%. Dietary fiber yang dihasilkan dapat diaplikasikan sebagai pangan fungsional aditif dalam industri pangan (roti, sosis, dan pengganti lemak), sedangkan sirup gula dapat diaplikasikan untuk industri confectionary
Penerapan Model Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Agroindustri Politeknik Negeri Subang Destiana, Irna Dwi; Rahayu, Wiwik Endah; Mukminah, Nurul; Yudianto, Oyok
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19371

Abstract

Blended learning adalah model pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka (face- to- face) dengan e-learning. Tujuan dari penerapan model pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa Agroindustri khususnya pada mata kuliah Teknologi Pascapanen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan berbasis deskriptif kualitatif dan data kualitatif dengan membandingkan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran konvensional dan dengan berbasis e-learning (google classroom). Penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan adalah mahasiswa kelas Agroindustri 1 semester 2 pada mata kuliah Teknologi Pascapanen. Langkah-langkah penelitian terdiri dari persiapan, pembelajaran secara konvensional, diseminasi blended learning, pembukaan kelas online, pertemuan tatap muka, dan evaluasi penerapan blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang cukup tinggi antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis blended. Peningkatan nilai N gain dari pembelajaran konvensional (0,42), Blended 1 (0,69) dan blended 2 (0,87). Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan blended learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Agroindustri pada mata Kuliah Teknologi Pascapanen serta mahasiswa merasa puas dan setuju bahwa Blended Learning efektif dan efisien untuk diterapkan.
Pengaruh Ragi Tradisional Indonesia dalam Proses Fermentasi Santan Terhadap Karakteristik Rendemen, Kadar Air, dan Kadar Asam Lemak Bebas Virgin Coconut Oil (VCO) Mujdalipah, Siti
EDUFORTECH Vol 1, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v1i1.3969

Abstract

VCO adalah minyak kelapa yang diproses dari kelapa segar dengan atau tanpa pemanasan dan tidak melalui pemurnian dengan bahan kimia. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembuatan VCO, antara lain yaitu enzimatis, fermentasi, pengasaman, sentrifugasi dan cara pancingan. Indonesia memiliki beberapa jenis ragi tradisional yang telah lama digunakan dalam menghasilkan produk fermentasi. Pada penelitian ini VCO dibuat dengan cara fermentasi menggunakan tiga jenis ragi tradisional Indonesia, yaitu ragi tempe, ragi roti, dan ragi tape. Rendemen VCO berkisar antara 20,83 – 23,08%. Kadar air VCO berkisar antara 0,22 – 0,36% dan kadar FFA VCO berkisar antara 0,424 – 0,766% mg KOH/g sampel. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, jenis ragi berpengaruh signifikan (p0,05) terhadap kadar air dan kadar asam lemak bebas VCO. Sementara itu, jenis ragi tidak menunjukan pengaruh signifikan (p0,05) terhadap rendemen VCO. Rendemen, kadar air dan kadar asam lemak bebas terbaik diperoleh pada VCO yang dihasilkan dari proses fermentasi menggunakan ragi roti. 
KETAHANAN JENIS KEMASAN BENIH KEDELAI TERHADAP SERANGAN HAMA CALLOSOBRUCHUS MACULATUS Destiana, Irna Dwi
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12401

Abstract

Penggunaan jenis kemasan yang tepat dapat mempertahankan kualitas benih, sehingga tetap baik pada saat akan ditanam. Jenis kemasan yang tidak mampu mempertahankan kadar air pada kondisi aman akan mempermudah serangan hama gudang. Hama gudang Callosobruchus maculatus F. merupakan salah satu hama primer yang menyerang kedelai dalam penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketahanan dua jenis kemasan yaitu kemasan platik HDPE dan plastik Hermetik dari serangan hama Callosobruchus maculatus selama penyimpanan di dalam gudang. Tahapan penelitian yang dilakukan terdiri dari penyediaan serangga Callosobruchus maculatus, pemilihan, pengemasan, infestasi Hama pada kedelai, penyimpanan dan pengamatan. Parameter yang diamati diantaranya adalah kandungan gas O2 dan CO2, persentase kematian Callosobruchus maculatus, dan persentase biji yang terinfestasi telur. Kadar oksigen dalam plastik hermetik lebih rendah dibandingkan dengan kemasan plastik HDPE, sedangkan kadar karbondioksida dalam kemasan hermetik lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan HDPE. Kondisi penurunan oksigen dan peningkatan karbondioksida yang cepat pada kemasan hermetik menyebabkan serangga yang diinfestasi ke dalam kemasan dengan cepat mengalami kematian dan penurunan kemampuan bertelur (fekunditas). Kemasan hermetik memiliki ketahanan terhadap serangga lebih baik dibandingkan kemasan HDPE. Kemasan hermetik memberikan pengaruh nyata terhadap parameter konsentrasi gas CO2 dan O2 yang menyebabkan kematian C. maculatus mencapai 100% pada hari keempat penyimpanan. Persentase biji yang terinfestasi telur pada kemasan hermetik sebesar 5.4%, lebih rendah dibandingkan kemasan HDPE yaitu 26.23%.
APLIKASI EDIBLE COATING PATI BUAH SUKUN (Artocarpus Altilis) PADA BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L) Sulistyana, Ellin; Handayani, Mustika Nuramalia
EDUFORTECH Vol 6, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v6i1.33376

Abstract

Belimbing (Averrhoa carambola L) merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Penggunaan edible coatingsangat dianjurkan untuk mempertahankan kualitas buah belimbing. Salah satu komponen utama penyusunedible coating yaitu polisakarida seperti yang banyak terkandung dalam buah sukun. Pati sukun dapat digunakan sebagai bahan baku edible coating. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik fisika dan kimia buah belimbing yang diaplikasikan edible coating pati sukun selama penyimpanan pada suhu ruang (25±2oC). Penelitian ini terdiri atas pembuatan pati sukun, pembuatan edible coating dari pati sukun, aplikasi edible coatingpada buah belimbing dan pengujian karakteristik buah belimbing yang telah diaplikasikan edible coating pati sukun. Edible coating diaplikasikan dengan cara dicelup kemudian dilakukan pengujian susut bobot, tekstur, warna, Total Asam Tertitrasi dan Total Padatan Terlarut yang dilakukan terhadap buah belimbing selama 5 hari penyimpanan pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan susut bobot buah belimbing yang telah diaplikasikan edible coating lebih rendah daripada belimbing tanpa edible coating. Selain itu terjadi penurunan kualitas tekstur buah belimbing tanpa edible coating yang lebih cepat daripada buah belimbing yang telah diaplikasikan edible coating. Warna belimbing tanpa edible coating lebih kuning gelap yaitu kuning terang. Pada buah belimbing tanpa edible coating terdapat penurunan nilai asam tertitrasi. Kemudian terdapat kenaikan total padatan terlarut selama penyimpanan pada buah belimbing dengan dan tanpa edible coating.
PERBANDINGAN TEPUNG KENTANG DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK NUGGET Alghifari, Vieri; Azizah, Dewi Nur
EDUFORTECH Vol 6, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v6i1.33287

Abstract

Nugget merupakan salah satu jenis makanan siap saji yang cukup populer di masyarakat. Nugget adalah suatu bentuk produk daging giling yang dibumbui, kemudian diselimuti oleh perekat tepung, pelumuran tepung roti (breading), lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. Salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan Nugget adalah tepung. Tepung berfungsi sebagai bahan pengisi dan pengikat untuk memperbaiki stabilitas emulsi, menurunkan penyusutan akibat pemasakan, memberi warna yang terang, meningkatkan elastisitas, membentuk tekstur yang padat dan menarik. Tepung yang biasa digunakan pada produk Nugget adalah tepung terigu. Sejauh ini, tepung kentang jarang dimanfaatkan dalam produk inovasi pangan. Oleh karena itu, diperlukan subtitusi tepung kentang pada pembuatan Nugget. Tepung kentang memiliki karakteristik, yaitu mempunyai daya serap yang tinggi, bertekstur halus, berasa sedikit manis, dan beraroma harum khas tepung kentang. Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik Nugget ayam yang dihasilkan dengan perbandingan tepung kentang dan tepung terigu yang paling disukai panelis. Penelitian ini menggunakan metode percobaan secara deskriptif dengan perlakuan perbandingan antara tepung kentang dan tepung terigu sebanyak 0%:100%, 25%:75%, 50:50%, 75%:25%, dan 100%:0%. Hasil penelitian menunjukkan, karakteristik Nugget ayam yang dihasilkan memiliki warna kuning agak pucat, beraroma daging dan khas Nugget, bertekstur cukup empuk, serta berasa khas Nugget dengan sedikit rasa kentang. Nugget dengan perbandingan tepung kentang dan tepung terigu 25%:75% adalah yang paling disukai oleh panelis.
APLIKASI EDIBLE COATING PADA BAKSO AYAM Firmansyah, Muhammad
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28815

Abstract

Bakso sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, karena rasanya enak dan dapat dimakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Bakso memiliki masa simpan yang pendek yang hanya bertahan 1 hari pada suhu ruang dan 2 hari pada suhu dingin karena termasuk perishable food yang mudah terkontaminasi oleh mikrobia saat proses penyimpanan. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan bakso dengan menggunakan edible coating penambahan antimikroba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, berupa analisis artikel ilmiah dari berbagai jurnal yang bersumber dari google scholar yang membahas edible coating pada bakso dengan penambahan anti mikroba. Hasil dari literatur review ini menunjukan bahwa subtitusi ediblecoating menggunakan agar-agar dengan penambahan ekstrak jahe sebagai antimikroba dapat mempertahankan masa simpan bakso pada suhu ruang maupun suhu dingin. Pada penambahan konsentrasi agar-agar dan ekstrak jahe semakin tinggi konsentrasi keduanya maka dapat mempertahankan masa simpan bakso lebih lama dari aspek pH maupun total mikroba.
EFFECT OF PROTEIN TYPE AND SUGAR TYPE ON CHOCHOLATE PROPERTIES Rifqi, Muhammad
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28810

Abstract

This research aimed to investigate the effect of protein types (soy milk powder and skim milk powder) and sugar types (stevia and sucrose) on sensory properties of chocolate candy. The appropriate level of protein and sugar were also expected. The research performed using factorial randomized block design (RBD) with three replications. Factors namely ratio of protein type (soy milk powder, skim milk powder) and the ratio of sugar type (sucrose, stevia) were applied. Organoleptic response variables included taste, flavor, texture, and aftertaste were conducted using a hedonic test on 30 panelists. The results indicated that chocolate candy made from the ratio of soy milk with skim milk 0:1 and the ratio of sucrose and stevia of 1:1 gave the highest value of the organoleptic test. Proximate analysis showed the chocolate candy 11.05% fat, 13.44% protein, 25.28% carbohydrate, and water content of 1.17% and has a toughness test value of 1.23 mm/sec/100gram. This study revealed that alternative sugar (stevia) can be used in chocolate candy making and is expected to reduce calories contained on chocolate candy.
PENGARUH PROSES CONCHING TERHADAP SIFAT FUNGSIONAL COKELAT (Cacao theobroma cacao L.) Rifqi, Muhammad
EDUFORTECH Vol 6, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v6i1.33288

Abstract

Cokelat merupakan salah satu produk olahan hasil kakao yang banyak digemari oleh masyarakat. Berdasarkan komposisi bahan penyusunya, terdapat tiga jenis cokelat, yaitu dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate. Proses pembuatan cokelat pada dasarnya meliputi pencampuran bahan, conching, tempering, dan pencetakan. Conching merupakan tahapan penting yang menentukan kualitas mutu dalam proses pembuatan cokelat. Cokelat memiliki kandungan polifenol yang baik bagi kesehatan. Kandungan polifenol pada cokelat memiliki sifat antioksidan yang baik bagi tubuh. Conching merupakan salah satu proses yang paling penting dalam pembuatan cokelat dalam menyatukan adonan, memberikan citarasa yang baik pada cokelat, serta memberikan tekstur yang baik pada cokelat. Proses conching yang digunakan pada proses pembuatan cokelat tidak berpengaruh terhadap menurunnya sifat fungsional pada cokelat dilihat dari aktivitas antioksidanya. Cokelat yang dihasilkan melaui proses conching memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kedalam katagori kuat.

Page 7 of 12 | Total Record : 120