cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
BERDIKARI : Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks
ISSN : 22528172     EISSN : 26215896     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): August" : 10 Documents clear
Penatalaksanaan Diare Berbasis Komunitas Dengan Pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit di Kecamatan Ngampilan Rahmah, Rahmah; Firmawati, Erfin; Lestari, Nina Dwi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.4211

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit gangguan sistem pencernaan yang tidak asing lagi di lingkungan masyarakat. Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan tertinggi dan penyebab utama kematian pada anak di bawah umur 5 tahun terutama di negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia. Tingginya angka kejadian diare disebabkan oleh banyak faktor diantaranya makanan dan minuman yang terkontaminasi akibat kebersihan yang buruk, infeksi virus dan bakteri. Disamping itu juga dipengaruhi oleh faktor dari anak balita yang rentan terhadap penyakit karena belum memiliki sistem kekebalan tubuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan Pengetahuan ibu dalam penatalaksanaan diare dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan meningkatkan sikap ibu dalam penatalaksanaan diare dengan pendekatan MTBS. Salah satu peran tenaga kesehatan adalah memberikan edukasi atau pendidikan kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan. tenaga kesehatan mempunyai peranan sangat penting dalam pencegahan terhadap meningkatnya penyakit diare. Informasi yang didapatkan oleh masyarakat, terutama ibu yang mempunyai anak balita sangat berpengaruh kepada tingkat pengetahuan dalam merawat anaknya, oleh sebab itu sebagai petugas kesehatan perlu untuk memberikan pengabdiannya pada masyarakat. Pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi untuk mencegah diare menggunakan pendekatan MTBS di daerah Serangan dan Gendingan, Kecamatan Ngampilan. Kata kunci: Diare, MTBS, Balita
Penghitungan Ketenagaan Dengan Metode Workload Indicators Of Staffing Need (WISN) Di RS PKU Muhammadiyah Temanggung Rosa, Elsye Maria; Sari, Novita Kurnia
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.4212

Abstract

Penyusunan pola ketenagaan ini merupakan hal krusial dalam kegiatan perencanaan sumber daya manusia di rumah sakit. Banyaknya keluhan dari kepala unit tentang tingginya beban kerja dan kurangnya jumlah tenaga menyebabkan pelayanan kepada pasien kurang optimal. Pelaksanaan pelatihan penghitungan ketenagaan keperawatan dan non medis ini merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya beban kerja lebih dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatnya kemampuan kepala unit dalam menyusun pola ketenagaan dan analisis kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja di unit masing masing. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, simulasi, dan praktik. Hasil pelatihan yang telah dilakukan, semua peserta mampu melakukan simulasi penghitungan ketenagaan keperawatan dan non medis. Untuk unit kamar bedah, sudah didapatkan hasil akhir penghitungan jumlah tenaga. Beberapa faktor pendukung keberhasilan pelatihan ini antara lain manajemen RS memberikan dukungan yang sangat tinggi, memberikan fasilitas pelatihan yang sangat baik, peserta memiliki kemauan dan sangat antusias selama pelatihan. Beberapa kendala yang dihadapi selama pelatihan yaitu tidak semua peserta pelatihan membawa laptop sehingga saat simulasi dan praktik para peserta harus bergantian dengan kelompok lain dan arena sebagian besar peserta adalah kepala unit di RS sehingga beberapa diantaranya beberapa kali harus meninggalkan ruang pelatihan karena ada hal penting yang harus diselesaikan di ruangan.Kata Kunci : WISN, ketenagaan, penghitungan tenaga, perencanaan SDM, pelatihan.
Pendampingan Pengolahan Ubi Ungu Berbasis Value Added Method Kusumawati, Rita
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.428

Abstract

Program ini bertujuan membantu petani ubi ungu di daerah Sanden Bantul untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui peningkatan nilai (value added) hasil pertanian mereka. Peningkatan nilai dilakukan dengan cara mengolah ubi menjadi tepung, kemudian diolah menjadi makanan ringan, produk dikemas dengan baik dan menarik sehingga bisa dipasarkan di toko toko/supermarket dan dengan pemasaran via internet. Metode yang digunakan adalah: pelatihan pembuatan tepung ubi ungu, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran tepung ubi ungu, pelatihan pembuatan Inovasi Produk Stik Ubi Ungu, pelatihan pemasaran produk stik Ubi Ungu. Hasil dari program ini adalah masyarakat antusias dalam mengikuti rangkaian pelatihan yang diadakan, terlihat dari peserta yang hadir disetiap kegiatan pelatihan. Dari kegiatan pelatihan tersebut muncul kelompok unit usaha pengolahan ubi ungu menjadi tepung dengan merk “Olet” dan kelompok usaha makanan ringan dengan merk “Stik Echo’Kata kunci: pengolahan ubi ungu, value added
Manufaktur Sampan (Canoe) Dengan Bahan Paduan Aluminium untuk Wisata Sungai Wisnujati, Andika; Mudjijana, Mudjijana; Octantha, Esron Fernando
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.429

Abstract

Specific objectives and targets to be achieved are the new business entrepreneurs in the field of manufacture of canoes (canoe) for water vehicles, especially in the river Winongo and generally in places of tourism in other areas. This new entrepreneur will be made in Kampung Pojok, Sinduadi Urban Village, Mlati Sub-district, Sleman Re-gency, DIY (Winongo west side bank). Canoe manufacturing starts from the design (design) of construction which in this case ask for help 4 students of Mechanical Engineering Department and Industrial Faculty of Engineering UGM. Based on the design drawings can be calculated the amount of aluminum alloy material in the form of a 2 thick plate and pipe ¾ inch for the construction of the amplifier. The cutting of the plate is carried out with the betel in accordance with the drawing (the initial stage) and smoothed with hand grinding prior to connection with the electric welding with aluminum alloy electrodes. Similarly, the reinforcing and buoying rods are sawn with a hand saw (initial stage) and connected with an electric weld. In the end the product is tested in the flow of Winongo River, near the canoe production place in the village of Pojok, Sinduadi, Mlati, Sleman. Canoe products are tested by students of the Yogyakarta Maritime Academy. Test results should show no leakage in each canoe connection when in use and on reliable stability conditions. Keywords: Canoe, Water Vehicle, Winongo River, Reliable, Aluminium
Pemberdayaan Kelompok Aisyiyah dalam Pengelolaan Salak Pondoh di Kecamatan Turi, Sleman Setiawan, Agus Nugroho; Dewi, Sukuriyati Susilo
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.427

Abstract

Turi yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman, dengan tanaman utamanya adalah salak pondoh. Sebagian besar anggota Aisyiyah mempunyai lahan salak pondoh dan merupakan petani salak pondoh. Permasalahan yang sering dihadapi adalah harga salak pondoh yang sangat fluktuatif, serta pengetahuan dan ketrampilan anggota dalam mengelola hasil dan mengolah buah salak pondoh masih sangat terbatas. Mendasarkan pada permasalahan yang ada pada mitra, maka prioritas permasalahan perlu yang diselesaikan dan solusi yang dilakukan adalah peningkatan nilai tambah buah salak pondoh dan peningkatan ketrampilan dalam pengelolaan paska panen salak pondoh. Tujuan program pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan nilai tambah buah salak pondoh melalui industri hilir pengolahan salak pondoh menjadi berbagai macam produk dan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan anggota Aisyiyah dalam pengelolaan paska panen dan pengolahan salak pondoh. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan masyarakat sasaran yaitu Pimpinan dan Anggota PCA Turi dan PRA Kembangarum, memberikan tanggapan yang sangat baik dengan berpartisipasi mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan warga Aisyiyah dalam mengelola dan mengolah buah salak pondoh menjadi produk minuman dan brownies.Kata kunci: Salak pondoh, Aisyiyah, Nilai tambah, Produk Olahan
Pemanfaatan Limbah Kertas Rontgen untuk Pelindung Mata Bayi Dengan Fototerapi di RS PKU Muhammadiyah Temanggung Sari, Novita Kurnia; Suharsih, Tulus; Pranoto, Agung; Riyanto, M.
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.4210

Abstract

Fototerapi sering digunakan untuk bayi yang mengalami peningkatan bilirubin. Fototerapi adalah terapi untuk mengatasi keadaan hiperbilirubunemia dengan menggunakan sinar biru berenergi tinggi yang mendekati kemampuan maksimal untuk menyerap bilirubin. Pada bayi yang menjalani fototerapi akan diberikan pelindung mata untuk melindungi efek buruk dari sinar biru tersebut. RS PKU Muhammadiyah Temanggung menyediakan pelayanan fototerapi. Selama fototerapi bayi diberikan pelindung mata dengan menggunakan kertas karbon yang dibungkus dengan kasa dan direkatkan menggunakan plester. Kendalanya mata bayi terkadang menjadi iritasi karena posisi pelindung mata yang mudah bergeser sehingga perawat harus berulangkali memperbaiki posisi pelindung mata bayi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan membuat pelindung mata menggunakan limbah kertas rontgen, dilapisi kain flannel, dibentuk seperti kacamata dan diberikan perekat agar ukuran dapat disesuaikan dengan ukuran kepala bayi. Hasilnya pelindung mata ini tidak menimbulkan iritasi pada mata dan kulit bayi dan tidak mudah lepas meskipun bayi banyak bergerak. Selain itu pelinduung mata ini juga bisa dicuci dan digunakan berulang kali. Harga yang dibutuhkan untuk membuat pelita ini juga terjangkau dibandingkan dengan harga pelindung mata yang dijual di pasar. Perawat juga merasakan bahwa pelindung ini lebih efektif dan efisien. Dari sisi waktu perawat tidak perlu lagi berulangkali memperbaiki pelindung mata bayi dan membuat pelindung mata tiap kali ada bayi yang akan melakukan sesi fototerapi.Kata Kunci : pelindung mata, fototerapi, kertas rontgen.
Penghitungan Ketenagaan Dengan Metode Workload Indicators Of Staffing Need (WISN) Di RS PKU Muhammadiyah Temanggung Elsye Maria Rosa; Novita Kurnia Sari
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.4212

Abstract

Penyusunan pola ketenagaan ini merupakan hal krusial dalam kegiatan perencanaan sumber daya manusia di rumah sakit. Banyaknya keluhan dari kepala unit tentang tingginya beban kerja dan kurangnya jumlah tenaga menyebabkan pelayanan kepada pasien kurang optimal. Pelaksanaan pelatihan penghitungan ketenagaan keperawatan dan non medis ini merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya beban kerja lebih dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatnya kemampuan kepala unit dalam menyusun pola ketenagaan dan analisis kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja di unit masing masing. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, simulasi, dan praktik. Hasil pelatihan yang telah dilakukan, semua peserta mampu melakukan simulasi penghitungan ketenagaan keperawatan dan non medis. Untuk unit kamar bedah, sudah didapatkan hasil akhir penghitungan jumlah tenaga. Beberapa faktor pendukung keberhasilan pelatihan ini antara lain manajemen RS memberikan dukungan yang sangat tinggi, memberikan fasilitas pelatihan yang sangat baik, peserta memiliki kemauan dan sangat antusias selama pelatihan. Beberapa kendala yang dihadapi selama pelatihan yaitu tidak semua peserta pelatihan membawa laptop sehingga saat simulasi dan praktik para peserta harus bergantian dengan kelompok lain dan arena sebagian besar peserta adalah kepala unit di RS sehingga beberapa diantaranya beberapa kali harus meninggalkan ruang pelatihan karena ada hal penting yang harus diselesaikan di ruangan.Kata Kunci : WISN, ketenagaan, penghitungan tenaga, perencanaan SDM, pelatihan.
Pemanfaatan Limbah Kertas Rontgen untuk Pelindung Mata Bayi Dengan Fototerapi di RS PKU Muhammadiyah Temanggung Sari, Novita Kurnia; Suharsih, Tulus; Pranoto, Agung; Riyanto, M.
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.4210

Abstract

Fototerapi sering digunakan untuk bayi yang mengalami peningkatan bilirubin. Fototerapi adalah terapi untuk mengatasi keadaan hiperbilirubunemia dengan menggunakan sinar biru berenergi tinggi yang mendekati kemampuan maksimal untuk menyerap bilirubin. Pada bayi yang menjalani fototerapi akan diberikan pelindung mata untuk melindungi efek buruk dari sinar biru tersebut. RS PKU Muhammadiyah Temanggung menyediakan pelayanan fototerapi. Selama fototerapi bayi diberikan pelindung mata dengan menggunakan kertas karbon yang dibungkus dengan kasa dan direkatkan menggunakan plester. Kendalanya mata bayi terkadang menjadi iritasi karena posisi pelindung mata yang mudah bergeser sehingga perawat harus berulangkali memperbaiki posisi pelindung mata bayi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan membuat pelindung mata menggunakan limbah kertas rontgen, dilapisi kain flannel, dibentuk seperti kacamata dan diberikan perekat agar ukuran dapat disesuaikan dengan ukuran kepala bayi. Hasilnya pelindung mata ini tidak menimbulkan iritasi pada mata dan kulit bayi dan tidak mudah lepas meskipun bayi banyak bergerak. Selain itu pelinduung mata ini juga bisa dicuci dan digunakan berulang kali. Harga yang dibutuhkan untuk membuat pelita ini juga terjangkau dibandingkan dengan harga pelindung mata yang dijual di pasar. Perawat juga merasakan bahwa pelindung ini lebih efektif dan efisien. Dari sisi waktu perawat tidak perlu lagi berulangkali memperbaiki pelindung mata bayi dan membuat pelindung mata tiap kali ada bayi yang akan melakukan sesi fototerapi.Kata Kunci : pelindung mata, fototerapi, kertas rontgen.
Pemberdayaan Kelompok Aisyiyah dalam Pengelolaan Salak Pondoh di Kecamatan Turi, Sleman Agus Nugroho Setiawan; Sukuriyati Susilo Dewi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.427

Abstract

Turi yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman, dengan tanaman utamanya adalah salak pondoh. Sebagian besar anggota Aisyiyah mempunyai lahan salak pondoh dan merupakan petani salak pondoh. Permasalahan yang sering dihadapi adalah harga salak pondoh yang sangat fluktuatif, serta pengetahuan dan ketrampilan anggota dalam mengelola hasil dan mengolah buah salak pondoh masih sangat terbatas. Mendasarkan pada permasalahan yang ada pada mitra, maka prioritas permasalahan perlu yang diselesaikan dan solusi yang dilakukan adalah peningkatan nilai tambah buah salak pondoh dan peningkatan ketrampilan dalam pengelolaan paska panen salak pondoh. Tujuan program pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan nilai tambah buah salak pondoh melalui industri hilir pengolahan salak pondoh menjadi berbagai macam produk dan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan anggota Aisyiyah dalam pengelolaan paska panen dan pengolahan salak pondoh. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan masyarakat sasaran yaitu Pimpinan dan Anggota PCA Turi dan PRA Kembangarum, memberikan tanggapan yang sangat baik dengan berpartisipasi mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan warga Aisyiyah dalam mengelola dan mengolah buah salak pondoh menjadi produk minuman dan brownies.Kata kunci: Salak pondoh, Aisyiyah, Nilai tambah, Produk Olahan
Manufaktur Sampan (Canoe) Dengan Bahan Paduan Aluminium untuk Wisata Sungai Andika Wisnujati; Mudjijana Mudjijana; Esron Fernando Octantha
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.429

Abstract

Specific objectives and targets to be achieved are the new business entrepreneurs in the field of manufacture of canoes (canoe) for water vehicles, especially in the river Winongo and generally in places of tourism in other areas. This new entrepreneur will be made in Kampung Pojok, Sinduadi Urban Village, Mlati Sub-district, Sleman Re-gency, DIY (Winongo west side bank). Canoe manufacturing starts from the design (design) of construction which in this case ask for help 4 students of Mechanical Engineering Department and Industrial Faculty of Engineering UGM. Based on the design drawings can be calculated the amount of aluminum alloy material in the form of a 2 thick plate and pipe ¾ inch for the construction of the amplifier. The cutting of the plate is carried out with the betel in accordance with the drawing (the initial stage) and smoothed with hand grinding prior to connection with the electric welding with aluminum alloy electrodes. Similarly, the reinforcing and buoying rods are sawn with a hand saw (initial stage) and connected with an electric weld. In the end the product is tested in the flow of Winongo River, near the canoe production place in the village of Pojok, Sinduadi, Mlati, Sleman. Canoe products are tested by students of the Yogyakarta Maritime Academy. Test results should show no leakage in each canoe connection when in use and on reliable stability conditions. Keywords: Canoe, Water Vehicle, Winongo River, Reliable, Aluminium

Page 1 of 1 | Total Record : 10