cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal An-Nahdhah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 19793391     EISSN : -     DOI : -
Jurnal An-Nahdhah adalah Jurnal dengan konsentrasi pendidikan dan hukum. Terbit 2 kali selama setahun. Dengan ISSN 1979-3391. Kajian yang dibahas dalam Jurnal An-Nahdhah adalah tulisan hasil penelitian dan kajian pustaka. Beberapa kajian dalam jurnal An-Nahdhah yang dipublikasi semoga bisa menjadi salah satu dari banyaknya referensi dalam proses pembelajaran. Untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan Ke-Islaman, sebagai sumber pembelajaran dalam setiap diskusi yang diadakan oleh pendidik, mahasiswa dan masyarakat secara umum. Memberikan bantuan sumber referensi juga bagi akademisi atau peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan researchnya seputar tentang kajian pendidikan dan hukum Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
MASJID SEBAGAI BASIS PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Anwar, Kasful
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan jumlah masjid dan musollah terbanyak di dunia. Sekitar satu juta masjid dan musollah telah berdiri di negeri ini. (Syafri harahap, 2004: 5) Menurut Kementerian Agama jumlah resmi masjid dan musolah sebanyak tujuh ratus ribu (700.000) unit, dengan perincian 30 % dari jumlah keseluruhan adalah masjid besar, bagus dan megah, 50 % bagus dan 20 % sederhana. (Ahmad Sutarji, 2002: 17) Bila kita membandingkan dengan jumlah kuantitasnya jelas sekali Indonesia kaya akan masjid, jumlah yang sedemikian banyak itu sama dengan jumlah masjid dari Maghribi sampai Banglades. (Republika , 2007: 7) Sejatinya jumlah masjid dan mushalah yang besar itu bisa mengurai berbagai persoalan bangsa terutama masalah kesejahteraan umat. Sejarah umat Islam menuturkan bahwa masjid pertama kali yang dibangun oleh Rasulullah ketika beliau hijrah adalah masjid Quba dibuat bersama para sahabat dengan komponen dasar bangunan tersebut terdiri dari pelepah-pelepah kurma. (Ali, 2003: 62) Dalam konteks Quba inilah, Allah SWT telah melegitimasi keberadaannya lewat AlQuran( QS. At-Taubah: 108) yang mengacu pada niat serta proyeksi pembuatan masjid itu sendiri oleh Rasulullah dengan bahasa Quran ussisa ala taqwa (dibangun/didirikan atas dasar ketakwaan kepada Allah). Kemudian ketika dimadinah beliau mendirikan masjid Nabawi . Proyeksi besar Nabi dengan mendirikan masjid- masjid ini tidak lain adalah upaya memfungsikan masjid sebagai media dan basis riil perjuangan umat Islam ketika itu. Hasilnya terbukti semakin banyak jumlah muslim dari hari ke hari, Lebih-lebih kaum Anshor (orangorang muslim asli Madinah) selalu berupaya membantu Nabi beserta para sahabat dengan memberikan fasilitas yang dibutuhkan.Masjid pada masa itu mampu berperan sedemikian luas disebabkan antara lain oleh keadaan masyarakat yang masih sangat berpegang teguh kepada nilai, norma dan jiwa agama, kemampuan Pembina-pembina masjid menghubungkan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat dengan uraian dan kegiatan masjid. Manifestasi pemerintah terlaksana di dalam masjid, baik pada pribadi-pribadi pemimpin pemerintahan yang juga menjadi khatib/imam, atau ruangan masjid yang menjadi tempat kegiatan pemerintahan.
PUTUSNYA PERKAWINAN DAN AKIBAT HUKUMNYA Hasibuan, Abber
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan menurut hukum Islam adalah pernikahan, yaitu akad yang sangat kuat atau mitsaqan ghalizhan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah. Perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut Hukum Islam dengan rangkaian diucapkan oleh wali dan qabul yang diucapkan mempelai laki-laki atau waliya, serta disaksikan oleh minimal 2 orang saksi. Putusnya perkawinan selain cerai mati, juga hanya dapat dibuktikan dengan akta cerai berupa putusan Pengadilan Agama baik perceraian berbentuk ikrar talak, khulu? atau putusan taklik talak. Jadi peraturan perkawinan menurut tuntunan Islam merupakan tuntutan yang wajib dipedomani sehingga tujuan perkawinan tidak lain hanya untuk memenuhi tuntutan agam dan petunjuk naluri dengan tujuan untuk mendapatkan dan melangsungkan keturunan memenuhi panggilan agama memelihari diri dari kejahatan dan kerusakan, membangun rumah tangga atas dasar cinta dan kasih sayang.
KEPEMIMPINAN ISLAM Nasution, Rahmat Nasution
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kepemimpinan dalam kontek Islam. Berbagai teori dikemukakan dan dibahas secara mendalam tentang kepemimpinan. Membicarakan masalah kepemimpinan sesuatu yang tidak ada habis-habisnya. Teori yang ada belum dapat menjawab semua permasalahan yang muncul dalam kepemimpinan. Pembahasan ini memuat secara ringkas bagaimana Islam memberi gambaran tentang kepemimpinan. Dengan demikian pembahasan dimulai dari n atau dalil yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam kepemimpinan, dilanjutkan dengan aspek sejarah kepemimpinan Islam, dilengkapi dengan sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad dan karakteristik kepemimpinannya. Kesemuanya itu merupakan suatu gambaran dalam kepemimpinan Islam.
PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN KONSULTASI DALAM SETTING SEKOLAH M.Pd.I, Sumarto
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsultasi sebagai satu komponen bimbingan adalah segala usaha memberikan asistensi kepada seluruh anggota staf pendidik dan pada orang tua siswa demi perkembangan siswa yang lebih baik (Winkel, 1997). Sedangkan konseling adalah usaha membantu merefleksi diri siswa melalui wawancara konseling individual maupun kelompok, terlebih lagi bila permasalahan yang dihadapi siswa belum terselesaikan secara tuntas. Konsultasi dalam kamus bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan berupa nasehat atau saran yang sebaik-baiknya. Konsultan dinyatakan sebagai orang ahli yang memberikan petunjuk atau nasehat dalam suatu kegiatan. Konsultasi diartikan sebagai tukar pikiran untuk meminta pertimbangan dalam memutuskan sesuatu. Artinya lebih menekankan pada unsur nasehat yang diberikan oleh orang yang berkompeten dibidangnya. Konsultasi menurut Lippit (dalam Prayitno, 1989) konsultasi adalah urutan kedua strategi intervensi yang mencakup hubungan diantara pembantu profesional, konsultan, klien, konsulte dan kebutuhan bantuan target system.
MOTIVASI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Usmar, Ali
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi adalah perilaku yang ingin mencapai tujuan tertentu yang cenderung untuk menetap. Motivasi juga merupakan kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan prilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu. Motivasi bisa berasal dari dalam diri seseorang atau pun dari luar dirinya. Motivasi yang berasal dari dalam diri sesorang disebut motivasi instrinsik, dan yang berasal dari luar adalah motivasi ekstrinsik. Al-Qur?an dan Sunnah/Hadits banyak yang membicarakan tentang menuntut ilmu. Artinya, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk selalu belajar sepanjang hayat hingga tiada waktu yang terbuang sia-sia. Namun, hadits sebagai motivator kedua setelah Al-Qur?an masih amat sedikit dikaji oleh umat Islam.
ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM MENSTRUKTUR PROBLEM KEBIJAKAN KASUS MIS SORE Zamhuri, Zamhuri
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan tidak bisa dipandang dengan sebelah mata baik oleh analis kebijakan,pelaksana kebijakan dan pengguna kebijakan karena sangat perlu diperhatikan secara matang dan rasional.Kata kunci : Kebijakan Pendidikan Islam dan Problem Kebijakan
CORAK ETIKA PENDIDIKAN POLITIK PERSFEKTIF ISLAM A, Sobri
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDIDIKAN POLITIK pada lembaga pendidikan kita, telah diperkenalkan dalam materi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, tetapi konsentrasinya adalah masih terbatas pada sebuah kajian tentang sistem dan bentuk pemerintah dan lembaga serta proses politik yamg di sebut Ilmu Politik atau politikologi. Isue ini sebenarnya telah dikenal oleh ummat manusia sejak zaman Plato dengan gagasan REPUBLIK nya, dan dilanjutkan oleh Aristoteles dengan sebutan POLITIK, kemudian berkembang terus sampai pada teori-teori politik terkenal seperti teori Machiavell, Bodin, Hobbes, Locke, Montesquieu, Bantham dan Karl Marx. Pada umumnya, kajian yang mereka lakukan oleh tokoh atau pakar tersebut berkenaan dengan sifat negara, kedaulatan dan pemerintahan. Namun, dewasa ini studi ini lebih ditekankan pada perhimpunan masyarakat, watak kelompok-kelompok kepentingan dan proses pengambilan keputusan.Pada tulisan ini, kami tidak akan membahas Ilmu Politik tersebut, karena secara umum teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli tentang masalahmasalah pemerintahan suatu negara boleh dikatakan tidak ada problem. Tapi pada dataran aplikasi dari teori itu banyak menimbulkan persoalan yang pada gilirannya dapat memicu kerawanan sosial, kekacauan, kegaduhan dan tak mustahil mengakibatkan rusaknya tatanan sosial, disintegrasi bangsa, suku,agama, infrastruktur negara dan sebagainya.Bahkan bisa menimbulkan api perpecahan antar kelompok, suku bahkan antar bangsa dan negara. Kondisi seperti ini yang digambarkan itulah yang menyebabkan timbulnya berbagai kekerasan ditengah masyarakat sebagaimana fotret dalam berbagai aktivitas anarkis yang marak akhir-akhir ini di tanah air kita, bahkan sampai sekarang belum terlihat tanda-tanda akan berakhir. Pada tingkat Internasional, kondisi tersebut juga terjadi, seperti tampak kekerasan yang dilakukan oleh Rusia, Serbia,Israel dan Amerika dan lain-lain.Fakta yang dikemukan itu membuktikan bahwa dunia sekarang sudah tidak bersahabat lagi, kedamaian yang didambakan oleh setiap insan tampak makin jauh dari harapan. Apakah dengan makin maraknya pembentukan partaipartai baru di dunia perpolitikan di Indonesia akan makin aman ???. Atau malah sebaliknya, situasi akan makin kacau, visi misi reformasi belum mmenuhi harapan publik, harga sembako selalu naik, sering terjadi sengketa hasil pilkada, listrik sering eror,tingkat pemerkosaan hukum makin banyak, bahkan yang memilukan hati kita Partai itu sendiri yang menabuhkan dilema sehingga iklim bangsa dan negara tidak kondusif, dan lain sebagainya. Dan muaranya rakyat juga yang menjadi korban ???. Jika ini yang terjadi dihadapan kita, apa artinya mendirikan Partai Politik ???. problematika realitas inilah yang akan penulis bedah dengan berpijak pada landasan al-Quran dan Hadits.
PROSES PENDIDIKAN DALAM HADIST Lubis, Ali Musa
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektifitas pendidikan sangat ditentukan proses pendidikan yang berlangsung antara pendidik dan peserta didik. Formula proses pendidikan telah banyak mendapat perhatian dari pakar pendidikan. Karya tulis yang membicarakan ini telah banyak dihasilkan, namun pertanyaan tentang bagamana proses pendidikan yang efektif belum terjawab dengan sempurna. Hadis Nabi diyakini sebagai acuan yang tepat dalam segala hal, termasuk proses pendidikan. Tulisan ini akan berupaya memberikan illustrasi proses pendidikan dalam Hadis Nabi.
Persetujuan Istri dalam Rujuk, analisis perbandingan antara Kompilasi Hukum Islam dengan Fikih Empat Mazhab Sunni Amirullah, Marwin
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam KHI pada bab XVIII pasal 164 dinyatakan bahwa Seorang wanita dalam iddah talaj raj?I berhak mengajukan keberatan atas kehendak rujuk dari bekas suaminya di hadapan Pegawai Pencatat Nikah disaksikan oleh dua orang saksi selanjutnya pada pasal 165 dinyatakan juga bahwa Rujuk yang dilakukan tanpa persetujuan bekas istri dapat dinyatakan tidak sah dengan putusan Pengadilan Agama. Dari dua pasal yang terdapat dalam KHI tersebut dipastikan bahwa kedudukan persetujuan istri adalah syarat untuk dapat diterimanya kehendak rujuk seorang laki-laki kepada bekas istrinya.Sementara yang termaktub di dalam kitab kitab fikih (klasik) pendapat empat mazhab mazhab sunni menyatakan bahwa seorang lelaki berhak merujuk istrinya tersebut selagi masih dalam masa Iddah meskipun istrinya tersebut tidak setuju, bahkan meskipun rujuknya tersebut dinyatakan tidak di hadapan bekas istrinya.Dari dua redaksi di atas jelas nampak suatu perbedaan antara ketetapan yang terdapat dalam KHI dengan pendapat para Imam mazhab Sunni, bahkan bila dilihat lebih dalam terkesan kontradiktif. Dimana KHI menjadikan persertujuan istri sebagai syarat untuk dapat diterimanya kehendak rujuk bekas suaminya, sementara ulama mazhab Sunni menyatakan sah rujuk suami kepada istrinya tanpa perlu adanya persetujuan istri bahkan meskipun sang istri merasa enggan rujuk tetap dinyatakan sah..Dari hasil penelitian dan analisis yang berhasil penulis lakukan adalah bahwa apa yang ditetapkan dalam KHI bukanlah bertujuan untuk menyalahi apa yang telah ditetapkan oleh para imam mazhab, akan tetapi apa yang dilakukan oleh perumus KHI adalah suatu tuntutan hukum yang harus dilakukan dalam rangka mengaktualisasikan dan mengkondisikan hukum agar tetap eksis di tengah-tengah masyarakat. Khususnya masyarakat muslimIndonesia. Hal ini juga tentunya didasari oleh semangat pembaharuan hukum yang terus harus berkembang seiring dengan perubahan waktu dan tempat yang terjadi. Jadi ketetapan yang dilakukan dalam Kompilasi Hukum Islam tentang syarat harus adanya persetujuan istri atas kehendak rujuk yang diajukan oleh suaminya tersebut merupakan tuntutan keadaan (waktu dan tempat), dimana ketetapan tersebut bertujuan untuk lebih menjaga dan memelihara hak-hak yang terdapat pada istri khusus untuk perkara tersebut dan khususnya dikalangan muslim Indonesia sudah mulai terancam kemaslahatannya.
KARAKTERISTIK, PROBLEMATIKA DAN SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN PAI/ ASPEK FIQIH Makin, Ahmad
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum PAI baik di Sekolah Umum maupun di Madrasah yang disampaikan guru melalui proses pembelajaran merupakan sebuah muatan kolektif (kognitif,Afektif dan Psykomotor) yang urgen untuk dikuasai siswa, diharapkan setelah pembelajaran siswa/siswi mempunayi kompetensi-kompetensi tertentu yang bermanfaat baginya dalam kehidupan sehari-hari. Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah dan Aspek Fiqih di Sekolah umum mempunyai kekhas-an (karakter dan problem) yang berbeda dengan Mata Pelajaran/aspek lain. Oleh karenanya guru harus mengenali betul ke-khas-an tersebut dengan baik, dan mampu mencari solusinya bila muncul problem secara arif dan bijaksana.Artikel ini mendorong guru mengenali ke-khas-an Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah dan Aspek fiqih untuk di Sekolah Umum sehingga guru dapat menyajikan secara maksimal, tujuannya adalah agar proses pembelajaran berjalan dengan baik,maksimal dan porposional sehingga akan menghasilkan kompetensi lulusan yang berkualitas yakni memiliki kemauan dan tekat kuat untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama (konotifvolitif) dalam kehidupan sehari-hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 10