cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : 25496883     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 226 Documents
Penyakit Tidak Menular dan Faktor Risiko Dapat Dimodifikasi Peserta Pos Sehatmu PCM/PCA Ciledug, Tangerang Abidin, Zainal; Pandhita, Gea
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.2.%p

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi masalah kesehatan global di tengah gaya hidup modern. Pemeriksaan kesehatan berkala muncul sebagai metode skrining efektif. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi PTM dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi di Pos SehatMu PCM/PCA Ciledug, Tangerang. Penelitian ini deskriptif dengan desain time-series. Data sekunder diperoleh dari kegiatan Pos SehatMu bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024 dengan total 199 orang. Peserta terbanyak berusia lansia akhir (56-65 tahun) 71 orang (35,7%), jenis kelamin perempuan 150 orang (75,4%), dan tingkat pendidikan SMA 43 orang (41,3%). Penyakit hipertensi, diabetes mellitus, dan kardiovaskuler merupakan penyakit tidak menular yang diteliti dengan prevalensi terbesar hipertensi 81,0% (94 orang). Faktor risiko yang ditemukan IMT tinggi (mean=27,25), berolahraga tidak rutin (mean=27,00), kadar kolesterol tinggi (hiperlipidemia) (mean=25,25), kadar asam urat tinggi (hiperurisemia) (mean=15,75) dan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) (mean=8,25), kecemasan (mean=7,75), perilaku merokok (mean=3,75), dan konsumsi alkohol (mean=0,75). Gaya hidup sedentari dan pola makan tidak sehat teridentifikasi sebagai kontributor utama. Edukasi kesehatan dan intervensi perilaku diperlukan untuk menurunkan prevalensi PTM di komunitas. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi hubungan antara faktor risiko modifikasi dan insidensi PTM.
Hubungan Jarak dan Usia Kehamilan dengan Komplikasi Persalinan di RSUD Jhon Piet Wanane Sorong Pajala, Gisela Winny; Hidayat, Fadil
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.2.165-175

Abstract

Kematian ibu terjadi hampir setiap dua menit di tahun 2020. Kematian ibu secara langsung yang terkait komplikasi obstetri yaitu  jarak kehamilan dan usia kehamilan. Tujuan studi ini yakni mengetahui hubungan jarak dan usia kehamilan terhadap kejadian komplikasi persalinan di RSUD Jhon Piet Wanane Sorong. Studi ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Hasil studi ini didapatkan sebagian besar subjek berada pada kelompok usia 18-35 tahun (60,3%), tamat SMA (40,2%), tidak bekerja (63,1%), jarak kehamilan terbanyak pada kelompok terlalu dekat (36 bulan) (56,5%), usia kehamilan terbanyak pada kelompok aterm (37-42 minggu) (69,6%) dan jenis komplikasi terbanyak adalah perdarahan postpartum (14,0%). Hasil analisis secara statistik didapatkan hubungan bermakna antara jarak kehamilan terlalu dekat dan terlalu jauh dengan komplikasi persalinan p-value=0,00 dan terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan preterm dengan kejadian komplikasi persalinan p-value=0,00. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut yang menggunakan sampel lebih banyak an meneliti variable lain di luar penelitian ini mengenai factor-faktor yang berhubungan dengan komplikasi persalinan. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengawasan selama perawatan antenatal serta manajemen persalinan pada setiap kala dalam persalinan sehingga komplikasi persalinan bagi ibu dan bayi dapat diminimalisir.
Khasiat Hepatoprotektor Ekstrak Brokoli pada Kadar SGOT dan Katalase Hepar Tikus yang Diinduksi Deksametason Untari, Ni Komang Sri Dewi; E.J.T., Sihning; Pasaribu, Irma Andriani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea var. Italica) mengandung flavonoid dan fenol tingkat tinggi, yang merupakan antioksidan alami yang kuat. Senyawa-senyawa ini dapat berfungsi sebagai hepatoprotektor, mencegah kerusakan hati yang disebabkan oleh dosis obat yang toksik. Deksametason, bila diberikan dalam dosis tinggi, dapat menyebabkan cedera hati. Aktivitas enzim hati seperti SGOT dan katalase dapat bertindak sebagai biomarker untuk kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek hepatoprotektif ekstrak brokoli dengan menganalisis aktivitas enzim hati pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang terpapar deksametason dosis tinggi. Penelitian ini mengikuti Desain Eksperimental dengan kelompok kontrol pasca-uji saja. Sebanyak 30 tikus Wistar jantan yang sehat, berusia 9-12 minggu dan berat 150-200g, secara acak dimasukkan ke dalam tiga kelompok. Kelompok kontrol negatif tidak menerima pengobatan, sedangkan kelompok kontrol positif diberi deksametason dari hari ke-15 hingga hari ke-24. Kelompok perlakuan menerima ekstrak brokoli dari hari ke-8 hingga hari ke-14, diikuti oleh deksametason dari hari ke-15 hingga hari ke-24. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak brokoli memengaruhi kadar SGOT pada tikus yang diobati dengan deksametason dosis tinggi. Namun, tidak ada efek signifikan ekstrak brokoli terhadap kadar katalase pada tikus yang diinduksi deksametason.
Pengaruh Mendengarkan Murottal Al-Qur’an terhadap Tingkat Anxietas Ibu Hamil Trimester III di Rumah Sakit Sitti Khadijah Muhammadiyah I Cabang Makassar Asikin, M. Sabirin; Said, Masita Fujiko M.; Khalid, Nur Fadhillah; Bakhtiar, Ilma Khaerina Amaliyah; Amalia, Rizki
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi murottal merupakan terapi pendengaran yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pada pasien. Mendengarkan lantunan murrotal dapat merangsang otak untuk memproduksi Gamma Amino Butyric Acid (GABA), yang berperan dalam mengurangi neurotransmiter yang terkait dengan kecemasan, depresi, dan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap tingkat anxietas ibu hamil trimester III berdasarkan frekuensi pemberian 3 kali, 5 kali, dan 7 kali murottal Al-Qur’an dalam seminggu di RSIA Sitti Khadijah Muhammadiyah I Cabang Makassar tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental terhadap 30 responden yang merupakan ibu hamil trimester 3. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebelum dan setelah pemberian 3 kali murottal dalam 1 minggu yaitu 0,083 > 0,05 sehingga tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Nilai p sebelum dan setelah pemberian 5 kali murottal dalam 1 minggu yaitu 0,008 < 0,05 sehingga memiliki perbedaan yang signifikan. Dan nilai p sebelum dan setelah pemberian 7 kali murottal dalam 1 minggu yaitu 0,004 < 0,05 sehingga memiliki perbedaan yang signifikan. Maka dapat disimpulkan, terdapat pengaruh dan perbedaan signifikan pada pemberian murottal Al-Qur’an dengan frekuensi 5 kali, dan 7 kali dalam 1 minggu dalam menurunkan tingkat anxietas ibu hamil trimester 3.
Pengaruh Daun Salam terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Mencit Mus musculus dengan Hiperurisemia Hartanti, Miranti Dwi; Febriani, Ratika; Fitriani, Nyayu; Tanzila, Raden Ayu; Khairani, Lilis; Arthamevia, Mitha
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat darah akibat ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi menghambat enzim xanthine oxidase, sehingga dapat menurunkan kadar asam urat. Mengetahui efektivitas ekstrak daun salam dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit jantan (Mus musculus) model hiperurisemia. Penelitian eksperimental dengan desain pre- and post-test control group. Sebanyak 30 mencit jantan galur Swiss Webster diinduksi hiperurisemia menggunakan kalium oksonat (250 mg/kgBB) dan homogenat hepatik ayam, kemudian dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (allopurinol 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak daun salam (200, 300, dan 400 mg/kgBB). Kadar asam urat diukur pada hari ke-0, ke-7, ke-9, ke-12, dan ke-15. Analisis data menggunakan Pair T-Test, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc. Terdapat penurunan kadar asam urat yang bermakna (p<0,05) pada kelompok allopurinol dan ekstrak daun salam (semua dosis), sedangkan kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Dosis 400 mg/kgBB memberikan penurunan terbesar (5,2 mg/dl). Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan bermakna antara allopurinol dengan ekstrak daun salam dosis 200 dan 300 mg/kgBB (p>0,05). Ekstrak daun salam efektif menurunkan kadar asam urat pada mencit hiperurisemia, dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek optimal.
Pengaruh High Heels terhadap Timbulnya Varises Tungkai Bawah pada Sales Promotion Girls Inez di Sulawesi Selatan Aulia, Ade; Wisudawan, Wisudawan; Utami, Dian Fahmi; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Mubarak, Andi Firman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan high heels (sepatu hak tinggi) dalam jangka waktu lama, terutama pada pekerjaan yang menuntut posisi berdiri seperti Sales Promotion Girls (SPG), berpotensi meningkatkan risiko terjadinya varises vena tungkai bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama pemakaian high heels, tinggi high heels, dan posisi bekerja dengan kejadian varises vena tungkai bawah pada SPG Inez di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 38 responden yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September–Oktober 2024. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki lama pemakaian high heels ≥1 tahun (55,3%), menggunakan high heels dengan tinggi ≥5 cm (73,7%), serta bekerja dalam posisi berdiri (76,3%). Kejadian varises vena tungkai bawah ditemukan pada 23 responden (60,5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama pemakaian high heels (p = 0,004), tinggi high heels (p = 0,000), dan posisi bekerja berdiri (p = 0,007) dengan kejadian varises vena tungkai bawah, sedangkan lokasi nyeri tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,679). Dapat disimpulkan bahwa lama pemakaian high heels, tinggi high heels, dan posisi bekerja berdiri berhubungan dengan kejadian varises vena tungkai bawah pada SPG Inez di Sulawesi Selatan.

Filter by Year

2005 2026